Mystery

Mystery
Raymond Harapan Almost


__ADS_3

"Kimberly, keluar dulu dan aku akan menjelaskan kepada mu, apa sebabnya aku memukulmu!"


"Aku tidak berani keluar! telapak tanganku masih sakit. kalau di pukul lagi nanti bisa bengkak," jawab Kimberly dengan terisak.


"Kimberly, apa kamu tahu, di saat aku memukulmu hati ku juga merasa sakit, aku tidak ingin melakukannya.tapi, aku harus melakukannya. bukan karena mobil yang menjadi masalah. masalah utama adalah nyawamu bisa melayang di saat kejadian itu!" jelas Raymond.


"Apa maksudmu?"


"Mutiara api walau bisa melindungimu dan membuatmu panjang umur. akan tetapi, kau tetap akan meninggal jika tubuhmu hancur, bagaimana jika kau tabrakan dengan mobil lain sehingga tubuhmu hancur, kau tidak akan bisa hidup lagi," jelas Raymond.


"Tapi, kenapa di saat kamu di tikam kamu masih bisa hidup?"tanya kImberly yang masih belum mengerti.


"Karena aku bukan manusia, jadi aku tidak akan mati jika aku tidak terluka parah ataupun saatnya tiba. berbeda denganmu. kau adalah menusia biasa. yang bisa meninggal di saat tubuhmu hancur," jelas Raymond.


"Kenapa di saat aku jatuh dari ketinggian aku tidak mati?"


"Karena mutiara itu melindungimu sehingga membuat tubuh mu tidak merasa sakit, oleh karena itu kau tidak terluka."


"Dan kenapa saat aku di tembak pelurunya bisa keluar sendiri?".


"Mutiara api yang mengeluarkan pelurunya!".


"Kenapa dia tidak bisa melindungi agar tubuhku tidak hancur jika tabrakan terjadi?"


"Kimberly, kau adalah manusia biasa, walau kau masih bisa hidup di saat jatuh dari ketinggian, itu karena mutiara api yang menahan tubuhmu sehingga kau tidak merasa sakit. akan tetapi berbeda dengan kecelakaan lainnya. jika hanya luka ringan maka akan cepat sembuh, akan tetapi jika patah leher dan bagian organ lainnya hancur makanya kau tetap tidak bisa hidup lagi," jelas Raymond.


Kimberly terdiam saat mendengar penjelasan suaminya itu sambil menangis.


"Kimberly, aku sudah memasak bubur udang untukmu, ayo makan dulu!" bujuk Raymond dengan berusaha menenangkan istrinya itu.


"Ada udang, aku sudah lapar," ucap Kimberly yang langsung merangkak keluar dengan cepat dan berhenti menangis dengan tiba-tiba. seakan-akan sudah lupa dengan kejadian tadi.


Raymond yang sedang duduk di kasur memangku Kimberly sambil menyuapinya makan bubur yang di masak khusus untuk istrinya itu.


"Kenapa kau tidak menjadi koki saja karena begitu pintar memasak?" tanya Kimberly yang duduk di pangkuan suaminya.


"Aku hanya memasak untuk diriku dan istriku!" jawab Raymond dengan senyum.


"Enak sekali! lain kali masak lebih banyak!" ucap Kimberly.


"Hahahaha...apa kau suka?"


"Iya, aku mau makan saos udang!"


"Besok aku akan memasak untukmu!"


"Apa kau akan memasaknya untukku, dan kau tidak marah padaku lagi?"

__ADS_1


"Aku memarahimu bukan karena benci, tapi karena aku tidak mau terjadi sesuatu padamu. asal kau tahu dengan tindakanmu itu sangat membahayakan dirimu juga orang yang bersama mu di dalam mobil!" jelas Raymond.


"Bagamana dengan paman Sean, Holdie dan Wilson?"


"Mereka rawat di rumah sakit, kepala mereka kena benturan, aku tidak ingin karena ulahmu membahayakan mereka," jawab Raymond mencium wajah istrinya


"Apakah mereka gegar otak?"


"Tentu saja tidak!" jawab Raymond dengan senyum.


"Habiskan buburnya dulu!"


"Iya, rasanya enak sekali!" jawab Kimberly yang makan dengan lahap.


Setelah selesai makan malam, Raymond yang duduk di kasur sambil meniup telapak tangan istrinya yang bekas pukulan dirinya.


"Masih sakit?" tanya Raymond yang memegang tangan istrinya.


"Mana mungkin tidak sakit, kau memukulnya dengan kuat!"


"Lain kali jangan mengulanginya lagi ya. jika tidak, maka aku akan memukul dua telapak tanganmu!"


"Iya," jawab Kimberly dengan menurut.


Jam dinding menunjukan pukul 12.00. Raymond sedang memeluk Kimberly yang sudah ketiduran di pelukannya.


