Mystery

Mystery
Pertengkaran hebat


__ADS_3

"Apa kau sudah bisa lepaskan tanganmu!" teriak Kimberly dengan nada keras.


"Apa kau sudah lapar?" tanya Raymond yang melepaskan tangannya.


"Pertanyaan seperti apa itu, mana mungkin aku tidak lapar," jawab Kimberly yang memegang ke dua pipinya.


"Tentu kamu sudah lapar ya, kamu dan Wilson sudah pertualangan ke mana-mana, pergi mandi dan aku akan menyiapkan makan malamnya," ucap Raymond dengan mengecup dahi istrinya.


"Baik aku tahu!" jawab Kimberly yang turun dari kasur, sementara Raymond beranjak dari kamarnya.


Makan malam bersama.


"Raymond, kenapa aku sering saja berpindah ke tempat yang salah, hanya ingin pulang ke rumah saja aku gagal terus!" ujar Kimberly yang sedang menyantap makanannya.


"Itu karena kamu belum bisa mengendalikan kekuatanmu, sehingga kau menyasar kemana-mana!" kata Raymond dengan tertawa.


"Kenapa kau tertawa? apa kau tidak tahu kalau kami harus rendam di tengah laut, untuk saja tidak tenggelam," ujar Kimberly.


"Hahahaha....kau sangat luar biasa, Kimberly. bisa saja menyasar ke laut sana," ucap Raymond yang menyuapi istrinya.


"Hanya merasa lucu!" jawab Raymond dengan senyum.


"Bagaimana dengan siluman laba-laba itu?"


"Dia sudah tewas!"


"Aku tidak menyangka dalam sehari saja dua orang ingin menangkapku!"


"Dua orang? siapa?"


"Suruhan Jacky Martinez dan Joline."


"Hari ini Simon juga mengutuskan anggotanya untuk membunuhku, kelihatannya mereka sangat ingin kematian kita."


"Raymond, bagaimana kalau kita kirim rekaman video itu ke alamat mereka, aku tidak sabar ingin melihat apa reaksi mereka semua, jika saja Alex Martinez sedang melakukan hubungan dengan laba-laba betina," kata Kimberly dengan penasaran.


"Kita bisa melakukan ini besok," ujar Raymond dengan senyum.


"Besok kita sudah bisa mengirim video itu, ini pasti sangat seru," kata Kimberly dengan kegirangan.


"Sudah! jangan bicara lagi? habiskan makananmu dulu," ucap Raymond dengan mengambil lauk ke piring Kimberly.

__ADS_1


"Suapi aku!" pinta Kimberly dengan membuka mulutnya.


Raymond dengan senyum dan menyuapi istrinya.


"Dasar manja!" ucap Raymond dengan tertawa.


"Aku tidak sabar menunggu hasil besok," jawab Kimberly dengan girang.


"Kau sangat suka membuat orang marah dan emosi," ujar Raymond dengan menyuapi istrinya itu.


Keesokan harinya.


Kimberly dan Raymond menuju ke rumah Alex Martinez.


Mansion keluarga Martinez.


Di siang itu terjadi lagi pertengkaran di antara Alex dan Cecilia. sementara Simon dan Jacky hanya diam duduk di ruang makan.


Prang...prang


Pecahan vas bunga dan cangkir yang pecah berkeping-keping di lantai.


"Alex Martinez, lihatlah kemeja mu itu ada lipstik wanita, kalau ini bukan selingkuh, lalu apa lagi!" teriak Cecilia yang melempar kemeja yang berwarna putih ke hadapan suaminya.


"Apa kau sudah cukup marah-marah dan berteriak? apa salahnya jika aku sesekali mencari kesenangan di luar! aku adalah pria dan aku juga tidak mengusirmu.lalu, untuk apa kau marah seperti ini!" bentak Alex.


"Kau adalah pria brengs*k yang tidak tahu malu, kau sudah tua dan tidak sadar diri dan masih mencari wanita muda!" teriak Cecilia dengan histeris.


"Aku sudah tua dan apa salahnya jika aku ingin menikmati kesenangan sebelum aku mati!" ketus Alex


"Kau sangat tidak sadar diri dan tidak mau mengaku salah. dengan begitu mudahnya kau mengatakan seperti itu, apa kau tidak sadar kau sudah melukaiku, Alex Martinez. siapa wanita itu dan di mana dia?"


"Untuk apa kau tahu di mana dia berada, aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengannya!" bentak Alex.


"Apa kau masih akan berhubungan dengan dia?" tanya Cecilia dengan histeris.


