
"Tuan, jangan mengejekku lagi! aku sudah ketakutan semalaman selama perjalanan. aku masih ingat dengan jelas wajah burung itu. sangat menakutkan sekali," kata Wilson.
"Untuk lebih aman jangan keluar malam lagi! usahakan pulang ke rumah sebelum pukul 18.00. kalau tidak kau akan dalam bahaya juga," kata Demon yang duduk di sofa.
"Tuan, begitu banyak orang yang menjadi korbannya, bukankah itu sangat membahayakan? jika tidak ada yang bisa menangkapnya, maka semua orang yang tinggal di kota ini bukankah akan habis di makan," ujar Wilson.
"Sebelumnya aku juga bertemu dengan ular raksasa, dan tidak tahu bagaimana dengan ular itu. ada seorang pahlawan yang menyelamatkanku di saat itu. jika tidak, maka aku sudah mati juga," ujar Wilson.
"Wilson, lebih berhati-hati saja! jangan keluar malam lagi!"
"Tuan, mereka datang dari mana? kenapa bisa sebesar itu tubuh mereka sehingga menelan manusia?" tanya Wilson.
"Aku tidak tahu," jawab Demon.
"Apakah mereka datang dari negara lain atau hutan? usia mereka pasti tidak hanya setahun atau dua tahun," kata Wilson.
Malam hari.
Ratusan iblis api berada di udara sedang memantau setiap sisi kota itu. Teddy dan Licon berada di tempat yang berbeda. terlihat sangat tenang dan seperti biasanya semua masyarakat sedang makan, berjalan-jalan, bercanda ria. pemandangan itu bisa di lihat oleh iblis api yang berada di udara.
"Sudah pukul 02.00 dia masih belum muncul," batin Teddy.
"Apa dia sudah mengetahui kalau kami berada di sini? oleh sebab itu dia tidak muncul," batin Licon.
Pukul 03.00.
Tidak lama kemudian sekelompok burung terbang ke bawah dan menyerang semua orang yang berada di sana. mereka menyerang masuk ke toko-toko yang masih terbuka pintunya.
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
Teriakan mereka yang berlarian akibat ketakutan, tubuh mereka di patuk oleh sekelompok burung yang berterbangan ke mana-mana.
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
__ADS_1
"Aaarrghh.....," teriakan beberapa orang yang terjatuh akibat di kepung oleh sejumlah burung yang patuk tubuh mereka.
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
Para iblis api mengeluarkan apinya membakar semua burung berterbangan dan menyerang semua orang yang di sana. mereka berpencar membakar burung-burung yang memiliki wajah yang menakutkan itu.
Teddy dan Lico sedang memantau anak buahnya yang sedang bertindak. mereka sedang menunggu kemunculan makhluk besar itu.
Di saat sejumlah burung itu tewas terbakar, muncullah makhluk besar itu terbang ke arah para iblis api yang sedang membakar sejumlah burung itu.
Makhluk besar terbang mendekati para iblis api. dan kemudian mereka bergabung dan menyerang apinya ke arah makhluk besar itu.
Makhluk besar itu mengibaskan sayapnya beberapa kali dan memadamkan api dari serangan iblis itu.
Para iblis tetap menyerang kekuatan api ke arah makhluk besar yang memiliki wajah yang menakutkan itu. tidak lama kemudian Teddy dan Licon mengeluarkan api menyerang sasarannya.
Api dari Teddy dan Licon mengenai tubuh besar makhluk itu, akan tetapi tidak mempan untuk melukai kulitnya yang begitu tebal.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Teddy yang menginjak tubuh besar makhluk itu yang sedang terbang.
Serangan api tidak mampu membakar tubuhnya, karena merasa kesal sekelompok burung di bakar hingga tewas, makhluk besar itu menabrak semua para iblis dan semua orang-orang yang sedang berlari di bawah sana.
Bruk...bruk...bruk...bruk...
