
Semua iblis api berdiri di udara hingga malam, raja api masih sedang berdiri di tengah-tengah hujan deras, selama beberapa jam Demon tidak beranjak dari tempat ia berdiri. ia hanya berdiri diam dengan sakit yang sangat mendalam. hatinya sangat berharap Kimberly kembali menemuinya.
"Kimberly, aku sedang menunggumu. kembalilah padaku, aku mohon padamu. apa kamu lupa jalan pulang? teriaklah namaku dan aku akan pergi mencarimu! berilah petunjuk agar aku bisa mengetahui keberadaanmu, Kimberly!" ucap Demon yang melihat sekeliling tempat dia berdiri.
"Kimberly, aku sedang memanggilmu, apa kamu mendengar suaraku? datanglah padaku, aku tahu kau masih hidup. cepat muncul di hadapanku, aku ingin melihatmu," kata Demon dengan mengeluarkan air mata.
Tidak lama kemudian Demon berlutut di tengah-tengah hujan yang deras yang telah membuat dirinya basah kunyup.
"Raja sangat terluka atas kehilangan ratu," ucap Licon yang sedang berdiri bersama Teddy di udara.
"Selama ini raja tidak pernah mencintai siapapun sebelum bertemu dengan ratu. setelah mereka bertemu raja langsung memilihnya sebagai ratu masa depan," kata Teddy.
"Ratu sudah meninggal, bagaimana dengan si kembar? mereka masih kecil dan belum bisa menerima kehilangan, sangat kasihan sekali."
"Raja saja tidak bisa menerima kepergian ratu, mana mungkin anak kecil sanggup menerimanya."
"Andaikan aku di berikan kesempatan memilih, maka aku akan memilih bersamamu di rumah saja, aku tidak menyangka pertemuan kita di siang tadi adalah terakhir kali," batin Demon.
"Aku telah melakukan kesalahan besar sehingga kehilanganmu, mutiara api akan padam di saat dirimu telah meninggal," ujar Demon yang sedang berduka.
"Demon...." suara panggilan yang tidak asing bagi Demon.
Saat mendengar suara panggilan itu Demon terdiam dan melihat ke depannya.
"Demon...."
Demon melihat depannya ada roh seorang wanita yang dia kenal, ia pun berdiri dengan semakin terluka. mata Demon memerah saat melihat wanita itu yang tak lain adalah istri tercintanya.
"Kimberly?"
Kimberly tersenyum saat melihat suaminya itu.
"Lupakan aku!" ucap Kimberly yang menetes air mata.
"Tidak mungkin, kau akan selalu bersamaku!" jawab Demon yang semakin sedih saat melihat istrinya yang hanya sisa roh yang tidak bisa di sentuh.
"Sekarang aku tidak bisa bersamamu lagi, kau harus melupakan ku dan rawatlah anak kita dengan baik," kata Kimberly.
__ADS_1
"Kau tidak bisa ke mana-mana, kau harus terus bersamaku," ujar Demon yang melangkah mendekati istrinya.
"Demon, saat aku masih hidup aku melarangmu menikahi wanita lain, kini aku sudah meninggal, bahkan aku tidak tahu di mana ragaku. aku tidak bisa kembali lagi, aku harus pergi ke tempat yang seharusnya. dan sini bukan tempat ku lagi."
"Kimberly, aku adalah iblis dan kau adalah roh yang sudah meninggal, kita masih bersama. dulu kau bisa bersama dengan iblis, dan kenapa sekarang kau tidak bisa bersamaku?"
"Aku adalah manusia biasa, setelah meninggal aku tidak bisa tinggal di dunia ini lagi. Demon, lupakan aku..dan tolong rawat anak kita dengan baik. hanya itu permintaanku!"
"Kimberly, jangan pergi! aku memintamu jangan pergi! aku bersalah karena meninggalkan mu dan anak-anak di saat ada bencana, seharusnya aku menemani kalian. tapi aku tidak melakukannya. berikan aku kesempatan untuk melindungi mu dan anak kita. mereka sedang menunggumu pulang. mereka masih kecil dan tidak bisa kehilanganmu. Kimberly, tinggallah bersama kami. kita akan bersama selamanya."
"Demon, bersamaku tidak akan bisa membuat keluarga kita seperti dulu, aku yang sekarang hanya sisa roh yang tidak bisa melakukan apapun, tidak menyentuh ataupun di sentuh. kehadiran ku hanya akan membuatmu semakin menderita. sudah saatnya kita berpisah dan aku tahu kau akan melepaskan ku suatu saat nanti. jagalah buah hati kita dengan baik," kata Kimberly dengan senyum.
Demon yang menghampiri Kimberly ia ingin menyentuh wajah istrinya itu, akan tetapi Demon tidak bisa menyentuh wanita yang berdiri di hadapannya itu.
"Katakan padaku di mana tubuhmu? aku akan mencarinya sampai dapat."
