Mystery

Mystery
Perdebatan


__ADS_3

Wanita itu lalu memandang ke arah Kimberly dan Vincent yang berdiri di luar sana.


"Raja, siapa mereka?" tanya wanita yang berdiri di depan Demon.


"Ratuku," jawab Demon yang melangkah keluar dari perusahaannya.


Saat Kimberly dan Vincent ingin beranjak dari sana Demon menghampiri mereka dengan sambil memanggil nama istrinya," Kimberly."


Kimberly yang mendengar suara panggilan ia menoleh ke arah suara itu berada.


"Untuk apa kau keluar?"tanya Kimberly dengan merasa tidak senang.


"Melihat istriku di sini mana mungkin aku tidak keluar," jawab Demon dengan menghampiri istrinya.


"Istrinya?" gumam Vincent yang merasa heran karena melihat wajah suami Kimberly berbeda dengan Raymond yang dia kenal.


"Ternyata kau masih ingat dengan istrimu ya?"tanya Kimberly dengan kesal.


"Mana mungkin aku tidak ingat dengan istriku sendiri," jawab Demon dengan mengelus kepala istrinya.


"Kimberly, tuan ini adalah?" tanya Vincent dengan binggung.


"Namaku adalah Demon Geffrey, Kimberly adalah istriku," jawab Demon dengan tatapan dingin.


"Demon? Kimberly bukankah kamu mengatakan jika nama suami mu adalah?" tanya Vincent yang terhenti.


"Hah...itu...iya...aku lupa sesaat namanya bukan Raymond tapi Demon, aku lupa...aku lupa," jelas Kimberly dengan kebinggungan.


"Apa ada masalah bagi Anda, Tuan?"tanya Demon.


"Tidak, aku hanya merasa penasaran saja, bagaimana jika kita makan siang bersama?" ajak Vincent.


"Tidak perlu! Kimberly adalah istriku dan hanya akan makan bersamaku,"jawab Demon dengan tatapan dingin.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Kimberly dengan melirik tajam ke arah suaminya itu.


"Wajarkan kalau aku berkata demikian, karena aku adalah suamimu," jawab Demon dengan merangkul pundak istrinya dengan erat.


"Kalau begitu aku permisi dulu," ucap Vincent.


"Vincent, kau tidak perlu pergi! bukankah kita akan makan bersama? mari kita pergi!" ajak Kimberly yang menepis tangan suaminya yang sedang merangkul pundaknya.


"Hah...itu..." jawab Vincent dengan ragu karena melihat tatapan Demon.


"Apa suamimu tidak sanggup mentraktirmu makan, sehingga kau harus makan bersama pria lain?" tanya Demon dengan menatap dingin ke istrinya


"Aku sedang memberi kesempatan untukmu agar kau bisa bersenang-senang dengan wanita lain," jawab Kimberly dengan tatapan sinis.


Vincent yang melihat sepasang suami istri yang sedang saling menatap dingin ia merasa segan dengan berkata," aku masih ada urusan dan harus pergi dulu!"


"Siapa yang menyuruh mu pergi?"tanya Kimberly dengan menatap ke arah Vincent.


"Siapa yang menyuruh mu tinggal?" tanya Demon dengan menatap dingin ke arah Vincent.


"Hah...aku rasa...aku,"jawab Vincent dengan binggung.


"Kenapa kau melarangku makan bersama Vincent? kami adalah teman!"


"Aku adalah suamimu dan aku berhak melarangmu!"


"Memang kenapa kalau kau adalah suamiku, aku juga tidak melarang kau

__ADS_1


tersenyum mesra dengan wanita lain,"jawab Kimberly dengan tegas.


"Kapan aku melakukan itu?" tanya Demon.


"Kau tidak tahu karena kau tidak mau mengakuinya, kan?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Lalu, bagaimana denganmu yang ingin makan bersama dengan pria lain?" tanya Demon dengan emosi.


"Aku hanya melakukan hal yang wajar, kau bisa melakukannya dan aku juga bisa," jawab Kimberly dengan emosi.


"Tuan Demon, Kimberly..." sebut Vincent yang terhenti karena melihat mereka berdua yang sedang berdebat.


"Kimberly, jangan berharap kau bisa menemui pria lain di belakangku," kata Demon dengan tegas


"Aku tidak melakukannya di belakangmu karena aku melakukannya di depan matamu," jawab Kimberly dengan tidak mau kalah.


"Percaya atau tidak aku akan menghukum mu kalau berani melakukannya."


"Hukum saja kalau kau mau, aku juga tidak takut. karena aku juga akan menghukummu."


"Aku tidak melakukan kesalahan kenapa kau menghukumku?"


"Pria kalau bicara dengan wanita lain sambil tersenyum mesra selalu saja menganggap dirinya tidak bersalah. sementara aku baru bicara dengan pria lain kau sudah marah-marah," ketus Kimberly.


"Aku tidak senyum dengan wanita lain, kau jangan menuduhku!" jawab Demon dengan tegas.


"Iya, pria memang brengs*k, sudah melakukannya malah tidak mengakuinya. kau bukan pria sejati," ketus Kimberly.


"Ma-maaf, mungkin ini adalah kesalah pahaman," ucap Vincent.


"BUKAN URUSAN MU," kata Demon dan Kimberly dengan serentak dan menatap ke arah Vincent.


"Suamimu di sini dan kau ingin pergi dengan pria lain, kau terlalu berani dan aku akan menghukummu!" gertak Demon dengan kesal


"Sama! karena aku juga akan menghukum mu selama sebulan kau tidak boleh tidur di kamarku," jawab Kimberly dengan kesal.


