Mystery

Mystery
Ceplas ceplos Kimberly


__ADS_3

Sea World Group.


Di siang itu Joline mendatangi perusahaan karena mendapatkan panggilan dari Wilson yang mengunakan nama atasannya. datang dengan sengaja mengenakan pakaian berwarna cream dan ketat serta rok yang di atas paha. pakaian bagian atasnya tidak mengenakan bra sehingga menampakan dua pu.ting yang sangat menonjol.


"Silakan Nona," sambut Wilson yang mempersilakan wanita itu menuju ke ruangan bosnya.


"Wanita sangat gila memakai pakaian seksi begini bahkan tidak memakai bra, tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh nyonya sehingga mengundang wanita ini datang, jangan-jangan hanya ingin memberikan sop laba-laba ke wanita ini?" batin Wilson.


Tidak lama kemudian Wilson melangkah masuk ke dalam ruangan Raymond yang sedang menyantap makanan bersama istrinya di sofa. di saat itu mereka sedang makan bersama dengan dua pemegang saham lainnya


"Tuan Martinez," sapa Joline dengan ramah dan menatap sinis ke arah Kimberly yang sedang fokus pada makanannya.


Di atas meja terdapat beberapa jenis lauk, udang, daging saos, sayuran serta sop laba-laba yang sudah di potong kecil-kecil sehingga tidak berbentuk lagi. tentu isi sop itu tidak bisa di kenali oleh Joline sendiri.


"Nona Joline, silakan duduk!" sahut Raymond yang sambil menyantap makanannya.


"Tuan, Anda menemuiku apakah ingin membicarakan bisnis kita?" tanya Joline yang duduk sehingga menampakan paha seksinya. dan berhadapan dengan Kimberly.


"Setelah siap makan siang baru kita membahasnya," jawab Raymond yang sedang menyantap makanannya.


Kemunculan wanita itu hampir saja membuat dua pemegang saham lainnya gagal fokus karena pakaiannya yang terlampau seksi. di saat duduk saja menampakan pahanya yang mulus. sementara Raymond hanya bersikap santai sambil menyantap makanannya dan menyuapi istrinya itu


"Nona Joline, silakan makan kalau kau tidak keberatan, walau lauk kami sederhana tapi ini adalah makanan kesukaan kami," ucap Kimberly sambil makan dengan lahap.


"Sia.lan! kenapa wanita ini dan lainnya ada di sini? padahal niatku ingin melakukan hubungan dengan pria ini, sia-sia saja aku mengenakan pakaian dal*m yang seksi," batin Joline.


"Silakan di minum sop ini! ini adalah sop penyu untuk kesehatan kita, jika kau memiliki pasangan aku yakin dia pasti puas denganmu," kata Kimberly yang memberikan sendok kepada Joline.


"Ini sop apa? dan apa maksudnya pasanganku akan merasa puas?" tanya Joline yang melihat daging potongan kecil di dalam sop tersebut.


"Sop ini bisa memuaskan pasanganmu di ranjang, karena hari ini kamu sudah datang maka aku berikan saja padamu, cepat habiskan agar aku bisa cepat pulang dan aku tidak mau menganggu kalian sedang berbicara bisnis," ujar Kimberly dengan sengaja.


Mendengar ucapan Kimberly tentu saja membuat Joline merasa malu karena di sana terdapat dua pemegang saham lainnya yang sedang makan bersamanya.


"Nona Joline, habiskan sopnya! sop itu adalah kesukaan Raymond. dan karena kalian akan bekerja sama hari ini, maka sebagai ucapan terima kasih aku berikan saja sop itu padamu," kata Kimberly.

__ADS_1


"Benar kata istriku! Nona Joline jangan sungkan!" ucap Raymond dengan senyum.


"Baiklah kalau begitu aku tidak sungkan," jawab joline dengan minum sop itu dan makan daging-daging yang ada di dalamnya.


Wilson yang ikut serta makan siang bersama, dirinya merasa mual saat melihat wanita itu yang sedang makan sop itu dengan begitu lahap. karena ia tahu daging-daging yang di telan oleh wanita itu adalah hewan yang berkaki delapan.


"Tuan Raymond, sop ini sangat luar biasa, apa bisa memberitahuku apa resepnya?" tanya Joline dengan menatap mesra ke arah Raymond.


"Istriku yang memasaknya!" jawab Raymond yang tanpa menoleh ke arah wanita itu.


"Tuan Raymond, apakah malam ini kamu ada waktu, aku ingin membahas proyek kita dengan empat mata, karena istri Anda tidak mengerti tentang ini, maka cukup kita berdua saja," ajak Joline dengan mengoda dan sengaja menaikkan roknya sehingga hampir menampakan celana da.lamnya.


Wilson dan dua pemegang saham lainnya tidak beralih pandangan saat wanita itu sedang menaikkan roknya.


