Mystery

Mystery
Ular di tampar


__ADS_3

Raja ular merayap menuju ke goa yang terdapat sejumlah siluman ular yang baru berusia ratusan tahun. semua siluman tersebut berubah wujud menjadi wanita cantik.


Setelah masuk ke dalam goa raja ular berubah wujud menjadi manusia. dengan menatap tegas ke semua siluman-siluman itu.


"Raja," sapa mereka dengan serentak.


"Bagus sekali! berapa jumlah kalian semua yang ada di sini?" tanya raja ular.


"Lima puluh lima, Raja," jawab salah satu siluman dengan hormat.


"Bagus sekali, hari ini aku akan bermain selama dua puluh empat jam dengan mereka, setelah puas aku akan menghirup kekuatan mereka," batinnya.


Raja ular mengeluarkan racun dari mulutnya, sehingga mengenai para siluman dan tidak sadarkan diri. satu-persatu dari mereka tumbang dan tergeletak di sana.


"Kalian jangan salahkan aku, aku adalah Raja, jadi kalian harus memberi semua yang ku inginkan, dengan begini aku akan lebih mudah mengalahkan Demon Fire," ucap Raja ular yang melepaskan pakaian salah satu siluman ular itu.


Setelah melepaskan pakaian siluman ular, Raja ular pun langsung melakukan hubungan dengan mereka, setelah mencapai kenikmatan maka kekuatan mereka akan di hirup sehingga siluman itu berubah menjadi ular biasa yang tak berdaya.


Selama seharian Raja ular berada di dalam goa sana, menyetubuhi semua siluman yang berjumlah sebanyak lima puluh lima, tiada kata ampun untuk bagi seekor raja ular itu, semua wanita yang di depan matanya pasti akan menjadi santapan dan pemuas naf.sunya. dari manusia biasa akan di tiduri kemudian akan di telan hidup-hidup, dan siluman ular yang menjadi korbannya akan berubah menjadi ular biasa setelah menjadi budak pemuas bagi raja ular dan di hirup kekuatannya.


Setelah beberapa jam kemudian Raja ular telah menyelesaikan keinginannya, semua siluman itu berubah menjadi ular biasa dalam kondisi tidak sadar. terdapat lima puluh lima ekor ular yang diam tidak bergerak di sana.


"Walau mereka hanyalah siluman kecil, akan tetapi saat kekuatan mereka bersatu, maka kekuatan ini menjadi lebih kuat" ucap Raja ular.


Tidak lama kemudian ia berubah wujud dan meninggalkan tempat itu.


Mansion Raymond.


"Tuan, ini laporan bulanan perusahaan, silakan di periksa, Tuan!" kata Wilson yang menyerahkan file dan meletakan ke atas meja atasannya itu.


Raymond membuka dan membaca file yang di berikan oleh asistennya. sementara Kimberly sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam.


Di malam itu terdapat seekor ular yang berwarna abu ingin masuk ke dalam sebuah rumah mewah, ia merayap ke tembok bagian belakang rumah hingga ke jendela.


"Gadis itu cantik sekali, jika malam ini aku bisa mendapatkan dia maka aku sangat beruntung," batin ular abu itu yang tidak lain adalah salah satu anak buah raja ular.


"Aneh! kenapa aku sepertinya mendengar orang sedang berbicara?" batin Kimberly.


Iya, di malam itu ular berwarna abu sedang mengamati Kimberly yang sedang berada di dapur, sama seperti raja ular yang sering keluar mencari mangsa demi kesenangannya sendiri.


"Nyonya!" sapa Wilson yang tiba-tiba melangkah ke dapur.


"Wilson, ada apa?" tanya Kimberly yang sambil sibuk dengan tangannya.


"Aku ingin membuatkan minuman untuk tuan," jawab Wilson.


"Biarkan aku yang melakukannya!"


"Tidak apa-apa! Nyonya sedang sibuk, aku saja yang melakukannya," ujar Wilson yang sedang membuka lemari dapur dan mengambil kemasan minuman di sana.


Di saat mereka sedang fokus pada kerja mereka masing-masing, ular itu merayap masuk dari jendela. Kimberly yang sedang memotong sayur dan Wilson sedang memasak air tidak menyadari jika ular itu telah masuk ke dalam.

__ADS_1


"Rumah ini pasti milik orang kaya, sangat mewah, hidup seperti manusia memang enak, bisa menikmati hidup dan memiliki seorang istri yang cantik," batin ular itu yang merayap ke bawa meja dapur.


"Wilson, apa kau sedang bicara denganku?" tanya Kimberly yang menoleh ke arah Wilson yang berdiri di belakangnya.


