
"Jangan bunuh kami! ampuni kami? yang ingin membunuhmu adalah Simon Martinez. kami hanya ikut arahannya saja," pinta salah satu pembunuh itu yang sedang tak berdaya dan terluka di kepalanya.
"Tolong lepaskan kami! ku mohon Tuan!"
"Bagi yang ingin membunuhku aku tidak akan tinggal diam begitu saja. kalian sudah melakukan kesalahan besar, dan kalian pantas mati," ujar Raymond yang tangannya mengeluarkan api dan membakar mereka berempat yang sedang berada di dalam mobil.
"Jangan bunuh kami! tolong...." teriakan mereka dengan serentak.
"Aarrghh...." teriakan mereka yang terbakar dan tidak berhasil ingin keluar dari mobilnya.
"Simon Martinez, aku ingin kau melihat kejadian ini!" ucap Raymond yang mengeluarkan handphone dan merekam kejadian itu.
Setelah beberapa menit kemudian Raymond mengirim rekamannya kepada Simon Martinez. dan sesaat kemudian ia menghilang dari lokasi kejadian.
Di sisi lain Simon yang melihat rekaman yang di kirim oleh Raymond merasa terkejut dengan hasilnya. bagaimana tidak, ia melihat semua utusan terbakar dan tewas secara mengenaskan.
"Kenapa bisa begini? kenapa mereka bisa tewas dengan cara begini?" gumam Simon.
"Kakak, ada apa denganmu?" tanya Jacky yang baru melangkah masuk.
"Semua utusan ku tewas begitu saja," jawab Simon yang memberikan handphonenya kepada Jacky.
"Sebanyak dua belas orang yang kamu kirim tidak ada yang berhasil, memangnya dia sehebat apa? dan kenapa mereka semua bisa terbakar? mereka memiliki senjata seharusnya tidak sulit untuk membunuh Raymond!" ujar Jacky yang merasa penasaran
"Aku juga merasa penasaran, mereka baru saja menghubungi ku sedang mengejar si brengs*k itu. dan hanya beberapa menit kemudian aku sudah mendapat kiriman ini. ini sangat mengejutkanku," jawab Simon.
"Kalian ada di sini rupanya!" ujar Cecillia yang melangkah masuk menghampiri sofa di ruangan itu.
"Mama, kenapa seperti sedang marah, apakah bertengkar dengan papa? semalam aku melihat papa keluar dari kamar dan tidur di ruang bacanya, dan pagi-pagi sudah keluar!" tanya Jacky yang menghampiri ibunya dan duduk bersama.
"Apa kalian tidak menyadari jika papamu itu sudah berubah, tidak seperti dulu lagi," kata Cecilia.
"Ada apa dengan papa, Ma?" tanya Simon dengan penasaran.
"Setiap pagi dia keluar jam lima atau jam enam dan malam dia pulang sekitar jam sepuluh atau sebelas. tidak seperti dulu lagi dia keluar jam tujuh pagi dan pulang jam lima sore. semalam mama hanya bertanya dan dia sudah merasa tidak senang dan merajuk," jelas Cecilia dengan kesal.
"Apa mungkin papa yang sudah tua bermain di luar?" tanya Jacky dengan menatap ke arah Simon.
"Tidak tahu juga! andaikan hanya sesekali masih wajar akan tetapi ini setiap hari dan sudah tidak wajar," jawab Simon.
"Mungkin saja dia sudah memiliki wanita lain di luar sana!" kata Cecilia yang merasa kecewa.
__ADS_1
"Mama, jangan merasa curiga dulu sebelum kita mendapatkan bukti perselingkuhan papa. apa mama sudah lupa nama gelaran papa yang di berikan oleh media papa adalah setia. dan mungkin saja kita salah paham padanya," kata Jacky.
"Pria yang tidak selingkuh hanya dalam dongeng semata, pernikahan papa dan mama sudah menginjak tiga puluh tahun, selama ini papa berhadapan dengan orang yang sama dan tidur dengan orang yang sama, bisa jadi papa ingin mencoba yang baru," ujar Simon dengan terus terang.
"Simon, apa maksudmu dengan berkata seperti itu?"tanya Cecilia dengan kesal.
"Ma, semua pria sama, jika hanya satu wanita maka dia akan bosan," jawab Simon.
"Kakak, apa bisa kamu jangan berkata sembarangan?"
"Aku hanya berkata yang sebenarnya, aku hanya ingin mama bersiap mental saja untuk menghadapinya, jika papa memang sudah jatuh cinta pada wanita lain," kata Simon.
"Jika sampai terjadi maka aku akan mencincang wanita itu!" ketus Cecilia.
