Mystery

Mystery
Raymond menemui Raymond


__ADS_3

"Aaaarghhh, Aaaarrgghhhh" teriak Yuka yang sedang kesakitan sehingga berguling-guling di lantai


"Raja, tolong aku" teriak Yuka yang mengeluarkan air matanya


"Kau memerintah anak buahmu untuk menodai ratuku, kau sangat keterlaluan, dan sekarang kau harus menanggung akibatnya" ujar Raymond


"Raja, obat apa yang ku telan tadi?"tanya Yuka yang tergeletak di lantai


"Obat ini untuk menghancurkan organ-organmu, dia akan beraksi dengan perlahan, kau akan merasakan sakit di seluruh tubuhmu. apa kau tahu, setelah obat ini masuk ke dalam perutmu maka ulat-ulatnya akan keluar dari obat itu, dan kemudian dia memakan ususmu beserta organ-organ lainnya, tidak perlu lama, hanya butuh waktu selama tiga hari maka kau akan mati, selama tiga hari dia akan memakan organ mu dengan perlahan sampai habis" jawab Raymond


"Raja, tolong aku, aku tidak mau mati" pinta Yuka yang merangkak mendekati Raymond


"Kau tidak layak hidup, yang ingin kau sakiti adalah ratuku, kau sengaja memberi dia obat untuk menahan panas di tubuhnya, agar dia tidak meninggal di saat iblis itu menodainya, aku tahu niatmu, kau ingin dia tersiksa dan kemudian di bagian kewanitaannya juga akan rusak karena ulahmu, dan sekarang aku hanya melakukan yang seharusnya, biarlah ulat ini yang melahapmu secara perlahan" ujar Raymond yang berpaling ke arah tiga iblis yang ingin menodai istrinya itu


"Kalian bertiga telah menakuti ratuku, dan ingin menyentuhnya" bentak Raymond dengan bola matanya yang berubah menjadi api


"Maafkan kami Raja, kami sudah bersalah" ucap tiga iblis itu yang berlutut di hadapan Raymond


"Maaf? apa kalian tidak tahu peraturannya, menyakiti Ratu apa akibatnya" ketus Raymond yang langsung mengeluarkan api di tangannya membakar tiga iblis itu


"Aaaaarrghhh"


"Aaaaarrgghhh"


"Aaaarrgghhh"


Teriakan tiga iblis yang di bakar sambil menguling-guling kesakitan karena api yang marak membalut tubuh mereka, dan setelah beberapa menit mereka tewas dan hanya sisa abu yang berterbangan


"Aaarrgghhhhh" teriakan Yuka yang mengeluarkan air mata


"Raja, aku mohon jangan sakiti aku, bagaimanapun kita sudah kenal selama ribuan tahun dan selama ini aku setia padamu" ucap Yuka yang tergeletak di lantai


"Aku bahkan sudah tidak ingin melihatmu, seharusnya kau datang mencariku, dan bukan menyakiti Ratuku" ketus Raymond


"Mulai hari ini nikmati saja rasa sakit yang kau alami ini, setiap organ dalam mu akan di makan sedikit demi sedikit oleh ulatnya, dan setelah tiga hari kemudian maka tubuhmu ini hanya sisa tulang" kata Raymond yang kemudian menghilang


"Rajaaaaaaa, tolong. jangan kejam padaku" teriak Yuka yang menangis kesakitan

__ADS_1


"Sakit sekali" tangisan Yuka pecah di malam itu, karena merasakan sakit yang luar biasa


"Rajaaaaaaaaa, jangan tinggalkan aku di sini. aku tidak mau mati" teriak Yuka yang sedang menangis sambil menahan sakit


Istana Iblis Api


Raymond kembali ke istananya dan bertemu dengan Diana


"Nenek" sapa Raymond dengan hormat


"Demon, akhirnya kau pulang" sahut Diana dengan gembira


"Nenek, aku harus melakukannya, aku rasa nenek pasti sudah tahu"


"Nenek sudah tahu semuanya, tidak ada yang bisa di sembunyikan dari nenek"


"Iya Nek, nenek adalah tuan dari istana api, tidak ada yang bisa lolos dari penglihatanmu" ujar Raymond dengan senyum


"Demon, apa kamu sudah berhasil melakukannya dengan gadis itu?"


