
Tembakan serentak di lakukan oleh Jericho dan anak buahnya yang menembus seluruh tubuh Demon sehingga mengeluarkan darah.
Tembakan berhenti sejenak, suasana hening seketika di saat mereka semua sedang melihat tubuh Demon di tembus oleh puluhan peluru dan mengeluarkan banyak darah. tidak lama kemudian tubuh sasaran mereka merapat kembali seperti semula. tentu pemandangan ini mengejutkan semua orang yang di sana.
"Apakah dia bukan manusia?"
"Apa benar dia adalah iblis api?"
"Apakah dia memiliki kekuatan sihir?"
"Apa hanya ini kemampuan kalian?" tanya Demon.
"TEMBAK!" perintah Jericho.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan beruntun yang di lakukan mereka yang menembus tubuh hingga ke wajah Demon. akan tetapi sesaat kemudian Demon kembali lagi seperti semula.
"Ini benar-benar gila," ucap Alex.
"Bahkan peluru juga tidak bisa membunuhnya," kata Cecilia dengan merasa tidak percaya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan berlangsung selama beberapa menit akan tetapi tidak mempan sama sekali bagi seorang iblis. puluhan bahkan sudah lebih jumlah peluru yang menembus tubuhnya akan tetapi tidak bisa melukai dirinya. Demon yang kesal kemudian berubah menjadi api yang cukup besar dan tinggi dengan berbentuk angin pu.ting beliung dan berputar menuju ke arah sejumlah polisi itu.
"Larii..."teriak Jericho yang berlari bersama anggotanya.
Marcus bersama Alex dan Cecilia berusaha berlari dan menjauh dari api yang sedang mengejar mereka.
"Aaarghh...." teriakan mereka yang sedang melarikan diri.
__ADS_1
Api yang membesar dengan cepatnya membakar mereka satu-persatu sehingga semua mobil yang di sana ikut terbakar dan meledak.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
Teriakan mereka yang di lalap api dan sesaat kemudian tewas satu-persatu.
"Cepat lari!"
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
"Aaarghhh..."
"Bukankah kalian ingin membunuh ku, terima balasan dariku," suara dari api yang sedang membakar mereka.
Cecilia yang ketakutan sambil berlari dan menangis dan akhirnya ia pun terjungkal.
"Aarrghh...."jeritan Cecilia yang sedang ketakutan karena melihat api itu sedang membakar anggota polisi satu-persatu.
"Wanita tidak tahu diri, awalnya aku membiarkan mu hidup tapi kau masih mencari masalah dengan ku," kata iblis api yang sedang menghampiri Cecilia.
"Aarghhh...." teriakan Cecilia yang ketakutan dan kemudian di lalap api.
"Aaargh...." teriakan Cecilia yang sedang kesakitan dan tidak lama kemudian Cecilia tewas di lalap api.
Di malam itu Demon yang sedang marah besar membakar semua anggota polisi sehingga tewas tak tersisa, Alex, Cecilia dan Marcus ikut menjadi korban pembakaran yang di lakukan oleh iblis api.
Setelah selesai membunuh mereka Demon langsung menghentikan aksinya.
"Sekumpulan manusia yang tidak berguna," ketus Demon.
Tidak lama kemudian ia menghilang dari sana dan kembali ke rumahnya.
Dalam semalam sekitar dua puluhan anggota polisi yang di bakar hingga tewas dan mengenaskan termasuk keluarga Martinez ikut menjadi korban.
Keesokan harinya.
"Kimberly, tadi paman ajak kita makan siang bersama!" panggil Demon yang sedang membangunkan istrinya.
"Iya, apakah kamu akan berubah wajahmu lagi saat bertemu dengan mereka?" tanya Kimberly yang baru membuka matanya.
"Iya, tentu saja! kita tidak bisa memberitahu mereka tentang hal ini," jawab Demon dengan senyum.
"Mari kita mandi dulu setelah itu kita bersarapan bersama. sebelum kita bertemu dengan paman. kita akan pergi ke suatu tempat!"
"Kita mau kemana?"
__ADS_1
"Nanti kau akan tahu, marilah kita mandi dulu!" ajak Demon yang mengendong istrinya.
Setelah selesai mandi dan bersarapan Demon membawa Kimberly ke suatu tempat yang adalah sebuah perusahaan.
"Demon, kenapa kita ke sini?" tanya Kimberly yang turun dari mobilnya
"Mari kita masuk!" ajak Demon dengan merangkul pinggang istrinya dan melangkah masuk bersama.
Saat mereka menginjak masuk mereka berdua di sambut oleh para karyawan yang sedang berbaris di sana.
"Tuan Geffrey, Nyonya Geffrey selamat siang!" ucap karyawan dengan sopan.
"Tuan Geffrey, Nyonya Geffrey, selamat siang, dan selamat kembali untuk Anda, Tuan," ucap seorang yang adalah seorang manager.
"Zeko, selama ini aku jarang berada di sini dan kau mengurusnya dengan baik," kata Demon.
"Ini karena Anda yang memberi kesempatan untuk saya, sehingga saya bisa bekerja dengan baik," jawab Zeko dengan sopan.
"Demon, ini apa maksudnya?"tanya Kimberly dengan heran.
"Kimberly, ini adalah perusahaan Geffrey World, perusahaan milikku pribadi yang selama ni aku belum memberitahumu," jelas Demon dengan senyum.
"Zeko, mulai besok aku akan mulai bekerja dan kumpulkan semua dokumen selama aku tidak berada di sini! aku akan periksa ulang semua data perusahaan," perintah Demon.
"Baik Tuan," jawab Zeko dengan sopan.
"Mari kita melihat sekeliling tempat ini!" ajak Demon yang mengandeng tangan istrinya.
"Demon, di tempat ini lebih luas dari Sea World Group. apakah selama ini kamu sudah lama menjalani hidup seperti kami?" tanya Kimberly yang sedang berjalan dengan suaminya sambil melihat sekeliling.
"Apa kamu tahu perusahaan ini sudah berapa lama?" tanya Demon dengan senyum.
"Tidak tahu! aku hanyalah karyawan kecil, makanya aku tidak tahu."
"Lima puluh tahun! sudah dirikan selama lima puluh tahun!" jawab Demon.
"Sudah begitu lama?" tanya Kimberly dengan penasaran
"Benar!"
"Pantas saja kau sangat kaya. lalu, apa mereka tidak merasa heran kenapa kau masih muda dan tidak tua?"
"Mereka hanya mengira jika aku melakukan perawatan diri. oleh karena bisa awet muda," jawab Demon.
Setelah berjalan mengelilingi perusahaan Demon akhirnya membawa Kimberly ke ruangan kantornya.
Klek.
"Demon, apakah ini adalah kantor mu?" tanya Kimberly.
"Benar, kita sudah mengelilingi tempat ini. kau istirahat dulu bersamaku di sini!" Ajak Demon yang duduk di sofa.
"Baiklah."
"Semalam kau mengatakan sudah tidak memiliki apapun, berarti kau berbohong padaku!"
"Aku hanya ingin tahu apakah istriku ini akan tetap bersama ku walau aku sudah kehilangan semuanya," jawab Demon dengan senyum.
"Apa kamu mengira aku adalah penyuka uang?"
__ADS_1
"Tentu saja tidak! andaikan kau hanya menyukai uangku, maka aku akan tetap memberikan padamu." jawab Demon dengan senyum