Mystery

Mystery
Dua siluman mendatangi Kimberly


__ADS_3

"Hahahahaha," suara tawa Raymond yang sedang melihat rekaman yang di dapur, ia melihat istrinya yang sedang kesal dan menghancurkan tiga ekor ikan, mata ikan di congkel dan di potong sehingga tidak berbentuk.


"Raja, apa yang sudah terjadi?" tanya Licon dengan merasa heran.


"Gadis lucu! aku hanya kasihan pada ikannya," ujar Raymond yang sedang minum kopi buatan istrinya tadi. di saat Raymond merasakan kopi itu ia langsung terdiam karena rasa asin yang menusuk ke jantung hati.


"Tadi siapa yang menyeduh kopi ini?" tanya Raymond yang menatap ke arah anggotanya itu.


"Ratu yang menyeduh kopinya, Raja!" jawab Teddy.


"Dasar gadis nakal! dengan cara ini kau membalasku!" batin Raymond.


Tidak lama kemudian Wilson melangkah masuk ke ruangan atasannya itu.


"Tuan,"sapa Wilson yang menghampiri Raymond yang sedang duduk di kursi kerjanya.


Teddy dan Licon langsung menghilang saat mendengar suara yang muncul di sana.


"Apa kamu membawa semua laporannya?" tanya Raymond.


"Ini semua file yang harus diperiksa! saya sudah membawakan semuanya," jawab Wilson dengan sopan dan meletakkan di atas meja bosnya itu.


Raymond dan Wilson sedang sibuk di ruangannya, sementara Kimberly masih sedang sibuk dengan tangannya.


Ting....tung...ting...tung..


Bunyi bel yang di tekan oleh seseorang di luar sana


"Siapa di sana? jangan menganggu!" teriak Kimberly yang sedang sibuk dengan tangannya.


Ting....tung...ting...tung..


"Woi....diam, apa kau tidak melihat aku sedang memotong ikan!" teriak Kimberly yang sedang memotong ikannya.


PRAK...PRAK...PRAK..


Ting...tung...ting...tung..


"Manusia mana yang tidak ada otak menganggu orang sedang bekerja!" ketus Kimberly yang kesal sambil membawa pisau sayurnya dan menuju ke pintu besar.


Klek.


"Ada apa?" tanya Kimberly yang membuka pintu, ia melihat dua pria yang berdiri di depan pintunya.


"Siapa kalian? mau cari siapa? mau cari apa? cepatkan katakan!" tanya Kimberly yang sedang menatap ke dua pria itu.


"Nyonya, kami adalah pengantar paket, suami Anda telah memesan sesuatu, silakan di buka!" jawab salah satu pria itu yang tak lain adalah siluman ular hitam dan biru.


"Kalau dia yang pesan seharusnya dia yang membukanya dan bukan aku!" ketus Kimberly yang sudah tahu siapa mereka.


"Tapi ini untuk Anda Nyonya," kata salah siluman itu dengan sopan.

__ADS_1


"Bawa pergi hadiahnya! aku tidak butuh sama sekali!" bentak Kimberly.


"Tapi ini...."


"Sekarang dia sedang bersenang-senang dengan selingkuhannya sehingga mabuk. jadi, mana mungkin aku mau menerima hadiahnya lagi," kata Kimberly dengan sengaja.


"Mabuk? lalu suami Anda ada di mana?"tanya salah pria itu yang berniat ingin membunuh musuh raja mereka.


"Dia berada di apartemen di lantai delapan belas, kalian bawa saja hadiah ini kepadanya, aku sudah tidak mau!"


"Posisi Apartemennya di mana, Nyonya?" tanya mereka dengan serentak.


Kimberly memberitahu alamat apartemen yang di maksudnya, tidak tahu ke arah mana dia menunjukan arahnya tersebut.


"Baiklah!" jawab mereka dengan serentak.


Sesaat kemudian Kimberly langsung menutup kembali pintunya.


Klek...


"Dua siluman tidak berguna! ingin membohongiku tidak semudah itu!" batin Kimberly.


"Lebih baik aku melanjutkan kerja ku," gumam Kimberly yang melangkah ke dapur.


