Mystery

Mystery
Cemburu


__ADS_3

Joline yang tadinya di tekan oleh Raymond langsung bangkit dan duduk sambil merapikan kerah bajunya.


"Istriku, kenapa tidak memberitahuku jika kau akan datang?" tanya Raymond dengan senyum.


"Jika aku memberitahumu maka aku tidak ada kesempatan melihat kemesraan kalian tadi," jawab Kimberly yang duduk di sofa dengan senyum ramah.


"Kemesraan? kelihatannya gadis ini sudah salah paham, menarik. aku ingin lihat apa reaksinya!" batin Raymond.


"Aku membawakan bekal untukmu! tidak tahu apa kamu sudah kenyang?" tanya Kimberly dengan senyum menatap suaminya.


"Terima kasih, istriku. aku senang sekali!" jawab Raymond.


"Tentu saja kau merasa senang! karena sudah mencicipi makan lezat!" ujar Kimberly dengan senyum paksa sambil menyindir.


Raymond yang mengerti maksud istrinya hanya tersenyum.


"Tuan, nona ini adalah...." tanya Joline


"Nona Kimberly adalah istriku?" jawab Raymond dengan menatap senyum ke arah istrinya yang sedang senyum paksa.


"Ternyata adalah Anda adalah Nyonya Martinez, namaku adalah Joline dan hari ini kami sedang membicarakan sebuah proyek senilai dua milayaran dollar. aku berharap Anda tidak menganggu kami!" ucap Joline dengan tatapan sombong.


"Aku tidak menganggu kalian! aku tidak tahu kalau kalian sedang berciuman, makanya aku masuk tanpa mengetuk pintu!" jawab Kimberly dengan sengaja.


"Berciu...." ucap Joline yang terhenti


"Iya, seharusnya kalian melakukannya di kamar bukan di sini," kata Kimberly dengan bersikap santai.


"Gawat! semoga saja nyonya tidak menghajar wanita ini seperti di saat menghajar ular di saat itu!" batin Wilson.


"Ehem...Nyonya, aku merasa haus. aku minta tolong buatkan aku secangkir kopi, airnya mendidih dan tidak boleh terlalu manis dan tidak boleh terlalu tawar dan jangan pahit!"pinta Joline dengan sengaja.


Kimberly menatap ke arah suaminya dengan penuh kekesalan, akan tetapi Raymond sengaja bersikap tenang dan sambil memainkan handphonenya.


"Dasar pasangan murahan! pria tua bangka dan wanita siluman!" ketus Kimberly di dalam hati.


"Baiklah! dengan senang hati! aku akan menyeduh kopinya sesuai permintaanmu!" jawab Kimberly dengan senyum dan bangkit dari tempat duduknya.


"Tua bangka? istriku ternyata kau menganggapku pria tua bangka, baiklah. aku ingin melihat apa tindakan mu selanjutnya," batin Raymond.


Kimberly yang sedang memasak air sambil merasa kesal karena cemburu melihat suaminya yang sedang bermesraan dengan wanita cantik itu.


"Kurang ajar! berani sekali kau melakukan hubungan dengan wanita lain di belakangku! semalam kau baru mengatakan jika hatimu itu adalah milikku," ketus Kimberly yang sedang mengambil kopi dan menarohkan ke dua cangkir keramix.


"Wanita itu mulai menindasku dan kau hanya diam! kelihatannya kau sangat menyukai dia karena dia cantik. raja api kurang ajar, raja api breng.sek, raja api tidak punya hati," ocehan Kimberly yang mencampurkan gula sebanyak sepuluh sendok.


"Lihat saja kalian ingin membullyku! tidak semudah itu!" ketus Kimberly yang mengambil botol yang berisi saos cabe dan mencampur ke dalam kopi.

__ADS_1


"Wanita itu adalah siluman, aromanya sangat busuk. hah...pantas saja Raymond tertarik padanya selain cantik dia juga siluman. dan begitu cepat Raymond sudah tertarik padanya bahkan sampai bermesraan di kantor. jadi, siapa aku baginya?" ocehan Kimberly yang mencampur kecap asin ke dalam kopi tersebut.


"Kau sangat tidak sabar sehingga ingin melakukan hubungan dengan wanita itu, baiklah aku mau melihat apa reaksi mu saat kau minum kopi buatanku!" ucap Kimberly yang sedang mengaduk kopi.


Sesaat kemudian Kimberly membawa dua cangkir kopi ke ruangan dan menarohkan ke meja.


"Nona Joline silakan di minum!" ucap Kimberly dengan ramah.


"Terima kasih!" ucap Joline dengan pura-pura senyum.


"Nyonya, apa kamu bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga?" tanya Joline dengan tatapan sinis.


"Keduanya!" jawab Kimberly dengan cuek.


