Mystery

Mystery
Demon vs Gurita Raksasa


__ADS_3

Kekuatan Demon mampu menghadang air besar itu yang menyerang ke arah masyarakat yang sedang berlarian. puluhan hingga ratusan jumlah mereka yang sedang berusaha menyelamatkan diri.


Setelah berhasil menghadang air besar itu, Demon lalu menuju ke tempat lain untuk membantu para korban.


Tim penyelamat langsung turun lapangan walau sedang dalam situasi bahaya, mereka bertindak cepat untuk mengevakuasi warga-warga yang kebanjiran. sementara kantor polisi juga runtuh akibat guncangan yang menimpa bangunan mereka. runtuhan itu telah mengorbankan beberapa anggota polisi dan beberapa yang terluka parah.


Di sisi lain Demon yang melihat kekacauan kota ia langsung menuju ke laut. ia berdiri di udara dan melihat lautan besar telah menjadi hitam keseluruhannya, bukan hanya itu ratusan hingga ribuan ikan-ikan serta binatang laut lainnya juga mati dan terbawa ke tepi pantai.


Demon mengunakan mata api melihat tembus ke dalam lautan yang sangat dalam itu.


"Ternyata beberapa gurita yang sedang berenang mengelilingi gurita raksasa di dalam sana, gerakan gurita raksasa itu yang menyebabkan gelombang tinggi dan juga gempa, sehingga mendatangkan tsunami, tidak bisa di biarkan begitu saja," batin Demon.


Demon langsung masuk ke dalam lautan besar yang airnya telah menghitam. ia berenang sedalam-dalamnya sambil mengeluarkan cahaya merah di tubuhnya untuk melawan arus air yang sangat deras itu.


Saat Demon menghampiri semua gurita yang sedang mengamuk ia mengeluarkan api menyerang ke sejumlah hewan itu.


Beberapa gurita mendapatkan serangan dari Demon dan mereka pun bubar dan ada yang terluka akibat bola api yang mengenai tubuhnya.


Gurita raksasa langsung melilit tubuh Demon dengan kaki panjangnya dan besar itu, Demon mengeluarkan kekuatan melawan gurita raksasa yang menyerangnya. sementara gurita lainnya bubar dan berenang menuju ke kota untuk mencari mangsa.


Gurita raksasa itu memuntahkan cairan hitam beracun ke arah Demon yang dalam lilitannya itu, Demon menahan nafas dan kemudian mengeluarkan api membakar kaki besar yang sedang melilit tubuhnya.


Api semakin membesar untuk membakar delapan kaki hewan raksasa itu. Demon agak kesulitan karena berada di kedalaman 10.825 meter dan membuatnya harus mengeluarkan kekuatannya yang tingkat tujuh.


"Gurita tidak berguna, aku harus membunuhmu hari ini. kau hebat hanya di dalam air," batin Demon.


Demon lalu memegang lilitan yang di tubuhnya dan berusaha naik ke permukaan air. ia mengunakan sekuat tenaga dan kekuatan untuk menarik hewan raksasa itu naik ke atas.


Gurita raksasa melilit Demon semakin erat, ia mengikuti Demon naik ke permukaan air. gerakan hewan itu telah mendatangkan tsunami menyerang kota dan juga guncangan kuat yang lagi-lagi menyebabkan runtuhnya bangunan-bangunan tinggi lainnya.

__ADS_1


Sementara gurita lainnya telah masuk ke kota dan menelan korban jiwa. kediaman Demon ikut terguncang dan juga banjir yang tinggi hampir mencapai ke rumahnya.


"Mama, di sana ada gurita," teriak Deberly yang berdiri di jendela bersama dengan Debermon.


"Jangan berdiri di sana! cepat menjauh!" teriak Kimberly yang berusaha ingin menghampiri si kembar yang sedang berpegangan di jendela. guncangan kuat membuat mereka ketakutan sehingga berpegangan kuat pada apa saja yang berdekatan dengan mereka.


Terdapat gurita yang berada di bawah sana, air yang tinggi membuat mereka berenang kemari dan mencari mangsa.


Kimberly berjalan dan ingin menghampiri anak-anaknya, akan tetapi saat ia ingin mengapai tangan si mungil tiba-tiba saja tentakel gurita itu menghantam kaca jendela sehingga pecah dan langsung melilit si kembar turun ke bawah.


