
"Raymond, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Kimberly yang menoleh ke arah Raymond
"Apa kau masih belum puas memegangnya?" tanya Raymond dengan menahan emosi sambil mengepal ke dua tangannya
"Memegang apa?" tanya Kimberly yang lupa sesaat dengan tangannya masih menarik senjata Teddy
"Ra-ratu, to-tolong" pinta Teddy yang sedang menahan sakit
"Aaaaarrrggghhh" teriakan Kimberly yang melepaskan tangannya dan langsung keluar dari air mancur
"Ra..?" ucap Teddy yang terhenti karena melihat bola mata Rajanya itu menampakan kobaran api
"Jika kau tidak menghilang lagi, maka akan ku lenyapkan jiwamu" kecam Raymond
"Iya" jawab Teddy dengan menunduk dan kemudian menghilang
"Dia adalah so..?" ujar Kimberly yang menoleh ke arah Teddy akan tetapi pria itu telah menghilang
"Ke mana dia?" tanya Kimberly dengan melihat ke sana ke sini
"Apa kau masih ingin mencarinya?" bentak Raymond dengan nada tinggi
"Kenapa kau berteriak padaku? kau aneh, di saat aku dalam bahaya kau tidak di sini, dan sekarang kau tiba-tiba muncul dan meninggikan suaramu" bentak Kimberly dengan kesal dan tidak peduli pada suaminya
"Paman, Holdie, cepat bangun. kenapa kalian tidur di sini?" panggil Kimberly yang menepuk-nepuk wajah paman Sean dan Holdie
Kimberly berusaha membangunkan Holdie dan paman Sean selama beberapa menit
Tidak lama kemudian mereka pun sadarkan diri
"Kalian tidak apa-apa? kalau mengantuk jangan tidur di sini" ujar Kimberly
"Dasar bodoh! kami bukan tidur tapi kami pingsan" jawab paman Sean yang bangkit dan duduk di lantai
"Kenapa kalian pingsan?" tanya Kimberly
"Tadi pria itu adalah hantu" jawab Holdie yang memandang ke arah tempat Teddy berdiri tadi
"Mana ada hantu di sini, di adalah sotong yang selalu menakuti orang" kata Kimberly
Tidak lama kemudian Wilson juga sadarkan diri
"Tuan, maaf. aku sepertinya pingsan" ucap Wilson dengan menunduk
Raymond yang merasa kesal lalu mengangkat tubuh Kimberly ke pundaknya
"Hei...hei...lepaskan akuuu" teriak Kimberly yang berada di atas pundak suaminya
"Antar mereka pulang" perintah Raymond kepada Wilson dan kemudian berjalan ke arah lain
__ADS_1
"Lepaskan akuuuuuu" teriak Kimberly
"Ada apa dengan mereka?" tanya Holdie yang merasa heran
"Sepertinya mereka sedang bertengkar" jawab paman Sean
"Wilson, ada apa dengan bosmu itu?" tanya Holdie
"Tidak tahu, Nona! saya baru sadar juga" jawab Wilson yang melihat ke arah air mancur
"Apakah yang kita lihat tadi itu adalah nyata?" tanya Wilson
"Tidak tahu! lebih baik kita cepat tinggalkan sini" jawab Holdie yang memegang lengan ayahnya dan berjalan meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh Wilson
Raymond yang sedang kesal langsung menghilang dan muncul langsung ke mansion miliknya
"Cepat turunkan aku" teriak Kimberly dengan merasa kesal
Setiba di dalam kamar Raymond langsung menghempaskan Kimberly ke kasur dengan kasar
Bruk ..
