Mystery

Mystery
Tergantung Pada Jodoh


__ADS_3

"Demon, putra kita ini sangat mirip denganmu, bukan hanya mata dan wajahnya saja. tapi sifat dan tingkahnya semua sangat mirip denganmu," batin Kimberly.


"Mama, mama kapan libur kerja?" tanya Pokemon.


"Untuk saat ini belum, kenapa?"


"Kemon ingin merindukan kakek paman, dan ingin bermain dengannya," jawab Pokemon.


"Mama, betul kata kakak. Emon juga merindukan kakek paman," ucap Doraemon.


"Mon-Mon, untuk saat ini mama belum bisa libur dan masih ada pekerjaan, lagi pula mama bekerja dengan orang, oleh sebab itu tidak bisa libur," jelas Kimberly.


"Mama, kapan kakek akan datang lagi? kami sudah merindukan kakek paman?" tanya Pokemon.


"Kakek paman sudah tua dan sering sakit, jadi tidak bisa bepergian jauh," jawab Kimberly.


"Bibi Holdie juga tidak datang?'' tanya


Doraemon.


"Bibi Holdie harus menjaga kakek paman, oleh karena itu bibi tidak bisa datang," jelas Kimberly.


"Mama, mana paman Willy?"tanya Pokemon.


"Paman harus bekerja dan belakangan ini selalu lembur, oleh karena itu paman Willy belum bisa datang," jawab Kimberly.


"Mama, kalau mama libur kerja bisa membawa kami bertemu dengan paman Willy?"tanya Doraemon dengan berharap.


"Doraemon, Pokemon, kita harus menunggu paman Willy ada waktu kita baru menemuinya. kita jangan menganggu paman dulu ya!" jawab Kimberly.


"Mama, tapi Emon sangat merindukan paman Willy, dan sudah dua bulan paman tidak datang," kata Doraemon dengan mata berkaca-kaca.


"Doraemon, jangan merasa sedih! paman hanya sibuk dengan pekerjaannya,"bujuk Kimberly.


"Doraemon, jangan menangis! paman Willy adalah seorang dokter, oleh karena itu dia tidak bisa datang melihat kita setiap hari," bujuk Pokemon.


"Doraemon, cepat makan dulu ya! kalau paman Willy ada waktu kita akan pergi mencarinya,"bujuk Kimberly.


"Iya, Ma. tapi Emon sangat merindukan paman Willy. karena Emon sangat merindukan papa,"ucap

__ADS_1


Doraemon.


"Doraemon, apa kamu merindukan papamu?" tanya Kimberly.


"Ma, kami selama ini sangat merindukan papa, paman Willy sudah seperti papa kami. dan kami sangat menyukainya," jawab Pokemon.


Kimberly yang mendengar ucapan si kembar lagi-lagi merasa sedih karena mengingat suaminya yang selama ini dia rindukan.


"Habiskan dulu makanannya ya!"bujuk Kimberly.


"Baik, Ma," jawab Doraemon dan Pokemon dengan serentak.


Keesokan harinya.


Apartemen Demon.


"Tuan, dua hari lagi Anda harus ke jepang untuk menandatangani sebuah kontrak kerja sama," kata Rico.


"Hm....,"jawab Demon dengan cuek dan sambil memasang dasi di depan cermin.


Tidak lama kemudian mereka berangkat kerja menuju ke perusahaan Geffrey World.


"Baik Tuan," jawab Rico yang sedang menyetir.


Lima tahun yang lalu Diana mengunakan kekuatannya menghilangkan semua ingatan seluruh karyawan di perusahaan Geffrey World mengenai Kimberly. Rico dan lainnya kini sudah tidak ada ingatan lagi mengenai gadis yang pernah mereka jumpa sebelumnya. selain mereka Licon dan Teddy juga sudah hilang ingatan semua tentang Kimberly.


"Tuan, saya sudah menyiapkan tiket pesawat, lusa pukul 10 pagi kita berangkat,"ujar Rico.


"Hm..." jawab Demon dengan sambil membaca dokumen.


"Kalau tidak ada apa-apa, saya keluar dulu," ujar Rico yang melangkah keluar.


