
Sea World Group.
Seperti biasanya Raymond sedang mengadakan rapat dengan para pemegang saham lainnya. selama dua jam Raymond berkumpul dengan mereka di dalam ruangan itu. sementara di lantai dasar perusahaan datanglah seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan ramping. rambut berwarna hitam ikal panjang, wanita itu mengenakan pakaian ketat sehingga menampakan tubuhnya yang ramping serta memiliki dada yang sangat menonjol dan belahan dadanya terlihat sangat jelas.
Kemunculan wanita itu menarik perhatian seluruh pria yang ada di sana, mata mereka seakan hilang fokus dia saat melihat kecantikan yang sempurna wanita itu.
"Nona, ada yang perlu saya bantu?" tanya salah satu staf dengan sopan.
"Namaku adalah Joline, dari perusahaan Seven Joline, saya ingin bertemu dengan presiden direktur, Tuan Martinez."
"Presiden direktur sedang rapat, apakah Anda sudah membuat temu janji?"
"Belum! saya berniat ingin bekerja sama dengan Tuan Martinez, oleh karena itu saya langsung ke sini untuk bertemu dengan beliau," jawab Joline dengan sopan.
Setelah satu jam kemudian rapat telah berakhir, Raymond bersama Wilson berjalan menuju ke ruangan kantornya.
"Tuan, ada seorang wanita bernama Joline sedang menunggu Anda di ruangan!" kata Wilson yang sedang berjalan bersama bosnya.
"Kenapa mereka membiarkan orang asing menunggu di ruanganku?"
"Joline dari perusahan Seven Joline, oleh karena itu mereka mempersilakan dia menunggu di ruangan."
Tidak lama kemudian Raymond melangkah masuk ke ruangannya, saat masuk ke dalam sana ia di sambut oleh Joline dengan senyuman yang manis di wajahnya.
"Apakah Anda adalah Tuan Martinez?" tanya Joline yang menghampiri Raymond.
"Anda adalah Nona Joline?"
"Iya, namaku adalah Joline," jawab Joline dengan sopan dan menyalami pria yang ada di hadapannya.
Raymond dan Joline sedang duduk di sofa sambil berbincang mengenai urusan bisnis.
"Kenapa wanita ini bisa begitu cantik? aku yakin pasti banyak pria terpesona dengan kecantikannya, tubuh yang seksi, kulit yang putih, bibir yang seksi, mata yang indah, wajah yang cantik dan tanpa kecacatan sedikitpun, wah...benar-benar sangat sempurna. apakah tuan akan tertarik pada wanita ini dan melupakan istrinya? walau nyonya ceroboh tapi dia baik dan tidak kalah cantik dari wanita ini, akan tetapi yang namanya wanita cantik pria mana yang bisa menolak. apa mungkin bos aku akan menyukai dia." batin Wilson.
__ADS_1
"Hah....kenapa aku berpikir sembarangan, apakah karena aku terminum sop kepala hewan jelek itu? oleh sebab itu aku berpikiran sembarangan!" batin Wilson.
"Proyek ini bisa menghasilkan dua miliyaran dollar. Tuan Martinez, bagaimana pendapat Anda?" tanya Joline dengan senyum.
"Dasar wanita ******! matanya sedang mengoda bos ku, semoga saja bos tidak tertarik padanya!" batin Wilson.
Kimberly yang membawakan bekal untuk suaminya ia pun mendatangi perusahaan Sea World. saat ia melangkah menuju ke ruangan suaminya ia bertemu dengan Wilson yang baru beranjak keluar dari ruangan bosnya itu.
"Wilson..." sapa Kimberly yang sedang menghampiri asisten suaminya.
"Nyonya, ke-kenapa bisa ada di sini?"tanya Wilson yang merasa khawatir.
"Aku membawakan makan siang untuk Raymond dan ini untukmu!" jawab Kimberly sambil memberikan bekal untuk Wilson.
"Terima kasih, Nyonya," ucap Wilson dengan sopan.
"Aku masuk dulu ya!"
"Sebentar!" ujar Wilson yang menghentikan langkah Kimberly.
"Gawat! kalau saja nyonya melihat wanita itu dia pasti cemburu, apa lagi mereka sudah lama sedang berbincang di dalam, kelihatannya bos juga tertarik pada wanita itu apa lagi tawaran kerja sama senilai dua miliyaran dollar, mana mungkin bos akan menolak keuntungan yang sangat fantastis dan juga wanita cantik yang sempurna itu, bukankah jika nyonya masuk bos pasti akan memarahi nyonya," batin Wilson.
