
"Kimberly, anggap saja seperti rumah sendiri, jangan sungkan!"kata Diana dengan ramah.
"Nenek, terima kasih. istana sangat nyaman," ucap Kimberly dengan senyum.
"Selama ini hanya nenek dan Demon yang tinggal di sini, tapi setelah Demon tinggal di luar hanya nenek dan bawahan yang tinggal di sini. kehidupan ini walaupun lama akan tetapi sepi. tanpa anak dan cucu nenek merasa sangat sepi sekali," kata Diana dengan mengeluh.
"Nenek, bisa tinggal bersama kami jika merasa sepi! aku akan menemani nenek kemana pun nenek ingin pergi," ujar Kimberly.
"Kehidupan ku berbeda dengan kalian. nenek adalah iblis mana mungkin bisa menjalani hidup seperti kalian," jawab Diana dengan tertawa.
"Nenek, tapi Demon juga iblis dan dia bisa menjalani seperti kami," ucap Kimberly.
"Nenek dan Demon berbeda, karena nenek sudah biasa di sini, sedangkan Demon sudah mencoba menjalani hidup seperti manusia biasa. oleh karena itu dia bisa tinggal berapa lama pun juga tidak masalah," jelas Diana.
"Iya, kalau nenek merasa sepi kami bisa pulang ke sini dan menemani nenek," ujar Kimberly.
"Kimberly, kau dan Demon akan bersama selama ribuan atau puluhan ribu tahun, apakah kau akan merasa bosan jika harus berhadapan dengan orang yang sama sepanjang hidupmu?"
"Tentu saja tidak akan bosan, Nek," jawab Kimberly.
"Dan apa kau yakin Demon tidak akan bosan karena harus melihat mu selama hidupnya?" tanya Diana dengan sengaja.
"Apa maksud dengan perkataannya, Nenek?"
"Maksudku adalah mustahil bagi seorang pria yang bisa bertahan dengan seorang wanita di dalam hidupnya, bahkan manusia biasa yang hidupnya hanya sekitar enam puluh tahun atau lebih saja terkadang harus mencari wanita di luar. dan bosan dengan istrinya sendiri," jelas Diana. dengan menyindir.
__ADS_1
"Itu karena pria itu bukan pria sejati. jika wanita bisa mencintai seorang pria dalam hidupnya kenapa pria tidak bisa? dan aku percaya dan yakin dengan Demon," jawab Kimberly.
"Kimberly, nenek tidak bermaksud ingin memisahkan mu dengan Demon. kau adalah ratu di sini. hanya saja nenek ada beberapa kata yang ingin mengingatkan mu. karena soal perasaan tidak yang bisa menebaknya. jika bersama terlalu lama rasa suka terhadap pasangan akan menjadi bosan dan jijik. kau dan Demon baru bersama tentu saja dia masih belum bosan denganmu. akan tetapi, seiring waktu berjalan kalian akan merasa bosan karena setiap hari tinggal bersama, makan bersama dan tidur dengan orang yang sama," jelas Diana.
"Aku yakin Demon tidak akan mengecewakanku," jawab Kimberly.
"Setelah seribu tahun kemudian akan banyak gadis-gadis yang cantik yang akan mendekati Demon. apakah di saat itu kau mampu menjaganya? soal perasaan tidak ada yang bisa menebaknya, lagi pula dia adalah iblis dan raja. jadi, kalau dia memiliki selir ini juga hal yang wajar. dan masalah ini kau harus bisa menerima dan tidak bisa menyalahkan dia," jelas Diana.
"Wanita iblis api banyak yang sedang menunggu Demon. mereka semua lebih cantik dan seksi dari mu, dan mereka juga lebih layak menjadi ratu. akan tetapi, karena kamu adalah pilihan Demon maka aku juga tidak membantah. apa kamu tahu di usia Demon yang sudah tiga ribu tahun seharusnya sudah memiliki keturunan. aku sudah menyuruhnya agar segera memiliki keturunan. dia bersikeras menolaknya. ayahnya dulu dalam setahun mampu memiliki banyak anak karena dia memiliki banyak selir."
"Nenek, aku juga bisa melahirkan hanya saja Demon melarangku," jawab Kimberly yang kecewa.