"Aaargghh, sakit pinggangku"jerit Kimberly yang ingin bangkit akan tetapi langsung di tindih oleh suaminya itu
"Apa begitu menyenangkan saat kau menyentuhnya..ha?" bentak Raymond dengan menahan ke dua tangan Kimberly
"Kau adalah istriku, tapi kau tidak bisa menjaga sikapmu dengan baik, sehingga kau melakukan hal seperti ini di belakangku"
"Jangan menyalahkanku, dia tiba-tiba muncul menakutiku"
"Walaupun begitu bukan berarti kau harus memegangnya, bukan?" bentak Raymond dengan kesal
"Aku tidak sengaja, lepaskan tanganmu"
"Lepaskan? tanganmu ini sangat liar sehingga tidak tahu membedakan yang mana boleh di sentuh dan mana yang tidak boleh di sentuh" bentak Raymond
"Sudah ku bilang aku tidak sengaja, kenapa kau tidak percaya padaku, lepaskan tanganmu" bentak Kimberly dengan merasa kesal
"Aku adalah suamimu, dan tugasmu adalah melayaniku dan bukan menyentuh pria lain" ketus Raymond yang emosinya sedang tinggi
Raymond yang sedang marah besar melepaskan semua pakaian istrinya dengan cara merobeknya
"Aaarrrggghh" teriakan Kimberly yang ketakutan
Sebagai Iblis Api Raymond ketika sedang emosi ia tidak bisa mengendalikan kemarahannya karena merasa cemburu, ia memaksa merobek semua pakaian yang membalut tubuh istrinya itu
"Lepaskan aku, jangan melakukannya" teriak Kimberly yang menangis dengan terisak
Raymond mengabaikan tangisan istrinya dan kemudian melepaskan semua pakaian sendiri yang membalut tubuhnya itu
__ADS_1
"Raymond, lepaskan aku, jika kau melakukannya aku ingin bercerai denganmu" tangisan Kimberly yang tubuh sudah polos tanpa balutan apapun
"Bercerai denganku? kelihatannya kau terlalu di manjakan olehku, malam ini aku ingin kau mengetahuinya jika kau hanya milikku" bentak Raymond yang langsung melakukan penyatuan dengan istrinya
"Aaarrgghhhhh" teriak Kimberly yang merasa sakit
"Sakit" jerit Kimberly yang merasa gesekan di bagian intinya
Raymond melakukan pergerakannya tanpa berhenti dengan lembut, dan sambil mencium bibir istrinya itu, ia nekad ingin melepaskan hasratnya yang sudah tiga ribu tahun itu
"Sakit..Raymond. kau jahat" teriak Kimberly yang melepaskan ciumannya
Suaminya mengabaikan tangisan istrinya dan sedang mencium setiap inci tubuh istrinya sambil melakukan pergerakannya
"Aaarrgghhh..hentikan" teriak Kimberly menangis karena merasa kesakitan
Selama beberapa menit Raymond melakukan pergerakan di bawah sana, dan sebelum mencapai puncak kenikmatan tiba-tiba saja~✓
"Panaaaas" teriak Kimberly yang merasakan kepanasan
"Hentikan, panas sekali" tangisan kImberly yang semakin pucat wajahnya
Tubuh Kimberly semakin kepanasan dan di rasakan oleh Raymond
"Kimberly, bagaimana denganmu?" tanya Raymond dengan merasa cemas dan menghentikan pergerakannya
"Panas sekali, lakukan saja sepuasmu sehingga aku mati karena kepanasan" jawab Kimberly yang mulai merasa panas di seluruh tubuhnya
Raymond yang merasa cemas langsung mengeluarkan miliknya, walau sebenarnya hasratnya sedang mengebu-ngebu, karena sudah hampir mencapai puncak kenikmatan, dan akhirnya ia harus menanggung siksaan lagi.
"Kimberly, jangan menakutiku. maafkan aku, aku mencintaimu" ucap Raymond dengan mengecup dahi istrinya
"Tuntaskan saja hasratmu, aku tidak akan melawan, lakukan saja. tidak usah peduli aku bisa bertahan atau tidak" kata Kimberly yang merasa sakit hati
"Aku tidak akan melakukannya jika harus mengorbankanmu, walaupun aku harus menderita" jawab Raymond dengan mencium bibir istrinya
Raymond lalu bangkit dan mengendong Kimberly melangkah masuk ke kamar mandi dan merendamkan tubuh istrinya ke dalam Bathtub, lalu dirinya juga berendam sambil memeluk istrinya dengan perasaan bersalah
"Maafkan aku, Kimberly." ucap Raymond yang duduk di belakang dengan memeluk istrinya dengan erat
"Kenapa tidak menceraikan ku saja? jika kau harus menanggung penderitaan ini? mungkin aku tidak cocok menjadi istrimu" tanya Kimberly yang merasa panas di tubuhnya
"Aku tidak akan menceraikanmu, Kimberly. walau aku harus menderita tapi aku akan menunggumu" jawab Raymond dengan mencium leher istrinya dari belakang
"Kalau sudah tahu tidak bisa untuk apa di paksa? di luar masih ada wanita yang selevel denganmu, mereka bisa menjadi istri yang baik, sedangkan aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu, selain menimbulkan masalah dan membuat mu marah" kata Kimberly sambil memejamkan matanya dan bersandar pada tubuh suaminya itu
"Malam ini adalah salahku, bukan salahmu. aku terlalu memaksa karena merasa marah" ucap Raymond
"Aku hanya bisa membuatmu marah, selain itu aku tidak bisa apa-apa lagi, jika kau memilih bersamaku suatu saat kau pasti akan menyesal juga" kata Kimberly yang di dalam pelukan suaminya
__ADS_1