"Tuan Martinez adalah pria yang sempurna akan tetapi aku tidak melihat ada keistimewaan di dalam diri Anda!" ucap Joline dengan menghina.


"Tentu saja aku tidak memiliki keistimewaan! karena aku bukan siluman pengoda suami orang, wanita yang bisa mengoda suami orang adalah wanita yang tidak berpendidikan sama sekali."


"Tidak tahu siapa yang Anda maksudkan?" tanya Joline dengan tatapan tajam.


"Yang ku maksudkan adalah wanita tidak punya harga diri!" jawab Kimberly dengan senyum.


"Hahahaha..begini Nyonya, aku ingin mengajak tuan Raymond makan bersama, apakah kau menginzinkan? kami hanya ingin membahas bisnis yang senilai dua milayaran dollar. tentu saja harus di tempat yang nyaman!" ujar Joline.


"Silakan saja! aku sangat pergertian. lakukan saja keinginan kalian!" jawab Kimberly dengan senyum paksa


"Terima kasih! Anda sangat pengertian!" ucap Joline yang minum kopi buatan Kimbely.


"Aaarghhh..."teriakan Joline yang mau muntah dengan rasa kopi yang dia minum itu.


Kimberly langsung bangkit dari, tempat duduknya dan menghampiri wanita itu.


"Nona Joline, apa kau baik-baik saja?" tanya Kimberly yang mengenggam tengkuk bagian belakang Joline dengan erat.


"Aarghh...ba-baik," jawab Joline yang sedang menahan sakit.


"Kenapa bos tenang saja melihat kejadian ini! apakah dia tidak takut jika dua miliyaran itu hilang?"batin Wilson.


Joline yang merasa sakit dan pedas bagian tenggorokannya lalu ia bangkit dari tempat duduknya.


"Tuan Martinez, aku permisi dulu! aku akan menghubungi mu di lain waktu!" ujar Joline yang melangkah ke arah pintu.


"Hei...kenapa kau pergi? aku begitu bermurah hati padamu," kata Kimberly yang melihat kepergian wanita itu.


"Kimberly, apa yang kau campur ke minuman ini?" tanya Raymond yang sudah memahami ulah istrinya


"Apa kau marah karena aku sengaja?" tanya Kimberly dengan menahan emosi.

__ADS_1


"Tentu saja tidak! apa kau cemburu?" tanya Raymond dengan sengaja.


"Tidak! aku hanya tidak suka dengan tatapan dia padaku!"


"Dia menawarkan proyek dengan keuntungan yang cukup fantastis," ujar Raymond.


"Apa kau akan bekerja sama dengannya?"


"Iya, karena sangat di sayangkan jika aku menolaknya," jawab Raymond sengaja.


"Sayang menolak karena keuntungannya atau karena orangnya?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Ke dua-duanya!" jawab Raymond dengan senyum.


"Dia sangat cantik sehingga sangat di sayangkan jika kau menolak tawarannya, bukan?"


"Benar juga! siapa yang bisa menolak jika wanita cantik yang memberi tawaran!" jawab Raymond dengan sengaja mengusik istrinya.


"Kau sedang memujinya?"


"Iya, dia sangat cantik!" jawab Raymond dengan sengaja.


"Apa kau berencana ingin menikahinya?" tanya Kimberly dengan menahan emosi


"Sedang di pertimbangkan."


"Apa maksudmu?" tanya Kimberly yang sedang merasa kecewa.


"Jika kau tidak membantahnya dia bisa menjadi istri ke dua ku!" jawab Raymond dengan senyum.


"Dia adalah siluman dan sangat serasi denganmu, dan kau sangat tertarik pada kecantikannya, bukan?"


"Benar! apa kau mengizinkan ku menikahinya?" tanya Raymond dengan sengaja.


"Silakan saja! asal kau bahagia! apa perlu aku mengundangnya ke rumah dan aku sediakan kamar kosong untuk kalian berdua?"


"Ide yang bagus! aku akan menjalani hidupku dengan dua wanita cantik, ini pasti sangat menyenangkan."


"Aku akan pulang dan memasak untuk kalian berdua, dan sekalian aku akan menyiapkan lilin agar makan malam kalian terlihat romantis," kata Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya.


"Terima kasih! kau memang istri kesayangan ku!" ucap Raymond dengan menahan tawa.


"Aku pulang dulu! dan jangan lupa undang istri ke dua mu itu datang makan malam!"


"Baiklah aku akan menghubunginya nanti," jawab Raymond.


"Apa yang akan dia lakukan di dapur? memasak? aku merasa tidak semudah itu!" batin Raymond dengan tersenyum.

__ADS_1


"Tuan, semua ini tidak seperti yang anda katakan. kenapa Anda malah memberitahu nyonya jika Anda ingin menikahi Joline?" tanya Wilson.


"Aku penasaran apa yang akan dia lakukan di dapur nanti!" jawab Raymond dengan senyum.


__ADS_2