"Kimberly, bisa atau tidak ini sudah tidak penting. kalaupun kau bisa melahirkan kau hanya bisa melahirkan seorang anak dalam setahun. sudah berbeda dengan zaman ayah Demon dulu. ayahnya Demon dalam setahun bisa memiliki beberapa orang anak. semua istrinya sangat pengertian mereka saling berbagi dan saling berbaikan. sedangkan pikiran manusia lebih kuno dan tidak akan izinkan suaminya menikah lagi. manusia memang tidak selevel dengan wanita iblis." ketus Diana dengan menyindir.
"Demon dia adalah cucu yang baik dan sangat bertanggung jawab. aku sudah pernah mengatakan pada dia untuk menikah dengan beberapa wanita dari kalangan iblis, akan tetapi dia malah menolak," jawab Diana.
"Kalau begitu nanti kalau Demon datang lagi nenek suruh saja dia menikah lagi. kalau dia terima dengan permintaan nenek maka aku akan pergi. dan jika dia menolak maka nenek tidak bisa lagi meminta dia melakukan hal seperti itu," ujar Kimberly.
"Kimberly, apakah kamu tidak merasa kalau dirimu hanya membebankan dia? kau bukan dari kalangan iblis dan tidak bisa melindungi diri sendiri, dan hanya bisa mengandalkan suami mu. apa kau tidak merasa jika kau hanya akan menyusahkan suami mu?"
"Bagi kami wajar kalau seorang suami melindungi istrinya, dan ini tidak menyulitkan.dia," jawab Kimberly dengan tegas
"Wanita iblis lebih cantik darimu dan lebih cocok menjadi ratu dan menjadi istrinya Demon, bukankah seharusnya kau memilih pergi?"
"Kenapa aku harus pergi? wanita iblis yang nenek katakan itu, di mana dia? suruh saja dia keluar dan bertanya pada Demon siapa yang akan dia pilih," jawab Kimberly yang tidak mau kalah.
__ADS_1
"Suatu saat aku yakin Demon pasti akan bosan denganmu. semua pria sama saja, jika sudah lama tidur dengan wanita yang sama maka dia pasti akan merasa bosan dan jijik denganmu, hal utama bagi pria adalah soal ranjang jika dia sudah bosan dengan punyamu, maka dia akan menikahi wanita lain lagi," ujar Diana dengan sengaja.
"Nenek, aku ingin bertanya sesuatu, apakah kakek dulu juga memiliki banyak istri, selain nenek?"
"Iya, dia memiliki banyak selir!"
"Berapa tahun setelah bersama nenek, kakek baru menikah lagi?"
"Dua bulan!"
"Dua bulan? Kenapa bisa begitu cepat? apakah karena kakek juga bosan dengan nenek? pada hal kalian baru tidur bersama selama dua bulan, kenapa kakek bisa begitu cepat bosan, apakah nenek tidak bisa memuaskan kakek di ranjang?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Kau...."
"Nenek, sudahlah. nenek sudah tua jangan mengunakan cara ini untuk mencuci otakku. aku tidak peduli wanita iblis atau siluman aku juga tidak takut. aku sudah pernah bertemu dengan mereka yang ingin mengoda Demon. kami sudah menikah dan nenek tidak perlu berpura-pura baik dengan ku saat di hadapan Demon. selama hidupku aku sudah sering bertemu dengan orang yang licik. dan aku berharap nenek bukan salah satu dari mereka," ucap Kimberly dengan terus terang
"Kau sangat lancang!" ketus Diana dengan kesal.
"Percaya atau tidak aku akan mencarikan wanita iblis api untuk mendekati Demon agar dia jatuh cinta pada wanita itu," kecam Diana.
"Lakukan saja aku tidak peduli!" jawab Kimberly.
"Aku tidak percaya kau akan bertahan," ketus Diana.
"Nenek, di hati Demon hanya mencintaiku saja, aku beruntung karena aku mampu mengisi hati pria itu. beda dengan nenek yang tidak bisa berada di dalam hati kakek. aku adalah manusia tapi aku berhasil mengisi hari seorang iblis. sedangkan nenek adalah iblis tapi gagal mendapatkan hati suami sendiri. bukankah nenek lebih menyedihkan?" balas Kimberly.
__ADS_1