
"Malam ini kau masih berani muncul di hadapanku, aku akan menghajarmu malam ini" bentak Kimberly yang mendorong Teddy dengan sekuat tenaganya
"Aaaarrrghhh" teriakan Teddy yang terlempar masuk ke dalam air mancur yang di depan hotel itu
Plung....
"Rasakan pembalasanku" teriak Kimberly yang kegirangan dan telah lupa sesaat jika api yang di punggungnya masih menyala
"Nyonya, apa kau terluka?" tanya Wilson yang sedang berlari ke arah Kimberly
"Gawat! apinya" gumam Kimberly yang kemudian berlari menuju ke air mancur itu
Saat Kimberly mendekati air mancur ia langsung melompat masuk ke dalam air
Plung
"Uhuk...uhuk..uhuk" suara batuk Kimberly yang terminum air mancur itu, dan api yang di punggungnya berhasil di padamkan
"Hah....akhirnya apinya sudah padam" gumam Kimberly
"Ratu, sebenarnya itu adalah kekuatanmu" ujar Teddy yang tiba-tiba muncul di samping Kimberly yang hanya sebagai bayangan
"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Kimberly dengan kesal
"Ratu, tadi Anda yang mendorong ku masuk ke sini" jawab Teddy dengan menunduk
"Sudah ku bilang jangan memanggilku Ratu" bentak Kimberly yang menoleh ke arah Teddy
"Ratu sudah menikah tapi masih saja mendekati pria lain" kata Yuka yang tiba-tiba muncul bersama dua anak buahnya
"Nona Yuka..?" ucap Teddy
"Kalian sangat hebat, berselingkuh di belakang Raja, aku akan menangkap kalian agar di adili oleh Raja" ujar Yuka
"Kalian berkenalan ya? dan apa kalian sudah sepakat ingin menyakitiku?" tanya Kimberly
"Ratu, Anda salah sangka. bukan seperti yang Anda bayangkan" ucap Teddy
"Aku tidak mengerti apa maksud kalian, Ratu apa? Raja apa?" tanya Kimberly dengan kesal
"Ada apa dengan semua ini? kenapa tiga orang itu bisa tiba-tiba muncul?" gumam Wilson yang kebingungan
"Hei..sejak kapan temanmu itu menikah dengan seorang Raja?" tanya paman Sean yang berdiri di seberang hotel
"Dia menikah dengan Raymond, bukan Raja, Pa" jawab Holdie
"Apa mereka salah orang ya?"
"Dari awal mereka juga sudah salah orang, masalahnya bagaimana caranya untuk menyelamatkan Kimberly"
__ADS_1
"Apa kau sudah menghubungi Raymond?"
"Tadi Wilson sudah menghubunginya" jawab Holdie
"Bawa wanita ini pergi dan beri pelajaran padanya" perintah Yuka kepada dua anak buahnya itu
"Jangan coba-coba berani menyentuh Ratu" kecam Teddy yang berdiri di hadapan Kimberly dengan menghadang Yuka dan dua anak buahnya
"Kau tidak sopan" ketus Yuka yang melihat ke bagian bawah tubuh Teddy
"Tangkap mereka, kalian melakukan hubungan terlarang di sini, kita akan melihat bagaimana Raja menghukum kalian" ucap Yuka dengan ketus
Di saat Yuka dan dua anak buahnya ingin mendekat tiba-tiba saja kobaran api muncul dan menghilangkan mereka
Tentu saja kejadian itu membuat Kimberly, Wilson, Holdie dan paman Sean merasa heran dan kebingungan
"Pa, apa kamu melihat sesuatu?" tanya Holdie
"Iya! aku melihat api dan mereka semua menghilang" jawab paman Sean yang tertegun di sana
"Ke mana mereka pergi?" tanya Kimberly yang melihat ke sana ke mari
"Mereka sudah di bawa pergi oleh Raja Api" jawab Teddy
"Ini sudah zaman apa, kenapa masih ada Raja Api dan Iblis Api?" tanya Kimberly dengan menatap kesal pada Teddy
"Kenapa kau masih saja tidak menghilang? apa ingin aku membakar sotongmu?" bentak Kimberly dengan kesal
"Nyonya sedang berbicara dengan siapa?" gumam Wilson yang tidak melihat keberadaan Teddy
"Nyonya, apa Anda baik-baik saja?" tanya Wilson yang menghampiri air mancur itu
"Seluruh tubuhku sudah basah kunyup karena Iblis api gila itu, mana mungkin aku baik-baik saja" jawab kimberly dengan kesal
"Ratu, jangan cemas. Raja pasti sudah menghukum Yuka" ujar Teddy
