Mystery

Mystery
Hasrat Yang Terpendam


__ADS_3

"Mari tidur!" ucap Demon yang memeluk Kimberly sambil memeluk istrinya erat.


Keesokan harinya.


Demon yang bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan untuk pujaan hatinya dan juga buah hatinya.


"Kimberly sangat suka makan roti panggang, semalam gadis itu menangis begitu lama, sehingga membuat hatiku benar-benar sakit. tidak menyangka kejadian masa lalu telah membuatnya terluka, ini semua salahku yang tidak memahami pikiran dan isi hatinya," batin Demon.


Setelah beberapa menit kemudian Kimberly bangun dan membuka matanya, ia menyadari suaminya telah tidak berada di sampingnya.


"Masih pagi, kenapa Demon begitu cepat bangun?" gumam Kimberly yang langsung berubah posisi duduk.


"Hah...apakah dia pergi ke laut?" ucap Kimberly yang merasa cemas dan langsung turun dari tempat tidurnya. dengan tanpa menganti pakaian ia langsung keluar dari kamarnya.


Kimberly mengenakan dress piyama berwarna pink berbahan sutra dan bagian bawahnya yang sependek lutut.


"Demon, Demon...." teriak Kimberly yang berjalan menuju ke ruang tamu.


"Kimberly, aku di sini. kenapa begitu cepat bangun?" sahut Demon yang dari dapur.


Kimberly langsung menuju ke dapur yang di mana suaminya sedang berada.


"Demon, aku mengira kamu pergi ke laut itu lagi," kata Kimberly berjalan menghampiri suaminya.


"Kimberly, aku tidak akan pergi. aku sudah berjanji padamu. jangan takut!" jawab Demon dengan senyum.


"Lebih baik kamu ingat janjimu ya!" pinta Kimberly yang memeluk suaminya dengan erat.


Pelukan erat dari Kimberly lagi-lagi membuat suaminya merasakan sentuhan dadanya yang besar dan kenyal itu. hasrat Demon yang belum di lepaskan kini kembali lagi.


"Kimberly, kenapa kamu tidak berganti pakaian dulu? tidak baik jika Teddy ataupun Licon tiba-tiba muncul di sini," kata Demon yang melepaskan pelukan istrinya.


"Apa mereka akan ke sini?"tanya Kimberly yang melihat sekitaran tempat tinggalnya.


"Tidak tahu juga, lebih baik kamu ganti pakaian dulu ya!" pinta Demon yang menahan hasrat karena melihat belahan dada istrinya. bagian atas dress yang dikenakan Kimberly hanya sebatas belahan dadanya.


"Iya, aku pergi mandi dulu," jawab Kimberly.


"Pergilah! nanti kita sarapan bersama!" ucap Demon yang mengecup dahi istrinya.

__ADS_1


Sesaat kemudian Kimberly melangkah pergi menuju ke kamarnya. sementara Demon menarik nafas panjang dan langsung beralih pada kesibukannya di dapur.


"Kalau setiap sentuhan Kimberly membuatku terangs*ng aku bisa menderita setiap saat, tidak tahu aku harus bertahan hingga kapan. yang jelas untuk saat ini jangan melakukannya dulu, aku tidak mau karena ingin menikmatinya malah melukai anak kami dan juga Kimberly," batin Demon.


"Gadis ini dari dulu selalu sering mampu menarik perhatianku," gumam Demon.


"Demon...Demon...istrimu sedang hamil kau harus menjaga hati dan tubuhnya dengan baik, sudah lama juga aku tidak menyentuhnya. sudah tiga minggu. dulu hampir setiap malam aku melakukannya. sudah.. jangan di pikirkan lagi. yang penting Kimberly dalam kondisi sehat-sehat saja," gumam Demon yang sambil sibuk dengan tangannya.


Setelah beberapa saat kemudian.


Kimberly sedang bersarapan bersama suaminya, sedangkan si kembar masih belum bangun.


"Bagaimana, apa kamu menyukai rotinya?" tanya Demon dengan senyum.


"Roti bakar yang sudah lama aku tidak makan, dan ayamnya juga enak sekali. Demon, kau selalu saja pintar membuat makanan," jawab Kimberly yang makan dengan lahap.


