
"Papa, aku ingin bertemu dengan mama!" pinta Deberly yang sudah tidak sabar.
"Iya, aku mau juga, Pa. aku juga sudah tidak sabar!" pinta Debermon.
"Mari kita pergi sekarang, sayang!" ajak Demon yang mengendong dua buah hatinya dan kemudian menghilang menuju ke istana api.
Istana Api.
Demon datang dengan membawa si kembar untuk menemui Kimberly yang masih belum sadar.
"Mama, Mama," suara panggilan Deberly dan Debermon dengan serentak.
"Mama, bangun...aku adalah Deberly."
"Mama, cepat bukalah matamu dan lihatlah kami di sampingmu!"
"Kimberly, apa kamu mendengar anak kita sedang memanggilmu? mereka sudah datang sedang menunggu mu membuka mata," ujar Demon yang duduk di samping ranjang.
"Mama, cepat bangun! aku merindukanmu, Ma. aku masih mau tidur di pelukan mama," kata Deberly.
"Mama, aku juga mau makan masakanmu," ujar Debermon yang berusaha membangunkan Kimberly.
"Anak-anak, mama kalian masih istirahat, mungkin besok mama kalian akan bangun," ucap Diana yang baru melangkah masuk.
Saat si kembar melihat Diana yang adalah nenek moyangnya, mereka langsung memeluk Demon karena mereka masih ingat perlakukan kasar Diana pada diri mereka di saat itu.
"Deberly, Debermon, jangan takut! nenek moyang tidak akan menyakiti kalian," kata Demon.
"Tapi dia sudah melakukan sebelumnya, bahkan mama hampir meninggal karena ulahnya," ujar Debermon yang memeluk ayahnya.
"Iya, saat itu aku dan kakak juga hampir tewas dan mama datang melindungi kami," kata Deberly yang masih trauma.
"Cicitku yang manis, nenek moyang bersalah padamu, aku akan mengunakan seumur hidupku untuk mencintai kalian dan menebus kesalahan yang nenek moyang lakukan pada kalian dan mama kalian," ucap Diana yang merasa menyesal.
"Debermon, Deberly, jangan takut! nenek moyang yang menyelamatkan mama. jadi, nenek moyang tidak mungkin menyakiti kalian," kata Demon yang membujuk si kembar.
__ADS_1
"Papa, kami hampir mati di bunuhnya di saat itu, mana mungkin seseorang bisa begitu cepat berubah dalam waktu yang singkat," ujar Deberly yang memeluk Demon dengan begitu erat.
"Iya, Pa. cepat bawa mama pergi dari sini! kita pulang ke tempat tinggal kita saja!" ajak Debermon yang menarik tangan ayahnya.
"Sayang, berilah kesempatan untuk nenek moyang! kalian akan merasakan keikhlasan nenek di saat itu, maafkan aku karena sudah menyakiti kalian," ucap Diana yang merasa bersalah.
"Deberly, Debermon, berilah kesempatan pada nenek moyang! nenek moyang adalah nenek papa. dan kita adalah sekeluarga. apa kalian tidak bisa memberi kesempatan untuk nenek moyang?" tanya Demon yang berusaha membujuk anak-anaknya.
"Tapi nenek moyang sangat menakutkan," kata Deberly yang menundukan kepalanya.
"Deberly sayang, tanpa nenek moyang kita tidak bisa bertemu dengan mama lagi, semua ini karena jasa nenek moyang sehingga kita bisa berkumpul lagi dengan mama. bukankah Deberly sangat rindu pada mama?" ujar Demon.
"Iya, Pa," jawab Deberly yang masih menundukan kepalanya."
"Pergilah menyapa!" titah Demon yang mendorong putra putrinya dengan pelan ke arah neneknya itu.
Si kembar lalu melangkah pelan ke arah Diana yang berdiri di sana.
Diana membungkuk dan mengelus puncak kepala ke dua cicitnya itu.
