
"Apa kamu yakin dia bisa?" tanya Alex.
"Aku yakin bisa, dia memiliki kemampuan yang cukup tinggi," jawab Simon dengan yakin.
"Andaikan Raymond bukan manusia, lalu, apa yang harus kita lakukan? dan berasal dari mana dia?" tanya Alex dengan merasa cemas.
"Kita akan mengetahuinya setelah temanku bertemu dengannya," jawab Simon.
"Setelah papa keluar dari rumah sakit aku akan mengirim undangan untuk mereka," kata Jacky
"Apakah kalian yakin jika gadis itu juga bukan manusia?" tanya Alex.
"Mungkin saja dia adalah manusia biasa, akan tetapi jika dia bersama Raymond mungkin dia juga bisa berubah!" jawab Jacky yang melihat ke arah Simon.
"Kita tunggu saja jawaban dari temanku itu! nanti akan temui dia. Jacky, ayo kita pergi bersama!" ajak Simon.
"Baiklah, aku juga penasaran dengan temanmu itu," jawab Jacky.
Tidak lama kemudian Jacky dan Simon keluar dari kamar ayah mereka.
"Kakak, sejak kapan kau selidiki masalah Raycan?"
"Baru tidak lama, karena banyak kecurigaan. oleh karena itu aku melakukan tes DNA anak itu," jawab Simon yang sedang berjalan dengan adiknya
"Semua anggota yang kita kirim tewas dengan mengenaskan, jika dia adalah manusia biasa maka dia tidak akan bisa melakukan hal seperti itu dengan begitu mudah,"jelas Jacky.
"Benar katamu! oleh karena itu aku ingin tahu siapa dia." jawab Simon.
"Jika dia bukan manusia melainkan sejenis makhluk lainnya, apa yang harus kita lakukan?"
"Andaikan ini terjadi maka kita harus memikirkan cara untuk menyingkirkan dia, karena dia tidak bisa di sentuh," jawab Simon.
"Bagaimana jika kita menangkap istrinya? mungkin saja dia akan mengalah?"
"Kau salah! bukankah kita sudah pernah ingin menangkap istrinya, tapi apa hasilnya? bukankah gagal juga?" tanya Simon.
"Bukan hanya gagal, tapi mereka di kirim dalam kondisi telanjang bulat," jawab Jacky.
"Mari kita bertemu dengan temanku itu!" ajak Simon yang melangkah pergi bersama Jacky.
"Iya," jawab Jacky.
Setelah satu jam kemudian.
__ADS_1
Simon dan Jacky datang ke sebuah tempat tinggal seseorang yang cukup jauh jaraknya dari kota. tempat yang sepi tanpa ada tetangga lain, rumah itu adalah rumah sederhana yang agak gelap tempatnya. di kelilingi pohon-pohon tinggi di sampingnya.
Jacky dan Simon melangkah masuk ke rumah itu, saat di buka pintunya mereka melihat puluhan lilin putih yang nyala di lantai sana, tidak tahu sedang melakukan ritual apa. orang yang ingin Simon temui sedang duduk diam dan memejamkan matanya. berpakaian serba gelap dan berambut putih serta jenggot yang panjang.
"Guru," sapaan Simon dengan hormat.
"Tuan muda ke dua keluarga Martinez harus datang dari jauh-jauh pasti ada kepentingan, silakan duduk saja!" balasnya dengan memejamkan matanya.
"Terima kasih, Guru. hari ini saya datang dengan di temani oleh adik saya," ucap Simon.
Pria tua yang berambut putih ini dan memiliki kekuatan supranatural di sebut-sebut sebagai orang yang memiliki kekuatan tinggi dengan hal yang berbau mistik. ia memiliki nama Marcuz yang sering di sapa sebagai Guru.
"Tuan muda kedua dan Tuan muda ke tiga, kelihatannya ada masalah serius sehingga kalian harus melakukan perjalanan jauh ke sini. apa yang sudah terjadi?"
Simon dan Jacky menceritakan semua kejadian yang menimpa keluarganya.
Setelah setengah jam kemudian.
"Saya mengerti maksud kalian. orang yang kalian sebut saya harus bertemu dengan dia dulu. mungkin saja dia bukan dari dunia lain."
"Maksud guru adalah?" tanya Simon.
