Mystery

Mystery
Teddy di siram teh panas oleh Kimberly


__ADS_3

"Hentikaaaaaan" teriak Yuka dengan nada tinggi


"Percuma kau berteriak, aku ingin menghamilimu" ujar Teddy yang masih belum berhenti dengan pergerakannya


Yuka merasa sakit dan kesal lalu menyembur api dari mulutnya, akan tetapi semburan apinya tidak mengenai Teddy yang sedang berada di atasnya


"Hei, apa kau ingin membakarku ya" ucap Teddy yang berhasil mengelak, sehingga api nya menyasar mengenai buah kelapa yang bergantung di atas pohon itu


"Lepaskan aku" teriak Yuka yang ingin bangkit akan tetapi pinggangnya di tahan oleh Teddy yang sedang menguasainya bagian intinya


Tangan Yuka yang di tahan oleh Teddy mengeluarkan api dengan berniat ingin membakar pria itu.


"Hah...aku juga iblis api, jadi kau tidak bisa membakarku" ucap Teddy yang melakukan pergerakan dengan cepat


"Aaaarrghhhhh" teriakan Yuka yang tangannya di tahan oleh Teddy


Beberapa menit kemudian


Teddy yang sedang mencapai puncak mempercepatkan gerakanmya akan tetapi~✓


Bruk..Bruk..Bruk..


"Aarrgghhhh" jeritan Teddy yang aksinya terhenti dan pingsan akibat hantaman dari beberapa biji kelapa yang jatuh mengenai kepalanya, kelapa yang berjatuhan karena terkena semburan api dari Yuka tadi.


Bruk...


"Aaaarrrggghhh" jeritan Yuka yang pingsan karena buah kelapa yang mengenai wajahnya sehingga berdarah


Di pagi itu mereka berdua sama-sama tidak sadarkan diri dalam kondisi hubungan badan.


Mansion Raymond


"Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri" pinta Kimberly yang di gendong oleh suaminya dan menuju ke dapur


"Kita akan bersarapan bersama, setelah itu kita akan berbelanja sepuasnya" ujar Raymond yang duduk di kursi dan memangku istrinya


.


"Kita mau belanja apa?" tanya Kimberly yang duduk pangkuan Raymond


"Membeli semua keperluanmu" jawab Raymond dengan menyuapi istrinya


"Tapi, Aku tidak butuh apa-apa" ujar Kimberly


"Hari ini aku akan menghabiskan waktu seharian bersamamu. jadi, ke mana pun aku pergi kau hanya perlu mengikutiku" kata Raymond dengan sambil menyuapi istrinya lagi


"Kita keliling kota saja, dan membeli makanan ringan, selain itu aku tidak butuh yang lain"


"Kau ini seperti anak kecil, selalu saja suka makan makanan seperti itu" ujar Raymond dengan senyum dengan sambil menyantap makananya


"Aku tidak peduli, aku tetap mau cemilan" ucap Kimberly dengan bersikap manja

__ADS_1


"Iya, iya. nanti kita akan membelinya" jawab Raymond dengan tersenyum, dan menyuapi istrinya lagi


"Hah, aku ingat satu hal" ujar Kimberly yang mengingat sesuatu


"Ingat apa?"


"Semalam saat aku bersama paman Sean dan Holdie, aku di serang seorang wanita asing, dia mengatakan jika dia adalah iblis api, awalnya aku tidak percaya, tapi dia berubah menjadi api dan ingin membakarku dan mengejarku, dan akhirnya pusat perbelanjaan itu kebakaran" jawab Kimberly


"Apa dia menyakitimu?"


"Sepertinya tidak ada, tanganku juga tidak terluka, hanya saja aku merasa aneh"


"Aneh kenapa?"


"Kenapa aku tidak merasa panas saat dia menyerangku dengan apinya, malah di saat aku melawannya dia malah terluka, dan aku tidak merasa panas saat berada di dalam api itu, aku hanya merasa agak hangat"


"Tidak usah pedulikan dia, mungkin saja dia hanya wanita gila" ujar Raymond dengan menyentuh wajah Kimberly


"Dia juga mengatakan jika aku merebut prianya," ujar Kimberly


"Apakah dia menyebut nama pria itu?" tanya Raymond


"Raja! di hanya menyebut Raja"


"Dia hanya salah orang saja" ucap Raymond sambil menyantap makanannya


"Kenapa dia ingin membunuhku, kelihatannya dia tidak salah orang, dia sangat membenciku, dan ingin aku mati" tanya Kimberly dengan penasaran


"Raymond, beritahu padaku. apakah di zaman sekarang masih ada iblis api? jika ada, apakah mereka jahat?" tanya Kimberly dengan penasaran