"Ma, jika memang sampai terjadi tidak perlu mengambil tindakan. cukup rebut saja harta milik papa, jangan lupa mama berhak memiliki semua hartanya karena kalian sudah lama bersama," ucap Simon.
"Apakah kita akan memberi pelajaran pada wanita itu?" tanya Jacky.
"Tidak perlu! kita hanya akan serang dari belakang, ambil harta dan pergi dari sini," jawab Simon.
"Apa semudah itu ingin pergi setelah merebut harta? perusahaan utama di tangan Raymond, bahkan papa saja tidak sanggup merebutnya kembali," tanya Jacky.
"Simon, bagaimana dengan orang yang kamu kirim, apa sudah ada kabar?" tanya Cecilia.
"Apa dia tidak ada kelemahan sama sekali, sehingga kita gagal terus menerus?" tanya Cecilia.
"Kelemahannya adalah istrinya itu!" jawab Jacky dengan senyum sinis.
"Apa maksudmu?" tanya Simon.
"Kimberly adalah kelemahannya, bukan? tangkap dia saja dan siksa gadis itu!" jawab Jacky.
"Apa kau ada rencana?" tanya Cecilia dan Simon dengan serentak.
"Rencanaku sedang di jalankan!" jawab Jacky.
"Apa kau yakin?" tanya Simon dengan merasa ragu
"Tentu aku yakin! seberapa nakal wanita itu tidak mungkin dia sanggup melawan beberapa pria yang akan menculiknya, aku malah merasa penasaran dengan cara apa dia bisa membuat si brengs*k itu sangat melindunginya!" jawab Jacky.
"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya Cecilia.
__ADS_1
"Aku ingin mengikatnya dan melihat semua sisi tubuhnya, apakah dia ada bedanya dengan Candy sehingga membuat brengs*k itu begitu tertarik padanya," jawab Jacky.
"Apa kau ingin melakukan itu dengannya?" tanya Simon.
"Kakak, aku hanya penasaran saja dengannya, sebenarnya dia memang lebih cantik dari Candy dan Tina. hanya saja wanita cantik belum tentu bisa mengikat hati pria begitu lama. terutama Raymond yang dulunya begitu mencintai Candy dan sekarang dia bisanya melupakan wanita yang pernah bersamanya, dan begitu memanjakan Kimberly, sikapnya sangat beda. oleh karena itu aku sangat merasa penasaran apa kelebihan wanita itu sebenarnya?" ucap Jacky
Siang hari.
Wilson datang ke rumah untuk menjemput Kimberly sesuai perintah atasannya.
"Nyonya, kita mau belanja di mana?" tanya Wilson yang sedang menyetir.
"Pusat perbelanjaan terbesar saja! di sana lebih lengkap, aku mau belanja untuk seminggu!" jawab Kimberly yang sedang duduk di belakang.
"Baik Nyonya," jawab Wilson dengan menurut.
Wilson menghentikan mobilnya di lampu merah. dan di saat yang sama terdapat seorang pria yang mengetuk kaca jendela depan.
Wilson menurunkan kaca jendelanya dan bertanya," Tuan, ada apa?"
"Keluar! atau tidak kami tembak!" kecam pria itu dengan menodong senjata ke kepala Wilson.
"Kalian ingin merampok ya?" tanya kimberly.
"Kalau kalian masih sayang dengan nyawa, turuti permintaanku! cepat buka pintunya!" perintah pria itu
"Wilson, buka saja dan pergi dari sini selagi ada kesempatan!" perintah Kimberly dengan suara rendah.
Saat membuka pintu handphone milik Wilson di rebut dan dirinya di tarik keluar, dan setelah itu pria bersenjata masuk ke dalam mobil dan membukakan pintu lainnya untuk tiga temannya masuk ke dalam mobil.
Satu temannya duduk di depan, dan dua lainnya duduk di belakang bersama Kimberly.
"Nona, jika ingin hidup jangan melawan!" kecam pria yang duduk di sampingnya.
"Kelihatannya kalian bukan ingin merampok!" ujar Kimberly.
"Kami tidak akan membunuhmu, asal kau turuti permintaan kami," gertak mereka dengan menodong senjata ke arah Kimberly.
"Hei...kalian boleh ambil mobilnya, tapi lepaskan nyonya kami!" teriak Wilson yang bangkit dan menghampiri mobil tersebut.
"Kalian sangat membosankan! baiklah, aku ikut dengan kalian dan lepaskan asistenku, dia hanya pekerja biasa!" ujar Kimberly.
__ADS_1
Tidak lama kemudian empat pria itu membawa Kimberly meninggalkan tempat itu dan ke arah lain.
"Hei...Nyonyaaa..." teriak Wilson yang berteriak sambil mengejar mobil tersebut.