"Benar! karena dia bisa memuaskan ku," jawab Alex.


"Kau...kau sudah tergoda oleh siluman itu, sangat tidak tahu malu. jika kau masih mencarinya maka kita akan bercerai!" kecam Cecilia dengan nada keras.


"Bercerai? baiklah! aku akan menghubungi pengacara, mengenai harta aku akan membagi mu."

__ADS_1


"Alex Martinez, kau adalah bajin.gan. demi wanita itu kau tega melukai ku dan membuangku, kenapa sikap mu berubah menjadi begini," teriak Cecilia sambil menangis dengan perasaan hancur.


"Cecilia, hidup kita sudah tua. kau sebenarnya tidak perlu peduli pada semua ini. walau aku masih bersamanya kau juga masih bisa tinggal di sini dan menikmati masa tua di sini, walau suatu saat aku menikahinya kau juga tetap tinggal di sini," ucap Alex.


Di saat mereka sedang bertengkar Raymond dan Kimberly menginjak masuk ke ruangan tamu dan mendengar sepasang suami istri itu sedang bertengkar hebat.


"Me-menikahinya? apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?" teriak Cecilia yang semakin menerima tamparan hebat.


"Apa salahnya aku ingin menikahinya? aku hanya ingin memuaskan diriku sendiri di saat aku belum mati!"


"Lalu, bagaimana denganku? selama ini kau selalu mengelak dariku, semua ini apa karena kau sudah bosan denganku?" tanya Cecilia dengan histeris.


"Cecilia, seiring waktu berjalan kita harus mencari sesuatu yang baru. aku sangat menikmati dan bahagia di saat bersamanya. kita sudah menjadi suami istri selama hampir tiga puluh tahun. jadi, aku tidak akan mengabaikan mu. aku hanya ingin meminta padamu biarkan aku menikahinya dan tinggal bersamanya. kita sudah tua untuk apa lagi kita memaksakan sesuatu yang tidak mungkin," kata Alex.


Kimberly yang menatap tajam pada suaminya dengan berkata," apakah benar pria akan mencari yang baru kalau sudah lama bersama?"


"Jangan bertanya padaku! ini tidak ada hubungannya. denganku!" jawab Raymond.


"Alex Martinez, dengan begitu mudah kau mengatakan seperti itu padaku, kau tidak memikirkan perasaanku sama sekali, kau benar-benar sangat keterlaluan. demi kepuasanmu sendiri kau melukai perasaanku," bentak Cecilia dengan histeris.


"Bagi seorang pria ini hal yang wajar, dan aku masih cukup setia denganmu sehingga usia sekarang aku baru mencari yang lain," ujar Alex


Kimberly yang mendengar ucapan Alex ia memandang dengan tatapan tajam ke arah suaminya itu dengan berkata," apakah benar seorang pria kalau menikah lagi ini adalah hal yang wajar?"


"Jangan menatap ku dengan tatapanmu itu!" jawab Raymond.


"Kau adalah pria brengs*k yang akan melakukan hal itu di masa tua mu!" bentak Cecilia dengan histeris.


"Semua kemewahan sudah ku berikan padamu, hidupmu juga sudah bercukupan dan tidak ada kekurangan. apa yang kau mau sudah aku berikan semuanya, dan sekarang aku hanya meminta satu saja denganmu. biarkan aku menikmati hidupku dengan wanita itu," kata Alex dengan nada kesal.


Kimberly yang mendengar kata-kata Alex lagi-lagi menatap tajam ke arah suaminya yang sedang berdiri di sampingnya.


"Apa semua pria sama akan memberikan apa saja kepada istrinya, dan setelah tua maka dia akan meminta menikah baru lagi?" tanya Kimberly dengan tatapan tajam.


"Kimberly, jangan mengunakan tatapanmu itu padaku!" jawab Raymond.


"Alex Martinez, kau bukan pria sejati. semua janjimu tidak bisa di tepati, saat kita menikah dulu kau berjanji akan setia selamanya denganku. dan kini semua telah berbeda. karena na*su mu itu kau meniduri wanita yang lebih muda dan tanpa ragu kau melukaiku," bentak Cecilia.


"Apakah setiap pria yang sudah tua na*sunya masih tinggi?" tanya Kimberly yang sambil menatap ke arah suaminya dari atas hingga ke bawah.


"Kimberly, jangan sangkut pautkan aku dengan dia!" ujar Raymond yang mulai merasa risih.

__ADS_1


__ADS_2