Mystery

Mystery
Raymond dan Kimberly pindah


__ADS_3

"Raymond, kenapa kau bisa begitu tega terhadap keluargamu sendiri?"tanya Alex dengan nada tinggi


"Tega? apa kalian semua memandangku sebagai keluarga kalian? kau memaksaku untuk menikahi si jal*ng ini, dan menceraikan istriku, demi diri sendiri kau ingin mengorbankan kebahagiaanku, apa kau masih menganggapku sebagai anakmu?" ketus Raymond dengan kesal


"Kau ayah yang sangat luar biasa, si jal*ng ini sudah berhubungan badan dengan putramu ini, hanya karena mereka saling menolak untuk menikah maka kau ingin aku yang menikahinya, apa kau mengira aku adalah tong sampah yang harus menampung seketul daging busuk?" ketus Raymond


"Kau menganggapku sebagai seketul daging busuk?" teriak Tina


"Memang iya! dari awal aku sudah berkata dengan jelas jika aku tidak akan menikahimu, kau masih saja pasang muka tebal di hadapanku" bentak Raymond


"Mulai hari ini aku tidak akan tinggal di sini" ucap Raymond dengan tegas dan merangkul pinggang Kimberly berjalan naik anak tangga


"Cecilia, bagaimana denganmu?" tanya Alex yang memapah Cecilia


Cecilia yang terluka di mulutnya masih sulit untuk bicara, ia hanya bisa mengangguk saat suaminya bertanya padanya


"Simon, Jacky, apa kalian baik-baik saja?" tanya Alex


"Tulang leherku hampir patah" jawab Simon


"Dia benar-benar gila" ketus Jacky


Kamar Raymond


"Apa kita benar-benar pindah?" tanya Kimberly yang sedang melihat suaminya itu sedang menyusun pakaian ke kopernya


"Iya! kita akan tinggal di Villa pribadiku" jawab Raymond yang sedang sibuk dengan tangannya


"Horeeee, kalau begitu aku tidak perlu lagi berhadapan dengannya" ucap Kimberly dengan bersemangat


"Hahahahaha..kau ini..? sangat gembira karena pindah keluar"


"Iya, jadi aku tidak perlu lagi melihat mereka semua" jawab Kimberly yang mengeluarkan semua pakaian yang di gantung di dalam lemari


"Mulai hari ini kita akan tinggal di rumahku saja" kata Raymond dengan senyum


"Aku ingin memastikan satu hal?"


"Ada apa?"


"Apakah di sana tidak ada benda itu?"


"Benda apa maksudmu?"


"Yang ku lihat kemarin, yang muncul di jalan dan kemudian di kamar ini"

__ADS_1


"Tidak ada! jangan khawatir"


"Apa di sana hanya kita berdua?"


"Iya! hanya kita, jadi kau tidak perlu berhadapan dengan siapapun lagi"


"Tapi, Raymond. itu..?"


"Ada apa?"


"Apakah baik jika kita melawan papa? dia adalah papamu"


"Biarkan saja! selama ini anak dia adalah Simon dan Jacky, dia tidak pernah menganggapku"


"Apa mungkin? kemarin saja saat dia mendengar dirimu meninggal di restoran itu dia langsung ingin ke lokasi"


"Dia hanya khawatir perusahaannya saja"


"Apa di antara kalian tidak ada kasih sayang?"


"Tidak ada! makanya selama ini aku hanya mengandalkan diri"


Setelah setengah jam kemudian Raymond dan Kimberly menuruni tangga ke lantai dasar


"Apa kau yakin ingin pergi dari sini?" tanya Alex dengan berdiri di depan tangga


"Kau akan menyesal jika kau beranjak pergi dari sini" kecam Alex


"Kenapa aku harus menyesal?"


"Karena di saat kau keluar maka kau bukan anakku lagi" kecam Alex dengan sengaja


"Kau ingin memutuskan hubungan denganku?"