"Nenek, yang berlalu biarlah berlalu! kebahagiaanku adalah pemberian dari Kimberly, anak-anakku ini juga Kimberly yang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkannya, mungkin karena Kimberly berhati baik sehingga Tuhan juga melindungi dia, dan dia selamat saat melahirkan anak-anak kami," kata Demon yang menghampiri Diana.
"Demon, jalan mana yang akan kamu pilih sekarang?"
"Kimberly walau adalah istriku, tapi dia tetap manusia biasa, oleh sebab itu aku akan memilih kembali ke kehidupan manusia biasa," jawab Demon.
"Nenek mendukung apapun keputusan mu, nenek tidak akan menghalang kalian lagi. nenek juga sudah tua, untuk apa lagi perhitungkan pendapat sendiri. memisahkan kalian sama saja melukai diriku sendiri. semakin aku menghalang semakin aku kehilangan kalian semua," kata Diana.
"Nenek, kita adalah sekeluarga, tidak lama lagi cicitmu yang kembar itu akan di lahirkan, di saat itu nenek memiliki empat cicit dan aku akan memiliki empat orang anak," ujar Demon dengan senyum.
"Hahahaha...kabar gembira, keluarga kita akan di ramaikan si kembar," ucap Diana dengan tertawa.
"Deberly, Debermon, kalian akan segera mendapatkan adik, apakah kalian merasa gembira?" tanya Diana dengan senyum.
"Kami selama ini sangat berharap memiliki adik lagi," jawab Debermon dengan tertawa.
__ADS_1
"Aku juga berharap bisa memiliki seorang adik, dan kini aku dapat dua orang adik," ujar Deberly dengan senyum.
"Hahahahaha, bagus...bagus...kalau begitu kita harus merawat mama kalian dengan baik agar proses masa kehamilan dan persalinannya lancar,"kata Diana yang merasa bahagia.
"Kimberly, apa kamu mendengarnya? kita semua sedang menunggumu, kau harus cepat bangun, sayang," ucap Demon yang mengelus kepala istrinya.
Keesokan harinya.
Demon duduk di samping istrinya dari malam hingga pagi, ia setia menunggu kesadaran istri tercintanya itu, sepanjang malam ia memegang tangan istrinya dan menatap wanita itu tanpa beralih pandangan. sementara si kembar tidur bersama Diana di kamar lain.
"Kimberly, kamu tidur semalaman dengan begitu nyenyak, sudah saatnya kamu bangun, aku sangat ingin memelukmu," ucap Demon yang mencium tangan istrinya.
Tidak lama kemudian Kimberly mengerakan bola matanya. Demon yang melihat istrinya ada reaksi ia tersenyum dengan gembira.
"Kimberly gadis nakalku, kau sudah bangun," kata Demon dengan senyum.
Kimberly lalu membuka matanya dan melihat pria yang ada di depan matanya itu.
"Demon...?"
"Iya, aku di sini. bagaimana dengan kabarmu? apa kamu merasa ada yang tidak nyaman?"
"Kenapa aku berada di sini? ini di mana?" tanya Kimberly yang lupa sesaat atas kejadian yang menimpa dirinya.
"Kita ada di istana api, nenek menemukanmu dan membawamu ke mari," jawab Demon yang mengecup dahi istrinya.
"Gurita? hah...bagaimana dengan anak-anak kita?" tanya Kimberly yang merasa cemas karena telah mengingat kembali bencana sebelumnya
"Jangan cemas! mereka baik-baik saja dan bersama nenek sekarang," jawab Demon dengan senyum.
"Bagaimana dengan anak kita yang dalam kandunganku?" tanya Kimberly dengan cemas.
"Selamat untukmu, sayang. kau sangat hebat sekali. mereka baik-baik saja. dan anak kita yang masih dalam kandungan ini juga adalah kembar," ujar Demon.
"Kembar?"tanya Kimberly merasa tidak percaya.
__ADS_1
"Iya, kembar. kita akan segera memiliki kembar lagi," jawab Demon yang memeluk istrinya.