Mystery

Mystery
Siluman Laba-laba


__ADS_3

"Ayo...cepat bantu aku, Wilson!" pinta Kimberly yang sedang mengikat pria itu.


"Nyonya, sepertinya tidak baik. jika di ketahui tuan kita pasti akan di bunuh," ujar Wilson yang merasa ragu.


"Dia tidak akan membunuh kita, cepat bantu aku bawa mereka keluar dan berdiri di depan sana!"


"Nyonya, ini perbuatan gila!"


"Di sini adalah pusat perbelanjaan terbesar. jadi, serba lengkap," jawab Kimberly yang sedang sibuk dengan tangannya.


"Nyonya, sini memang pusat perbelanjaan terbesar di kota ini. akan tetapi bukan berarti kita jual mereka. memang siapa yang berminat dengan mereka?"


"Janda-janda atau nenek-nenek, aku yakin mereka pasti mau mencari pria muda dan berbadan besar. lihatlah tubuh mereka sangat tegap dan aku yakin mereka pasti laku di kalangan janda dan nenek-nenek."


"Ini ide gila," ujar Wilson.


Tidak lama kemudian muncul seorang pria aneh yang tiba-tiba muncul di belakang Kimberly yang sedang menjongkok mengikat tangan pria itu.


"Adik kecil," seru pria aneh itu dengan mengenggam erat pundak Kimberly.


"Hei...kau siapa, dasar tidak sopan!" bentak Wilson yang ingin menghampiri pria aneh itu.


"Lepaskan tanganmu, breng.sek," ketus Kimberly yang di tekan kuat pundaknya.


Wilson yang menghampiri pria itu dirinya di banting oleh pria aneh itu ke lantai.


Bruk...


"Aarghh...." jerit Wilson dengan merasakan sakit di tubuhnya.


"Wilson..." teriak Kimberly.


Pria aneh itu menggengam pundak Kimberly dengan sekuat tenaga sambil menarik sehingga Kimberly berdiri dan menahan sakit


"Lepaskan aku! kurang ajar!" ketua Kimberly yang berusaha meronta.


"Adik kecil, kau cantik juga. selama ini aku hanya merasakan punya satu wanita, mungkin saja aku bisa merasakan punyamu," ujar pria aneh itu dengan tatapan jahat.


"Kau siapa, kenapa wajah mu begitu jelek?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Aku adalah siluman laba-laba!" jawabnya dengan tertawa.


"Pantas saja badan busuk sekali. kau pasti tidak pernah mandi," ketus Kimberly.

__ADS_1


Wilson berusaha bangkit dan ingin menghampiri pria aneh itu


"Woi....lepaskan nyonya!" teriak Wilson.


Siluman laba-laba langsung menghilang bersama Kimberly.


"Hah...Kemana mereka? nyonyaa...nyonya...kau di mana?" teriak Wilson yang mencari di sekeliling.


Wilson mencari ke sekeliling tempat itu sambil berteriak.


Sementara Kimberly di bawa ke lantai paling atas di pusat perbelanjaan itu. tempat yang sepi dan tidak ada sesiapapun di sana.


"Lepaskan aku dasar breng.sek!" ketus Kimberly yang di hempaskan ke lantai.


"Aromamu sangat wangi dan tidak biasa, aku penasaran dengan kewani.taan mu, selama ratusan juta aku hanya merasakan satu wanita, dan hari ini aku ingin merasakan punyamu juga," ujar siluman laba-laba itu sambil membuka seleting celananya. dan mengeluarkan pusakanya yang sedang kelaparan.


"Wah...punya mu jelek sekali, apakah itu alat kela.min laba-laba jantan? busuk dan banyak bulu yang menutupi sotongmu," ujar Kimberly dengan mengejek.


"Kau menghinaku! lihat saja bagaimana aku menghajarmu malam ini," bentak Siluman laba-laba itu yang ingin melepaskan celana Kimberly.


Saat ia ingin menarik celana Kimberly, gadis itu langsung menjambak rambut siluman laba-laba dengan erat sehingga mengeluarkan asap dan sesaat kemudian rambut pria itu terbakar


"Hah...api...api," teriaknya yang berusaha memadamkan api di rambutnya.


"Aaarrggh...." teriak siluman laba-laba dengan nada tinggi.


