
"Kamu adalah Candy?" tanya Kimberly yang menahan sedih
"Iya, aku adalah mantan yang pernah bersamanya dulu, kami saling mencintai dan saling berbagi, kami tinggal bersama selama beberapa bulan, dan tidak tahu mengapa dia berubah dan mengusirku, dia memutuskan ku dengan begitu mudah, dan setelah aku pergi selama sebulan aku baru sadar aku sudah mengandung anaknya, selama ini aku bertahan hidup demi anak ini" jelas Candy yang merasa kecewa
"Paman, apa bisa menjelaskan padaku, apa dengan semua ini? aku mendengar dia mengatakan jika anak ini adalah anak Raymond?" tanya Tina yang melangkah ke ruang tamu
"Paman juga baru mengetahui hal ini, Tina" jawab Alex dengan merasa bersalah
"Pria yang ku pilih bukan hanya sudah menikah, tapi juga sudah memiliki anak dengan mantannya, apa lagi yang aku tidak tahu?" tanya Tina yang merasa kecewa
"Tina, kakakku itu memiliki banyak fans wanita, jadi sudah tidak heran jika dia menanam benih di semua rahim wanita yang dia kenal" ujar Jacky dengan sengaja
"Dia memiliki anak dengan mantannya, dan juga menikahi Kimberly, hanya saja dia tidak mau menikahimu ataupun menyentuhmu, kelihatannya di antara kalian bertiga hanya dirimu saja yang tidak mendapatkan ruang di hatinya" kata Simon dengan mengejek
"Apa kau bisa diam" bentak Tina yang merasa kesal terhadap Simon
"Tina, kau tenang saja, walau Raymond sudah memiliki anak dan sudah menikah, pada akhirnya hanya dirimu saja yang akan menjadi pendamping hidupnya, mereka berdua tidak berarti apa-apa" kata Alex dengan menunjukan ke arah Kimberly dan Candy
"Raymond sangat luar biasa, bisa menarik begitu banyak wanita, dan aku yakin jika dia melihat anak ini dia pasti merasa senang dan bahagia, karena pernikahannya dengan Kimberly tidak membuahkan hasil, sedangkan dengan Tina dia juga tidak tertarik, dan pada akhirnya bisa saja kakak ku ini memilih menceraikan Kimberly dan menikahi Candy, dan untuk Tina tetap tidak ada kesempatan" ujar Simon dengan menyindir
"Kakak, Raymond begitu memanjakan kakak ipar, apa mungkin akan menceraikan dia?" tanya Jacky dengan sengaja
"Seberapa cintanya pada Kimberly jika masih belum memiliki anak tetap kalah dengan wanita yang sudah melahirkan anak untuknya" jawab Simon dengan menyindir
"Apa kalian tidak tahu sebuah restoran terjadi kebakaran dan menyebar ke toko lainnya? kami berada di sana tadi" ujar Kimberly dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
"A-apa?" tanya serentak Alex dan Tina
"Setelah selesai bersarapan Raymond pergi ke kamar kecil, dan aku menunggunya di parkiran, tidak lama kemudian restoran itu tiba-tiba saja terbakar, tidak tahu apa yang terjadi di dalam sehingga terjadi kebakaran yang cukup besar, semua orang meninggalkan restoran itu, hanya Raymond yang tidak keluar, aku berada di luar sana dengan waktu yang cukup lama tapi tidak melihatnya, dan kemudian apinya semakin menjalar ke sebelah restoran itu" jelas Kimberly dengan menangis
"Dia sudah meninggal?" ucap Alex dengan merasa tidak percaya
"Tidak! tidak mungkin, dia tidak akan mati, dia masih harus menikahiku, dia tidak boleh mati sama sekali, kau pasti berbohongkan?" ujar Tina dengan histeris
"Untuk apa aku berbohong, dia sama sekali tidak keluar dari sana, restoran itu meledak dia pasti tidak sempat meninggalkan tempat itu" ucap Kimberly dengan mengeluarkan air matanya
"Aku tidak percaya, tujuan ku datang kali ini adalah ingin mempertemukan dia dan anaknya, anak ini adalah satu-satunya keturunan dia" ujar Candy dengan menangis terisak