"Tidak, Nyonya!"


"Aneh! kenapa aku dari tadi mendengar ada orang yang sedang bicara? apa telingaku rusak ya?" batin Kimberly.


"Wilson, malam ini kamu makan di sini saja ya!" ajak Kimberly.


"Iya Nyonya, terima kasih" ucap Wilson dengan sopan.


Setelah siap menyeduh minuman Wilson ingin melangkah pergi, akan tetapi matanya yang melihat sesuatu membuatnya gemetaran di sekujur tubuhnya, cangkir yang di pegang dengan ke dua tangannya sedang bergetar.


"Ada apa denganmu?" tanya Kimberly yang merasa heran melihat Wilson yang sedang gemetaran.


"Nyo-nyonya, itu...." ucap Wilson yang melihat hewan melata itu di lantai.


"Ada apa denganmu?" tanya Kimberly yang melangkah menghampiri Wilson.


"Ada u-ular!" jawab Wilson yang sedang ketakutan.


Kimberly melihat ke arah hewan melata yang berwarna abu yang sedang diam di sana, ukuran ular itu tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil.


"Itu ular...." kata Kimberly.


"Kenapa kau takut? dia tidak beracun," tanya Kimberly.


"Dia sangat jelek!" jawab Wilson yang sedang gemetaran.


"Kurang ajar! aku di bilang jelek! percaya atau tidak aku akan melilitmu sampai mati dan kemudian memperko.sa wanita ini!" batin ular itu.


"Kurang ajar! dasar ular jelek, sudah jelek rupa mu masih berniat jahat di sini!" bentak Kimberly yang menghampirinya dan menginjak hewan melata itu.


"Auhk, dasar wanita gila, kau berani menendangku, aku akan berubah wujud." batinnya.


"Berubah wujud kepalamu, wujudmu sudah seperti ini masih berubah seperti apa.ha!" bentak Kimberly dengan kesal dan menarik ekor ular itu dengan tanpa rasa takut, dan kemudian membanting hewan melata itu ke dinding dengan berulang kali.


"Aaarrghh..."


"Aaarrghh..."


"Aaarrghh..."


"Kau dengan beraninya masuk ke rumah ku tanpa izin dan berniat ingin membunuh orang!" bentak Kimberly yang masih menarik ekor ular itu sambil membanting ke dinding dan lantai.


"Auhk..."


"Auhk..."


"Auhk..."

__ADS_1


"Kenapa dia bisa mendengar aku sedang berbicara, raja ular tolong akuuu." teriak ular itu yang di dalam hati.


"Raja ular? persetan dengan raja ularmu, jika di dunia ini ada raja ular maka aku adalah ratu api yang akan membakarmu!" bentak Kimberly yang masih belum berhenti menghajar ular itu


"Auhk..."


"Aaarrghh..."


"Auhk..."


"Aaarrghh..."


"Dasar wanita gila! sakit sekali tubuhku!" batinnya.


"Berani sekali kau masuk ke sini tanpa izinku, lihat bagaimana aku beri pelajaran padamu!" bentak Kimberly dengan kesal.


"Wilson, ambil tali!" perintah Kimberly yang sedang mencengkeram leher ular itu dengan erat.


"Wilson, kau di mana?" teriak Kimberly yang melihat Wilson yang sudah hilang entah ke mana.


"Wilson!" teriak Kimberly yang melihat ke sana ke mari.


"Aku di sini, Nyonya," sahut Wilson yang berada di pojokan atas lemari sana.


"Kenapa kau berada di atas sana?" tanya Kimberly yang melihat ke arah asisten suaminya itu yang sedang ketakutan.


"Hewan itu sangat menjijikan!" jawab Wilson yang sedang gemetaran.


"Kau yang jijik!" bentaknya yang di dalam hati.


"Kau adalah ular kenapa bisa bicara? apa di saat kau kecil kau pernah sekolah ya?"tanya Kimberly dengan heran.


"Dasar wanita gila! ular mana bisa sekolah!"


"Kau berani marah aku gila, aku akan memberi pelajaran padamu!" bentak Kimberly dengan menampar kepala ular dengan berkali-kali.


PLAK..


"Aughk..."


PLAK..


"Aughk..."


PLAK..


"Aughk..."


PLAK..


"Aughk..."

__ADS_1


"Apa yang di lakukan nyonya? baru kali ini aku melihat ular kena tampar, aku yakin ular itu pasti mati di buatnya, aku saja sudah empat atau lima kali masuk rumah sakit di buatnya!" gumam Wilson


__ADS_2