Mystery

Mystery
Jatuhnya saham milik Jhones


__ADS_3

Raymond yang muncul bersama dengan Teddy telah melihat semua kejadian tadi


"Tuan, kalau begini terus bukankah sangat bahaya bagi nona?"


"Dia belum mengerti apa-apa tentang ini, dan tentu saja dia tidak bisa mengendalikan kekuatan yang sudah dia miliki" jawab Raymond yang sedang menatap kepergian Kimberly


"Jika saja bukan karena nona sudah memiliki kekuatan dari mutiara itu, maka kejadian tadi mereka bertiga pasti sudah tewas"


"Gadis yang tidak tahu bahaya, dan tanpa ragu melakukan sesuatu yang di luar dugaan" ujar Raymond


"Kimberly, kau berani sekali mengatakan jika selamat ingin menceraikan ku dan menikah dengan pria lain, lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan padamu" batin Raymond


Raymond yang selalu melindungi Kimberly ia mengikuti secara diam-diam ke kebun binatang itu, dirinya yang bisa berubah dalam bayangan tidak bisa di lihat oleh sesiapapun termasuk Kimberly


Rumah Holdie


"Aaaaarrrrgghhh" teriakan Kimberly yang menembus keluar rumah


"Paman, jangan menarik telinganku lagi" teriak Kimberly yang melepaskan tangan paman Sean


"Kimberly, kau sangat tidak waras, kali ini kau menyebabkan kita semua di kejar oleh singa itu, dan kita hampir mati jadi santapan singa" kata paman Sean yang sedang kesal


"Dan aku hampir saja menjadi santapan sekumpulan buaya itu" lanjut Holdie


"Paman sudah tua seharusnya berterima kasih padaku, sementara kalau Holdie kalau menjadi santapan maka tidak usah pikirkan masalah pernikahan lagi, jika mudah kenapa harus di persulit" ujar Kimberly yang tidak mau kalah


"Kau memang tidak waras" ketus Holdie dengan kesal


"Kenapa aku harus berterima kasih padamu?" tanya paman Sean


"Karena aku membantu paman agar pergi lebih cepat dan wanita yang berbaris itu juga bisa mengantar paman, jadi mereka tidak usah buang waktu berbaris lagi" jawab Kimberly dengan ceplas ceplos


"Kau sangat keterlaluan Kimberly" bentak paman Sean dengan merasa kesal


"Paman, sudah jangan marah lagi, lagi pula tubuh paman masih utuh, tidak ada lecet sama sekali" ujar Kimberly


"Huff...sia-sia saja bicara denganmu, aku ingin pergi saja" ucap paman Sean yang ingin melangkah pergi


"Kenapa cepat pergi, Paman?" tanya Kimberly


"Jika di sini lama-lama papaku bisa naik darah karena mu" jawab Holdie

__ADS_1


"Jadi sebelum paman pergi apa ada permintaan untuk terakhir kali?" tanya Kimberly


"Apa maksud mu untuk terakhir kali?" tanya paman Sean


"Bukankah paman ini pergi ke dunia lain, jadi kalau ada permintaan maka akan ku kabulkan untukmu" jawab Kimberly dengan ceplas ceplos


"Kau ini..?" bentak paman Sean yang merasa kesal


"Kimberly, kenapa kau tidak bisa diam..ha? diam untuk sesaat bukan berarti kau sudah bisu" bentak Holdie yang merasa kesal yang melemparkan bantal sofa ke arah Kimberly


Di sisi lain Markus di tangkap oleh Wilson dan di hajar habis-habisan di atas gedung perusahaan Sea World


Bruk...bruk....bruk....bruk...bruk...bruk...