Dua siluman itu tanpa merasa curiga mereka pergi pun ke tempat yang dikatakan oleh Kimberly.


"Apa kau yakin kata wanita itu?" tanya siluman ular hitam.


Tidak lama kemudian mereka tiba suatu tempat.


"Apakah ini yang di maksudkan apartemen?" tanya siluman hitam yang sedang melihat ke sekitaran sana yang terdapat bangunan kosong dan terbiar.


"Ini memang apartemen yang terbiar, apakah yang wanita itu maksudkan adalah apartemen sini?" kata siluman ular biru."


"Mungkin saja si Demon sedang bersenang-senang di lantai delapan belas itu."


"Mari kita masuk untuk memastikan!" ajak siluman ular biru.


Mereka berubah menjadi ular dan merayap dari tembok bangunan itu, untuk menuju ke lantai delapan belas.


Saat tiba di sana mereka melihat ke dalam tidak ada apapun di dalam sana.


"Dia membohongi kita!" ketus siluman ular hitam.


"Aku sudah menduga jika dia tidak akan memberitahu kebenaranya kepada kita," kata siluman biru.


"Dia tidak tahu identitas kita, jadi untuk apa dia mempermainkan kita?"


"Kita sudah lalai dalam satu hal,"


"Tentang apa?"tanya siluman ular hitam

__ADS_1


"Wanita itu sudah memiliki kekuatan api, jadi tidak mungkin dia tidak tahu siapa kita," jawab siluman ular biru


"Maksudmu adalah dia telah mempermainkan kita?" tanya siluman ular hitam.


"Mungkin saja kita sudah termakan dengan omong kosongnya,"siluman ular biru.


"Mari kita pulang dan mencari dia!" ajak siluman ular hitam.


"Kita harus memikirkan cara untuk bisa membawanya ikut bersama," kata siluman ular biru.


"Apakah kau sangat menginginkannya?" tanya siluman ular hitam.


"Tentu saja! kita selama ini memang sangat membutuhkan wanita, apa lagi dia adalah ratu, wanita satu-satunya milik Demon Fire tentu saja membuatku penasaran!" jawab siluman ular biru.


"Aku juga ingin merasakannya, kenapa seorang raja api bisa menikahi dia dan menjadikan dirinya sebagai ratu," ujar siluman ular hitam.


"Aku ingin sekali mencicipi wanita itu! tidak tahu apa reaksi raja api setelah mengetahui jika ratunya di nodai kita!" ucap siluman ular biru.


Mereka lalu meninggalkan tempat itu dan kembali ingin menemui Kimberly dengan merasa tidak puas hati.


Setelah satu jam kemudian dua siluman ular merayap mencari celah untuk masuk ke dalam rumah Raymond.


"Hei...jendelanya tidak di tutup, bagaimana jika kita masuk lewat sana saja!" tanya siluman ular hitam.


"Mari kita masuk lewat sana!" jawab


siluman ular biru.


Mereka merayap ke arah jendela yang terbuka, mereka yang masih di luar jendela sedang memerhatikan ruangan dapur yang tanpa siapapun di sana.


Saat mereka melihat tanpa ada sesiapapun, maka mereka sama-sama merayap masuk lewat jendela, akan tetapi mereka tidak menyadari jika nahas mereka telah tiba.


Kimberly yang sedang berdiri di samping sambil memegang pisau tidak di ketahui oleh mereka. dan lalu~✓


PRAK...


Potongan kepala ular hingga terputus.


"Aarrghh!" teriakan serentak siluman ular yang kepalanya di potong oleh Kimberly sehingga jatuh ke lantai. sementara tubuh mereka masih sedang meloncat-loncat karena kesakitan yang sangat luar biasa.


"Ingin masuk ke rumahku? lihat saja apa yang akan ku lakukan pada kalian," ketus Kimberly.


"Sakit...."


"Sakit...."


Jeritan mereka yang kesakitan.


"Kalian datang di waktu yang tepat, aku bisa memasak kepala dan daging kalian untuk Wilson, aku juga akan mengeluarkam otak kalian untuk berikan kepada si kepala batu itu, dan selain itu aku juga bisa memasak sotong kalian untuk Teddy," kata Kimberly.


Prak...Prak...

__ADS_1


__ADS_2