
Setelah berendam selama satu jam rasa panas di tubuh Kimberly sudah menghilang, karena rendam begitu lama ia pun tidur dengan menyandarkan diri ke tubuh suaminya
Raymond lalu mengendong istrinya dan menidurkannya ke kasur, serta mengeringkan tubuhnya yang polos itu dengan handuk dan kemudian memakaikan baju tidur untuk istrinya
"Maafkan aku, Kimberly" ucap Raymond dengan mengecup dahi Kimberly
Raymond yang masih belum berpakaian hanya melilit handuk di bagian bawah tubuhnya, ia kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ke pub mini miliknya itu, ia mengambil sebotol minuman dan menuangkan ke gelas dan setelah itu ia langsung menghabiskan segelas minumannya
"Apa aku sudah gila, sehingga tidak menahan emosi dan melukainya, pada akhirnya aku sendiri yang menyesal dan membuatnya terluka, kenapa aku bisa begitu bodoh?" ketus Raymond yang merasa kesal pada diri sendiri
"Malam ini aku lagi-lagi harus menahan hasratku, untung saja aku masih bisa menahannya saat melihatnya tidak berpakaian, aku benar-benar bisa gila" batin Raymond
Tidak lama kemudian Yuka yang sudah terluka karena di serang oleh Raymond saat di air mancur tadi, muncul di pub mini itu
"Raja, maafkan aku. aku akui aku sudah bersalah" ucap Yuka dengan berlutut
Raymond yang merasa kesal langsung mengcengkeram leher wanita itu dan mengangkatnya
"Aaarrrgghhh" jerit Yuka yang sedang kesakitan
"Kau sudah mengetahui siapa dia, tapi kau masih saja begitu berani menyentuhnya, kelihatannya kau tidak sayang dengan nyawamu" ketus Raymond lalu melempar Yuka hingga menghantam dinding
BRUK
"Aaargghh" pekikan Yuka terhempas ke dinding dan lalu terjatuh ke lantai
BRUK
"Aaarggghh" jeritan Yuka yang merasa sakit pada tubuhnya
"Dia adalah Ratuku, tapi kau malah menyerang dia, kenapa kau tidak mencermin dirimu sendiri" ketus Raymond dengan merasa kesal
"Raja, aku bersedia di hukum" ucap Yuka dengan merasa takut
"Hukum? katakan. hukuman apa yang kau inginkan?" tanya Raymond yang sambil menahan hasratnya yang tadinya dia gagal melepaskan dengan Kimberly
"Raja, bisa melakukan apa saja" jawab Yuka
Raymond berjalan menghampiri Yuka yang terlungkup di lantai itu
"Kelihatannya aku harus memberimu hukum dengan sekejam-kejamnya, agar untuk mengingatkanmu tidak sembarangan bertindak" bentak Raymond dengan menjambak rambut Yuka
__ADS_1
"Aaarrgghh" jerit Yuka yang kesakitan
"Kau semakin berani padaku, Yuka. aku tidak akan memandang jika kita sudah kenal selama ribuan tahun, hukuman adalah hukuman" kecam Raymond dengan bola matanya menampakan api yang marak
"Raja, biarkan aku melakukannya, aku tahu jika Ratu adalah manusia dan tidak bisa membantu Raja melepaskan hasratmu, biarkan aku membantumu, sebagai hukuman untukku" kata Yuka yang sedang menahan sakit
"Atas dasar apa kau mengira kau berhak melakukannya?"tanya Raymond yang melepaskan tangannya sambil berdiri
"Walau aku bukan siapa-siapa bagi Raja, tapi kita dari dunia yang sama, jadi aku bisa membantumu, Raja" jawab Yuka yang mengunakan kekuatannya untuk melepaskan bajunya hanya dalam satu detik, sehingga menampakan tubuhnya yang sangat mengiurkan, sementara pakaian telah robek dan berserakan ke mana-mana
Yuka kemudian berdiri di hadapan Raymond dengan tubuhnya yang sudah polos, Yuka memiliki kulit yang putih dan halus serta dua gundukan yang sangat besar dan menonjol, ia memilik tubuh yang sangat mengoda dan berusaha untuk mendapat pria idamannya yang telah dia tunggu selama dua ribu tahun
