
"Menghadapi orang seperti itu aku tidak akan diam saja, lagi pula mereka bukan merasa bersalah terhadapku dan malah ingin memperalatkan ku untuk menguras hartamu," ucap Kimberly.
"Betul apa yang kamu lakukan, akan tetapi apakah di hati mu pernah merindukan mereka?" tanya Demon dengan senyum.
"Tidak sama sekali! tanpa mereka aku bisa hidup dengan tenang, jadi aku tidak butuh mereka. mereka tidak merasa bersalah sama sekali dan malah ingin memperalatkan ku setelah sekian lama mereka meninggalkan ku. kalau begitu aku juga tidak akan segan berhadapan dengannya,"jawab Kimberly.
"Kimberly, apapun keputusan mu aku tetap mendukungmu. kau harus berjanji satu hal denganku dulu!"
"Janji apa?"
"Berjanjilah padaku jangan melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu lagi!"
"Aku mengerti, aku berjanji padamu," ucap Kimberly dengan senyum.
"Demon, bagaimana dengan mutiara apinya, apakah sudah normal?" tanya Kimberly yang berubah posisi duduk dan berhadapan dengan Demon
"Masih menyala," jawab Demon.
"Apa akan ada sesuatu yang terjadi? dan bagaimana dengan laut, apakah masih terjadinya pusaran air?"
"Setiap malam dia bereaksi selama beberapa menit, dan tidak pernah menampakan dirinya," jawab Demon dengan senyum.
"Apakah karena belum waktunya? dan apa tujuannya?"
"Biarkan saja! selagi dia tidak melukai orang lain," jawab Demon.
"Iya, tapi kau juga harus berhati-hati ya, jangan karena ingin menangkapnya kau malah tidak memikirkan nyawamu sendiri," ucap Kimberly.
"Jangan khawatir! aku akan selalu berhati-hati!" jawab Demon dengan mengecup dahi istrinya.
"Aku mengantuk, apa aku boleh tidur di pelukan mu?" tanya Kimberly dengan mengucek matanya
"Tentu saja boleh! dengan senang hati!" jawab Demon dengan menarik Kimberly ke pelukannya.
"Selamat malam," ucap Kimberly yang sambil memeluk suaminya itu.
"Selamat malam, istriku," balas ucapan Demon yang memeluk istrinya dengan erat.
"Kimberly, pertarungan ku dan iblis air tidak bisa di elakan, akan terjadi di saatnya tiba. apapun yang terjadi hanya dirimu yang aku cemaskan, aku merasakan kekuatan iblis air itu, antara api dan air hanya ada satu yang bisa bertahan." batin Demon
"Nenek selama ini tidak pernah menyukaimu karena dirimu beda dengan kami, selagi aku masih ada dia tidak akan bisa menyentuhmu. akan tetapi jika saja terjadi sesuatu padaku maka dia pasti tidak akan melepaskan mu," batin Demon.
Keesokan harinya
Kimberly di jemput oleh supir Almost menuju ke tempat tinggal orang tua kandungnya itu. setelah tidak lama kemudian ia tiba di depan rumah.
__ADS_1
Saat Kimberly melangkah masuk ke dalam rumah ia di sambut ramah oleh Veronica dan juga Almost
"Lolipop, selamat pulang ke rumah! kami sudah menunggu lama," ucap Veronica dengan senyum.
"Kalian sudah salah! bukan selamat pulang, tapi selamat datang," jawab Kimberly dengan tegas.
"Lolipop ini adalah kakak mu," kata Almost yang perkenalkan Yolanda kepada Kimberly.
"Selamat datang, Lolipop. aku berharap dendam masa lalu di lupakan! mulai hari ini aku adalah kakakmu," ucap Yolanda dengan tatapan sinis.
"Memangnya kapan aku membutuhkan seorang kakak," ketus Kimberly.
"Kau...."
"Sudah! sudah!...mari makan bersama! makan siang sudah di hidangkan!" kata Veronica mengandeng tangan Kimberly berjalan menuju ke ruang makan.
"Lolipop, duduklah! silakan makan apapun yang kamu suka!" kata Veronica.
"Adik, tidak menyangka lama tidak bertemu kehidupanmu baik-baik saja," kata Yolanda dengan sengaja.
"Tentu saja! tanpa kalian aku tetap hidup bahagia," jawab Kimberly dengan terus terang.
