
"Hentikaaaaaaaaaaan" teriakan Kimberly yang memenuhi ruangan kamarnya
Tengah malam
BRUGH....BRUGH....BRUGH ..
Raymond yang merasa kesal dengan tindakan Teddy ia melempar dan membanting Teddy sebanyak berulang kali, sehingga menyebabkan anak buahnya itu cedera sehingga muntah darah
BRUGH....BRUGH...BRUGH
"Kenapa kau sering kali muncul dengan cara begini? kau tahu dia adalah istriku" bentak Raymond dengan bola matanya yang berubah menjadi kobaran api
"Ma-maaf, Raja" ucap Teddy dengan suara pelan
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan ini bisa saja melukai mu dan dirinya? jika Kimberly memukul mu dengan kekuatannya maka dia akan terluka, karena dia masih belum mengerti soal ini, untung saja dia memilih melarikan diri, tapi asal kau tahu setiap kemunculan mu pasti membuatnya ketakutan dan bahkan bisa melukainya" bentak Raymond dengan kesa
"Maafkanku, Raja" ucap Teddy yang berusaha berlutut di hadapan Raymond
"Kenapa kau mencariku?"
"Kane Fire dia semakin merajalela, banyak restoran-restoran dan warung yang di pinggir jalan terbakar di buatnya" jawab Teddy
"Aku ingin berhadapan dengannya, dan aku juga sudah tidak sabar" ujar Raymond
"Mulai hari ini jangan pernah muncul di hadapan Kimberly, jangan sampai aku yang akan membakar senjata mu itu, karena sudah sering kali kau menakutinya hingga dia terluka, untung saja kali ini dia tidak tergores sedikitpun, jika tidak aku akan membakar senjatamu menjadi abu" kecam Raymond
"Iya" jawab Teddy dengan berlutut dan tanpa menoleh ke arah Raymond
Kamar Raymond
"Kenapa seperti terjadi gempa ya?" gumam Kimberly yang terbangun
"Ke mana Raymond? kenapa dia tidak ada di sini? baru jam 2 dia sudah bangun" ucap Kimberly yang bangkit dan duduk di tempat tidurnya
__ADS_1
Kimberly yang ingin mencari Raymond ia pun turun dari kasurnya, setelah itu ia beranjak keluar dari kamar dan berjalan menuju ke tangga, sambil melihat ke arah lantai dasar
"Dia tidak ada di lantai bawah" gumam Kimberly yang sedang berdiri dekat tangga di lantai dua sana
Tidak lama kemudian Kimberly mendengar ada suara pria yang sedang berbicara. dirinya yang penasaran berjalan dengan perlahan dan mendekati salah satu ruangan yang tidak di tutup rapat pintunya
"Sudah begitu malam, kenapa masih saja ada yang masih belum tidur" batin Kimberly
"Alex, pikirkan caranya untuk menyingkirkan wanita itu, aku tidak mau dia ada di sini" ujar suara wanita yang sedang berada di dalam kamar itu
"Itu suara Cecilia dia bersama papa, kenapa mereka masih belum tidur ya" batin Kimberly
"Cecilia, tidak perlu pusing mengenai masalah ini, aku sangat memahami anakku ini, dia pasti hanya bermain-main dengan wanita itu, setelah bosan maka dia pasti akan meninggalkannya" ujar Alex
"Iya, tapi kapan? sekarang jika Raymond tidak setuju dengan pernikahan ini maka kita akan mengalami kerugian yang besar, bayangkan saja Tina begitu berharga, nominalnya senilai milyaran dollar, sedangkan Kimberly tidak bernilai sama sekalipun, jika Raymond hanya ingin bermain dengannya kenapa harus menikahinya?"
"Bagi seorang pria menikah hanya hal yang biasa, dan jika sudah bosan maka tinggal menceraikan dia, ini bukan hal yang sulit, aku sangat mengetahui sifat putraku ini, dulu dia juga sangat mencintai Candy dan pada akhirnya dia juga meninggalkan wanita itu, mereka sudah tinggal bersama selama beberapa bulan" jelas Alex
"Candy adalah wanita cantik yang memiliki tubuh yang indah saja dia tinggalkan, tidak mungkinkan Kimberly yang biasa-biasa saja dia bisa bertahan lama"
"Apakah dia sangat memanjakan wanita itu seperti dia memanjakan Kimberly?"