"Hm...." jawab Demon yang tanpa memandang ke arah asistennya itu.


Siang hari


Demon dan Rico makan di salah satu restoran mewah. seperti biasa Demon hanya akan makan di beberapa restoran favoritnya.


Beberapa hidangan di sajikan di depan matanya. salah satunya adalah udang saos. walau sebenarnya Demon sudah melupakan Kimberly akan tetapi dia selalu saja memesan udang saos setiap hari. setiap kali dia mengupas kulitnya dan mengumpulkan udangnya di mangkok kecil. setiap melihat perbuatan bosnya Rico selalu saja merasa aneh, akan tetapi dirinya tidak berani untuk bertanya.

__ADS_1


"Udang saos bukanlah lauk kesukaan ku tapi kenapa perasaan ini sangat familiar, sepertinya dulu aku sering melakukan ini. tapi kenapa aku tidak bisa ingat?"batin Demon.


Tempat tinggal paman Sean.


Sean yang sudah pensiun kerja dirinya lebih sering berada di dalam rumah. di siang itu ia sedang berdiri di halaman sambil melihat pohon yang di samping rumahnya itu. ia mengingat kembali Kimbely yang sedang merajuk duduk di pohon itu sambil memeluk tiang lampu.


Sean tertawa lucu saat mengingat kejadian di saat itu. walau gadis itu bukanlah putri kandungnya, akan tetapi selama ini ia selalu menyayangi gadis itu yang selama ini tinggal di jepang.


"Pa," panggil Holdie yang berjalan menghampirinya.


"Holdie."


"Papa sedang melihat apa?"


"Papa melihat pohon itu dan juga genteng rumah kita," jawab Sean.


"Genteng rumah kita? kenapa, Pa?"


"Hanya ingat masa lalu, mengingat di saat Kimberly sedang berulah. dalam sekelip mata saja semua sudah berubah, dia dan Demon begitu saling mencintai tapi harus berpisah karena paksaan si nenek itu," kata Sean.


"Iya, sangat di sayangkan karena harus berpisah begitu saja, sangat tidak adil. bayangkan saja seberapa menderitanya dia di saat hamil si kembar. apa lagi tanpa suami di sampingnya," ujar Holdie.


"Pa, Demon adalah iblis dan aku yakin suatu saat mungkin saja mereka akan bertemu kembali," kata Holdie


"Nyawa Kimberly hampir tidak terselamatkan di saat itu, untung saja Willy sangat hebat dan sabar. proses penyelamatan saja mencapai lima jam," ucap Sean.


"Setelah mendengar apa yang di katakan Kimberly bahwa Raymond yang kita kenal dulu adalah iblis, aku benar-benar tidak berani untuk percaya. tapi bagaimanapun semua itu hanya kenangan masa lalu," kata Holdie .


"Pa, setidaknya Kimberly sudah memiliki sepasang kembar yang lucu, aku hanya berharap Kimberly akan kembali dan tinggal bersama kita lagi. aku sangat suka dengan si kembar itu," kata Holdie


"Hahahahah...mereka sangat mirip dengan Demon dan Kimberly, hanya saja tidak tahu apakah Kimberly akan pulang ke kota ini atau tidak. karena kalau dia kembali maka dia harus bersiap mental jika bertemu kembali dengan suaminya," ujar paman Sean.


"Di mana pun Kimberly berada aku hanya berharap lukanya sudah sembuh, dan mungkin saja dia berjodoh dengan Willy. selama ini pria itu selalu saja di sisinya," kata Holdie.


"Sebaik apapun seorang Willy tetap tidak bisa menandingin Demon yang begitu baik dan sabar di saat dia menghadapi Kimberly yang sedang merajuk," kata paman Sean dengan tertawa.


"Hehehehehe....tapi, Pa. si kembar sudah sangat akrab dengan Willy. selama di jepang Willy selalu saja membantu Kimberly. dia juga sangat perhatian terhadap Kimberly. saat Kimberly sedang sakit dia yang menjaga si kembar," ujar Holdie.


"Semua tergantung pada jodoh, tidak peduli siapa jodoh Kimberly, kita hanya berharap dia hidup bahagia," ucap paman Sean.

__ADS_1


__ADS_2