"Wanita ini ingin mencari mati! dia masih ingin mengoda suami orang di depan istri orang," batin Wilson.


"Kimberly, apa kamu izinkan aku keluar dengannya?" tanya Raymond yang menyuapi istrinya.


"Sepertinya tidak begitu baik! seorang wanita yang belum menikah dan seorang pria yang sudah menikah. kalau kalian bertemu di luar maka orang lain akan mengira jika dia adalah simpananmu," jawab Kimberly dengan sambil melahap makanannya.


"Nyonya, apa kamu begitu tidak yakin pada diri sendiri, apakah kamu takut kalau suamimu akan tertarik padaku?" tanya Joline dengan sengaja.


"Aku tidak takut! lagi pula kau hanya wanita yang tidak berstatus di sini!" jawab Kimberly dengan cuek.


"Kau... Nyonya, aku datang membawa proyek senilai dua milayaran dollar, dan tentu saja kami harus berunding di suatu tempat yang nyaman tanpa gangguan siapapun, aku yakin kamu pasti tidak bisa melakukan ini kan? membantu suami anda mengaut keuntungan yang besar!" kata Joline dengan ngehina.


"Apa perlu aku pesankan hotel berbintang tujuh untukmu? dan kemudian kalian bisa berunding semalaman di atas kasur?" tanya Kimberly dengan sengaja.


"Kalau Anda tidak keberatan!" ucap Joline dengan senyum sinis.


"Raymond, apa kamu mau pergi?" tanya Kimberly yang menatap ke arah suaminya.


"Tidak! kalau ingin membahas proyek cukup di sini saja. tidak perlu ke tempat lain," jawab Raymond dengan menyodorkan makanan ke istrinya.


Di saat Kimberly ingin mengambil sumpitnya tanpa sengaja dia menjatuhkan alat makannya itu, di saat dia menunduk ia melihat ke arah di antara dua kaki wanita yang duduk di hadapannya itu. dan dengan lantangnya dia bertanya, "KENAPA BOLONG"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Kimberly semua orang di sana memandang ke arahnya dengan rasa penasaran.


"Kimberly, ada apa denganmu?" tanya Raymond.


"Kenapa celana dal*m mu bolong? dan kemana rambutnya?" tanya Kimberly dengan ceplas ceplos. yang sedang menunduk dan melihat ke dalam rok Joline


"Uhuk...uhuk...uhuk..." suara batuk serentak dari Wilson dan dua pemegang saham yang keselek makanan.


"Apa yang kau katakan?" tanya Joline yang sedang menahan emosi.


"Maksudku adalah kenapa celana da.lam mu bolong? apa kamu menguntingnya ya? dan kenapa bagian kewanit*an mu juga botak apa kau membakarnya dengan api ya?" tanya Kimberly yang ceplas ceplos dan sambil mengintip.


Joline merasa malu dengan ucapan Kimberly, sehingga membuatnya langsung berdiri. sementara Wilson dan lainnya tidak fokus menyantap makanan mereka.


"Kimberly, habiskan makananmu!" ujar Raymond yang menyodorkan udang ke mulut istrinya.


"Enak sekali udangnya," ucap Kimberly yang sedang mengunyah makanannya.


Joline yang sedang kesal hanya bisa menahan emosi dan duduk kembali ke sofa.


"Apa kau tidak takut masuk debu ya? sudah pakai celana dal*m yang bolong masih saja mengena rok yang pendek, lebih parahnya lagi kau membotakkan bagian wanita mu itu. apa kau tahu itu sangat tidak baik dan akan infeksi, debu dan semua kotoran akan masuk ke dalam va.gina mu," ujar Kimberly yang panjang lebar.


"Apa kau bisa diam?" bentak Joline yang merasa malu ke ubun-ubun.


"Kau tidak berhak membentak istriku!" bentak Raymond yang menatap kesal ke arah Joline.


"Aku hanya untuk kebaikanmu tapi kenapa kau marah padaku?" tanya Kimberly yang berpura-pura sedih dengan menatap ke arah Joline


"Kalau kau tidak percaya padaku bagaimana kalau aku suruh Wilson periksa dan melihat apakah ada debu di dalamnya, naikkan rokmu dan biarkan Wilson memeriksanya," ujar Kimberly.


"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk..." suara batuk Wilson yang keselek makanan.


"Kau jangan bicara sembarangan!" bentak Joline yang sangking kesalnya.


"Wilson, cepat periksa! mana tahu ada debunya, jika ada debu maka bersihkan dengan sikat gigi jangan lupa pakai odol!" perintah Kimberly yang asal-asalan.

__ADS_1


Wilson yang mendengar perintah Kimberly merasa malu sehingga menunduk, sementara dua pemegang saham hanya diam pasrah walau merasa canggung dan ingin keluar dari ruangan itu.


__ADS_2