"Tidak! walaupun dia mencintai Candy tapi dia bukan tipe yang memanjakan wanita, dia membiarkan Candy mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa pembantu, sedangkan dengan Kimberly dia malah begitu memanjakannya sehingga tidak suka jika istrinya masuk ke dapur" jawab Alex
"Setelah mengusir Candy aku juga merasa heran tidak lama kemudian perubahan dirinya cukup besar, dia bersikap dingin seakan-akan dia tidak mengenali siapa Candy lagi"
"Kenapa?"
"Aku masih ingat di saat itu, setelah mereka berpisah selama setengah tahun, Candy datang mencarinya lagi, dan kemudian Raymond bersikap tidak mengenalnya, dan bahkan wanita itu hampir saja patah tulang lehernya karena memeluk Raymond, leher Candy di cengkram dengan kuat dan aku melihat kejadian ini dari kejauhan, wanita itu hampir mati di tangannya, tatapan Raymond seolah-olah tidak mengenal lagi siapa wanita yang pernah tinggal bersamanya selama berbulan-bulan"jelas Alex
"Kenapa bisa begini ya? apakah karena dia telah bosan oleh karena itu dia tidak mau mengakui wanita itu lagi?"
"Tidak tahu juga! karena kejadian itu hingga sekarang tidak ada yang mengungkitnya lagi, tadi di saat aku melihat dia melukai tangan Simon aku baru teringat kembali masa lalunya dengan Candy"
__ADS_1
"Tangan Simon sudah retak dan harus satu atau dua bulan baru sembuh, sedangkan Jacky tubuhnya juga memar, Raymond tenaganya sangat kuat" ujar Cecilia
"Kita jangan memaksanya lagi, pikirkan cara untuk membuat wanita itu pergi" kata Alex
"Iya! tapi dengan cara apa?"
"Uang! bukankah kamu mengatakan uang yang akan bicara dengannya"
"Benar sekali! aku yakin wanita itu akan menerima uangnya"
"Hah, dasar pria suka bermain dengan wanita, dia masih berani mengatakan tidak pernah memiliki pacar, dia hanya berbohong padaku, pantas saja dia bisa menikahi ku di hari pertama kami bertemu, ternyata pernikahan baginya hanya sebuah permaianan, setelah bosan aku pasti di ceraikan" batin Kimberly
"Seluruh keluarganya aneh dia juga aneh" ketus Kimberly yang di dalam hati
Kimberly lalu kembali ke kamarnya dengan raut wajah tidak senang
"Aneh, kenapa aku malah merasa marah jika dia hanya main-main denganku? bukankah lebih baik jika dia cepat menceraikanku?" batin Kimberly
"Kau pergi ke mana?" tanya Raymond yang melangkah keluar dari kamar mandi
"Aku sedang makan angin malam" jawab Kimberly dengan menahan emosi
"Ada apa? apa ada yang menyinggungmu?" tanya Raymond yang sedang menatap ke arah istrinya
"Kapan kau akan bosan denganku? dan menceraikanku?" tanya kImberly dengan berterus terang
"Apa maksudmu dengan pertanyaan seperti ini?" tanya Raymond yang duduk di tempat tidur
"Maksudku adalah kapan dirimu akan menceraikan ku?" tanya kimberly dengan kesal
"Aku tidak pernah berpikir untuk melakukan itu"
"Kenapa? bukankah kau hanya sekadar bermain denganku?"
__ADS_1
"Bermain denganmu? kenapa kau bisa berkata demikian?" tanya Raymond dengan penasaran
"Katakan padaku kenapa kau berpisah dengan Candy? apakah karena kau sudah bosan dengannya oleh karena itu kau mengusirnya? dan suatu saat nanti jika kau sudah bosan denganku bukankah kau juga akan mengusirku?"