"Kau tidak bisa melarangku tidur di kamarku," balas Demon dengan tegas.


"Kalau begitu aku akan tidur di rumah paman Sean," jawab Kimberly dengan ingin melangkah pergi dan lagi-lagi di tahan oleh suaminya


"Sebelum selesai bicara kau tidak di izinkan pergi ataupun tinggal di luar!" ujar Demon yang memegang lengan istrinya.


"Tuan Demon, Kimberly," ucap Vincent yang ingin mencoba meleraikan perdebatan mereka berdua


"APA KAMU TIDAK MELIHAT KAMI SEDANG SIBUK!" ketus Demon dan Kimberly dengan serentak dan menatap ke arah Vincent.


"Lepaskan tangan mu dan pergi mencari wanita itu!" kata Kimberly yang melepaskan pegangan suaminya.


"Apa kau sengaja menyuruhku menjumpai wanita lain agar kau bisa bersama dengan pria lain?"


"Iya, kau tidak butuh persetujuan ku dan aku juga tidak butuh persetujuan mu," jawab Kimberly yang tidak mau kalah.


"Tapi aku tidak akan mengizinkan kau melakukannya," kata Demon dengan tegas.


Di saat mereka sedang berdebat wanita yang berbicara dengan Demon tadi datang menghampiri mereka.


Tuan Geffrey," sapa wanita itu dengam senyum


"ADA APA?" tanya Demon dan Kimberly dengan nada kesal menatap ke arah wanita itu.


"Aku hanya..." jawab wanita itu yang terpotong

__ADS_1


"APA KAMU TIDAK MELIHAT KAMI SEDANG SIBUK?" tanya Demon dan Kimberly dengan serentak dan menatap kesal ke arah wanita itu.


"Kimberly, aku masih ada urusan dan aku permisi dulu!" pamit Vincent.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" tanya Kimberly dengan kesal sambil menatap ke arah Vincent.


"Kenapa kau tidak ingin dia pergi?" tanya Demon dengan merasa cemburu.


"Kalaupun mau pergi seharusnya dia yang pergi," jawab Kimberly yang menunjukan ke arah wanita itu.


"Dia juga harus pergi!" kata Demon dengan menunjukkan ke arah Vincent.


"Kalau dia tidak pergi maka Vincent tidak boleh pergi!" jawab Kimberly dengan menunjuk ke arah wanita itu


"Kau lebih membela pria lain dari pada suamimu sendiri!" ketus Demon.


"Kau juga lebih memihak kepada wanita lain dari pada istrimu sendiri," bentak Kimberly.


"Tuan, Nyonya, kalian jangan..." ucap wanita itu yang ingin mendinginkan suasana hati dua orang itu yang sedang memanas.


"DIAM," bentak Demon dan Kimberly dengan serentak dan menatap kesal ke arah wanita itu.


"Aku bertanya lagi padamu, kau ingin dia pergi atau tidak?" tanya Demon.


"Tidak!" jawab Kimberly dengan tegas.


"Nyonya, jangan bersikap kasar dengan tuan!" ucap wanita itu dengan menenangkan Kimberly.


"DIAM! APA KAU TIDAK SADAR SEDANG BERBICARA DENGAN SIAPA?" bentak Demon dengan nada tinggi menatap ke arah wanita itu.


"Kalian jangan bertengkar lagi!" ucap Vincent dengan berusaha ingin mendinginkan suasana panas sepasang suami itu


"BUKAN URUSANMU," jawab Demon dan Kimberly dengan serentak dan menatap ke arah Vincent.


"KALAU DIA TIDAK PERGI, MAKA AKU YANG PERGI!" kata Demon dan Kimberly yang saling menatap kesal dan memalingkan wajah mereka dan langsung melangkah pergi ke arah yang berbeda.


"Tuan..." ucap wanita itu.


"Kim..." ucap Vincent yang binggung dengan mereka.


"Apa yang terjadi dengan raja dan ratu?" gumam wanita itu dengan heran.


"Raja dan ratu?" tanya Vincent.


"Oh...tidak maksudku adalah tuan dan nyonya," jawabnya dengan alasan


"Apa hubunganmu dengan tuan Demon? kelihatannya mereka bertengkar karena kita berdua," kata Vincent


"Apa, karena kita berdua? apakah ratu...eh...maksudku nyonya salah paham tentang aku dan raja...eh maksudku adalah tuan?"tanya wanita itu dengan cemas.


"Iya, sepertinya itu sebabnya," jawab Vincent.


"Kami hanya sedang berbincang saja, tidak ada yang aneh. lagi pula rajaku...eh...maksudku tuan Demon sangat bahagia saat sedang membahas tentangm ratuku....eh...maksudku adalah nyonya. dan tidak membahas masalah lain. kenapa nyonya bisa salah paham?" kata wanita itu dengan binggung.


"Mungkin kedekatan kalian telah menimbulkan kesalah pahaman.".


"Tidak, tuan tidak dekat denganku. aku menjumpainya hanya ada urusan dan kemudian tuan bercerita tentang nyonya dan tersenyum bahagia. tuan mana mungkin bisa dekat dengan siapapun," jawab wanita itu.


"Iya sudah kalau begitu, mudah-mudahan saja mereka cepat berbaikan," ucap Vincent.


Tidak lama kemudian Vincent dan wanita itu juga pisah jalan ke arah yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2