Mendengar sindiran Kimberly, Almost dan Veronica hanya bisa diam walau tersinggung
"Dengan cara apa dirimu bisa mendapatkan suami kaya?" tanya Yolanda dengan menyindir.
"Kamu pasti punya cara kan agar dia tergoda oleh mu?" tanya Yolanda dengan mengejek.
"Aku tidak butuh cara, hanya muncul di depan dia tanpa sengaja dia sudah tertarik denganku, tidak seperti dirimu yang sampai sekarang masih belum laku," kata Kimberly dengan mengejek
"Kau...."ucap Yolanda dengan kesal dan di hentikan oleh ibunya.
"Lolipop, apa kamu suka makan ikan?" tanya Veronica dengan senyum.
"Kamu sangat gagal menjadi seorang ibu, anak sendiri ingin makan apa kamu tidak tahu," jawab Kimberly.
Veronica hanya bisa terdiam mendengar sindiran putrinya itu.
"Bagaimana dengan udang saos ini? makanlah!" kata Almost yang mengambilkan lauknya dan menaroh ke piring putri bungsunya itu.
"Siapa yang masak udang ini?" tanya Kimberly
"Papa yang memasaknya, bagaimana dengan rasanya?" tanya Almost dengan senyum.
"Tidak enak!" jawab Kimberly dengan terus terang.
__ADS_1
"Bahkan masih kalah dengan masakan tepi jalan," ujar Kimberly dengan terus terang.
"Kalau tidak enak jangan di makan," ketus Yolanda dengan kesal.
"Mereka yang mengundangku bukan aku sendiri yang mau datang," jawab Kimberly dengan tidak mau kalah.
"Lolipop, makanlah sayurnya, ini baik untuk kulitmu!" kata Veronica dengan mengambilkan lauk untuk putrinya.
"Seharusnya kamu yang harus banyak makan sayur! karena kulit wajahmu sudah mulai berkerut, hati-hati nanti tuan Almost berselingkuh di luar," jawab Kimberly dengan sengaja.
"Kau...." ucap Veronica yang merasa geram
"Jangan marah-marah! aku hanya demi kebaikan mu saja, jika kamu marah nanti darahmu naik. jika naik nanti kamu kena stroke dan bisa meninggal. aku belum mengakuimu jadi aku belum tentu akan menghadiri pemakamanmu," kata Kimberly dengan ceplas ceplos.
Veronica yang mendengar ucapan Kimberly hampir meluapkan emosinya akan tetapi ia di tahan oleh Almost.
"Apa kau bisa jangan bicara sembarangan," bentak Yolanda.
"Aku hanya berterus terang saja, jangan salahkan aku. kalian sangat aneh," ketus Kimberly.
"Lolipop, apakah lauk hari ini tidak sesuai seleramu?" tanya Almost dengan menahan emosi.
"Bukan hidangan yang menjadi aku tidak selera, tapi makan dengan kalian yang membuat selera ku hilang," jawab Kimberly.
"Lolipop, lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Veronica dengan menahan emosi.
"Mana janji kalian?" tanya Kimberly.
"Sebentar! ini surat rumah dan mobil,"kata Almost.
"Ini asli apa palsu?"tanya Kimberly dengan membaca isi surat-surat itu.
"Apa kamu tidak bisa membaca sendiri ya," bentak Yolanda.
"Aku bukan bertanya pada mu," jawab Kimberly dengan menatap ke arah Yolanda.
"Lolipop, ini sudah menjadi milik mu, ini hadiah dari papa dan mama. kami berharap kamu menyukainya," ucap Almost.
"Baiklah, aku akan menerimanya dengan senang hati walau ini tidak seberapa," jawab Kimberly.
"Sangat tidak wajar," ketus Yolanda dengan kesal.
"Kenapa kau merasa kesal? sebenarnya tuan Almost dan Nyonya Almost juga sudah tua, jika saja tiba-tiba meninggal hartanya juga tidak bisa di bawa," kata Kimberly.
"Lolipop, kenapa kau selalu bicara yang tidak-tidak!" bentak Veronica yang sudah kehilangan kesabarannya.
__ADS_1
"Yang ku katakan adalah benar, jika kita meninggal kita tidak bisa membawa apapun, hanya bisa membawa karma baik dan karma buruk saja. tapi kalau kalian pasti akan membawa karma buruk," jawab Kimberly dengan sengaja.