Mystery

Mystery
Kimberly dan Raymond mendatangi rumah Alex


__ADS_3

Mansion keluarga Martinez


Jam dinding menunjukan pukul 23.00.


Cecilia sedang menyemprot parfum ke seluruh tubuhnya, dan sengaja mengenakan baju tidur seksi yang pendek dan menurun bagian atasnya sehingga menampakan belahan dadanya.


"Aku yakin Alex pasti akan tertarik! kami sudah makan daging rusa dan dia pasti kuat seperti yang di tertulis di surat itu, dia sudah lama tidak melakukannya denganku, malam ini dia pasti akan melakukannya," batin Cecillia.


Tidak lama kemudian Alex melangkah masuk ke kamarnya.


"Alex...." seru Cecillia yang langsung menghampiri suaminya itu.


"Ada apa denganmu?" tanya Alex yang melihat pakaian istrinya yang begitu terbuka.


"Aku menunggu mu sudah tiga jam, kau mengatakan jika kau keluar hanya sebentar. kenapa bisa begitu lama?" tanya Cecilia yang memeluk suaminya.


"Aku bertemu dengan teman lama! aku ingin tidur dulu. aku sudah lelah,"jawab Alex yang kemudian melepaskan pelukannya.


"Sebentar! Alex, kita sudah tidak melakukannya, bagaimana malam kita melakukannya?" pinta Cecillia dengan berharap.


"Benar juga! aku sudah hampir satu bulan tidak menyentuh dia, bahkan aku sudah tidak selera dengannya, jika aku tidak menyentuhnya malam ini dia pasti mencurigaiku!" batin Alex.


"Baiklah! lepaskan celanamu!" jawab Alex dengan terpaksa dan membuka pakaiannya.


Cecillia melepaskan semua pakaiannya sehingga menampakan seluruh tubuhnya. Alex yang tidak ingin melakukannya hanya bisa memaksakan diri agar bisa melakukan dengan istrinya, ia berbaring di samping istrinya dan sambil memainkan jemarinya di bagian bawah tubuh istrinya itu.


"Kenapa kau tidak menciumku?" tanya Cecillia dengan merasa heran.


"Kita sudah tua dan tidak muda lagi!" jawab Alex yang sambil memejamkan matanya.


"*A*ku tidak ada reaksi lagi di saat bersamanya. tapi jika aku tidak melakukannya maka dia pasti akan kecewa dan curiga padaku," batin Alex.


Setelah satu jam kemudian


"Alex, sudah satu jam kau memainkan jarimu di kewanitaanku, kenapa kau masih tidak melakukannya?" tanya Cecillia.


"Punya gadis itu sangat membuatku bernaf.su, sehingga aku tidak tertarik lagi dengan Cecillia. aku harus membayangi miliknya agar aku bisa melakukan dengan istriku." batin Alex.


Setelah beberapa menit kemudian Alex mulai melakukan penyatuan dengan istrinya, gesekan demi gesekan di lakukan olehnya dengan cepat. karena ia ingin segera mengakhiri hubungan itu. Alex melakukan pergerakan dengan cepat sambil memejamkan matanya dan memegang pinggang Cecilia, tidak ada pelukan dan sentuhan lain yang di lakukan oleh suaminya itu.


Cecillia yang merasakan gesekan dari suaminya merasa puas sehingga memejamkan matanya.


Setelah lima menit kemudian Alex menghentikan aksinya sesudah mencapai puncak kenikmatan, karena tidak tertarik lagi pada istrinya ia pun hanya melakukan selama lima menit.

__ADS_1


"Apa kau sudah selesai?" tanya Cecilia dengan merasa kecewa.


"Sudah! aku sudah lelah!" jawab Alex yang bangkit dari tubuh istrinya.


"Kenapa cepat sekali dia berhenti? apakah karena faktor usia atau karena dia sudah bosan denganku?" batin Cecilia.


Mansion Raymond.


"Kimberly, apa kamu masih marah padaku?" tanya Raymond yang sedang berbaring sambil memeluk istrinya.


"Iya!" jawab Kimberly dengan cuek.


"Maaf!" ucap Raymond dengan senyum dan mengecup dahi istrinya.


"Ini salahku karena tidak seharusnya kasar dengan mu!" ucap Raymond dengan menyentuh wajahnya istrinya.


"Kau sudah melihat rekamannya, tapi kenapa kau masih saja marah padaku? kau juga tahu aku hanya melindungi diri!" kata Kimberly dengan kesal.


