
Kondisi Kimberly yang tergeletak dengan tidak berdaya serasa tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat, api yang membakar siluman berubah menjadi seorang pria yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Kimberly...." teriak Raymond yang merasa cemas dan mengangkat tubuh istrinya.
"Kimberly, bagaimana denganmu?" tanya Raymond dengan mata berkaca-kaca.
Kimberly mengeluarkan air mata karena merasa sakit di tubuhnya, keluarnya mutiara itu dari tubuhnya bisa mengakibatkan kematian pada dirinya. bukan hanya itu, luka yang dia alami cukup parah sehingga mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya.
"Kau siapa sebenarnya?" tanya Kimberly dengan nada pelan.
"Seperti yang kamu lihat tadi! aku adalah Raja Iblis Api!" jawab Raymond dengan lap darah yang di mulut istrinya.
"Mutiara ini apakah yang kau berikan padaku di saat itu?" tanya Kimberly yang membuka telapak tangannya dan memperlihatkan mutiara yang mengeluarkan cahaya berwarna merah.
"Kimberly, telan mutiaranya!" kata Raymond yang mengambil mutiara itu dan ingin memasukan ke mulut istrinya.
"Untuk apa? katakan padaku apa kau bukan manusia?" tanya Kimberly yang menahan tangan suaminya itu.
"Maafkan aku, Kimberly. aku adalah Iblis Api, aku sudah menyembunyikan darimu!" ucap Raymond.
"Kenapa kau memilihku menjadi istrimu? aku adalah manusia biasa dan kau adalah iblis pasti akan hidup lebih lama," ujar Kimberly dengan mengeluarkan air mata.
Raymond memeriksa nadi pergelangan tangan istrinya, dan mendapati jika istrinya itu kemungkinan besar tidak bisa di selamatkan lagi dan sambil berkata, "Karena kau adalah pilihanku!" jawab Raymond dengan mengeluarkan air mata.
"Aku sakit sekali! jika aku mati tolong kremasi jenazahku, dan taburkan abu ku ke laut!" pinta Kimberly dengan semakin pucat.
"Apa yang kau katakan, Kimbely. kau tidak akan pergi meninggalkanku, kau tidak akan bisa, sejak pertama kali kita bertemu kau sudah di takdirkan hidup bersamaku!" ujar Raymond dengan yang merasa sedih.
"Apa aku boleh tahu berapa usiamu?"
"Usiaku tiga ribu tahun! dan kau juga akan sepertiku, hidup selama ribuan tahun!" jawab Raymond dengan senyum paksa.
"Jangan berbohong padaku! aku tahu kondisi sendiri. Raymond, apa aku bisa meminta satu hal dari mu?"
"Katakan saja! apa yang kamu mau aku pasti akan memberikan padamu!" jawab Raymond yang menyentuh wajah istrinya.
__ADS_1
"Setelah aku meninggal apa kau akan menikahi wanita lain dan mengejar dia seperti mengejarku? apa mutiara ini akan kau berikan padanya?" tanya Kimberly dengan mengeluarkan air matanya.
"Iya! jika kau pergi meninggalkanku aku akan menikahi wanita lain dan menyayanginya seperti aku menyayangi dirimu!" jawab Raymond dengan mengeluarkan air mata.
"Aku tahu kau akan melakukannya! dan di saat itu aku hanya menjadi masa lalu mu yang sudah terbang di tiup angin!" kata Kimberly dengan merasa kecewa
"Kimberly, aku tidak akan membiarkanmu pergi! kau harus bertahan hidup untukku! jika tidak, aku akan segera melupakanmu dan hidup bahagia dengan wanita lain," ucap Raymond yang memeluk Kimberly dengan erat.
"Mungkin saja...wanita yang akan muncul di dalam hidupmu akan membuatmu lebih bahagia, selama ini aku selalu saja membuatmu marah, membuat paman Sean selalu marah, dan bahkan orang tuaku juga meninggalkanku, aku akan pergi tanpa mengetahui siapa orang tua ku, dan setelah itu aku sudah di lupakan," ujar Kimberly yang semakin lemah.
"Kimberly, kau adalah ratuku, tanpa izinku kau tidak bisa pergi jauh dariku!" kata Raymond.
"Aku sudah tidak tahan! organ ku seperti di makan sesuatu, sakit sekali. aku sudah mengantuk. aku hanya meminta padamu jangan terlalu cepat untuk melupakanku, jika suatu saat kau sudah menikah dan hidup bahagia, ingatlah aku walau hanya sesaat, ini adalah permintaanku yang terakhir" kata Kimberly dengan mengeluarkan air mata.
"Kimberly, telan mutiara ini sekarang juga!" pinta Raymond yang memasukan mutiara ke mulut sendiri dan mencium istrinya selama beberapa saat.
Raymond mengingat kembali pesan neneknya, jangan pernah membiarkan mutiara itu keluar dari tubuh gadis itu, karena akan membahayakan nyawa istrinya.
