Mystery

Mystery
Kimberly Berhadapan Dengan Diana


__ADS_3

"Kimberly, kenapa kau bisa muncul di sini? apa kau sedang mengikutiku? ini untuk ke dua kali kau muncul dengan tiba-tiba" tanya Demon yang melilit handuk di bagian bawah tubuhnya.


"Jangan salah paham, aku tidak mengikutimu sama sekali. aku juga tidak tahu kenapa bisa muncul di hadapanmu," jelas Kimberly.


"Apa ini hanya kebetulan saja? apa menurutmu aku bisa percaya dengan katamu?" tanya Demon dengan menyentuh wajah Kimberly.


Kimberly langsung menjauh saat suaminya itu ingin menyentuhnya.


"Maaf atas kejadian ini, aku pergi dulu," ucap Kimberly yang ingin melangkah pergi ke arah pintu.


Saat Kimberly ingin melangkah pergi, Demon mengunakan kekuatannya menarik wanita itu ke pelukannya.


"Aarrghh," teriak Kimberly yang dirinya di tarik ke pelukan suaminya itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kimberly yang di peluk erat oleh Demon.


"Apa sebelumnya aku mengenalmu?" tanya Demon dengan jarak yang sangat dekat.


"Ti-tidak, apa bisa tolong lepaskan tanganmu dulu!" pinta Kimberly yang merasa canggung.


"Apa kau sudah menikah dan memiliki sepasang anak kembar?"


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Kimberly dengan merasa heran.


"Apa kau sudah bersama dengan suamimu?" tanya Demon.


"Kami tidak bersama, untuk apa kau bertanya seperti itu?"


"Kalau begitu kita menikah saja!" ajak Demon yang ingin mencium bibir Kimberly akan tetapi ia mengelak ciuman dari suaminya.


"Cepat lepaskan tanganmu! anak-anakku sedang menunggu ku pulang."


"Bawa aku untuk bertemu dengan mereka!"


"Untuk apa?"


"Aku ingin menjadi papa mereka, kalau kita menikah bukankah mereka akan menjadi anakku," jawab Demon dengan tatapan yang dekat.


"Menikah? kau tidak mengenalku tapi ingin menikah denganku?"


"Aku tertarik padamu dan ingin segera menjadikanmu sebagai istriku. dua kali kau muncul di hadapanku. mungkin saja ini adalah jodoh kita. lalu untuk apa aku melepaskan kesempatan yang baik ini?"


"Tapi anak-anakku belum tentu menerima mu!" jawab Kimberly dengan alasan.


"Aku bisa memberikan apapun yang mereka inginkan, dan aku juga akan memberi mereka pendidikan yang tinggi," ujar Demon dengan mendekatkan bibirnya ke bibir wanita yang ada di pelukannya.

__ADS_1


Kimberly yang masih ingat dengan ancaman nenek Diana merasa khawatir dan ragu dengan keselamatan paman Sean dan Holdie. walau dirinya sangat ingin bersama dengan suaminya itu.


Ia berusaha ingin melepaskan pelukan dari pria itu akan tetapi ia tidak berhasil.


"Apa sudah bisa melepaskanku?" tanya Kimberly.


Demon mencium bibir Kimberly sambil memeluknya dengan begitu erat sehingga wanita itu tidak bisa berontak.


"Rasa yang familiar, rasa ini yang ku inginkan," batin Demon.


Demon mencium bibir istrinya dengan penuh perasaan cinta. mereka berciuman selama beberapa menit. sementara Kimberly mengeluarkan air matanya karena mengingat masa lalu saat bersama dengan suami tercintanya itu. walau suaminya berada di hadapannya akan tetapi ia masih tetap merindukan masa lalunya. di karenakan suaminya sekarang telah melupakan semua kenangan yang mereka miliki.


Sesaat kemudian Kimberly melepaskan ciumannya.


"Kenapa kau ingin menikahiku?" tanya Kimberly dengan mengeluarkan air mata.


"Aku ingin menjadikan mu sebagai istriku," jawab Demon dengan mengusap air mata Kimberly.


"Bukankah kamu tidak mengenalku? apa alasannya menikahiku yang sudah memiliki dua orang anak?"


"Nyaman, perasaan ku sangat dekat denganmu, pertama kali kau muncul di hadapanku aku merasa kita sepertinya sudah kenal sebelumnya. aku tidak peduli kalau kau sudah menikah dan memiliki anak, anakmu akan menjadi anakku," ucap Demon dengan melanjutkan ciumannya.


