
"Gurita itu meledak, apa itu tandanya sudah aman?" tanya salah satu warga di sana.
"Di mana Demon Geffrey?"tanya salah satu anggota polisi.
"Apa dia sudah menjadi santapan gurita?"
Selama beberapa saat kemudian Demon masih belum keluar dari kebanjiran itu, semua orang yang di lokasi sedang menunggu kemunculannya. tentu saja bagi mereka Demon akan dalam bahaya karena berada di dalam air bersama gurita tersebut.
"Kenapa dia tidak muncul ya? apa sudah menjadi korban?"
"Lihat sana! masih ada nampak tantakel gurita," teriak salah satu warga di sana.
Anggota polisi yang melihat kemunculan gurita mereka langsung melepaskan tembakan ke arah hewan itu.
Dor....dor....dor....dor....dor....
Tembakan dari mereka yang mengenai kepala gurita tersebut. hewan itu langsung menenggelam dirinya. dan tidak lama kemudian delapan tantakel gurita naik ke atas dan menghantam mereka semua yang berdiri di tempat yang agak tinggi itu.
"Aaarrrgghhh....," teriakan mereka yang terkena kaki panjang hewan itu dan kemudian jatuh satu-persatu ke dalam air.
Plung....plung....
"Tolong....tolong....," teriak mereka yang ketakutan.
Anggota polisi yang melihat kaki panjang hewan itu langsung melepaskan tembakan ke arahnya.
Dor....dor....dor....dor....dor....
Tembakan mereka tidak tepat pada sasarannya, hewan itu menenggelamkan dirinya dan menyerang orang-orang dari dalam air.
"Aaarrghh....," teriakan wanita itu yang di tarik oleh kaki panjang hewan itu.
Beberapa orang yang berada di dalam air di lilit olehnya dan untuk menjadikan santapannya.
Demon yang masih berada di dalam air langsung mengeluarkan bola api dan menyerang mata dan kepala hewan itu.
Karena terkena serangan api hewan itu langsung melepaskan lilitannya,
__ADS_1
Demon terus menerus menyerang kepala gurita itu dan menampakan cahaya merah dari dalam air tersebut.
"Apa itu? kenapa ada cahaya merah?" tanya salah satu orang yang di sana.
"Cepat keluarkan mereka dari air!" perintah salah satu anggota polisi.
Mereka langsung menarik keluar beberapa orang yang hampir menjadi santapan gurita tadi.
Cahaya yang mereka lihat adalah cahaya api dari Demon yang sedang menyerang bertubi-tubi ke arah gurita itu. tidak lama kemudian gurita tersebut meledak dan lagi-lagi dagingnya hancur dan berserak ke mana-mana.
Orang-orang yang terkena daging gurita merasa jijik dan geli, isi kepalanya menempel ke mana-mana.
Tidak lama kemudian air semakin surut setelah dua gurita itu tewas. sementara Demon langsung menghilang karena tidak ingin di lihat oleh orang di sekitar sana.
"Airnya sudah surut, apakah sudah aman?" tanya salah satu orang yang di sana.
"Kita tidak tahu berapa jumlah hewan itu, yang penting kita waspada saja, ketika banjir datang semua harus jaga jarak dan menjauh dari kebanjiran!" kata salah satu anggota polisi itu.
"Iya," jawab mereka semua dengan serentak.
"Demon, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kimberly yang menghampiri suaminya.
"Aku tidak apa-apa, istriku," jawab Demon yang memeluk istrinya.
"Bajumu basah, apakah hari ini kamu berhasil membunuh hewan itu?"tanya Kimberly yang melepaskan jas panjang suaminya.
"Dua yang telah ku bunuh, hanya saja tidak tahu masih berapa yang masih hidup, dan aku yakin masih ada yang lain," jawab Demon yang melepaskan kemejanya yang basah.
"Pergi mandi dulu! agar tidak masuk angin," kata Kimberly.
"Baiklah, istriku sayang," jawab Demon dengan senyum dan mencium bibir Kimberly.