"Aku tidak tahu, yang aku ingat adalah aku di telan oleh gurita, dan saat aku sadar aku baru tahu aku sudah meninggal, tubuhku sudah menjadi santapannya. itu tandanya aku sudah tidak bisa hidup dan hanya bisa menerima nasib," jawab Kimberly yang merasa sedih karena harus meninggalkan suami dan anak-anaknya.
"Kimberly, aku ada cara, kau bisa merasuki tubuh wanita lain, aku akan membunuh seseorang dan kau bisa menjadi dirinya, kita masih bisa bersama untuk selamanya," ujar Demon.
"Bagaimana aku bisa bahagia jika tanpamu, tanpa senyumanmu, tanpa mendengar suara panggilanmu, tanpa bisa memelukmu lagi, kau pergi dan aku tidak mungkin bisa bahagia lagi," ucap Demon yang sedang menangis.
"Kau bisa bahagia lagi asalkan kau melepaskanku, kejar hidupmu yang baru. dengan begitu kau dan anak-anak bisa mulai dari awal tanpaku. biarlah aku pergi ke tempat yang seharusnya. carilah wanita yang mencintaimu dan bisa menerima anak-anak kita. hanya dengan begini anak-anak juga tidak akan menderita lagi. lakukanlah demi anak-anak kita!"
"Kau sedang menyiksaku, Kimberly. aku tidak sanggup melakukan itu, aku tidak butuh wanita lain untuk merawat mereka. mereka adalah hasil dari cinta kita. maka kita yang akan merawatnya," ujar Demon yang berulang kali ingin menyentuh istrinya.
Tidak lama kemudian roh Kimberly mengeluarkan cahaya yang akan membawanya pergi.
"Kimberly," teriak Demon yang melihat istrinya semakin menghilang dari bagian bawah tubuhnya.
"Demon, aku mencintaimu. dan aku akan pergi untuk selamanya, hanya satu yang minta darimu. berbahagialah untuk selamanya. selagi kau melepaskan ku, aku yakin kau akan hidup bahagia," ucap Kimberly yang kemudian menghilang.
"Kimberly.....," teriak Demon yang histeris.
Demon menangis ketika melihat dengan mata sendiri bahwa roh istrinya menghilang dari hadapannya.
Pria itu merasa sangat terpukul karena harus kehilangan satu-satunya wanita yang paling penting baginya. saat ia sedang menangis muncullah seseorang di hadapannya.
__ADS_1
"Demon..." suara panggilan seorang wanita tua.
Demon memandang ke arah wanita itu yang sedang berdiri di hadapannya.
"Untuk apa kamu di sini? apakah kamu datang karena merasa senang? akhirnya keinginan mu tercapai," ketus Demon pada wanita itu yang tak lain adalah neneknya sendiri.
"Kejadian sudah begini, mana mungkin nenek merasa senang, cucuku sedang bersedih, dan si kembar juga menangis."
"Untuk apa kamu ke sini? walau Kimberly sudah meninggal, aku tetap tidak akan pulang," ujar Demon dengan tegas.
"Nenek tahu kau akan tetap tinggal di sini dan menjalani kehidupan manusia, nenek tidak akan memaksamu."
"Aku akan tinggalkan kehidupan manusia."
"Apa, kenapa?" tanya Diana dengan penasaran.
"Karena di sini sudah tidak ada arti, tanpa Kimberly kehidupan manusia sudah tidak berguna bagiku."
"Lalu, kau ingin ke mana?"
"Aku akan membawa si kembar pergi ke kehidupan iblis, kembali ke asalku."
"Apakah kau tidak kembali ke istana api?"
"Aku akan tinggal di istana api lainnya."
"Demon, istana lain tanpa siapapun di sana, tidak ada orang dan jauh dari istana api utama."
"Aku hanya ingin hidup tenang, membesarkan anak-anakku, dan jauh dari semua orang dan iblis. hidup bersama si kembar dan juga kenangan yang Kimberly berikan."
"Apakah gadis itu begitu penting bagimu sehingga kau rela melepaskan semuanya demi dia, dan menjalani hidup yang sepi tanpa sesiapapun di sisimu?"
"Kimberly telah memberikan sepasang kembar untukku. dan aku tidak butuh siapa lagi, jangan menganggu kehidupanku, karena aku sudah melepaskan semua kehidupan iblis dan manusia. semua ini sudah tidak penting. gadis itu yang membuatku bahagia selama ini. dan kebahagiaan itu sudah hilang selamanya. tujuan ku sekarang tidak ingin mengecewakan permintaan Kimberly untuk merawat anak kami dengan baik."
"Gadis itu membuatmu begitu terpuruk," ucap Diana.
"Jika dirimu mencintai seseorang, maka dirimu akan merasa sakit sehingga sulit untuk bernafas saat kehilangan dia," kata Demon yang merasa kecewa
__ADS_1