Mystery

Mystery
Ulah Deberly dan Debermon.


__ADS_3

"Kenapa kau yang di sini?"teriak Connie yang histeris.


"Dari awal memang dia," jawab Demon yang muncul di kamar itu.


"Raja," teriak Connie yang mendorong Teddy dan berubah posisi duduk kasur sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Raja, kenapa bisa begini? bukankah tadi adalah...." kata Connie yang terhenti akibat di cengkeram oleh Demon


"Lain kali jangan pernah mengunakan wajah itu lagi, karena kau tidak layak sama sekali," kecam Demon dengan mengenggam leher Connie dengan erat.


"Aarrghhhh..." jerit Connie yang berubah wajah aslinya dan kesakitan sehingga tidak bisa bersuara.


Rambut Demon berubah menjadi putih di saat ia sedang emosi, mata apinya sangat menakutkan serta menampakan wujud iblisnya. Connie yang di tekan ke kasur tidak berdaya dan hampir tewas, wajahnya merah dan menahan sakit yang luar biasa.


"Jangan pernah muncul di hadapanku lagi! mulai hari ini aku perintahkan kau menikah dengan Teddy! kalau kau berani membantah maka aku akan membakar kepala mu,"perintah Demon dengan melepaskan tangannya.


"Bawa dia pergi!" perintah Demon yang melangkah keluar dari kamar.


"Baik Raja," jawab Teddy.


Connie yang hampir tewas akibat cengkeraman masih lemas dan berbaring di atas kasur. rasa sakit hatinya karena harus melayani pria yang hanyalah anggota iblis.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Teddy yang mendekati wanita itu.


"Pergi! aku tidak sudi menikah denganmu, dasar iblis rendahan," ketus Connie dengan menghina.


"Kau mengejekku rendahan? memangnya kau iblis berlevel tinggi? kau juga iblis rendahan," bentak Teddy dengan kesal.


Connie yang merasa kesal langsung menendang pusaka milik Teddy


Bruk...


"Aarrghhh...." teriakan Teddy yang kesakitan sehingga melompat-lompat.


"Kau tidak layak menjadi suamiku," bentak Connie dengan kesal.


"Kau berani sekali menendangku, bukannya tadi kau sangat menikmatinya,"bentak Teddy yang sedang kesakitan.


"Aku tidak merasakan sama sekalipun, karena kau tidak ahli sama sekali dan sangat lemah," ketusn Connie dengan mengejek.


"Jadi kau mengejekku ya? lihat saja aku menghajarmu lagi," bentak Teddy yang menarik lengan Connie dan menghilang dari sana.


Teddy dan Connie muncul di sebuah jembatan kayu yang di bawahnya adalah sungai.

__ADS_1


"Kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Connie yang meronta dan ingin menghilang akan tetapi lengannya di tahan oleh Teddy.


"Kau mengejekku lemah dan tidak ahli, coba saja merasakan lagi," bentak Teddy yang mendorong Connie sehingga terbaring di jembatan kayu itu.


"Lepaskan aku! lepaskan!" teriak Connie yang ke dua kakinya di buka lebar-lebar dan lagi-lagi di setubuhi oleh Teddy.


"Aaarrrghhh...." pekik Connie yang merasa kesakitan yang luar biasa karena hentakan kuat yang dilakukan oleh Teddy.


"Baji.ngan, hentikan!"


"Aaarrrghhh...."


Selama melakukannya hubungan, Teddy mengabaikan teriakan wanita itu, karena guncangan dari Teddy membuat jembatan gantung ikut bergoyang-goyang ke kiri ke kanan.


Setelah satu jam kemudian Teddy masih belum menghentikan aksinya.


"Hentikan! sakit sekali...kepala ku sudah pusing," kata Connie yang merasa kewalahan dan lemas.


Selama satu jam jembatan kayu bergoyang karena ulah Teddy. selain itu kayu-kayu yang mereka tindih mulai retak di bagian bawahnya akibat guncangan tubuh mereka selama satu jam.