"Raymond, jika kau masih hidup kau pasti merasa sangat bahagia melihat anak ini, anakmu sudah sebesar ini, sebelumnya kau masih tidak mengakui hubunganmu dengan Candy, tapi kali ini sudah terbukti bahkan anak dari hasil hubungan kalian saja sudah besar, apa tindakanmu jika dirimu masih hidup? kau akan menikahi ibunya dan menceraikanku? jika iya, aku akan pergi. tapi sayang kau tidak bisa melihatnya lagi" batin Kimberly
"Aku tidak akan percaya jika tidak melihat jasadnya, apapun yang terjadi Raymond adalah putraku" ucap Alex dengan merasa tidak percaya
"Kematian dia membuat kalian terluka, semasa dia hidup kalian tidak mendapatkan cintanya dan setelah dia pergi juga meninggalkan luka bagi kalian" ujar Jacky dengan sengaja
"Dia adalah kakakmu, apakah kau tidak merasa sedih?" tanya Kimberly dengan kesal
"Kakak ipar, untuk apa kau tangisi kepergiannya, walau di antara kalian hanya dirimu yang di nikahinya, akan tetapi dia tidak bersikap jujur padamu tentang masa lalunya, dan hari ini kau tangisi kepergiannya, dan di saat yang sama mantan pacarnya membawa anak dari hasil hubungan mereka ke rumah, apakah kakak ipar tidak merasa telah di bohongi?" ujar Jacky
"Kau bicara panjang lebar seperti orang yang tidak berpendidikan, ini bukan waktunya untuk membahas masalah ini, dia adalah kakak mu tapi kau malah tidak merasa sedih" ketus Kimberly dengan nada kesal
"Kakak ipar, aku hanya mengatakan kebenarannya, lagi pula dirimu masih muda dan juga cantik, jadi jangan merasa sedih atas kepergiannya, walau dia adalah suamimu kamu lihatlah apa yang dia tinggalkan untukmu? seorang mantan pacarnya yang membawa anaknya ke hadapan mu, apakah kau tidak merasa sakit hati?" ucap Jacky dengan sengaja
__ADS_1
"Sudah! jangan bicara sembarangan lagi, aku ingin pergi mencarinya" ketus Alex yang merasa kehilangan
"Papa, restoran itu telah hancur dan apinya juga melalap beberapa rumah, dia pasti tidak sempat keluar dari sana" ucap Kimberly
"Ini semua karena dirimu, jika bukan karena dia memanjakanmu maka dia tidak akan makan di restoran itu" bentak Alex yang menghampiri Kimberly dan melayangkan tangannya mengenai wajah Kimberly
PLAK....
Tamparan di lakukan oleh Alex mengenai wajah Kimberly sehingga memerah
"Kenapa harus menyalahkanku? bukan aku yang membunuhnya, lagi pula di saat Raymond masih hidup kalian sekeluarga juga tidak menganggapnya, terutama dirimu yang sebagai ayah kandungnya dan bersikap egois dan selalu saja ingin menekannya, jadi kamu tidak perlu berpura-pura sedih" ketus Kimberly. dengan nada tinggi
"Kurang ajar" bentak Alex yang lagi-lagi ingin menampar menantunya itu akan tetapi tangannya di tahan langsung oleh Kimberly
"Kau sangat berani melawan" bentak Alex dengan kesal
"Kau bukan papaku, jadi tidak layak memberi pelajaran padaku, di saat Raymond masih hidup kau tidak sejalan dengannya, dan hari ini kau baru berpura-pura untuk bersedih, apa kau tidak merasa sikapmu ini sangat menyedihkan? jika bukan karena dia aku juga tidak mau tinggal di sini, asal kau tahu Tuan Alex Martinez, aku juga tidak suka dengan keluarga kalian yang aneh ini" ketus Kimbery dengan nada kesal
Simon dan Jacky terdiam saat melihat Kimberly yang berani melawan ayahnya itu, bagaimana tidak selama ini tidak ada yang berani membantahnya selain Raymond
Kimberly yang merasa kesal mengenggam tangan mertuanya itu dengan erat, sehingga membuat tangan pria itu merasa kesakitan.
"Aaarrrghhh" jerit Alex yang merasa sakit
"Durhaka, kau berani melukai mertuamu sendiri" ketus Alex yang sedang menahan sakit
__ADS_1
"Mertua? bukankah kau tidak pernah menganggapku selama ini? jadi mana mungkin kau adalah mertuaku" ucap Kimberly dengan merasa kesal