"Aku akan membakar sotongmu dan berikan kepada Joline," ucap Kimberly yang sedang menarik pusaka pria itu sambil berlari ke pinggir sana dengan berniat ingin melompat ke bawah.


"Aaarrghh...panas..lepaskan tanganmu..." teriakan pria itu yang terpaksa ikuti langkah Kimberly sambil kesakitan pada pusakanya.


Di sisi lain Wilson masih sedang mencari keberadaan Kimberly hingga keluar dari pusat perbelanjaan.


"Nyonya...nyonya...nyonya..., kamu di mana...?" teriak Wilson yang sedang merasa cemas.


Tidak lama kemudian tiba-tiba bunyi hentakan yang kuat dari belakang posisi Wilson berdiri.


PRAK...


Mendengar suara bising itu yang mengaget semua orang di sana, Wilson berbalik badannya dan melihat ke arah suara itu berada.


Saat itu matanya berbuka lebar karena melihat dua orang yang menimpa mobil mewah milik seseorang.


"Aaarghhh..." teriakan pria aneh itu yang masih sedang kesakitan karena pusakanya di tarik kuat dan terbakar.

__ADS_1


"Rasakan ini! aku akan mencabut sotongmu dan berikan kepada Joline," bentak Kimberly yang sedang membakar pusaka pria itu.


Wilson dan pengunjung yang di sana terdiam saat melihat aksi mereka berdua. jatuh dari ketinggian menimpa salah satu mobil yang di sana tidak membuat mereka terluka sama sekali, bahkan masih sedang bergelut di atas mobil.


"Lepaskan.....," teriakan pria aneh itu yang sedang kesakitan dan mencengkeram leher Kimberly dengan kuat.


"Aarrghh," jerit Kimberly dengan merasa sakit.


Karena merasa kesakitan yang luar biasa akhirnya siluman laba-laba itu menendang Kimberly dengan sekuat tenaga.


Brugh...


Tendangan kuat dari kaki siluman itu yang mengenai bagian perut Kimberly sehingga membuat Kimberly terlempar jauh dan di saat yang sama pusaka pria itu terputus dari tubuhnya, karena Kimberly memegang dengan erat.


"Kimberly..." teriak Raymond yang muncul di sana dan menyambut istrinya yang terlempar akibat tendangan kuat dari lawannya itu.


"Aarrggh...." teriakan siluman laba-laba yang meronta-ronta di atas mobil hingga jatuh ke lantai.


Wilson yang melihat atasannya tiba-tiba muncul dengan hampir tidak percaya dan sesaat kemudian ia pun pingsan tidak sadarkan diri.


"Raymond, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Kimberly yang di pelukan suaminya itu.


"Aku sudah di sini dari tadi!" jawab Raymond dengan senyum.


"Kenapa kau tidak selamatkan aku di saat ada yang ingin menangkapku?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Istriku tidak mudah di kalahkan, bukan. dan aku yakin kau pasti bisa menghajar mereka," jawab Raymond dengan tertawa.


"Apa saja yang sudah kau lihat?"


"Aku melihat istriku menghancurkan sebagian barang-barang di dalam, dan aku yakin uang yang harus di ganti juga tidak sedikit. dan selain itu kau juga ingin melakukan transaksi jual beli enam pria itu untuk ganti rugi semua barang yang kau hancurkan," jawab Raymond dengan tertawa.


"Istrimu di tindas dan kau diam saja dan hanya menonton?" tanya Kimberly dengan tatapan kesal.


"Hahahaha...siapa yang menindas siapa? yang ku lihat adalah istriku menindas orang, dan bahkan siluman laba-laba ini juga di kalahkan olehmu," ucap Raymond dengan tertawa.


"Aku mengambil sotongnya untuk Joline," kata Kimberly yang menunjukan alat kela.min siluman laba-laba itu yang di tangannya.


"Kimberly, buang saja! sangat kotor!"


"Tidak! aku simpan dulu di saku Wilson," jawab Kimberly.


"Eh...kenapa dia pingsan? apa dia terluka?" tanya Kimberly yang menepuk wajah Wilson dengan pelan. dan kemudian memasukkan alat kela.min siluman itu ke dalam saku baju yang di kenakan Wilson.

__ADS_1


Sementara siluman laba-laba itu mengerang kesakitan dan berguling-guling di lantai sana.


__ADS_2