
Demon mencium istrinya sambil memeluk istrinya dengan erat.
"Demon, apa kamu ingin melakukannya?" tanya Kimberly yang melepaskan ciumannya.
"Aku tidak bisa melakukannya sekarang," jawab Demon dengan mencium wajah istrinya.
"Kenapa?"tanya Kimberly dengan heran.
"Kamu masih hamil muda, aku juga tidak mau melukaimu dan anak kita," jawab Demon yang mengecup dahi istrinya.
"Kau bisa melakukannya dengan perlahan, dokter juga tidak mengatakan tidak boleh melakukannya juga," ujar Kimberly yang mencium bibir suaminya.
Kimberly mencium bibir suaminya dengan dalam dan memeluknya dengan erat. Demon kemudian menindih istrinya dan melanjutkan ciumannya.
"Hah...Demon, di sini ada anak-anak," kata Kimberly yang melepaskan ciumannya.
"Kita akan melakukannya di kamar lain," ucap Demon dengan senyum dan mencium leher istrinya kemudian menghilang dan berpindah ke kamar sebelah.
Demon dan Kimberly yang berpindah ke kamar sebelah saling berciuman tanpa berhenti, Demon melepaskan pakaian yang menutupi tubuh indah istrinya itu.
Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah tanpa pakaian yang membalut tubuh mereka.
Demon yang telah menahan hasrat selama istrinya hamil kini ia sangat ingin melepaskan hasratnya.
Tidak lama kemudian Demon mendorong masuk pusakanya ke dalam liang sempit milik istrinya sedalam-dalamnya dengan perlahan. bergerak maju mundur dengan lembut dan sambil mencium bibir istrinya. dirinya yang hasratnya telah mengebu-ngebu tetap dengan lembut melakukan pergerakannya tanpa ingin melukai sang istri dan anaknya.
"Kimberly, apa kamu merasa tidak nyaman?" tanya Demon yang sambil bergerak maju mundur di atas tubuh istrinya.
"Tidak ada, aku tidak apa-apa," jawab Kimberly yang merasakan kerasnya bagian suaminya itu.
Setelah beberapa saat kemudian Demon mencapai puncak kenikmatan dan tidak lama kemudian ia menghentikan aksinya walau dirinya masih ingin melakukannya.
"Kenapa berhenti? bukannya dulu kau sering melakukannya berulang kali?" tanya Kimberly yang merasa bagian suaminya itu masih tegang.
"Aku masih menginginkannnya, hanya saja aku tidak ingin terlalu memaksamu," jawab Demon yang mengecup dahi istrinya.
"Aku tidak apa-apa, kau begitu lembut aku tidak merasa tidak nyaman," kata Kimberly yang mencium bibir suaminya.
__ADS_1
Ciuman Kimberly membuat Demon melanjutkan gerakan di bawah sana dengan perlahan. di malam itu Demon mencapai puncak berulang kali, selama melakukan hubungan dengan istrinya Demon melakukannya dengan sangat perlahan dan sabar.
Setelah satu jam kemudian.
"Apa kamu sudah melepaskan hasratmu?"
"Aku merasa sangat nikmat berulang kali, terima kasih istriku," ucap Demon dengan senyum dan mencium bibir istrinya.
"Apa kamu merasa kewalahan?" tanya Demon.
"Iya, apa kamu masih ingin melanjutkan?"
"Tidak, kau harus istirahat. kita akan melakukannya lain hari," jawab Demon dengan mengecup dahi istrinya.
"Kau bisa melakukannya kapanpun yang kamu inginkan, aku tidak apa-apa," ucap Kimberly dengan senyum.
"Kalau begitu aku akan memintanya setiap malam," jawab Demon yang berbisik di telinga istrinya.
Keesokan harinya.
Lautan yang besar dan air yang tenang tanpa ada petanda kebanjiran.
Dalam lautan munculnya beberapa gurita hitam berukuran besar yang sedang bercinta. terdapat beberapa pasangan hewan besar itu yang sedang melakukan aktivitas mereka.