Raymond menatap setiap inci tubuh gadis itu yang sedang berdiri di hadapannya dengan tersenyum sinis
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan?" tanya Raymond dengan berniat ingin mengabulkan keinginan gadis itu
"Tahu! Raja, percaya padaku, aku masih perawan, aku merawatnya selama dua ribu tahun, dan hanya untukmu" jawab Yuka yang mendekati Raymond
Raymond tersenyum dan menyentuh dagu Yuka dengan lembut
"Yuka, apa aku harus berterima kasih padamu? karena kau menjaganya untukku?" tanya Raymond dengan senyum
Raymond yang merasakan dua benjolan itu langsung memeluk Yuka dengan erat
"Karena kau ingin menyerahkan padaku, maka aku tidak akan mengecewakanmu, malam ini kau akan kehilangan keperawananmu ini" ucap Raymond dengan tersenyum dan melepaskan pelukannya
"Raja, Anda berhak mengambilnya, karena ini memang milikmu" kata Yuka dengan berharap
"Kesempatan yang begitu bagus, jika tidak di ambil maka sangat di sayangkan, apa kau tahu jika aku ingin melakukannya aku akan mengunakan caraku?" ujar Raymond dengan senyum
"Dengan cara apa, Raja?" tanya Yuka dengan penasaran
"Aku akan membuatmu tidak bisa bergerak, agar di saat aku melakukannya tidak terganggu" jawab Raymond
"Raja, bisa lakukan apapun padaku" ucap Yuka dengan menunduk
"Kalau begitu kita akan mulai" jawab Raymond dengan mengusap wajah Yuka, sesaat kemudian Yuka hanya mematung dan tidak bisa bergerak
"Teddy, keluaar" perintah Raymond
"Iya, Raja" jawab Teddy yang tiba-tiba muncul dengan menunduk
__ADS_1
"Apa sotongmu masih sakit?"
"Hah...so-sotongku? ti-tidak" jawab Teddy yang merasa cemas karena takut di hukum akibat kejadian tadi
Yuka yang melihat Teddy muncul di sana dirinya merasa malu dan ingin bergerak akan tetapi tidak berdaya, ia hanya bisa berdiri dengan tubuhnya yang polos itu, sementara Teddy masih belum sadar dengan kehadiran wanita itu
"Jika tidak sakit, maka aku ingin kau melakukan satu hal untukku"
"Silakan perintah, Raja" jawab Teddy dengan menunduk
"Berikan makan untuk sotongmu" perintah Raymond
"A-apa? makan apa, Raja?" tanya Teddy yang merasa heran
"Ada makanan di hadapanmu, apa kau tidak mau" tanya Raymond dengan menunjukan ke arah Yuka
"Hah...ke-kenapa nona Yuka bisa..?" tanya Teddy yang tergiur dengan tubuh Yuka yang sangat seksi itu
"Dia ingin memberikan padaku, akan tetapi aku tidak berminat, dan aku perintahkan padamu, biarkan sotongmu yang melahapnya" ujar Raymond
Yuka mengeluarkan air mata karena merasa sakit hati mendapatkan perlakuan seperti ini dari Raymond, dirinya selama ribuan tahun selalu setia mencintai pria itu, akan tetapi malam ini justru pria yang dia cintai ingin memberikan dia pada pria lain.
"Tapi, Raja. aku akan di bunuh olehnya"
"Kau adalah bawahanku, jika dia berani membunuhmu maka dia hanya mencari mati saja, perintah Raja Iblis tidak bisa di bantah"
"Iya, Raja" jawab Teddy
"Bawa dia pergi dan kau bisa melakukannya selama kau suka, karena dia telah di tahan oleh kekuatanku, jadi sampai pagi dia baru bisa bebas" perintah Raymond yang melanjutkan minumnya
"Raja, itu..?" ucap Teddy yang merasa ragu
"Ada apa lagi?" tanya Raymond yang sedang menuang minumannya
"Maafkan saya, soal kejadian tadi, saya hanya ingin melindungi Ratu, tapi lagi-lagi saya menakutinya" ucap Teddy
"Aku bisa saja membunuhmu atas kejadian tadi, sudah pergi sana, dan bawa dia pergi, kehadiran dia di sini hanya mengotorkan mataku" perintah Raymond
"Iya, Raja" jawab Teddy
Teddy menghampiri Yuka dan mengendongnya, dan kemudian langsung menghilang
__ADS_1