Mystery

Mystery
Almost Menemui Demon


__ADS_3

Almost duduk di lantai samping ranjang istrinya, sambil merenung semua kejadian yang menimpanya. dirinya yang adalah seorang pengusaha yang sudah terbilang sukses memiliki beberapa rumah dan mobil. setiap hari makan mewah dan tinggal di rumah mewah, hidupnya sempurna dan tanpa ada kekurangan apapun. setelah dirinya dan Veronica menemui dengan putri bungsu mereka maka kehidupannya telah berubah drastis. karena niat jahat mereka sendiri sehingga membuatnya jatuh bangkrut.


"Veronica, katakan padaku apa yang harus ku lakukan?kita sudah di usir dari perusahaan, hutang tidak terbayar dan selain itu putri kita juga sudah menjadi korban pelecehan. aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan. putri kita yang anggun menjadi pemuas mereka secara bergantian. perasaan ku hancur sebagai orang tua saat melihat putri kita di gilir mereka, dan sekarang putri kita juga di jual. aku tidak tahu harus mencari di mana. Veronica, cepat sadar! kita sudah hancur saat ini. sudah hancur!" ucap Almost dengan keputusasaan.


Mansion Demon.


"Kimberly, kenapa tadi kau ingin melepaskan dia?" tanya Demon yang melepaskan dasinya.


"Apa kamu akan membunuhnya?" tanya Kimberly mengambil pakaian dari lemari.


"Iy, aku memang berencana ingin membunuhnya, tidak ada gunanya melepaskan manusia seperti dia," jawab Demon.


"Walau aku sangat kecewa dengan mereka, tapi bagaimanapun dalam tubuhku mengalir darahnya. Yolanda sedarah denganku, jadi tidak mungkin aku membunuh dia. lagi pula dia sudah mendapat balasannya. mereka sudah kehilangan segalanya. kita tidak usah peduli lagi dengan keluarga itu," kata Kimberly.


"Kali ini aku akan melepaskan dia. tapi tidak untuk lain kali. kalau saja dia masih mencari mu maka aku tidak akan ragu untuk membunuhnya," ujar Demon.


"Tidak akan ada lain kali lagi, dia sudah tidak berdaya," jawab Kimberly.


"Apa kamu merasa kasihan terhadap mereka?" tanya Demon.


"Bukan seperti itu! hanya saja bagaimanapun kami masih sedarah, oleh karena itu aku tidak mau kamu membunuhnya."


"Kalau itu permintaan mu maka akan ku turuti," jawab Demon dengan mengendong istrinya dan melangkah kamar mandi.


"Aku mau mandi sendiri!".


"Dua tanganmu baru di balut perban, jangan kena air dulu!"


"Lukanya kecil tapi kamu balut telapak tangan ku sampai berapa lilitan.'


"Apa yang kamu lakukan?" teriak Kimberly yang berada di dalam kamar mandi.


"Memandikan anak kecil," jawab Demon dengan senyum.


"Aku bukan anak kecil, jangan mengatakan aku adalah anak kecil," bentak Kimberly.


"Kau memang anak kecil di mataku," ujar Demon yang mengusik istrinya


"Singkirkan tanganmu!" teriak Kimberly menembus keluar kamar.


Jam dinding menunjukan pukul 02.00.

__ADS_1


Almost yang tertekan sedang mencari Yolanda kemana-mana, jalan dengan tidak tentu arah serta mencemaskan putri kesayangannya itu. melihat putrinya mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya Almost sangat terpukul. mencari selama beberapa jam tetap tidak ada hasilnya. tidak ada yang tahu mereka membawanya kemana.


Almost mencoba menghubungi tiga pria itu akan tetapi tidak terhubung.


"Kemana dia membawa Yolanda? Yolanda, kau ada di mana? kau harus kuat, jangan takut. papa akan mencarimu sampai dapat," gumam Almost.


Tidak lama kemudian handphone miliknya berbunyi. saat Almost melihat sebuah kiriman video matanya berbuka lebar. wajahnya memucat dan kakinya lemas sehingga ambruk di pinggir jalannya. ia melihat putri kesayanganya yang dalam kondisi tanpa pakaian tubuhnya di nikmati oleh beberapa pria. dua dadanya yang menonjol menjadi mainan bagi para pria bejat itu. semua rekaman sangat jelas dari atas hingga ke bawah. Yolanda hanya diam dan mengeluarkan air mata.


