Mystery

Mystery
Demon Terpukul


__ADS_3

"Baik Raja," jawab Teddy dan Licon dengan serentak.


"Utuskan mereka semuanya! dan cari gurita itu sampai dapat!"perintah Demon yang sedang merasa sedih.


"Siap, Raja. segera kami laksanakan,"jawab Teddy dan Licon dan kemudian menghilang.


"Kimberly, di mana dirimu berada sekarang? kenapa aku tidak bisa mendeteksimu, jika kau masih hidup maka aku pasti akan mengetahui kau di mana, jangan pernah meninggalkan aku. kau harus bertahan," batin Demon.


"Mutiara api tidak ada reaksi, apa karena Kimberly sudah menjadi santapan gurita? Kimberly di tarik olehnya, setiap korban yang di tarik hewan itu pasti di jadikan santapan, kalau sampai itu terjadi maka Kimberly sudah meninggal. oleh karena itu mutiara tidak bisa bereaksi lagi." batin Demon.


Ratusan iblis di kerahkan turun ke lapangan untuk mencari ratu mereka, kali ini aksi mereka telah di lihat oleh masyarakat, demi mencari istri tercintanya Demon tidak peduli jika identitasnya sebagai raja iblis di ketahui oleh orang banyak.


"Wah...lihatlah, mereka semua masuk ke dalam air."


"Siapa mereka sebenarnya? sebelumnya mereka muncul juga di tengah kebanjiran."


"Demon Geffrey adalah pemillik perusahaan Geffrey World, sepertinya ia bukan menusia, dia bisanya melawan gurita dan berdiri di atas udara."


Demon memantau keberadaan gurita lewat udara, sehingga menarik perhatian masyarakat yang di mana pun mereka berada.


Di sisi lain Wilson yang juga terjebak dalam kebanjiran berada di salah satu apartemen yang di tingkat sembilan. ia melihat banyak iblis api yang cebur ke dalam kebanjiran itu.


"Hah....siapa mereka? kenapa bisa terbang? apakah mereka makhluk luar angkasa yang datang ke bumi untuk membantu kami?" gumam Wilson yang melihat ke dari jendela.


Demon yang berada tidak jauh dari tempat tinggal Wilson membuat mantan asistennya itu merasa heran. Wilson telah melihat Demon berada di udara, hanya saja ia tidak mengenal Demon, yang ia kenal hanyalah wajah Raymond.


Sementara di sisi lain si kembar di bawa ke tempat tinggal paman Sean, mereka menangis tanpa berhenti karena mengingat kejadian yang memimpa mamanya.


"Jangan menangis! percayalah papa kalian pasti akan menyelamatkan mama, mama adalah wanita kuat jadi pasti masih hidup," bujuk paman Sean yang mengeluarkan air mata.


"Kalau mama masih hidup kenapa masih tidak pulang?" tanya Debermon sambil menangis.


"Kakek paman, aku mau mama," tangisan Deberly sambil berteriak histeris.

__ADS_1


"Sayang, percayalah! mama kalian mungkin saat ini sedang mencari tempat perlindungan, dan mama pasti masih selamat," bujuk Holdie yang berusaha menyakinkan si kembar, pada hal dirinya juga tidak yakin.


"Betul kata bibi, mungkin mama kalian terluka dan kemudian mencari tempat yang aman untuk melindungi diri, mama begitu mencintai kalian tentu saja mama akan kembali," bujuk paman Sean yang memeluk Debermon yang sedang menangis tanpa berhenti.


"Kami mau mama kami kembali, Kakek paman. aku tidak mau mainan lagi, asal bisa di ganti kepulangan mama. kami rela tidak punya mainan. kami hanya mau mama saja!" tangisan Debermon yang histeris.


"Mama berusaha melindungi kami dalam situasi bahaya, dia tidak peduli pada nyawanya sendiri," ujar Deberly yang di dalam pelukan Holdie.


"Deberly, Debermon, jangan sedih lagi! mama pasti bisa merasakan kesedihan kalian dan mama akan merasa sedih juga. mari kita memohon kepada Tuhan agar mama kalian selamat dan cepat kembali!" bujuk Holdie yang ikut merasa sedih.