Kimberly yang mengingat semula ancaman Diana ia langsung tersadar dan mendorong jauh-jauh suaminya itu.


"Lain kali jangan bertemu lagi! aku tidak akan menikah denganmu," kata Kimberly yang melangkah dengan cepat dan meninggalkan kamar itu.


Kimberly mempercepatkan langkahnya menuju ke tempat tinggal paman Sean. karena dirinya merasa cemas jika Diana akan mencari keluarganya itu.


"Mudah-mudahan Diana tidak melihat aku sedang bersama dengan Demon tadi," gumam Kimberly kemudian menghilang dan menuju ke tempat tinggal paman Sean.


Tempat tinggal paman Sean.


Kimberly muncul di depan rumah pamannya itu. saat ia melangkah masuk ia melihat paman Sean dan Holdie sedang duduk diam termenung tanpa ada reaksi.


"Paman, Holdie, ada apa dengan kalian?" tanya Kimberly yang menghampiri mereka yang sedang duduk di lantai.


"Kimberly, kau sudah pulang, cepat selamatkan si kembar!" kata paman Sean dengan cemas.


"Paman, mereka ada di mana?" tanya Kimberly dengan cemas.


"Mereka di bawa pergi oleh Diana," jawab Holdie yang sedang menangis.


"Diana? dia berani membawa anakku pergi," ketus Kimberly dengan kesal.


"Kimberly, Diana sudah tahu Deberly dan Debermon adalah anakmu,"ujar paman Sean.

__ADS_1


"Aku akan temui dia," kata Kimberly yang kemudian menghilang.


Istana Api.


"Lepaskan kami! lepaskan kami! lepaskan kami! kalian adalah penjahat," teriak Deberly dan Debermon dengan serentak.


Mereka berdua di tahan oleh seorang iblis. sementara Diana menatap tajam kepada si kembar itu.


"Aku tidak menyangka wanita itu melahirkan anak Demon, andaikan Demon mengetahui soal ini maka dia pasti akan kembali bersama dengan wanita itu, dan kemudian dia akan mengetahui aku yang memisahkan mereka," batin Diana.


Diana berjalan menghampiri si kembar dan kemudian mengcengkeram leher sepasang kembar itu.


"Aarrghhhhh...sakit," jeritan Deberly yang kesakitan.


"Kalian adalah putra putri Kimberly? bagus sekali, sekian lama di jepang kini kalian kembali ke sini.seharusnya saat itu aku hancurkan saja kalian di saat kalian masih di dalam kandungan ibu kalian," ketus Diana yang merasa kesal.


Deberly menangis karena kesakitan, ia berteriak memanggil mamanya tanpa berhenti.


"Mama...mama...sakit...mama....tolong...leherku sakit," tangisan Deberly yang air matanya membasahi pipinya.


"Adik, jangan menangis! keluarkan kekuatanmu!" kata Debermon yang juga di cengkeram oleh Diana.


Debermon dan Deberly memegang erat tangan Diana sambil menahan sakit. genggaman erat dari si kembar membuat tangan Diana merasa kepanasan sehingga melepaskan tangannya.


Bruk...bruk...


Bunyi hentakan tubuh si kembar yang jatuh ke lantai.


"Kakak, aku takut...nenek itu jahat..." tangisan Deberly yang ketakutan..


"Adik, jangan takut! kakak ada di sini," bujuk Debermon yang memapah adiknya yang sedang gemetar.


"Dasar iblis kecil kurang ajar, hari ini aku akan melenyapkan kalian berdua dan juga ibumu," bentak Diana.


Saat Diana ingin menyerang si kembar Kimberly muncul di hadapan si kembar untuk menghadang Diana yang ingin menyakiti anaknya.


Kimberly mengunakan kekuatannya untuk menahan serangan Diana.


"Akhirnya kau keluar juga," ketus Diana.


"Kenapa menangkap anakku? apakah masih tidak cukup untuk melukaiku? dan sekarang anak kecil empat tahun juga menjadi sasaranmu," bentak Kimberly dengan nada tinggi.


"Dengan kekuatanmu yang tidak seberapa kau ingin melawanku? Kimberly, sekalian saja aku menghapus kalian semua," bentak Diana yang mengeluarkan api menyerang Kimberly.


Kimberly yang melihat serangan api itu langsung menghilang dari sana bersama dengan anak-anaknya.

__ADS_1


Karena kekuatan Diana yang tinggi ia bisa langsung mengetahui di mana Kimberly berada. sesaat kemudian Diana menghilang dan mengejar Kimberly.


__ADS_2