"Dasar sotong tidak berguna, cepat menyingkir dari hadapanku" teriak Kimberly yang tanpa sadar sedang mengenggam sesuatu dengan erat
"Aaaarrgghhh" jerit Teddy yang merasa sakit
"Kenapa kau masih di sini? pergi" bentak Kimberly dengan kesal
"Nyonya sedang berbicara dengan sotong mana? di sini tidak ada sotong?" tanya Wilson sambil mengaruk-garuk kepalanya
"Siapa lagi kalau bukan sotong bengkok ini" jawab Kimberly dengan menatap ke sampingnya, akan tetapi tidak terlihat oleh Wilson
"Kimberly, apa kepalamu terbentur ya? sehingga bicara dengan sotong, lagi pula di sini tidak ada sotong, cepat keluar dari sana" kata paman Sean
"Paman, aku tidak berbicara sendiri, aku bicara dengan dia" jawab Kimberly dengan kesal, dan semakin mengenggam sesuatu dengan erat
__ADS_1
Wajah Teddy berubah menjadi pucat karena merasakan sakit pada senjatanya yang di genggam erat oleh Kimberly yang dari tadi tidak menyadarinya
"Paman tahu jika kau sangat suka makan sotong, besok kita pergi beli, dan sekarang keluar dari sana" ujar paman Sean
"Kimberly, jangan berulah lagi, cepat keluar dari air, kalau tidak kau akan kena flu" kata Holdie
Di saat mereka sedang berbicara Teddy sedang menahan sakit yang luar biasa, sehingga wajahnya menjadi pucat, bagaimana tidak, Kimberly dengan santainya mengenggam senjata milik Teddy dengan erat, karena mereka sama-sama berendam di dalam air mancur sehingga Kimberly tidak melihat apa yang di genggamnya
"Kenapa wajahmu berubah menjadi pucat?" tanya Kimberly yang masih tidak sadar dengan menatap ke arah Teddy
"Ra-ratu, to-tolong le-lepaskan ta-tanganmu" pinta Teddy yang sedang menahan sakit
"Aku tidak menyentuhmu sama sekali" jawab Kimberly dengan kesal
"I-itu..?"jawab Teddy yang sedang kesakitan
"Itu apa?" tanya Kimberly
"Ratu, sa-saya tahu Anda ben-benci dengan sooootong saya, tapi tolong jangan mengunakan cara ini untuk membalas dendam, saya akan kehilangan keturunanku" ucap Teddy dengan mengeluarkan air mata
"Memang ada apa dengan sotongmu? lagi pula itu tidak ada hubungan denganku" ujar Kimberly
"Kimberly, apa kau sudah gila ya? dari tadi kau bicara sendiri, apa sudah bisa keluar dari sana?" tanya paman Sean dengan mulai kesal
"Nyonya, biar aku membantumu" kata Wilson yang mengulurkan tanganynya
Saat Kimberly ingin beranjak dari sana dirinya baru menyadari tangannya sedang mengenggam sesuatu
"Benda apa ini? kenapa lembek sekali? apa mungkin di sini memang ada sotong ya?" kata Kimberly yang belum melihat dengan jelas
"Air mancur mana mungkin ada sotong" kata serentak Holdie dan paman Sean
Saat Kimberly menarik benda itu ia langsung membuka matanya lebar-lebar, karena merasa tidak percaya dengan benda yang dia pegang, maka dia pun menariknya secara berulang kali
"Aaaarrrrrggggggghhhhhhhh" teriak Teddy dengan nada tinggi
"Kenapa ini bisa ada di tangankuuuuuuu, Aaaaaaarrrrrrgggghhhhhhhhhh" teriakan Kimberly dengan nada memenuhi tempat itu sehingga di dengar oleh orang lain, bukannya melepaskan tangannya, Kimberly yang terkejut malah menariknya dengan kuat
"Aaaaarrrrrgggghhhhhhhhhhh" teriakan Teddy dengan memunculkan dirinya karena kesakitan yang luar biasa
Saat Teddy tiba-tiba muncul paman Sean, Holdie dan Wilson yang merasa terkejut langsung terdiam
"Han-hantuuuuuuu" teriak Holdie yang kemudian pingsan
"Kenapa zaman sekarang masih ada hantu?" gumam paman Sean yang tergeletak tidak sadarkan diri
"Aku mau pingsan juga" gumam Wilson yang tidak sadarkan diri dan tergeletak di sana
"KIMBERLY" teriak Raymond yang muncul dengan tiba-tiba dan sudah melihat semuanya
__ADS_1