"Bibi, apakah Tuhan akan melindungi mama?" tanya Debermon yang sedang menangis.


"Tuhan akan melindungi mama dan juga akan menyelamatkan mama," jawab Holdie.


"Kalau begitu mari kita berdoa pada Tuhan agar membawa mama pulang," kata Debermon dengan berharap.


"Deberly, Debermon, kalian adalah anak yang taat pada orang tua, Tuhan akan mengabulkan doa kalian. jangan menangis lagi. mari kita berdoa sama-sama meminta mamamu kembali dalam keadaan selamat," ucap paman Sean yang sambil menahan tangisannya.


"Tuhan, aku mohon padamu! lindungilah gadis itu, dia adalah anak yang baik dan rela berkorban demi anak-anaknya, dia seharusnya hidup bahagia dan bukan menderita," batin paman Sean.


Di sisi lain beberapa iblis api sedang bertarung dengan salah satu gurita di dalam kebanjiran itu, puluhan iblis api mengangkat hewan itu naik ke udara dan sambil membakar delapan tentakel hewan itu.


Semua masyarakat melihat dengan jelas kejadian tersebut.


"Bunuh dia! bunuh dia! bunuh dia! bunuh dia! bunuh dia! bunuh dia!"teriakan mereka semua dengan serentak.


Hewan yang di tahan oleh puluhan iblis api sedang berusaha meronta ingin melepas diri, delapan kakinya di bakar hingga hampir habis tidak tersisa, hewan itu menyemburkan cairan hitam ke arah iblis api.


Demon lalu menghampiri gurita dan ingin mengetahui apakah istrinya berada di dalam perut hewan besar itu.


Ia mengunakan tangannya menyentuh bagian perut gurita itu.


Setelah mendeteksi keberadaan istrinya Demon langsung melayangkan pukulan keras ke arah kepala hewan itu

__ADS_1


Buk.


"Kembalikan istriku...."teriakan Demon sambil melayangkan pukulan bertubi-tubi pada gurita yang sedang kesakitan akibat semua kakinya di bakar.


Beberapa pukulan dari Demon membuat kepala hewan besar itu akhirnya meledak.


Saat hewan itu meledak terdapat banyak isi perutnya ikut menempel ke mana-mana.


Terdapat sebuah benda kecil yang juga ikut keluar dari isi perut hewan itu.


Demon yang melihat benda kecil lingkaran ia langsung meraih benda yang hampir terjatuh ke dalam air.


Saat Demon melihat benda lingkaran itu yang adalah sebuah cincin, terukir sebuah nama di dalam cincin pernikahan itu.


"Kimberly... ini adalah cincin pernikahan kami," ucap Demon yang menetes air matanya


"Dia sudah menjadi santapan gurita dan hanya tersisa cincin ini," batin Demon.


"Raja," ucap iblis api yang sudah mengetahui rajanya itu sedang berduka.


"Bunuh gurita itu semua! jangan sampai ada yang masih hidup!" perintah Demon dengan nada keras.


"Segera dilaksanakan," jawab para iblis api dengan serentak.


"Kimberly, Kimberly, pantas saja aku tidak bisa mendeteksimu lagi, ternyata kau sudah....," ucap Demon yang mengeluarkan air matanya.


Demon mengenang masa-masa di saat istrinya masih hidup, ia mengingat senyuman dan tangisan istrinya serta di saat istrinya sedang merajuk. semua kenangan masih terlintas dengan jelas di dalam ingatan Demon. ia meneteskan air matanya sambil mengenggam erat cincin pernikahannya.


"Aaarrrgghh...," teriakan Demon yang sedang histeris dan terpukul.


"Aaarrrgghh...," teriakan Demon yang sambil mengeluarkan kekuatannya sehingga membuat semua orang di sana harus mengelak dari serangan Demon yang sedang emosi. kekuatan Demon menguncang bangunan yang berdekatan dengannya. Wilson yang berada tidak jauh dari posisi bosnya itu memegang erat tiang jendelanya.


"Jangan gempa lagi, tolong!" teriak Wilson yang sedang ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2