"Dia bukan hantu atau sesuatu yang tidak bisa di lihat oleh orang lain. akan tetapi saya bisa merasakan jika dia memiliki kekuatan yang sangat tinggi. dia memang bukan manusia seperti kita, dan dia juga tidak bisa di sentuh. hanya saja, saya harus melihatnya baru bisa mengetahui siapa dia sebenarnya," jelas Marcus.
"Apakah dia bahaya?" tanya Simon.
"Bahaya atau tidak tergantung kalian mempelakukan dia dengan cara apa, jika kalian menyinggungnya tentu saja bahaya," jelas Marcus
"Guru, kami berencana ingin mengadakan acara makan malam dan mengundangnya. dan kami juga ingin mengundang guru untuk hadir bersama," ucap Simon.
"Baiklah, saya juga turut penasaran dengan hal ini. kalian harus ingat jangan bertindak gegabah. jika tidak, kalian semua akan terancam," ujar Marcuz.
"Baik Guru, kami mengerti," jawab Simon dan Jacky dengan serentak.
Mansion Raymond.
"Istriku, sudah saatnya bangun dan bersarapan!" panggil Raymond dengan mencium wajah istrinya.
"Masih pagi, hari ini juga libur. biarkan aku tidur lagi!" ucap Kimberly yang tanpa pakaian dan hanya di tutupi selimut.
"Apa kau yakin tidak mau bangun?" tanya Raymond dengan berbisik di telinga istrinya.
"Iya, aku masih mengantuk," jawab Kimberly yang membalikan badannya ke arah kiri dan membelakangi suaminya itu
__ADS_1
Apa kau tidak menyesal?" tanya Raymond yang tangan nakalnya meraba tubuh istrinya yang tanpa balutan apapun.
Karena merasa sentuhan suaminya, Kimberly langsung membuka mata dan berteriak
"Raymond Martinez...singkirkan tanganmu...." teriak Kimberly yang merasakan jari-jari suaminya sedang bermain di bagian kewanita.annya.
"Jika kau masih ingin tidur lanjutkan saja! aku akan melakukannya sendiri!" ujar Raymond yang langsung menindih istrinya itu
"Semalam kau sudah melakukannya berkali-kali," ujar Kimberly yang berada di bawah suaminya.
"Dan pagi ini aku masih mau!" ucap Raymond yang memasukan pusakanya ke bagian vagi.na istrinya
"Raymond..." erang Kimberly yang merasakan gesekan di bawah sana.
Raymond melakukan dengan lembut dan sambil mencium bibir istrinya. di pagi itu mereka bercinta lagi setelah melakukannya semalam.
Gerakan demi gerakan di lakukan oleh Raymond yang sudah mencapai puncak berkali-kali. ia mencium bibir Kimberly dan juga memainkan dua gundukan yang kenyal milik istrinya. nikmat yang di rasakan oleh Raymond setiap menyetubuhi Kimberly sehingga ia ingin melakukannya sebanyak berulang kali.
"Raymond, sudah berapa kali kau melakukannya?"
"Tidak terhitung," jawab Raymond yang sedang mencapai puncak untuk kesekian kalinya.
"Kenapa kau tidak kewalahan ya? ini tidak adil," ujar Kimberly yang merasa lelah.
"Karena aku adalah iblis," jawabnya dengan senyum.
"Iya, kau adalah iblis mes*m," jawab Kimberly.
"Hahahahah...mes*m hanya denganmu," ucap Raymond yang masih sedang melakukan pergerakan.
Siang hari.
Raymond mendapat undangan dari pihak keluarganya. sang ayah, Alex Martinez. menghubungi Raymond untuk hadir makan malam bersama.
"Raymond, kenapa papa tiba-tiba saja mengundang kita ke sana?" tanya Kimberly dengan merasa penasaran dan sedang duduk di sofa ruang pribadi suaminya
"Kimberly, kalau menurut mu apa yang ingin di lakukan oleh keluarga itu?" tanya Raymond yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Tidak begitu mudah hanya ingin makan malam, mereka begitu benci pada kita. Simon dan Jacky juga bukan pertama kali ingin membunuh kita. walau Alex belum mengetahui jika kau bukan anaknya dia juga tidak peduli denganmu. aku hanya merasa makan malam ini tidak seperti biasa. mungkin saja mereka memiliki rencana lain," jelas Kimberly.
"Istriku sangat pintar," ucap Raymond dengan senyum.
"Apa menurutmu mereka memiliki rencana lain? jika iya, apakah kita harus hadir?"
__ADS_1
"Hadir, tentu harus hadir," jawab Raymond.