Mystery

Mystery
Cecilia mendatangi rumah Raymond


__ADS_3

"Candy sudah menderita karena aku menyakitinya, di saat aku sudah bosan dengannya, aku mengusirnya begitu saja, aku tidak menyangka jika dia rela melahirkan anakku, di saat dia harus menderita aku malah bersenang-senang dengan wanita lain dan mabuk-mabukan, di malam itu aku sedang bermain dengan beberapa wanita, aku mengkomsumsi obat dan minuman keras sehingga tidak sadar apa yang ku lakukan, aku bersalah dan aku mendapat balasannya, aku ketagihan bermain dengan wanita club sehingga mengabaikan Candy, bunuh aku. aku pantas mati, aku mengecewakan Candy dan tidak bertanggung jawab terhadap anakku, dan aku juga menyebabkan kau kehilangan adikmu, hanya dua yang ku pinta, jangan melukai Candy dan keluargaku" ujarnya yang sedang menangis


"Aku tidak berminat dengan mereka, kau mabukan dan masih menyetir mobilmu sehingga mengorbankan nyawa adikku, apa kau tahu, jika menyinggung iblis tidak ada baiknya untukmu, dan adikmu itu juga berkali-kali mengirim orang untuk membunuhku. tentu, itu terjadi karena dia mengira aku adalah kau, akan tetapi yang namanya iblis tidak ada kata maaf untuk orang yang menyinggungnya, apa lagi sehingga mengorbankan nyawa adikku satu-satunya" kata Raymond dengan ketus


"Bunuh aku!" pinta Raymond yang sedang tidak berdaya


"Membunuh terlalu mudah untukmu, aku kehilangan adikku dan nenekku menangis selama berbulan-bulan, apa kau mengerti apa rasanya kehilangan itu? aku adalah iblis. tapi aku bisa mencintai dan merasa sakit saat kehilangan" ujar Raymond


"Rasakan hidup menderita sampai akhir hayatmu di sini" kata Raymond yang merasa kesal dan kemudian menghilang


Mansion Raymond


"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, lima belas, hah....aku salah hitung lagi" ucap Kimberly yang berdiri di dekat jendela dan sedang memandang ke langit


"Kenapa dari dulu aku gagal terus menghitung bintang" ketus Kimberly yang merasa kesal


Klek...


Raymond melangkah masuk ke kamarnya, saat ia melihat istrinya yang sedang berdiri di dekat jendela, ia langsung menghampiri istrinya itu


"Kimberly" suara panggilan Raymond yang mendekati istrinya


"Iya" jawab Kimberly yang menoleh ke arah suara itu berada dan langsung di gendong oleh Raymond


"Heh...kenapa mengendongku?"


"Jangan banyak bergerak dulu" kata Raymond yang menidurkan istrinya di kasur dan kemudian dirinya duduk di samping istrinya


"Kenapa?" tanya Kimberly yang sedang berbaring


"Luka dalammu belum sembuh" jawab Raymond yang memeriksa nadi istrinya


"Tapi, aku tidak merasakan sakit lagi"


"Makan obat ini lagi" ucap Raymond yang memasukan obatnya ke dalam mulut istrinya


"Apa lukaku cukup parah, sehingga harus makan obat terus?" tanya Kimberly yang sambil mengunyah obat itu


"Hanya untuk penyembuhan, agar tidak semakin parah" jawab Raymond dengan mengecup dahi istrinya


"Raymond, apa aku besok boleh bekerja?" tanya Kimberly

__ADS_1


"Belum bisa! kau harus libur dulu" jawab Raymond yang menatap Kimberly dengan jarak yang dekat


"Aku tidak merasa sakit lagi, lagi pula aku juga sudah libur kemarin, jika aku libur lagi maka rekan kerja lain akan merasa aneh, aku tidak mau mereka mengatakan suamiku adalah bos jadi aku libur terus"


"Kau adalah istriku, aku berharap jika kamu berhenti kerja"


"Berhenti kerja? kenapa?"


"Aku adalah suamimu, aku akan menjadi sandaran untuk seumur hidupmu, jadi kau tidak perlu bekerja lagi" jawab Raymond dengan senyum


"Aku sudah terbiasa kerja, jangan menyuruhku berhenti ya?"