Sementara dua gurita yang tewas itu telah membuat kawanannya mengamuk sehingga air laut berubah menjadi semakin hitam. gurita yang masih hidup mengeluarkan lendir hitam beracun. beberapa gurita besar sedang berenang ke sana ke mari petanda kemarahan mereka akibat temannya yang telah di bunuh. di dasar lautan itu yang terdapat banyak ikan-ikan lainnya tewas akibat keracunan dari gurita tersebut.
Beberapa gurita yang berenang mengelilingi lautan itu menyebabkan air laut menghantam ke tepi pantai. seperti ombak besar yang melanda laut itu. di saat beberapa gurita yang bergerak ke sana ke mari di samping itu terdapat seekor gurita berukuran raksasa sedang diam di dasar lautan sana. bentuk hewan itu sangat menakutkan, memiliki delapan kentakel dan berwarna hitam penuh dan memiliki mata yang besar.
Tidak lama kemudian ia mulai mengerakan kakinya, gerakannya menyebabkan laut seperti sedang terjadi gempa. airnya berguncang dengan kuat sehingga mendatangkan tsunami yang menyapu kota itu.
__ADS_1
Setiap gerakan gurita raksasa itu menyebabkan air laut naik ke kota dengan sangat deras. kendaraan-kendaraan yang sedang berjalan ikut arus mengalir ke arah lain.
"Lariii.....," teriakan orang-orang yang lari berhamburan karena datangnya tsunami.
"Cepat lari....tsunami...."teriakan seorang pria yang sedang berlari sambil mengendong anaknya.
Air deras berdatangan terus-terusan, sehingga menyapu semua kendaraan yang di setiap jalan, tsunami menumbangkan beberapa bangunan di kota itu, setiap gerakan gurita raksasa itu menyebabkan datangnya tsunami dan gempa sehingga beberapa bangunan tinggi itu runtuh.
"Aaarrghh....," teriakan puluhan orang yang berlarian keluar dari bangunan dan akhirnya mereka tertimpa runtuhan bangunan.
"Aaarrghh....," teriakan yang lainnya sedang berusaha melarikan diri dari air deras yang masuk ke kota.
Beberapa gedung tinggi runtuh akibat gempa yang kuat serta tsunami yang menghantam semua gedung tinggi itu. banyak korban berjatuhan karena tidak sempat menyelamatkan diri mereka.
Para iblis berusaha menyelamatkan orang-orang yang berada di dalam gedung, mereka di bawa pergi dengan cara menghilang dan menuju ke tempat yang aman buat mereka.
"Jangan takut! ikut kami pergi," teriak Teddy yang muncul di salah satu gedung yang sedang terguncang.
Teddy menggunakan kekuatannya melindungi mereka semua dan menghilang ke tempat yang aman.
Licon juga muncul di jalan besar untuk menyelamatkan orang-orang yang sedang menjauh dari banjir deras yang menghampiri mereka.
"Semua ikut aku, jangan takut!" teriakan Licon juga mengunakan kekuatannya membawa mereka pergi dengan cara menghilang.
Apartemen yang di tempati oleh Demon juga terjadi gempa besar, guncangan kuat yang terjadi membuat Demon memeluk istri dan anaknya menghilang dari tempat itu. saat mereka telah pergi apartemen tersebut juga runtuh akibat guncangan kuat tersebut.
Demon lalu membawa istri dan anaknya kembali ke kediaman lain miliknya.
"Kimberly, anak-anak, kalian tidak apa-apa?" tanya Demon yang merasa khawatir.
"Aku tidak apa-apa, Demon, kota ini akan hancur jika begini terus," ujar Kimberly
"Kalian berlindung di sini, aku akan pergi membantu yang lain," kata Demon yang langsung menghilang
Demon lalu muncul di persimpangan jalan besar. ia melihat semua orang sedang ketakutan dan berlarian. air besar menuju ke semua orang yang berusaha sedang menyelamatkan diri.
Demon mengunakan kekuatan apinya yang besar menghadang tsunami tersebut.
__ADS_1