Pukulan demi pukulan melayang ke wajah Markus


"Aaaarrggghhh" teriakan Markus yang kesakitan hingga terkapar ke lantai


"Tolong jangan pukul aku lagi" pinta Markus yang tidak berdaya dengan wajah yang sudah bengkak


"Istriku minta kau melunaskan hutangmu, apa kau masih tidak mau bayar" ujar Raymond yang sedang duduk di kursi


"Dia tulus denganmu, tapi yang kau berikan adalah sebuah pengkhianatan, tentu saja aku harus berterima kasih padamu, karena dia sudah menjadi istriku, akan tetapi istriku masih ingin uangnya kembali, tanpa dia kau bukan siapa-siapa sama sekali" ketus Raymond dengan bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Markus yang terkapar di lantai


Raymond menggengam tangan Markus dengan erat


"Aaaaarrgghhhhh sa-sakit" jeritan Markus yang merasa kesakitan


"Apa kau masih belum berniat membayarnya?" tanya Raymond dengan kesal


"I-iya, aku bayar. aku bayar, tanganku sakit" teriakan Markus yang kesakitan


"Lakukan sekarang juga, transfer ke rekeningnya" perintah Raymond dengan nada ketus


"Tuan, aku lupa nomor rekeningnya" jawab Markus yang sedang menahan sakit


"Wilson berikan nomor rekening ku padanya, dengan begitu maka dia tidak ada alasan lagi untuk menghindar" perintah Raymond dengan tatapan tajam


"Baik Tuan" jawab Wilson yang memberikan nomor rekening kepada Markus


"Cepat lakukan sekarang juga, kau adalah pebisnis jadi jangan mengunakan alasan jika kau tidak bisa mentransfer lewat handphone mu" bentak Raymond dengan menggengam semakin erat sehingga mengeluarkan asap

__ADS_1


"Panaaaaas" teriakan Markus yang kepanasan sehingga memerah tangannya


"Apa kau mau melakukannya atau tidak?" tanya Raymond dengan kesal


"Iya, aku transfer sekarang" jawab Markus yang mengeluarkan handphonenya dan menekan nominal serta nomor rekening yang mau di tuju


Setelah beberapa saat kemudian


"Wilson, bukankah kita masih ada berita baik untuknya" ujar Raymond yang melepaskan tangannya


"Iya Tuan" jawab Wilson dengan menunjukan berita di internet


"Baca beritanya, dan ini adalah kabar baik untuk mu" ucap Raymond dengan senyum


Markus membaca berita yang tersebar di internet, bahwa saham milik perusahaan Jhones telah jatuh akibat gosip yang menerpa di perusahaannya


"Ini...? kenapa bisa begini..?" tanya Markus yang merasa terkejut


"Istrimu telah menindas istriku, dan aku hanya ingin membalas saja, seperti yang ku katakan kemarin saat di restoran itu, bukankah kamu menginginkan kemewahan, maka nikmati lah hidup mewah mu bersama Macy" ucap Raymond dengan senyum sinis


"Tidak mungkin! kalau saja saham mereka jatuh bukankah ini sama saja mereka bangkrut?" ujar Markus


"Benar! Mertuamu Jhones sudah kehilangan segalanya karena ulah putri sendiri dan menantunya" jelas Raymond


"Ke-kenapa kau melakukannya? bukankah aku sudah melunasi hutangku, jadi aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi" ucap Markus dengan hampir tidak percaya


"Ini adalah balasanmu, kekayaan tidak akan bertahan lama jika kau tidak bisa menjaga sikapmu, jika di saat itu istrimu tidak menindas Kimberly maka aku tidak akan melakukan hal seperti ini kepadanya, ini adalah balasan yang harus kalian terima dariku"


"Tuan, tolong jangan melakukannya, jika dia bangkrut maka kami telah kehilangan segalanya, dia adalah harapanku" pinta Markus dengan memeluk kaki Raymond


"Kau sangat menyedihkan, sebagai seorang pria harus mencari uang untuk istrinya, tapi kau malah mengharapkan uang darinya" ketus Raymond dengan merasa kesal


"Bawa dia pergi" perintah Raymond kepada Wilson


"Baik Tuan" jawab Wilson yang menarik lengan Markus dan membawanya pergi


"Tuan, tolong selamatkan perusahaannya" teriak Markus yang di tarik pergi oleh Wilson


"Dasar tidak berguna sama sekali" ketus Raymond


"Kimberly, aku sudah kabulkan janjiku, dan sekarang giliranmu lagi, tidak lama lagi keluargaku akan pulang, dan kau harus bersiap untuk menghadapi mereka, ayah dan ibu tiriku pasti akan menyulitkanmu, dan aku penasaran dengan cara apa kau akan melawan mereka" gumam Raymond

__ADS_1


__ADS_2