Mystery

Mystery
Kado Besar


__ADS_3

"Dagingku tidak enak, cepat pergi sana!" bentak Wilson yang tanpa rasa takut.


"Kau bisa melihatku, apa kau tidak takut padaku?" tanya roh jahat itu.


"Di dunia ini yang paling menakutkan adalah istri bosku dan anak-anaknya, sementara kau hanya jelek saja dari wajahmu. tapi kau masih kalah dari mereka yang mampu membuatku keluar masuk rumah sakit," bentak Wilson dengan nada tinggi.


"Percaya atau tidak aku akan mengambil nyawamu sekarang juga," bentak roh jahat itu yang menghampiri Wilson


"Aaaargghhh...., hantu jeleeeek..." teriakan Wilson yang berlari dengan cepat.


Roh jahat itu mengejar Wilson dan tidak lama kemudian roh jahat itu tiba-tiba menghilang entah ke mana.


Wilson yang berlari tidak menyadari jika hantu itu telah menghilang, ia pun berusaha berlari sejauh mungkin.


"Jangan kejar aku lagi, setan!" ketus Wilson yang sambil berlari.


"Sudah wajahmu jelek masih ingin mengincar orang saja. memang kau mengira kau siapa...ha?" ocehan Wilson yang sambil berlari.


Berlari selama beberapa menit akhirnya Wilson menghentikan langkahnya.


"Aku sudah berlari sejauh ini seharusnya dia tidak mengejarku lagi," gumam Wilson.


Wilson yang berlari sangat jauh merasa kewalahan dan duduk di tepi jalan sana. ia melihat kesekitarannya sambil lap keringatnya.


"Apa dia sudah pergi? tidak melihat dia lagi," ucap Wilson yang melihat sana sini.


Mansion Demon.


Demon dan Kimberly menidurkan sang buah hati mereka ke atas kasur, setelah berjalan seharian si kembar pun ketiduran saat dalam perjalanan pulang.


"Mereka tidur dengan begitu manis," ucap Demon yang melihat si kembar tidur dengan begitu pulas.


"Demon, kau sangat memanjakan mereka, lihatkan mainan yang kamu beli begitu banyak. lain kali jangan seperti ini lagi mereka akan kebiasaan!" ujar Kimberly yang menarohkan boneka di samping putrinya.


"Kimberly, mereka adalah anak kita untuk sekali-kali tidak masalahl," jawab Demon dengan senyum.

__ADS_1


"Untuk kali ini saja! agar lain kali mereka tidak terbiasa meminta ini itu," kata Kimberly.


"Iya, istriku. aku akan ingat pesan mu," jawab Demon.


"Kimberly, mari kita keluar dulu! ada sesuatu yang inginku tunjukan padamu!" ajak Demon.


Demon dan Kimberly melangkah keluar dari kamar mereka dan menuju ke ruangan pribadi milik Demon yang biasa tempat dia bekerja atau membaca buku.


"Kimberly, apa kamu masih ingat ini?" tanya Demon yang duduk di sofa sambil memangku istrinya.


"Kartu kredit? untuk apa?" tanya Kimberly.


"Ini adalah milikmu, walau kamu mengambil yang ku berikan padamu dulu, tapi kau tidak pernah mengunakan uangnya. aku sudah buat yang baru untukmu," jawab Demon.


"Pemberian mu yang dulu itu aku sengaja membawanya bersamaku, untuk menjadi kenangan," ujar Kimberly yang mengeluarkan dompetnya. ia mengambil Kartu kredit lama yang dia simpan dari dulu.


"Kau menyimpannya selama ini?" tanya Demon dengan menatap dalam ke arah istrinya.


"Iya, aku membawanya hanya untuk simpan saja. ini adalah pemberian mu, makanya aku menyimpan di dalam dompet dan membawanya ke mana-mana," jawab Kimberly.


"Selama ini kau selalu setia padaku, walaupun aku tidak berada di sisimu dan juga sudah melupakanmu. Kimberly, kau adalah istri yang baik dan sudah banyak berkorban untukku. dan kau juga sudah memberi kado besar untukku. Debermon dan Deberly adalah hadiah besar untukku. dan dirimu adalah hadiah yang paling penting bagiku," ucap Demon dengan mencium bibir istrinya.


