Mystery

Mystery
Demon vs Kelelawar


__ADS_3

Willy dan lainnya tidak bisa bergerak karena melihat makhluk yang berukuran besar itu sedang berdiri di depan matanya. makhluk itu diam menatap mereka dengan berniat ingin memangsa mereka semua.


"Cepat pergi dari sini!" titah Willy dengan suara rendah.


Pasien-pasiennya mencoba melangkah dengan perlahan untuk pergi dari sana. saat mereka baru bergerak makhluk itu langsung membuka mulutnya besar-besar. mereka yang melihat reaksi makhluk langsung berteriak ketakutan.


"Aaarggghhhh...," teriakan mereka dengan serentak.


Saat makhluk itu ingin melahap mereka tiba-tiba burung besar itu di serang oleh api di bagian lehernya.


Buk..


Serangan api mengenai leher burung itu sehingga terhempaskan ke lantai.


Saat tubuh besar makhluk itu terhempas dengan kuat, rumah sakit itu terasa seperti terjadinya gempa.


"Cepat pergi dari sini!" perintah Demon yang muncul di hadapan mereka.


"Demon...." sebut Willy yang menatap ke arah raja api yang mengeluarkan cahaya merah di seluruh tubuhnya. hawa panas di rasakan oleh mereka semua karena kekuatan yang ada di keluarkan oleh Demon.


Willy bersama pasien lainnya berlari ke arah lain.


Demon melihat ke arah makhluk itu, ia menatap mata merah kelelawar besar itu selama beberapa menit.


"Aku mengenalmu, hebat sekali kau yang sudah mati dan roh jahatmu masuk ke dalam tubuh kelelawar ini. usiamu sudah mencapai ribuan tahun, tapi bukannya hidup dengan baik malah mencari mangsa di luar," kata Demon.


"Kau adalah raja iblis api, hebat sekali aku sudah sering mendengar namamu. tidak ku sangka hari ini kita bisa bertemu," ujar kelelawar itu.


"Kembali ke habitatmu atau aku melenyapkanmu?" kecam Demon.


"Aku sudah meninggalkan habitat ku, aku tidak ingin hidup di dalam sana. aku ingin merajalela di sini," jawab kelelawar itu.


Di saat Demon berhadapan dengan kelelawar, sementara di luar sana puluhan ribu ekor burung muncul di kota itu dan serang ke rumah-rumah orang.


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


Teriakan orang-orang yang di serang sekelompok burung ke rumah mereka.


Prang...prang...prang...prang...prang ..


Patukan burung ke kaca jendela sehingga akhirnya retak dan pecah.


Seluruh kota di serbu puluhan ribu ekor burung. setiap rumah, hotel, rumah sakit dan lain-lain menjadi korban serangan mereka, tak terkecuali dengan kantor detektif.


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


Teriakan yang terdengar dari seluruh rumah di dalam kota.


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


Mereka yang berada di dalam rumah pada berlari keluar ke jalan. ke mana pun mereka pergi tetap di kejar oleh sekelompok burung-burung itu. mereka semua di kerumuni oleh hewan pemangsa daging manusia.


"Aaarrghh....,"

__ADS_1


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


"Aaarrghh....,"


Tidak lama kemudian mobil pemadam kebakaran berdatangan ke tempat yang di serang oleh hewan yang bersayap itu. pihak damkar menyemprot air ke arah mereka.. kuatnya tenaga air selang mampu mengusir mereka akan tetapi tidak mampu membunuh mereka. saat terkena air dari mobil pemadam kebakaran hewan bersayap itu terbang ke arah lain..


Sejumlah iblis api muncul untuk membakar hewan yang meresahkan itu. iblis api masuk ke rumah semua warga yang di serang dan mau menyelamatkan mereka.


Sementara di kantor detektif mereka di serang sekelompok burung yang sedang mematuk mereka.


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


Tembakan dari mereka ke arah hewan bersayap itu.


