Mystery

Mystery
Kebakaran


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Terjadi kebakaran di salah satu gedung yang belum di ketahui apa penyebabnya. api semakin membesar dan menjalar hingga ke lantai bawah dengan begitu cepat. orang-orang yang berada di dalam gedung berlarian keluar dari gedung itu. ada yang jatuh dari balkon karena tidak ada jalan keluar.


Orang-orang yang berada di dalam gedung itu berteriak ketakutan sambil berlari saling berhimpitan.


Tidak lama kemudian beberapa mobil pemadam kebakaran menuju ke gedung yang sedang kebakaran. Api semakin membesar menjalar ke sebelah.


"Aarrrgghhhh...." teriakan orang-orang yang berlarian keluar dari gedung.


Tidak lama kemudian lima mobil pemadam kebakaran tiba ke lokasi, pasukan damkar bergerak cepat untuk menarik selang panjang dan menyemprot air ke arah gedung terbakar itu. kejadian itu menakutkan warga yang berdekatan sehingga berlari berhamburan.


Para reporter mendatangi lokasi kejadian dan berita tersebut mengemparkan kota itu.


Setelah dua jam kemudian api masih belum berhasil dipadamkan. Mobil pemadam kebakaran masih berdatangan. api semakin menjalar hingga sepuluh gedung tinggi. Puluhan mobil kendaraan telah berusaha memadamkan api akan tetapi apinya semakin lama semakin membesar dan semakin sulit di padamkan.


Mansion Demon.


Si kembar duduk di kasur sedang menonton berita kebakaran tersebut, bola mata si kembar berubah merah seketika.


"Kakak api itu jahat sekali," ujar Deberly pada kakaknya yang sedang duduk di sampingnya.


"Iya, berapa pun mobil pemadam yang datang tidak akan berhasil memadamkan apinya," jawab Debermon.


"Ini sudah ke lima belas gedung, kalau masih tidak padam bukankah semua dereten sana akan habis," kata Deberly yang sedang mendengar berita.


"Api itu tidak akan padam selagi dia masih belum puas," ujar Debermon.


Tidak lama kemudian Kimberly dan Demon melangkah masuk ke kamar mereka dan melihat si kembar sedang duduk di atas kasur.


"Papa, lihat api itu sudah membakar banyak rumah yang tinggi, Pa," kata Deberly yang menujukan ke arah televisi. .


Sesaat kemudian aliran listrik putus. seluruh kota gelap gulita akibat kebakaran besar yang semakin menjalar.


Deberly yang takut gelap langsung menangis dengan histeris.


"Ma..." teriakan Deberly yang sedang ketakutan.


"Deberly, jangan takut hanya mati lampu saja," bujuk Kimberly dengan mengendong putrinya itu.


"Aku akan menghidupkan lampu emergency," kata Demon yang mengeluarkan lampur emergency dan di letakan di meja samping kasur.

__ADS_1


Debermon turun dari kasur dan melangkah ke arah jendela.


"Papa, seluruh kota gelap tidak bisa melihat apa-apa," ujar Debermon yang melihat ke luar jendela yang gelap dalam satu kota.


"Apa karena kebakaran yang sedang terjadi?" tanya Kimberly yang duduk di kasur sambil memeluk putrinya.


"Mungkin saja, aku juga belum menonton beritanya," jawab Demon.


Kebakaran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menghancurkan dua puluh gedung tinggi yang berderetan, walau setiap gedung jaraknya cukup jauh akan tetapi apinya sangat cepat menjalar ke tempat lain.


Selama tiga jam apinya masih belum berhasil dipadamkan, petugas pemadam kebakaran kewalahan menghadapi kebakaran besar itu. mobil pemadam kebakaran berdatangan terus menerus.


Mansion Demon.


Deberly yang ketakutan masih menangis di dalam pelukan Kimberly. mereka duduk di atas kasur bersama dengan Demon dan Debermon.


Karena tidak mau diam, Demon pun memeluk putri kesayangannya itu.


"Sudah, jangan takut ya! papa dan mama ada di sini," bujuk Demon dengan mengusap air mata Deberly.