Teddy dan Licon menyerang makhluk itu berkali-kali, akan tetapi tidak mempan. sebagian iblis api terjatuh ke jalan akibat dari tabrakan kuat dari lawan mereka.
Iblis api menyerang bertubi-tubi ke arah makhluk besar yang terbang ke sana sini. sambil menerkam orang-orang yang sedang berlarian. dan terbang tinggi kemudian melepaskan terkamannya sehingga korbannya tewas karena di lepaskan dari ketinggian.
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
"Aaarrghh.....,"
Buk...
Buk...
__ADS_1
Buk...
Buk...
Teddy, Licon dan iblis lainnya mengejar lawannya sambil menyerang apinya ke arah makhluk itu. mereka sama-sama di udara dan bertarung di sana.
Makhluk yang mengerikan itu mengibaskan sayapnya berkali-kali untuk melawan musuhnya, memiliki kulit yang tebal membuat para iblis sulit untuk membakar dirinya.
Tidak lama kemudian para iblis api di serang oleh sekelompok burung yang ratusan jumlahnya. jumlah mereka lebih banyak di bandingkan iblis api.
Di malam itu semua orang-orang berlari ketakutan melihat kejadian yang terjadi di udara. banyaknya korban berjatuhan karena di lepaskan dari ketinggian.
Setelah satu jam kemudian.
Pertarungan di antara iblis api dan kelompok makhluk itu berlangsung selama satu jam. sebagian iblis tewas karena di serang oleh makhluk besar dan berkulit tebal. dan sekelompok burung yang masih belum di ketahui apa jenisnya juga tewas terbakar ratusan ekor.
Mayat berserakan di mana-mana. serta burung yang sudah tewas berjatuhan karena masih sedang bertarung dengan iblis api. selain itu iblis api yang tewas berubah menjadi abu.
"Dasar makhluk jelek, sebenarnya kau dari mana? siapa ketuamu?" tanya Teddy yang berdiri di atas genteng.
"Dengan adanya kami di sini akan menghalang keinginanmu untuk membunuh mereka yang tidak bersalah," ketus Licon.
Makhluk besar itu berdiri diam tidak bergerak di atas gedung. ia hanya melihat ke arah lawannya itu, Teddy dan Licon.
"Serang dia lagi!" perintah Teddy yang menyerang hewan besar itu
Semburan api besar dari mulut Teddy dan Licon mengenai sasarannya, akan tetapi tidak mempan baginya. ia hanya diam saja tanpa membalas ataupun lari.
Tidak lama kemudian Makhluk besar itu menanggalkan kulit bagian luar dan berubah menjadi lebih besar tubuhnya dari sebelumnya. ia mengudara sambil mengibaskan sayapnya. semburan api berbalik menyerang ke arah Teddy dan Licon.
"Aarrghh...sia.lan," ketus Teddy dengan kesal.
Tidak lama kemudian makhluk besar itu tiba-tiba menghilang.
"Dia bisa menghilang,"kata Licon yang melihat ke semua arah.
"Aku tidak menyangka ada hewan sebesar ini," ujar Teddy.
Mansion Demon.
Di malam itu Demon yang sudah menyadari kejadian yang di hadapi oleh para iblis. hanya saja ia tidak bisa meninggalkan rumahnya. karena si kembar lagi-lagi menangis ketakutan akibat bermimpi buruk yang sama seperti sebelumnya.
Deberly dan Debermon menangis sehingga gemetar di seluruh tubuh mereka. tidak tahu apa sebabnya setiap makhluk besar itu muncul si kembar pasti bermimpi sehingga menangis dengan histeris.
"Sayang, sudah ya. jangan takut, itu hanya bermimpi saja," bujuk Kimberly dengan sambil memeluk Deberly.
__ADS_1
"Debermon, Deberly, bagaimana kalau kita pindah rumah ya?" tanya Demon dengan berusaha menenangkan si kembar
"Apa kalau kita pindah maka dia tidak muncul lagi di mimpi kami?" tanya Debermon dan Deberly yang sedang ketakutan.