"Belum, Nek. dia butuh waktu. dan aku tidak ingin terburu-buru"


"Nenek, gadisku itu adalah manusia biasa, aku yang memilihnya, walau kecewa aku hanya kecewa pada diriku sendiri, dia tidak bersalah" ucap Raymond dengan senyum


"Demon, kau sangat beda dengan ayahmu itu, di saat usianya dua ribu tahun dia sudah memiliki banyak istri demi ingin mendapatkan banyak keturunan, sementara dirimu sudah tiga ribu tahun dan malah jatuh cinta pada manusia biasa, lebih parahnya kau tidak bisa melakukan apa yang kamu inginkan dengan gadis itu"


"Nenek, dia memberiku kehangatan, oleh sebab itu aku memilihnya"


"Dan nenek juga tahu jika kau sangat memanjakannya, bukan?"


"Iya, karena dia sangat penting bagiku, jadi aku ingin memanjakan dia" jawab Raymond dengan tersenyum


"Hahahahah....cucuku sudah jatuh cinta, andaikan adik perempuanmu masih hidup ini sangat bagus sekali" ucap Diana yang merindukan cucunya yang sudah meninggal


"Nenek, di saat itu dia sedang bertarung dengan lawannya dan terluka parah, dan jika bukan karena dia ingin mengelak dari lawannya maka dia tidak akan muncul di bumi dan tewas di tabrak oleh mobil" kata Raymond yang menaruh dendam


"Nenek hanya penasaran, kau ingin mengurung pelakunya sampai kapan, ini sudah lama dan kau tidak ingin membunuhnya"

__ADS_1


"Nenek, dari awal aku tidak berencana untuk membunuhnya, lebih baik dia menderita dari pada tewas"


"Demon, tapi, kau sudah lama di bumi. apakah dirimu tidak ingin kembali ke istana? apa tidak aneh, ini adalah istana tapi rajanya tidak berada di sini?"


"Nenek, aku akan kembali setelah gadis ku itu mengetahui asal usulku, akan tetapi aku lebih suka tinggal di bumi"


"Kau sudah sepuluh tahun berada di sana, apa kau tidak bosan?"


"Tidak! aku sangat menikmati kehidupan manusia, dan selain itu aku ingin membuat keluarga Martinez menderita"


"Kenapa kau tidak membunuhnya saja?"


"Membunuh secara langsung bukan sikapku, Nek, semua anak ayah tewas dalam pertarungan iblis di saat itu, dan kemudian hanya tersisa adik perempuan ini, dan tidak menyangka setelah dia dewasa dia harus meninggal karena di tabrak"


"Nenek tahu kau memang suka menyiksa. lalu, orang itu apa di penjara begitu saja?"


"Dia telah membunuh adikku satu-satunya, tentu saja aku ingin menyiksanya hingga akhir hayat dia, aku ingin menemuinya di penjara"


"Baiklah, temuilah dia",


Sesaat kemudian Raymond menghilang dari istana dan kemudian ia menuju ke penjara.


Penjara Istana Api


Raymond muncul di tempat pengurungan pelaku yang telah membunuh adiknya di saat dulu


Ia berjalan menghampiri penjara itu dan melihat seorang pria yang tergeletak di lantai, kondisinya pria itu sangat mengenaskan, tubuhnya yang kurus kering hanya di balut kulit, rambut panjang berantakan dan wajahnya yang hitam dan kotor, pria itu mendapatkan hukuman setiap saat dari penjaga penjara selama bertahun-tahun lamanya


"Kau sangat hebat karena masih hidup, Raymond Martinez" ucap Raymond dengan senyum sinis


"Kau...kenapa tidak membunuhku saja?" tanyanya dengan tidak berdaya


"Karena aku ingin melihatmu tersiksa, kau menabrak adikku satu-satunya, sehingga aku harus membalasnya, selama sepuluh tahun ini aku tinggal di rumahmu, semua ahli keluargamu itu sangat aneh, dan kelihatannya mereka juga tidak menyukaimu"


"Iblis, kau jangan sentuh mereka" ujarnya yang terlungkup dengan tubuhnya yang kurus kering itu


"Aku akan membalas mereka, lihat saja nanti. mereka tidak akan berakhir dengan baik, kau memiliki ayah yang berat sebelah, dan dua orang adik yang menginginkan kematianmu, serta ibu tiri yang membencimu, selama ini mereka selalu saja melawanku, akan tetapi mereka tidak akan berhasil, satu hal yang ingin ku katakan, Candy sudah melahirkan anakmu, seharusnya kau merasa bangga"

__ADS_1


"Candy? jangan sentuh dia. salahku karena mabukan di saat menyetir sehingga aku menabrak adikmu, dan jangan sentuh Candy dan anaknya" pintanya dengan mengeluarkan air mata


__ADS_2