"Aku hanya tidak suka jika istriku dekat dengan pria lain, karena aku sangat cemburu, walau ini hanya akting semata," ujar Raymond.


"Kau sangat tidak masuk akal! bisa marah hanya karena masalah begini!"


"Tanganmu hanya bisa memeluk suamimu, dan tidak di perbolehkan memeluk pria lain," ucap Raymond.


"Aku mengerti! istriku ini sangat pemberani!" kata Raymond yang memeluk istrinya dengan erat.


"Lain kali kalau kau berani memarahiku lagi, aku akan keluar dari rumah ini!" ujar Kimberly dengan tegas.


"Iya. aku berjanji padamu tidak ada lain kali lagi," jawab Raymond yang mengecup dahinya istrinya.


Keesokan harinya


Goa tempat tinggal raja ular.


Raja ular yang sedang terluka parah tidak bisa bergerak dengan bebas, dirinya hanya bisa berbaring dan sambil menunggu makanan yang di bawa oleh dua anak buahnya itu, yang kini telah menjadi santapan orang.


"Kenapa seharian ini tidak melihat mereka berdua? apakah mereka dalam bahaya? atau sudah tewas di tangan Demon Fire?" ucap raja ular yang sedang berbaring di atas tanah.


"Ratu api? wanita itu akan menjadi santapan ku suatu saat nanti, setelah aku sembuh aku harus menemui seseorang. aku tidak percaya jika Demon Fire bisa mengalahkan dia," batin Raja ular.


Raymond dan Kimberly mendatangi rumah Alex.


Di pagi itu Alex sedang duduk bersama anak dan istrinya di ruang keluarganya.

__ADS_1


"Selamat pagi Papa dan Bibi!" ucap Kimberly yang melangkah masuk sambil membawa kantong kresek yang ada isi di dalamnya.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Cecilia yang bangkit dari tempat duduknya.


"Kenapa aku tidak boleh ada di sini? aku adalah menantu keluarga ini?" jawab Kimberly yang duduk di sofa bersama Raymond.


"Raymond, aku tidak menyangka kau masih berani menginjak ke dalam rumah ini lagi? apa kau telah lupa sebelumnya kau mengatakan tidak akan kembali ke sini!" kata Alex dengan mengejek.


"Aku datang ke sini hanya karena istriku membawakan hadiah untuk kalian," jawab Raymond dengan senyum sinis.


"Kami tidak butuh hadiah murahan dari kalian!" ketus Cecilia dengan kesal.


"Tapi kalian sudah menerimanya semalam," jawab Kimberly.


"Apa kamu tidak salah? kami tidak mengambil hadiah apapun darimu!" kata Simon dengan tegas.


"Daging rusa yang kalian makan itu adalah kiriman dariku!" jawab Kimberly.


"Apaaa, tiga lauk itu kamu yang mengirimnya?" tanya Cecilia yang hampir tidak percaya.


"Iya, aku berbaik hati memasaknya untuk kalian, apa kalian tidak memakannya?"


"Kalau aku tahu kau yang mengirimnya maka aku pasti tidak akan makan," ketus Cecilia.


"Itu berarti kalian sudah menelan semua masakanku," ujar Kimberly.


"Untuk apa kau melakukan ini? apa kau ingin mengambil hati kami hanya dengan hidangan murahan itu?" tanya Alex dengan merasa kesal.


"Ini adalah niat baik dari istriku! aku juga tidak tahu dia melakukan ini. kalian bisa tidak makan kalau tidak suka!" jawab Raymond.


"Dia mengunakan nama teman Cecilia, oleh karena itu kami makan dengan tidak sengaja dan hanya terpaksa!" kata Alex.


"Cecilia, bayar mereka berapa uangnya! kita tidak usah berhutang pada mereka!" titah Alex yang sambil membaca korannya.


"Baiklah!" jawab Cecilia yang mengambil dompet dari tasnya.


"Berapa semua totalnya?" tanya Cecilia dengan ketus.


"Tidak usah bayar! lagi pula hewan itu datang sendiri. bukan aku yang beli. jadi tidak usah bayar," jawab Kimberly.


"Maksudmu rusanya datang sendiri ke rumahmu dan meminta mu untuk memotongnya?" tanya Jacky.


"Memang siapa yang mengatakan jika itu adalah daging rusa?" tanya Kimberly.

__ADS_1


"Kalau bukan daging rusa, lalu daging apa?" tanya Simon.


__ADS_2