Almost menangis dengan perasaan yang sakit tidak terbayangkan lagi. hanya bisa menjerit dan melihat putrinya sudah menerima penghinaan dari sekumpulan bejat itu.


"Aaarrrgghhh....."


"Aaarrrgghhh....."


"Aaarrrgghhh....."


Menjerit dengan sekuat tenaga sambil menjambak rambutnya dengan merasa kesal dan sakit hati. tidak memiliki uang, tidak ada tempat tujuan dan tidak tahu harus kemana mencari putrinya. kini posisi Yolanda tidak ada yang tahu di mana. dan bagaimana dengan nasibnya kalau tidak bisa di temukan.


Keesokan harinya.


Almost yang sudah tidak ada jalan lain akhirnya dia hanya bisa datang ke perusahaan lamanya yang kini menjadi perusahaan Deberly.


"Tuan, Anda tidak bisa masuk! silakan pergi!" kata salah satu security itu.


"Aku ingin bertemu dengan Demon Geffrey!"


"Tuan Geffrey tidak berada di sini."


"Apa mungkin dia berada di perusahaan Geffrey?" batin Almost.


Sesaat kemudian Almost pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke perusahaan Geffrey.


Perusahaan Geffrey World.


Kimberly sedang menemani suaminya yang sedang mengetik laptopnya.


"Kenapa kamu membawa aku ke sini? aku ingin bekerja dan tidak ada aktivitas sangat membosankan," kata Kimberly yang sedang duduk di sofa.


"Aku hanya ingin kamu menemani ku di sini!" jawab Demon dengan senyum.


"Sebelumnya kamu pernah mengatakan ingin memberi ku pekerjaan di sini, tapi kenapa sampai sekarang aku tidak di berikan pekerjaan?"

__ADS_1


"Bukankah lebih baik kalau kamu di sini, karena jika ada wanita lain yang ingin mendekati suamimu ini, kau bisa mengusirnya," jawab Demon dengan seraya bercanda.


"Tanpa kehadiranku apa kau tidak berencana mengusir sendiri?" tanya Kimberly dengan melirik tajam ke arah suaminya.


"Kalau aku mengusirnya maka aku tidak bisa melihat jurus-jurus istriku menghajar wanita pengoda," jawab Demon yang bangkit dan menghampiri istrinya yang duduk di sofa.


"Kalau tanpaku di sisimu apa kau bisa menjaga hatimu?"


"Hatiku sudah menjadi milikmu, jadi kau tidak perlu merasa ragu lagi," jawab Demon dengan mengecup dahi istrinya.


Tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu dari luar.


Tuk...tuk...tuk...tuk...


"Masuk!" sahut Demon yang duduk bersama Kimberly.


"Tuan, tuan Almost ada di luar, dia ingin bertemu dengan Anda,"kata Rico yang melangkah masuk ke ruangan kantor atasannya.


"Untuk apa dia kemari?" tanya Demon


"Katanya ada urusan penting," jawab. Rico.


"Mungkin saja dia ingin membahas masalah perusahaannya," ujar Kimberly.


"Kimberly, apa aku harus bertemu dengannya?" tanya Demon.


"Bertemu saja dengan dia, hanya saja aku tidak sudi lagi melihatnya. Demon, jangan bunuh dia ya! walaupun dia membenciku tapi dalam tubuhku ini mengalir darah dia!" pinta Kimberly.


"Aku mengerti! kalau begitu kamu istirahat saja di kamar ya!" jawab Demon dengan senyum.


Kimberly lalu masuk ke kamar yang biasa yang di gunakan oleh Demon di ruangan itu.


Sesaat kemudian Almost melangkah masuk menemui Demon yang sedang duduk di sofa.


"Tuan Geffrey," sapa Almost.


" Ada apa mencariku?" tanya Demon menatap ke arah Almost.


"Tuan Geffrey, aku butuh biaya untuk istriku, aku sudah buntu. dan tidak tahu harus bagaimana lagi. putriku juga menghilang sejak kejadian semalam. kini aku hanya butuh dana untuk rumah sakit," jawab Almost dengan wajah lesu dan rambut yang berantakan.


"Setelah menimbulkan kericuhan di tempat ku, kau masih berani meminta bantuanku," ketus Demon.

__ADS_1


__ADS_2