"Mungkin saja ada, tapi belum tentu mereka jahat" jawab Raymond dengan senyum


"Dan kemudian wanita itu dan dua temannya di bawa oleh api yang tiba-tiba muncul, tidak tahu bagaimana dengan dia"


"Mungkin saja dia sudah di hajar habis-habisan oleh musuhnya" jawab Raymond dengan sambil menyantap makanannya


"Mungkin saja!" ujar Kimberly


"Kita habiskan dulu sarapan kita" ucap Raymond dengan menyuapi istrinya


"Apakah rasanya enak?" tanya Raymond dengan senyum mesra


"Enak, semua masakanmu enak sekali" jawab Kimberly dengan senyum


"Apa kamu menyukainya?"


"Iya" jawab Kimberly sambil minum jus


"Kalau begitu, mulai besok setiap pagi aku akan menyiapkan sarapanmu untuk mu" ujar Raymond


"Benarkah, aku bisa makan sarapan buatanmu setiap pagi?" tanya Kimberly dengan berharap

__ADS_1


"Tentu saja" jawab Raymond dengan senyum


"Kalau begitu kau harus menyiapkan sarapan untukku, di setiap pagi. dan aku akan masak makan malam setiap pulang kerja"


"Baiklah, aku akan cepat pulang ke rumah untuk makan masakanmu" ujar Raymond dengan senyum mesra


"Aku ingin minum teh panas, apa kamu mau?" tanya Kimberly


"Boleh juga! setelah minum kita baru keluar" jawab Raymond


"Aku akan memasak air" ujar Kimberly yang ingin turun dari pangkuan suaminya


"Biar aku saja yang melakukannya"


"Tidak apa-apa, aku saja." ucap Kimberly


Di sisi lain Teddy dan Yuka yang masih belum sadarkan diri, wajah Yuka yang cantik menjadi cacat akibat kelapa yang jatuh mengenai wajahnya itu


Tidak lama kemudian Teddy sadarkan diri dan sambil memegang kepalanya, saat membuka matanya dia menatap wajah Yuka yang ada di bawahnya, ia merasa kaget melihat wajah itu yang di penuhi darah dan memar


"Hantuuuuuuuuuuu" teriak Teddy yang bangkit dan langsung menghilang, dan telah lupa dengan pakaiannya


Yuka yang masih belum sadarkan diri, di tinggalkan begitu saja oleh Teddy karena mengira jika wanita itu adalah hantu.


"Huff...kenapa siang-siang bisa muncul hantu di sana? lalu, ke mana Yuka? aneh" gumam Teddy yang muncul di rumah Raymond tanpa berpakaian


"Gawat! aku tidak berpakaian, bagaimana jika aku meminjam baju Raja saja? jika di saat ini aku pulang ke tempat ku pasti di lihat oleh iblis-iblis lainnya, mereka pasti akan mentertawakanku, sebaiknya aku ke kamar Raja saja, biasa jam segini Raja sudah berangkat kerja" gumam Teddy


Teddy lalu muncul di kamar Raymond dengan berniat ingin mengambil baju di lemari itu, sementara Raymond sedang berada di ruangan kerjanya


"Untung saja Raja sudah tidak ada di sini, jadi aku bisa diam-diam pinjam bajunya, dan setelah itu aku akan membeli yang baru untuk mengantinya" batin Teddy


Di saat yang sama Kimberly membawakan cangkir yang berisi teh panas untuk suaminya, dan di saat ingin melewati kamarnya dia menghentikan langkahnya.


"Kenapa ada suara lemari di kamar? mungkin Raymond ada di dalam" gumam Kimberly


Kimberly membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk, saat ia melangkah ke arah lemari ia di kejutkan dengan seorang pria yang tanpa pakaian.


"Aaaaarrrrgggghhhhhhh" teriakan Kimberly yang mengema satu ruangan itu


Mendengar teriakan Kimberly, Teddy langsung menoleh ke arah suara itu berada


Saat Kimberly melihat pria yang tanpa pakaian itu lagi-lagi ia berteriak dengan nada menembus keluar kamar, begitu pula dengan Teddy yang sama-sama terkejut.


"Aaaaaarrrrrhhhh. sotoooooooooooong" teriakan Kimberly


"Aaaaaaaarrgghhhhhhh" teriakan Teddy yang merasa terkejut dengan kemunculan Ratunya di sana


Karena merasa ketakutan Kimberly menyiram teh panas itu sehingga mengenai senjata Teddy


"Panaaaaaaaas" teriakan Teddy yang meloncat-loncat karena terkena teh panas yang baru di seduh oleh Kimberly dengan mengunakan air yang mendidih

__ADS_1


__ADS_2