"Papa, adik memang dari dulu sangat takut gelap, setiap mati lampu dia pasti menangis," ujar Debermon yang duduk di pangkuan Kimberly.


"Deberly, mati lampu tidak akan menyakitimu. jangan takut. papa tidak akan membiarkan sesiapapun yang menyakiti putri kesayangan papa," bujuk Demon yang memeluk putrinya dengan erat.


"Pejamkan matamu, sayang. dan tidurlah di pelukan papa. kamu akan merasa aman," bujuk Demon yang mengelus kepala putrinya.


Jam dinding menunjukan pukul 05.00.


Lampu masih belum menyala. Demon duduk bersandar sambil memeluk putrinya yang sudah ketiduran, sementara Kimberly tidur dengan sambil memeluk putranya.


Tidak lama kemudian Demon membuka matanya dan memandang ke arah jendela yang masih gelap.


"Sudah pukul 5 pagi masih saja seperti malam," gumam Demon.


Demon menidurkan putrinya ke kasur dan kemudian ia turun dari tempat tidurnya dan melangkah ke arah jendela. Demon menatap langit yang gelap gulita sehingga tidak bisa melihat semua pemandangan kota itu.


"Asap tebal ini datang dari mana? tidak mungkin dari kebakaran semalam, apa yang sudah terjadi sebenarnya?" gumam Demon sambil memandang ke arah asap tebal yang datang dari lokasi kebakaran


Tidak lama kemudian Demon menghilang.


Di sisi lain petugas kebakaran berhasil memadamkan api setelah 7 jam mereka berusaha keras menjinakan apinya.

__ADS_1


Walau apinya telah padam akan tetapi petugas pemadam kebakaran masih saja menyemprot air ke tempat bekas kebakaran itu yang asapnya sangat tebal.


Demon muncul di tempat kejadian, serpihan-serpihan dari kebakaran itu berserak ke mana-mana. sekitar dua puluh gedung hangus terbakar dalam semalam.


"Kebakaran terbesar dalam sejarah, aneh kenapa apinya menjalar hingga dua puluh gedung? jarak gedung itu juga tidak dekat, kenapa aku merasa ada yang tidak beres," batin Demon.


Di pagi itu petugas pemadam kebakaran masih saja sedang sibuk menyemprot air ke arah sisa-sisa kebakaran yang asapnya masih tebal. banyak reporter memotret lokasi kejadian tersebut.


Mansion Demon.


"Demon, bagaimana dengan kejadian semalam?"tanya Kimberly yang menghampiri suaminya yang baru muncul di ruang tamu.


"Sekitar dua puluh gedung yang habis terbakar," jawab Demon.


"Banyak sekali? apa ada jatuh korban?"


"Belum pasti, petugas pemadam kebakaran masih di sana," jawab Demon yang menatap istrinya.


"Mereka pasti mengalami kerugian yang banyak," ujar Kimberly.


"Kejadian semalam tel🤭ah merugikan mereka yang bekerja di tempat itu. mereka akan menjadi pengangguran setelah ini,"kata Demon.


"Dari mana asalnya api itu? kenapa bisa menjalar ke yang lain, dan lampu hingga kini juga belum menyala. Deberly sangat ketakutan kalau malam," kata Kimberly dengan khawatir.


"Begini saja, aku akan membeli beberapa lampu emergency, agar dia tidak takut."


Tidak lama kemudian Deberly keluar dari kamarnya.


"Papa...." panggil Deberly yang berlari ke arah Demon.


"Deberly, apa kamu tidur dengan nyenyak?" tanya Demon yang mengendong putrinya.


"Tidur sangat nyenyak di dalam pelukan papa," jawab Deberly.


"Papa, akan keluar sebentar, Deberly bersama mama dulu ya!"


"Iya, Pa," jawab Deberly dengan menurut.


"Mari sayang! cuci muka dulu ya!" ucap Kimberly yang mengendong putrinya.


"Demon, pergilah dan cepat pulang!" kata Kimberly.

__ADS_1


"Baiklah, jaga anak kita! aku akan segera pulang!" jawab Demon.


__ADS_2