"Ini adalah pelajaran untuk mu, ingin menghinaku maka aku buktikan," ketus Teddy yang mencapai puncak kenikmatan kesekian kalinya dan kemudian tiba-tiba~✓


Prak...prak...prak


"Aarrrghhh....." teriakan Teddy dan Connie yang jatuh ke sungai.


Plung...plung....


Mereka berdua jatuh ke sungai yang sangat deras airnya. bagi iblis seperti mereka tentu saja tidak sulit untuk keluar dari sana.


Keesokan harinya.


"Atur tiket untuk pulang hari ini!" perintah Demon yang sedang memasang dasi.


"Apakah kita tidak bertemu dengan tuan Akashi?" tanya Rico.


"Tidak perlu lagi, aku sudah membaca isi semua dokumen itu melalui faks, semuanya tidak bermutu," jawab Demon.


"Baik Tuan, segera aku atur tiketnya," jawab Rico yang melangkah pergi.


Tempat tinggal paman Sean.


"Deberly....Debermon.... kalian keluaaaarr......," teriakan paman Sean yang mengema satu rumahnya.

__ADS_1


"Kalian di mana? keluar sekarang!" teriakan paman Sean yang melangkah cepat keluar dari rumahnya.


Paman Sean mencari si kembar di halaman akan tetapi tidak melihat dua anak kecil yang tidak tahu bersembunyi di mana.


"Deberly....Debermon....keluar! berikan penjelasan kenapa kalian membalikan semua sofa dan juga berubah posisi perabot rumah?" teriakkan paman Sean dengan emosi tingkat tinggi.


"Kakek paman aku di sini," sahut Deberly dan Debermon.


Paman Sean yang mendengar suara anak kecil itu ia langsung memandang ke arah suara itu berada.


"Deberly, Debermon, kenapa kalian berada di atas sana?" tanya paman Sean.


"Aku sedang menunggu bintang keluar, Kakek paman,"jawab Deberly yang berada di atas genteng.


"Debermon, lalu untuk apa kau di sana?"tanya paman Sean yang melihat ke arah putra Kimberly.


"Aku sedang menunggu bulan purnama, Kakek paman," jawab Debermon yang sedang duduk di atas pohon sambil memeluk tiang lampu.


"Apa kalian masih waras sekarang masih pagi mana ada bintang dan bulan," kata paman Sean dengan menahan emosi.


"Kami bisa menunggu, Kakek paman," jawab mereka dengan serentak.


"Sekarang kalian jawab pertanyaan kakek paman dulu! kenapa kalian pindah posisi semua perabot dalam rumah itu?" tanya paman Sean.


"Kami hanya ingin membantu Kakek paman," jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Oh...kalian sangat pintar sekali ya ingin membantu," kata paman Sean sambil menahan emosi.


"Kakek paman, kami hanya ingin membantu menganti suasana baru," jawab Deberly.


"Iya Kakek paman, kami melakukannya agar Kakek paman tidak bosan dengan posisi lama. oleh karena itu kami mengantikan posisi baru," jelas Debermon.


"Kalian si setan kecil sangat pintar sekali, demi tidak ingin aku merasa bosan kalian memindahkan semua perabot rumah itu, kalian baru empat tahun tapi tenaga kalian sudah begitu kuat, hanya saja ulah kalian tidak ada bedanya dengan ibu kalian," kata paman Sean..


"Kakek paman, apa suka dengan posisi baru yang kami lakukan?" tanya Debermon sambil memeluk tiang.


"Menurut kalian apa Kakek paman bisa suka dengan posisi yang kalian pindahkan itu yang sama sekali tidak sesuai?" tanya Kakek paman dengan menahan emosi


"Kenapa Kakek paman tidak menyukainya?" tanya Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Kalian sangat hebat, sofa di ruang tamu semuanya dalam kondisi terbalik, meja ruang tamu kalian pindahkan ke ruang makan, dan lebih parahnya adalah meja makannya kalian pindahkan ke kamar mandi, apa kalian ingin kita makan di kamar mandi?"


"Kakek paman, kami hanya ingin menganti suasana baru," jawab mereka dengan serentak.

__ADS_1


"Dan bagaimana dengan penjelasan bunga halaman ini? kenapa semuanya bisa terbakar?"


__ADS_2