
"Cintamu begitu besar terhadap Kimberly, sehingga kau rela lepaskan dua pilihan hidupmu. di kehidupan manusia kau hidup mewah dan di dunia iblis kau sebagai raja, tapi kau malah memilih hidup menjauh dari semua orang."
"Di saat orang yang kita cintai telah pergi, maka apapun yang ku miliki sudah tidak bermakna. dia tidak bisa menikmatinya bersamaku. seharusnya dia hidup bahagia dan bukan menderita, ataupun pendek usianya. tapi aku adalah suami yang gagal melindunginya. dan mulai saat ini aku tidak ingin lagi menjadi raja iblis ataupun pengusaha sukses. aku hanya ingin menjadi diriku sendiri dan rawat dua anakku dengan baik. hanya dengan ini Kimberly akan merasa bahagia," kata Demon yang merasakan kesedihan yang mendalam, lalu ia pun melangkah pergi.
"Kimberly, aku berjanji padamu akan merawat anak kita dengan baik. sekarang tujuan hidupku hanya demi mereka. hidupku sudah pergi sebagian bersamamu. aku mencintaimu, istriku. aku berharap di ke kehidupan yang mendatang kita akan di pertemukan lagi. aku hanya ingin sebagai manusia biasa dan menjalani hidup bahagia bersamamu," Batin Demon.
"Demon, ada sesuatu yang ingin nenek tunjukan padamu!" kata Diana yang menghentikan langkah cucunya.
Demon menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang yang di mana neneknya sedang berdiri.
"Ikutlah nenek ke suatu tempat dan setelah itu baru buat keputusan lagi!" ajak Diana.
Demon yang tanpa bertanya, dirinya kemudian mengikuti neneknya pergi. mereka menghilang entah ke mana. sementara iblis api lainnya masih berada di udara.
"Apakah raja dan nenek sudah baikkan?" tanya Licon.
"Mungkin saja, aku berharap begitu juga,"jawab Teddy.
"Lalu, kita harus ke mana? aku sudah mulai kedinginan. kita sudah berada di sini selama beberapa jam dan kehujanan,"tanya Licon.
"Mari kita pergi ke istana api!" jawab Teddy.
Tidak lama kemudian Teddy bersama para iblis menghilang.
Istana Api.
Diana dan Demon kembali ke istana api.
"Untuk membawaku ke sini?"tanya Demon yang menatap dingin ke arah neneknya.
"Mari ikut nenek ke ruangan!"ajak Diana yang melangkah pergi.
Demon lalu ikuti langkah neneknya menuju ke salah satu ruangan yang luas dan besar. dalam ruangan itu terdapat ranjang tempat tidur yang berwarna emas. saat Demon melangkah masuk ia membulatkan mata besarnya saat memandang seseorang yang berbaring di atas ranjang itu.
__ADS_1
"Dia....?" ucap Demon yang merasa hampir tidak percaya dan menghampiri orang yang berbaring sedang dalam kondisi tidak sadar.
"Demon, dia belum meninggal, hanya belum sadar saja," jawab Diana yang berdiri di samping ranjang emas itu.
"Kimberly, Kimberly, buka matamu, sayang dan lihatlah aku," panggil Demon yang berusaha membangunkan istrinya.
"Apa yang sudah terjadi? bukankah rohnya sudah pergi dan tubuhnya juga sudah menjadi santapan gurita?"
"Semua ini harus berterima kasih pada mutiara ibumu, mutiara itu benar-benar telah menyelamatkan dia, mutiara itu memberi petunjuk pada nenek, dan kemudian nenek pergi ke lokasi kejadian. saat itu Kimberly tidak sadarkan diri, ia di bawa mutiara ke atas pohon, saat nenek membawanya kembali nenek baru mengetahui apa yang telah dia alami," jawab Diana.
"Apa terjadi padanya?"tanya Demon yang duduk di samping Kimberly dan sambil menyentuh wajah istrinya yang memucat.
"Kimberly telah menjadi korban santapan gurita, dia di telan oleh hewan itu, mutiara itu kemudian bereaksi dan meledakan gurita itu. dengan begini Kimberly terselamat," jawab Diana.