"Ambil ini!" kata Demon yang meletakan ke telapak tangan Kimberly.


"Untuk apa ini? ini kunci apa?" tanya Kimberly.


"Kunci semua asetku, peti penyimpan asetku ada di tempat yang aman, ini adalah kunci bagian luarnya, sementara peti bagian dalamnya adalah kode hari pernikahan kita," jawab Demon.


"Demon, untuk apa kamu menyerahkan padaku?" tanya Kimberly dengan heran


"Karena kamu adalah istriku, dan semua asetku, kuserahkan padamu.'


"Ini adalah milikmu, Demon. bagaimana kalau aku tanpa sengaja menghilangkan kuncinya?" tanya Kimberly.


"Milikku adalah milikmu, kau adalah istri ku dan orang yang paling penting bagiku, tentu saja asetku hanya kamu yang berhak menyimpannya," jawab Demon.

__ADS_1


"Aku akan membantumu menyimpannya."


"Bukan membantuku, tapi ini memang sudah menjadi milikmu," kata Demon yang memeluk istrinya dengan erat.


"Dan semua dana yang dari empat kartu itu sudah ku satukan dalam satu akun rekening untukmu, setiap belanja kau bisa mengunakan black card ini."


"Apa semua dananya dari kartu yang kau berikan padaku sebelumnya? dan sekarang sudah kau gabungkan semua dana itu menjadi satu?"


"Benar, lebih mudah untuk kau mengunakannya, jangan hemat. beli saja apa yang kau suka," kata Demon dengan mencium wajah istrinya.


"Demon, terima kasih karena kau tidak pernah berubah, dan masih baik seperti dulu," ucap Kimberly.


"Aku tidak akan berubah sampai kapanpun, kita adalah suami istri. kau telah memberiku sebuah keluarga yang harmonis, anak-anak yang lucu. semua ini sudah lebih dari cukup," ujar Demon dengan senyum.


Demon mencium bibir istrinya dengan dalam sambil memeluk pinggangnya.


Mereka berciuman dan bercinta di kamar yang berada di ruangan pribadi itu.


"Demon, setelah makan obatmu belakangan ini aku tidak merasa sakit lagi di bagian lukaku, mungkin sudah sembuh," kata Kimberly yang merasakan gesekan di bagian bawah sana.


"Walau tidak sakit masih harus rutin makan obatnya," ujar Demon dengan mencium bibir istrinya sambil melakukan gesekan di bawah sana.


Gesekan yang di lakukan oleh Demon semakin cepat dan kemudian ia menikmati puncak kenikmatan berulang kali.


Mereka melakukan hubungan selama satu jam lamanya, dan setelah selesai mereka pun mandi bersama dan tidur saling berpelukan di kamar bersama anak-anaknya.


Sementara hantu gunung yang tiada tempat untuk dia rasuki ia mencari orang yang bisa di jadikan sebagai korbannya.


Ia merasuki seorang pria yang baru keluar dari perusahaan, pria itu kemudian berdiri diam dan bola matanya berubah menjadi merah. sesaat kemudian pria itu masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke rumahnya. pria itu yang tidak lain adalah Rico yang adalah Asisten Demon.


Rico menyetir mobilnya dalam keadaan tenang serta bola matanya yang berubah merah. tidak lama kemudian dia tiba di depan rumahnya.


Setelah ia turun dari mobil ia melangkah masuk ke dalam rumahnya dan di sambut oleh istrinya yang sedang memakai pakaian terbuka bagian atas.


"Rico, kau sudah pulang. mari makan dulu!" ajak istrinya dengan senyum dan mencium wajah suaminya.

__ADS_1


Rico hanya terdiam tanpa bicara dan memerhatikan tubuh wanita itu yang begitu seksi. belahan dadanya terlihat sangat jelas dan mengoda.


"Pria ini ternyata sudah menikah, wanita ini sangat mengoda," batin hantu gunung itu yang memerhatikan paha seksi istri Rico


__ADS_2