"Tuan, bagaimana jika kita makan malam bersama dan sambil membahas kerja sama ini, kita bisa meraup keuntungan yang banyak dengan kerja sama kita, bagaimana menurut Anda? apakah tertarik?" tanya Joline dengan senyum.
"Tawarannya sangat mengiurkan, akan tetapi aku tidak tertarik!" jawab Raymond yang tanpa menoleh ke wanita itu.
"Apakah Anda bisa menjelaskan kekurangannya sehingga Anda menolak? ini adalah tawaran yang sangat mengiurkan, dan hanya Anda saja yang layak mendapatkan tawaran ini!"
"Aku adalah pebisnis, setiap tawaran yang ku dapatkan nilainya sangat tinggi, akan tetapi penilaian dariku bukan nominalnya, tapi dengan siapa aku berbisnis," jelas Raymond dengan tegas.
"Mungkin saja kita baru kenal antara satu sama lain, kita bisa saling mengenal lebih dalam, jika Anda sudi mari kita berbincang di rumahku. aku akan menerangkan secara detail!" ajak Joline dengan berusaha mengoda pria itu.
"Tawarannya sangat luar biasa! selain berbincang tentang bisnis apa lagi yang harus kita lakukan di rumahmu?"
__ADS_1
"Apa saja juga bisa kita lakukan! Tuan, kita akan sama-sama mendapatkan keuntungan besar, kita akan kaya karena uang yang kita dapat nominalnya tidak sedikit."
"Aku adalah pria yang sudah menikah, tidak baik jika aku datang ke rumah wanita lain!"
"Kita bisa bertemu di hotel, tidak ada yang tahu," kata Joline yang menyentuh tangan Raymond.
"Nona Joline, hari ini kau datang sepertinya bukan hanya untuk menawar kerja sama." ujar Raymond dengan menarik tangannya.
"Tuan, Anda sangat mengerti! apakah kau tahu ketampananmu telah menarik perhatianku, sehingga aku rela bekerja sama denganmu."
"Aku sudah menikah!" jawab Raymond dengan tegas.
"Aku tahu."jawab Joline dengan senyum.
"Aku sangat mencintainya!"
"Cinta akan pudar setelah kau mencobanya denganku."
"Dia adalah segalanya bagiku, kemunculanmu tidak berarti bagiku," kata Raymond dengan tegas.
"Itu karena kau belum mencoba hubungan baru, setiap pria yang sudah menikah pasti hanya akan mencintai istrinya, akan tetapi setelah mencicipi yang di luar maka dia akan merasa bosan dengan pasangannya," kata Joline yang bangkit dari tempat duduknya
Joline berdiri di belakang Raymond sambil melingkarkan ke dua tangannya ke leher Raymond yang sedang duduk di sofa.
"Apa kau tidak penasaran denganku? aku yakin setelah kau mencicipiku kau pasti akan melupakan yang punya istrimu," ucap Joline dengan berbisik di telinga Raymond.
Raymond langsung berdiri dan menarik tangan wanita itu dan menghempaskan ke sofa dengan kasar dan lalu menekan leher wanita itu.
"Aarghh!" jerit Joline yang kesakitan karena lehernya di tekan oleh Raymond
"Kau adalah siluman pengoda pria, kau ingin mengodaku dengan wajahmu ini? selama hidupku aku sudah melihat banyak wanita cantik dari kalangan manusia maupun siluman, dan apa kau tahu wanita yang cantik hanyalah luaran semata. itu bukan apa-apa bagiku. secantik apapun wanita itu tidak akan bisa membuatku tertarik," ketus Raymond dengan jarak dekat sambil menekan leher wanita itu
Tidak lama kemudian Kimberly melangkah masuk ke ruangan dan di saat itu langkahnya terhenti karena melihat suaminya sedang berdekatan dengan wanita cantik itu di sofa, tentu pandangan itu membuat Wilson kebinggunan, sementara Kimberly berusaha untuk tidak marah dan emosi, dan dengan santainya dia tersenyum walau sebenarnya hatinya sedang hancur.
__ADS_1
"Apa aku datang di waktu yang tidak tepat?" tanya Kimberly dengan ramah.
Melihat kedatangan istrinya Raymond tersenyum melihat istrinya itu dan kembali duduk ke sofanya.