"Selain itu mutiara itu juga melindungi kandungannya, mutiara itu telah menyelamatkan tiga nyawa," lanjut Diana.
"Tiga nyawa?"tanya Demon dengan heran.
"Demon, Kimberly mengandung anak kembar lagi, dan janin itu baik-baik saja. mutiara ibumu telah melindungi mereka dengan baik," jawab Diana dengan senyum.
"Jangan khawatir soal ini! rohnya mencarimu karena ia tidak tahu di mana raganya, dan nenek sudah memanggil rohnya kembali ke tubuhnya. saat kejadian rohnya keluar dari raganya," jawab Diana.
"Kapan dia akan sadar?" tanya Demon yang mengecup dahi istrinya.
"Dia hanya pingsan dan dia akan sadar saat waktunya telah tiba," jawab Diana.
"Nenek, terima kasih telah menyelamatkan Kimberly," ucap Demon dengan yang merasa terharu.
"Jangan mengatakan itu, Demon. nenek telah melakukan kesalahan besar dan ingin mencari kesempatan untuk menebusnya. kini nenek memiliki kesempatan ini, tentu saja nenek akan berusaha melakukannya. lagi pula yang menyelamatkan Kimberly dan janinnya adalah mutiara itu, nenek hanya membawa Kimberly pulang ke sini dan memanggil rohnya kembali ke raganya," kata Diana.
"Nenek, aku dan Kimberly sangat berterima kasih padamu, Kimberly sangat penting bagiku, tanpa dia hidupku sudah hampa dan kini aku hanya ingin melindungi dia dengan baik. agar dia tidak terluka lagi," ujar Demon yang menatap ke arah istrinya.
"Demon, bawalah Debermon dan Deberly ke sini menjumpai Kimberly! mereka menangis seharian karena merasa sedih. dan langit juga tersentuh dengan doa mereka, cuaca berubah gelap dan hujan hingga sekarang."
__ADS_1
"Aku akan pergi membawanya sekarang," jawab Demon yang bangkit dari tempat duduknya dan kemudian menghilang.
Demon menemui si kembar yang tinggal bersama dengan paman Sean dan Holdie.
Saat itu si kembar masih di gendongan paman Sean dan Holdie, mereka menangis sepanjang hari dan baru tertidur karena kewalahan.
"Demon, bagaimana?" tanya paman Sean yang sedang mengendong Deberly yang sudah ketiduran.
"Kimberly telah di selamatkan oleh mutiara mama ku dan di bawa pulang oleh nenekku. dia belum sadar tapi dia tidak akan meninggalkan kita," jawab Demon.
Mendengar ucapan Demon, paman Sean dan Holdie bernafas lega.
"Baguslah, akhirnya Kimberly selamat. doa si kembar terkabulkan," kata paman Sean dengan senyum bahagia.
"Demon, cepat bawa anak-anak bertemu dengan Kimberly! mereka sudah menangis seharian dan juga tidak mau makan apa-apa. walau mereka masih kecil tapi mereka sudah seperti orang dewasa," kata paman Sean.
"Deberly sayang, ayo bangun! papamu sudah kembali dan ingin membawamu bertemu dengan mamamu," ucap Holdie yang membangunkan Deberly yang tidur dalam gendongannya.
"Mama...," sebut Deberly yang terbangun.
"Deberly, mari kita menjumpai mamamu!" ajak Demon dengan senyum.
"Papa...." teriak Deberly yang meminta gendong sambil membuka ke dua tangannya, Demon lalu mengendong putri kecilnya yang baru terbangun.
"Papa, mana mama?" tanya Deberly.
"Sayang, mamamu sudah ditemukan dan sekarang berada di istana api," jawab Demon yang mencium pipi putrinya.
"Mama masih hidup? aku mau bertemu dengan mama!" pinta Deberly dengan berharap.
"Papa datang untuk membawamu dan kakak bertemu dengan mama," kata Demon yang sambil mengendong Debermon dari tangan paman Sean.
"Papa, apa benar mama masih hidup?" tanya Debermon yang baru bangun.
__ADS_1
"Benar sayang, mamamu sekarang tinggal di istana api bersama nenek."