"Benar! sebelum kau menyesal kau masih bisa membuat pilihan, tinggal dan menikah dengan Tina dan hubungan kita masih ayah dan anak, dan jika kau memilih pergi maka hubungan kita putus dan selain itu kau tidak berkuasa lagi di Sea World Group" kecam Alex


"Hahahahah...ingin aku menikahi daging busuk itu aku lebih rela pergi dari sini, dan mengenai Sea World Group kau tidak bisa seenaknya mengeserku, karena selama ini aku yang mengelola bisnis itu" jawab Raymond


"Tapi aku masih memiliki hak, sahamku di sana ada dua puluh persen, Simon lima persen, Jacky lima persen dan Cecillia lima persen, dan semua menjadi tiga puluh lima persen" kata Alex


"Kalian tiga puluh lima persen? dan aku lima puluh persen, maka akulah pemegang saham terbesar" ujar Raymond


"Saham mu kenapa bisa begitu banyak?" tanya


"Aku membelinya dengan pemegang saham lainnya, karena aku tahu jika suatu saat kalian pasti akan mengusirku setelah perusahaan kembali stabil, di mata kalian aku hanya sebuah alat, setelah di gunakan maka akan kalian buang, ingin mengusirku? tidak semudah itu" ucap Raymond dengan senyum

__ADS_1


"Kimberly, mari kita pergi" ajak Raymond yang memegang tangan istrinya dan melangkah pergi meninggalkan rumah itu


"Ternyata dia sudah buat persiapan dari awal" gumam Alex


"Dia semakin tidak bisa di atur, sudah beda dengan dulu. jika dulu dia keras kepala maka sekarang dia menjadi lebih kejam, dia tidak memandang keluarga sendiri lagi" batin Alex


Setelah beberapa menit kemudian


Vic dan Tina sedang duduk bersama di ruangan bacanya


"Tina, paman tidak bisa membujuk Raymond, kau juga sudah melihat sifatnya tadi, dia sangat keras, dan hampir saja membunuh dua adiknya" ucap Alex dengan merasa bersalah


"Dia menolak menikahiku, dan juga menghinaku, dia sangat kejam" kata Tina dengan merasa kecewa


"Tina, maafkan paman atas kejadian yang tidak menyenangkan ini"


"Paman, karena Raymond sudah menolakku maka aku tinggal di sini juga tidak berarti lagi"


"Tina, apa maksudmu kau ingin pindah?"


"Aku ingin kembali ke rumahku saja, dan ingat suruh Simon bayar apa yang sudah dia lakukan padaku, jika tidak maka jangan salahkan aku menuntutnya, jika sampai terjadi maka kalian akan mendapat malu" kecam Tina yang bangkit dari tempat duduknya


"Tina, mengenai kerja sama kita..?"tanya Alex yang ikut bangkit dari tempat duduknya


"Batalkan" jawab Tina dengan singkat melangkah keluar dari ruangan itu


Alex merasa sangat kesal dengan semua yang dia hadapi, Tina bukan saja ingin membatalkan kerja sama, akan tetapi dia juga ingin Simon menganti rugi atas semua yang dia lakukan pada dirinya


"Ini semua karena anak durhaka itu, sehingga aku harus menanggung kerugian, Simon anak ini juga sama, hanya membuat masalah" ketus Alex


"Raymond tidak bisa di paksa lagi, jika di paksa maka dia pasti akan melakukan tindakan kekerasan seperti siang tadi" gumam Alex


Mansion Raymond



"Wah....di sini lebih nyaman dan luas" teriak Kimberly dengan kegirangan dan menghempaskan diri ke sofa


"Apa kamu menyukai rumah ini?" tanya Raymond dengan senyum


"iya! di sini lebih tenang dan tidak perlu berhadapan dengan sekumpulan orang aneh" jawab Kimberly yang sedang berbaring di sofa


"Jika kau menyukainya maka tinggallah di sini untuk selamanya" ucap Raymond yang duduk di tepi sofa dan mendekatkan dirinya pada Kimberly yang sedang berbaring


"Apa kamu begitu lelah?" tanya Raymond dengan senyum

__ADS_1


"Aku mengantuk, biarkan aku tidur sepuluh menit" jawab kimberly dengan memejamkan matanya


Raymond yang melihat Kimberly memejamkan matanya ia pun mencium bibir istrinya dengan lembut


__ADS_2