"Ini adalah makanan kesukaanmu, sayang," ucap Demon dengan tersenyum.


"Aku menyukai semua makanan yang kamu sediakan," kata Kimberly sambil minum susu yang di sediakan oleh suaminya.


"Kenapa susu bukan jus?"


"Iya, aku akan mendengarkanmu," jawab Kimberly dengan menurut.


"Istri yang menurut," ucap Demon dengan senyum.


Setelah selesai sarapan Demon pergi memantau lautan besar itu bersama dengan teddy.


"Raja, ini sangat tidak baik karena jumlah mereka lebih dari satu," ujar Teddy sambil melihat ke lautan air yang tenang itu.


"Sarangnya pasti di dasar lautan, tapi sebenarnya mereka datang dari mana? kenapa bisa tiba-tiba muncul di laut sini, masih banyak kejanggalan."


"Raja, bagaimana kalau kita selidiki di dalam sana?"


"Aku berjanji pada Kimberly tidak melakukan hal itu, dia melarang keras aku masuk ke dalam laut. semalam dia menangis dan aku tidak ingin membohonginya," jawab Demon


"Raja, apakah ratu tidak apa-apa?"


"Ratu sedang hamil, oleh karena itu perasaannya mudah terguncang, aku tidak ingin membuat dia khawatir," jawab Demon yang kemudian menghilang.

__ADS_1


"Wah, raja hingga kini masih sangat utamakan perasaan ratu, jika dulu ayahnya raja sudah mencari istri baru jika istrinya hamil. tapi beda dengan raja, ratu sedang hamil raja masih sangat setia terhadap ratu, cinta yang mengagumkan tidak pernah terjadi di kalangan iblis selama ini," batin Teddy.


Setelah beberapa hari kemudian.


Setelah salah satu gurita tewas di bunuh oleh Demon sebelumnya, dari sejak itu kebanjiran tidak pernah terjadi lagi. selama beberapa malam kota aman-aman saja dari genangan air, walaupun begitu telah meninggalkan kesan trauma bagi para masyarakat.


Banyak masyarakat yang pindah ke apartemen demi keselamatan mereka.


"Papa, Mama, beberapa malam ini kota aman-aman saja, apakah hewan itu sudah pergi?" tanya Debermon.


"Mungkin saja karena ada yang tewas, oleh karena itu mereka tidak muncul lagi," jawab Kimberly yang duduk di pelukan suaminya.


"Tidak tahu apakah mereka itu pasangan atau bukan, aku hanya berharap mereka tidak membalas dendam saja. dan belakangan ini banyak orang-orang yang pindah ke apartemen. aku yakin seluruh gedung apartemen di kota ini sudah penuh," ujar Demon sambil memeluk istrinya.


"Apakah kakek paman dan bibi Holdie aman-aman saja?" tanya Deberly.


"Tenang saja! mereka sudah di pindahkan ke apartemen papa juga," jawab Kimberly dengan senyum.


"Wah...apa papa memiliki banyak apartemen?" tanya Deberly yang merasa penasaran.


"Papa memiliki lima apartemen," jawab Demon dengan senyum.


"Lalu, apakah kakek paman dan bibi Holdie tinggal di salah satu apartemen milik papa?" tanya Debermon.


"Benar, di tempat itu sangat aman buat mereka," jawab Demon yang mencubit pipi putranya.


"Sudah malam, mari tidur!" ucap Kimberly yang mencium pipi putra dan putrinya.


"Selamat malam, Papa."


"Selamat malam, Mama."


"Selamat malam, anak-anak," ucap Kimberly dan Demon dengan serentak.


Si kembar lalu tertidur lelap di samping orang tuanya. sementara Demon dan Kimbery tidur dengan saling berpelukan.


"Selamat malam, Demon," ucap Kimberly yang memeluk suaminya.


"Selamat malam, istriku," ucap Demon yang mencium bibir istrinya.

__ADS_1


Ciuman Demon selama beberapa saat dan masih belum melepaskannya, semakin lama ciuman Demon semakin dalam. sehingga membuat Kimberly menyadari keinginan suaminya itu.


__ADS_2