Setelah beberapa saat kemudian mutiara itu kembali di telan oleh Kimberly, akan tetapi terlambat sudah. karena ia telah menghembuskan nafas terakhir. luka dalam yang Kimberly alami cukup parah, mutiara api tersebut hanya untuk melindungi dirinya dan juga membuatnya hidup selama ribuan tahun. akan tetapi tidak bisa menyembuhkan luka dalamnya.
"Kimberly...Kimberly...." panggil Raymond yang menepuk wajah istrinya dengan pelan.
"Kimberly, jangan bercanda denganku! ini tidak lucu!" ucap Raymond dengan mata berkaca-kaca.
Raymond memeriksa nadi leher istrinya dan mendapati nadinya sudah tidak berdenyut.
"Kimberly, cepat sadar! jangan bercanda denganku!" teriak Raymond yang merasa terpukul.
Raymond lalu mengendong istrinya dan menghilang dari sana.
Istana Raja Api.
Raymond muncul di dalam istananya dengan mengendong istrinya, wajahnya yang sudah pucat akibat bertarung dengan raja ular, walau dirinya sedang dalam kondisi tidak stabil akan tetapi dia tetap bertahan demi istrinya
"Nenek...." teriak Raymond yang sedang melangkah cepat ke dalam istana.
__ADS_1
"Demon, ada apa dengan gadis ini?" tanya Diana yang bangkit dari tempat duduknya.
"Nenek, Kimberly cedera dalam, mutiara itu keluar dari tubuhnya!" jawab Raymond dengan merasa cemas.
"Gadis ini sudah meninggal! Demon, ini sudah terlambat," kata Diana dengan merasa sedih.
"Terlambat? Nenek, pasti ada cara untuk menyelamatkan dia!"
Diana memeriksa nadi Kimberly selama beberapa saat sambil mengeleng-geleng kepala dan menarik nafas panjang.
"Demon, nenek tidak ada cara untuk menyelamatkan gadis ini, dia cedera parah karena mendapat serangan dari belakang, walau mutiara itu sudah berada di dalam tubuhnya akan tetapi tidak bisa membantunya," jelas Diana.
"Nenek, apakah Kimberly dia sudah tidak bisa....?" tanya Raymond yang tidak sanggup melanjutkan.
"Iya! Demon, biarkan dia pergi. gadis ini sudah tidak menderita!" ucap Diana.
Raymond yang merasa kecewa dan hancur ia pun mengendong istrinya menuju ke ruangan yang tempat persemayaman. ruangan itu adalah khusus untuk ahli keluarganya tempat peristirahatan terakhir.
Ia menidurkan istrinya ke dalam peti dan menatap dengan sambil mengeluarkan air mata tanpa berhenti. Raymond meneteskan air mata saat melihat gadis yang dia cintai selama ini telah berbaring dengan tidak bernyawa.
"Kau sangat suka bercanda denganku, kau adalah gadis nakal yang sangat suka membuat orang marah, dan kini kau pergi begitu saja," ucap Raymond yang merasakan kesedihan mendalam.
Sambil menyentuh wajah istrinya Raymond mengingat semula kenangan di saat pertemuan pertama mereka. di saat mengenang masa lalu ia semakin menangis karena merasa sangat kehilangan.
"Kimberly, kau muncul tiba-tiba di hadapanku dan aku langsung tertarik padamu, sehingga aku melakukan hal yang konyol sehingga membuatmu menangis seharian, aku berusaha untuk mendapatkan hatimu dan berusaha membuatmu merasa nyaman di saat bersamaku, aku juga ingin memanjakanmu agar kau merasa percaya padaku, dan di saat aku sudah mendapatkan hatimu kau malah pergi begitu saja, apa kau mengira bisa pergi meninggalkanku!" ucap Raymond.
"Sehari kau menjadi istriku, maka selamanya kau adalah istriku, jika aku hidup tiga ribu tahun lagi, maka kau juga harus hidup selama itu, dan jika aku mati di saat itu maka kau juga harus mati bersamaku, karena aku tidak akan rela jika kau akan menikah lagi dengan pria lain, sama seperti dirimu sekarang yang sudah tidak bernafas aku juga tidak akan menikah dengan yang lain, karena kita sudah di takdirkan untuk bersama!" ucap Raymond.
Tidak lama kemudian Teddy, Licon dan iblis lainnya muncul di ruangan itu, mereka berlutut dengan serentak sebagai penghormatan.
"Raja, jangan bersedih! yang pergi tidak akan kembali, harap Raja menerima kepergian ratu!" ucap mereka semua dengan serentak.
Raymond lalu mencium bibir istrinya selama beberapa menit, dan tidak lama kemudian ia melepaskan ciumannya sambil menatap senyum wajah istrinya.
Setelah tidak lama kemudian Raymond yang wajahnya sudah pucat dan lalu ia pun tumbang dan terhempas ke lantai.
__ADS_1