"Apa kamu tidak kelelahan? mengenai biaya dirimu tidak perlu khawatir sama sekali, karena aku yang akan menanggung semuanya"


"Aku hanya ingin bekerja saja, lagi pula jika di rumah juga tidak ada yang bisa ku lakukan, kau mengunakan pembantu untuk bekerja pekerjaan rumah, jadi aku harus melakukan apa?"


"Temani saja aku di perusahaan"


"Ha..?"


"Sea World Group"


"Untuk apa aku ke sana?"


"Aku tidak mau, bukankah aku seperti orang bodoh nantinya, tidak melakukan apapun dan hanya duduk diam"


"Hahahaha...siapa yang mengatakan istriku ini bodoh? kau adalah gadis yang paling ku sayang, dan gadis satu-satunya yang ku ingin lindungi" ujar Raymond dengan mencium bibir Kimberly


Rumah sakit tempat Jacky di rawat


"Aaaaaaarrrggghhhhhhh" teriakan Jacky yang memenuhi satu ruangan kamarnya


"Jacky, jangan begitu. lukamu masih belum sembuh" bujuk Cecilia yang berdiri di samping ranjang


"Wajahku sudah cacat, tidak ada dokter yang bisa mengobati lukaku lagi, bahkan operasi juga tidak bisa" teriak Jacky yang histeris


"Jacky, jangan khawatir, papa akan mencarikan dokter yang paling bagus untukmu" ucap Alex yang sedang berdiri di samping Cecilia


"Tidak ada gunanya, kulit wajahku terlepas dan bukan di sayat, jadi mana mungkin bisa sembuh" ujar Jacky yang merasa kesal


"Ini semua karena dia, Raymond Martinez, aku akan mengambil nyawamuuuuu" teriak Jacky

__ADS_1


"Jangan berteriak lagi, nanti lukamu mengeluarkan darah" ucap Cecilia dengan merasa sedih


Alex yang merasa risih dan tertekan ia melangkah keluar dari kamarnya, sambil menarik nafas panjang.


Cecilia yang melihat suaminya itu keluar dari kamar, ia pun menyusul suaminya itu


"Alex, kejadian ini kita tidak bisa berdiam saja" kata Cecilia


"Apa yang kau ingin aku lakukan?" tanya Alex yang sedang berdiri di luar kamar


"Lapor polisi" jawab Cecillia


"Lapor polisi? apa kau masih waras? ini adalah masalah keluarga, jika tersebar mau letak di mana wajahku"


"Lalu, apakah di biarkan begitu saja? Jacky adalah anak kita, sekarang dia sudah cacat dan sudah hilang ketampanannya, bagaimana dia meneruskan hidupnya?" tanya Cecilia dengan merasa sedih


"Raymond adalah anakku juga, ini semua berawal dari Jacky, jika bukan dia yang mengutuskan orang untuk menangkap Kimberly mana mungkin ini bisa terjadi"


"Aku tidak peduli, aku tidak akan tinggal diam saja, siapa yang menyakiti anakku aku akan membalasnya" bentak Cecilia yang melangkah pergi


"Kenapa keluarga ini begitu banyak masalah, karena di tolak oleh Raymond, Tina meminta ganti rugi atas perbuatan Simon, dan sekarang datang masalah baru lagi" ucap Alex yang menarik nafas panjang


Keesokan harinya


Cecilia yang merasa kesal mendatangi ke rumah Raymond


Tuk...tuk...tuk...tuk..


Ketukan pintu yang di lakukan oleh Cecilia


Tuk...tuk...tuk...tuk...


Ketukan kuat di lakukan oleh Cecilia sebanyak berulang kali


"Sebentaaaaaaaaaaar" teriak Kimberly yang dari dalam rumah karena merasa risih


KLEK....


Kimberly membuka pintu dan melihat Cecillia berdiri di hadapannya


"Kenapa kau ada di sini? di mana suamimu?" tanya Cecilia dengan nada kesal

__ADS_1


"Aku tinggal di sini makanya aku di sini, justru kamu kenapa pagi-pagi ke sini mencari suami orang? apa suamimu yang di rumah itu tidak bisa memuaskanmu? jadi kau ke sini ingin mencari suamiku untuk memuaskanmu?" ketus Kimberly dengan asal-asalan


__ADS_2