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


Burung-burung itu mematuk semua orang yang mereka lihat. mengejar mereka ke mana pun mereka lari.


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


Tembakan serentak dari para detektif..


"Gila, dari mana mereka datang?"


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


"Bunuh saja yang berapa kita sanggup!"


DOR...


DOR...

__ADS_1


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


"Jumlahnya terlalu banyak."


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


"Aarrghhh....," teriakan mereka yang terkena patukan dari sejumlah burung.


"Aarrghhh....,"


"Aarrghhh....,"


"Aarrghhh....,"


Jumlah hewan tersebut terlalu banyak sehingga mereka tidak mampu melawan hanya dengan pistol.


Tidak lama kemudian iblis api muncul di kantor detektif dan membakar hewan pemakan manusia itu.


Iblis api menampakan diri dan membakar hewan yang jumlahnya tidak sedikit. kemunculan mereka tentu saja mengagetkan semua orang.


Sementara Demon dan kelelawar masih sedang saling berhadapan, kelelawar besar itu terbang keluar dari rumah sakit dan di susuli oleh Demon.


Kelelawar lalu berhenti dan berdiri di atas salah satu gedung tinggi.


"Apa kau ingin kabur?" tanya Demon yang berdiri di hadapan kelelawar itu.


"Kabur bukan kebiasaanku, aku justru ingin membunuh siapapun yang menyerangku."


"Tubuhmu yang sudah hancur di saat itu, dan kini kau masih saja suka merasuki tubuh hewan lain." ucap demon


"Aku hanya ingin hidup, tidak ada salahnya jika aku merasuki tubuh hewan lain."


"Dengan memakan manusia? itu cara untuk kau hidup selama ini? serta burung-burung semua ini sudah kau kuasai mereka dengan roh jahatmu. sehingga mereka memakan daging manusia."


"Raja api, aku tahu kau ingin membunuhku, lakukan saja sekarang. di saat itu kau sudah menghancurkan tubuhku. jadi, walau kali ini kau masih ingin membunuhku bukan berarti kau bisa membunuh roh yang aku miliki ini. aku bisa merasuki manusia ataupun hewan."


"Aku akan melenyapkanmu malam ini juga," kecam Demon yang mengeluarkan kekuatan api menyerang lawannya itu.


Kelelawar besar itu melawan dengan mengibaskan sayapnya. angin kencang dari sayapnya itu membuat api dari serangan Demon padam. Demon kemudian menyerang lagi dengan api besarnya.


Di atas gedung sana kelelawar besar itu harus mengibaskan sayap besarnya untuk melawan api besar dari Demon.


Demon kemudian menghilang dan muncul di depan kelelawar itu dengan jarak yang sangat dekat.


Saat muncul Demon langsung menyerang bagian dada burung raksasa itu.


Bruk...


"Aauukk...." jerit makhluk besar itu yang mendapatkan pukulan keras di bagian dada dan mundur ke belakang sehingga jatuh dari posisi tempat dia berdiri.


Serangan tangan api Demon mengenai dada burung raksasa itu, sehingga makhluk besar itu jatuh dari gedung.


Saat jatuh Demon langsung mengunakan kekuatan api menyerang tubuh hewan itu sehingga tembus.


Bruk...


Hentakan kuat tubuh makhluk besar itu yang jatuh ke jalan sehingga retak.


Demon melompat ke bawah dan melihat tubuh makhluk besar itu ia pun langsung membakarnya.


"Sialan, roh dia sudah keluar dari tubuhnya, tidak tahu ke mana lagi kali ini dan siapa yang akan menjadi sasarannya," batin Demon.

__ADS_1


Saat makhluk besar itu tewas, burung-burung itu pun ikut terbang pergi. banyak yang terluka parah dan bahkan hingga meninggal karena luka parah daging mereka yang di makan dalam keadaan hidup-hidup.


__ADS_2