Prang...prang....


"Aaarrghh....," teriakan Deberly dan Debermon yang di tarik hewan itu.


"Mama,Mama," teriakan si kembar yang ketakutan.


"Jangan menarik anakku! kurang ajar!" teriak Kimberly yang melompat tanpa memikirkan nyawanya sendiri.


Debermon dan Deberly di bawa ke dalam air yang sedalam tiga meter, Kimberly langsung berenang masuk ke dalam tanpa memikirkan dirinya lagi. gurita itu membuka mulut besarnya dan ingin memasukan si kembar ke dalam mulutnya. Kimberly yang ingin menyelamatkan anak-anaknya ia langsung masuk ke dalam mulut gurita itu, dan kemudian ia mengeluarkan kekuatannya dan lalu mulut gurita itu pun meledak.


Saat meledak si kembar langsung terlepas dari lilitannya.


Kimberly berenang menghampiri anak-anaknya dengan merasa cemas.


begitu pula dengan Deberly dan Debermon yang memeluk ibunya karena ketakutan. setelah itu Kimberly membawa mereka naik ke permukaan banjir itu.


"Mama, aku takut," teriak Deberly yang terendam air.


"Jangan takut! kita sudah selamat," bujuk Kimberly merasa lemas.

__ADS_1


"Kita cepat menghilang dan pergi ke tempat kakek paman!" kata Kimberly yang sambil memeluk putra putrinya.


Saat mereka ingin pergi tiba-tiba saja tubuh Kimberly di tarik ke dalam air.


"Mama...."teriak Deberly dan Debermon dengan serentak dan masuk semula ke dalam air dan berusaha menarik tangan Kimberly.


"Cepat pergi! jangan pedulikan mama, selamatkan diri kalian. cepat pergi ke tempat kakek paman," kata Kimberly dalam hati.


Deberly dan Debermon mengeleng kepala dengan arti tidak ingin meninggalkan Kimberly yang sedang kena lilitan oleh gurita itu.


Kimberly berusaha mengeluarkan kekuatannya untuk membakar kaki panjang hewan itu. Kimberly hanya mengandalkan mutiara api yang telah dia telan semula untuk memutuskan lilitan tersebut. lilitan hewan itu semakin erat sehingga membuatnya sulit untuk bernafas. sementara si kembar menahan nafas sambil berusaha ingin membuka lilitan hewan itu yang membuat Kimberly hampir tewas.


"Mutiara api selamatkan aku dan anak-anak, cepat bunuh gurita ini, aku tidak sanggup lagi. cepat selamatkan anak-anakku!" batin Kimberly.


Tubuh Kimberly mengeluarkan cahaya merah dan mengenai mata hewan itu sehingga ia melepaskan lilitannya. setelah hewan itu menjauh Kimberly dan anak-anaknya langsung naik ke permukaan air.


Kimberly yang memegang tangan anak-anaknya dan ingin menghilang akan tetapi dirinya lagi-lagi di serang gurita yang tadinya menjauh kini datang kembali, kali ini gurita bukan hanya melilit tubuh Kimberly, tapi juga ingin melilit si kembar, Kimberly yang melihat kaki panjang hewan itu yang menuju ke arah anaknya, ia langsung mendorong si kembar ke atas dengan sisa tenaganya.


"Aaarrrghhhh..." teriakan Deberly dan Debermon dengan serentak. mereka terlempar ke atas dan kemudian menghilang entah kemana.


"Aaaaarrggghhh....." teriakan Kimberly yang merasa kesakitan di tubuhnya itu.


"Anakku, maaf. mama tidak bisa melindungimu," tangisan Kimberly pada janin yang di dalam kandungannya.


"Gurita jelek, aku akan mati bersamamu.....," teriak Kimberly yang mengeluarkan kekuatannya.


"Demon, aku mencintaimu...." ucap Kimberly yang sedang melawan hewan itu.


Kimberly kemudian ditarik ke dalam air dan tidak lama kemudian gurita itu berenang ke arah lain, tidak ada yang tahu bagaimana dengan nasib Kimberly.

__ADS_1


Di sisi lain Demon masih sedang bertarung dengan gurita raksasa itu, ia berusaha membawa hewan besar itu keluar dari air. setelah berada di atas permukaan air, Demon langsung mengeluarkan kekuatan tingkat tujuh menyerang mulut hewan itu.


__ADS_2