Gelombang tinggi juga terlihat dari orang-orang yang berada di kota. mereka semua berwaspada takut terjadinya kebanjiran yang tinggi seperti sebelumnya. di samping itu beberapa anggota polisi sedang mengamati dari jauh kejadian laut itu.
"Ada apa dengan laut? kenapa bisa saja berubah warna menjadi hitam? apakah hewan itu berada di dalam sana?"
"Gelombangnya cukup tinggi, semua ini terjadi pasti karena kejadian di dalam lautan."
"Banyak yang melihat hewan gurita, apa kau percaya gurita yang biasa di konsumsi manusia menjadi makan manusia?"
"Mungkin gurita yang mereka lihat bukan yang biasa, tapi mereka datang dari mana? ini yang menjadi pertanyaan."
Perbincangan di antara anggota polisi yang sedang mengamati dari jarak jauh.
Bukan hanya di jalan besar, gelombang tinggi juga bisa di lihat dari apartemen Demon. Kimberly dan Demon sedang melihat dari tempat tinggal mereka.
__ADS_1
"Demon, apakah akan terjadi banjir lagi?" tanya Kimberly yang merasa khawatir.
"Mungkin saja bisa terjadi lagi, tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana," jawab Demon.
"Apa mungkin mereka muncul sehingga menyebabkan gelombang tinggi," ujar Kimberly yang berdiri di samping suaminya.
"Mungkin saja ada sesuatu yang terjadi di dalam laut itu," kata Demon yang memeluk istrinya.
Gelombang air terjadi semakin lama semakin tinggi sehingga air laut mulai naik ke jalan besar. genangan air meninggi di siang hari itu. jalan besar yang di padati oleh kendaraan juga ikut terendam air yang datang dengan begitu cepat.
Hanya dalam beberapa menit ketinggian air mencapai satu meter, semua kendaraan macet total dan pemiliknya merasa resah karena harus meninggalkan kendaraan mereka di jalan besar itu.
"Sia.lan, kenapa air tiba-tiba naik lagi," ketus salah satu pemilik mobil mewah yang terlibat dalam kebanjiran.
"Cepat cari tempat yang aman, airnya semakin tinggi dan hitam."
"Iya, airnya hitam sekali, ada apa dengan air laut? cepat kita menjauh."
"Cepat keluar dari air! untuk menjaga keselamatan kalian jangan dekat dengan air...."teriak salah satu anggota polisi yang ingin melewati jalan itu. sejumlah anggota polisi terjebak kebanjiran yang datang secara tiba-tiba.
Semua orang-orang yang di jalan besar itu dengan cepat berenang ke tempat yang tinggi, ada yang masuk ke toko orang dan ada yang panjat ke pohon hias yang ada pinggir jalan. mereka masih ingat dengan begitu jelas hewan yang sedang mencari mangsa setiap banjir terjadi.
Demon yang berada di udara bersama semua iblis api lainnya, sambil memerhatikan jalan besar yang terdapat banyak orang-orang yang sedang mencari tempat yang aman.
Saat mereka sedang berenang ke pinggir jalan terdapat tentakel gurita yang muncul di genangan air itu. Demon yang melihat benda itu ia langsung menghilang dan muncul di dalam kebanjiran tersebut.
"Lindungi semua orang di sini! kalau ada melihat hewan itu muncul, bunuh langsung!" perintah Teddy pada iblis api lainnya.
"Siap," jawab iblis api dengan serentak.
Teddy ikut masuk ke dalam air yang semakin tinggi untuk membantu orang-orang yang sedang berenang ke tempat yang aman.
Sementara Demon yang berada di dalam air menyerang hewan yang dia lihat tadi, pertarungan di antara Demon dan gurita itu di lihat oleh pihak anggota polisi dan orang yang di sekitara sana.
Demon menenggelam diri bersama gurita itu sehingga tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam sana.
"Bukankah dia adalah Demon Geffrey? kenapa dia bisa berada di dalam sana? bukankah ini bahaya baginya?"kata salah anggota polisi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian terjadi ledakan yang mengejutkan semua orang yang di sana.
Ledakan yang terjadi adalah gurita yang terkena serangan api dari Demon. daging dan usus gurita itu menempel ke mana-mana.