"Memukul mu aku merasa sangat menyesal. akan tetapi, ini karena aku merasa cemas terhadapmu. tentu tanganmu sangat sakit sehingga kau merasa takut denganku, tapi hatiku lebih sakit" batin Raymond.


Keesokan harinya.


"Kimberly, nanti kau ikut aku ke kantor!" kata Raymond yang sedang bersarapan.


"Kenapa aku ke sana? aku ingin masuk kerja!"


"Temani aku ke kantor! jangan bekerja dulu!"


"Apa yang kamu ingin aku lakukan di kantormu?" tanya Kimberly yang makan dengan lahap.


"Jangan melakukan apapun! dan duduk saja di dalam kantorku!" jawab Raymond dengan senyum.


"Iya, duduk macam patung!" jawab Kimberly dengan kesal.


"Hari ini salah satu perusahaan besar ingin bekerja sama dengan kita. siang nanti mereka akan datang," ujar Raymond.


"Apa kamu kenal mereka?"


"Tidak kenal sama sekali, kami tidak pernah bertemu!"

__ADS_1


"Apa nama perusahaannya?"


"Aku tidak mengingat namanya lagi, karena aku hanya ingin mengetahui proyek apa yang mereka tawarkan!"


"Apa besar keuntungannya?"


"Lumayan juga! hanya saja masih dalam pertimbangan. aku harus mengenal siapa yang akan bekerja sama denganku," jawab Raymond dengan meneguk minuman.


"Bukankah mendapatkan keuntungan adalah hal yang paling penting?"


"Memang penting! akan tetapi lebih penting untuk memahami sikap pihak yang akan bekerja sama dengan kita," jawab Raymond.


Mansion Almost.


"Yolanda, apa kau sudah siap?" teriak Veronica yang sedang menyusun dokumen di meja ruang tamu.


"Sudah, Ma!"


"Apakah semua dokumen sudah lengkap?" tanya Almost.


"Sudah! proyek kita begitu tinggi nilainya, aku yakin Sea World Group pasti akan tertarik!" jawab Veronica dengan yakin.


"Hanya saja Raymond Martinez tidak mudah tertarik pada nilainya. dia sudah lama mengelola bisnis keluarganya. jadi, walau proyek kita bernilai tinggi belum tentu kita bisa menarik perhatiannya," kata Almost dengan merasa ragu.


"Kita bisa mencoba untuk menerangkan semua rencana kita, Yolanda begitu pintar dan idenya pasti mampu menarik perhatian Raymond Martinez. sebelumnya saja semua ide dari dia juga mampu menarik perusahaan lainnya," kata Veronica dengan yakin.


"Pa, Ma, mari kita berangkat!" ajak Yolanda yang berpenampilan rapi dengan mengulung rambutnya ke atas sehingga memperlihatkan leher seksinya.


"Yolanda, apa kamu yakin dengan semua rencana mu ini?" tanya Almost.


"Yakin, Pa. itu tidak sulit bagiku. selama ini dengan ideku yang jenius sudah berhasil menarik beberapa bos perusahaan," jawab Yolanda dengan berbangga diri.


"Akan tetapi kau harus ingat satu hal! Raymond Martinez adalah pria yang sulit di dekati. jadi, jangan sampai adalah kesalahan apapun!" kata Almost.


"Papa, tenang saja! ini bukan pertama kalinya aku berhadapan dengan bos besar. sehebat apapun dia pasti akan menerima ideku yang jenius ini, kalian siap-siap saja mendapatkan kerja sama dengan dia!" ucap Yolanda.


"Apa dia sudah menikah? dia adalah putra tunggal dari keluarganya. dan mengelola bisnis keluarga selama ini," tanya Veronica.


"Sudah! sebelumnya ada berita di media, sempat heboh dengan kemunculan sang istrinya secara tiba-tiba. akan tetapi berita itu menghilang tidak lama kemudian!" jelas Almost.


"Menghilang? apa hanya sekadar gosip saja?" tanya Veronica.


"Tidak tahu juga!" jawab Almost.


"Pa,Ma, sudah biasa jika hanya gosip. pria kaya mana tidak ada wanita yang berharap menjadi istrinya, bisa jadi di saat itu wanita itulah yang menimbulkan gosip. aku sudah mencari berita Raymond Martinez dia belum menikah sama sekali," jelas Yolanda dengan yakin.


"Dia sangat tampan dan kaya, tapi belum menikah, bukankah sangat di sayangkan?" ujar Veronica.

__ADS_1


"Lebih sayang jika dia menolak kita nantinya, kita utamakan dulu proyek kita ini, Sea World Group adalah satu-satunya yang bisa membantu kita, agar kita bisa melunasi sebagian hutang kita pada lintah darat. oleh karena itu Raymond adalah harapan kita" ujar Almost dengan berharap.


__ADS_2