
Tidak lama kemudian para detektif mendatangi lokasi itu. mereka melihat ribuan bangkai burung yang sudah hangus terbakar berserakan di mana-mana. di pagi itu para pejalan kaki berkumpul hanya untuk melihat pemandangan yang tidak biasa itu.
"Ini benar-benar gila, sangat gila," kata salah satu detektif.
"Siapa pria itu yang membakar mereka?"
"Apa dia dari dunia lain?"
"Ini bukan negeri dongeng, apanya yang dari dunia lain."
"Pria itu bisa mengeluarkan api, dan setelah berhasil membunuh semua hewan ini dia menghilang begitu saja. siapa dia sebenarnya? jangan mengatakan di zaman ini masih ada iblis dan siluman," batin salah detektif
Para reporter berdatangan merekam semua jalan yang terdapat bangkai-bangkai burung yang di beberapa jalan. tewas dan jatuh dari ketinggian menyebabkan bangkainya berserakan di mana-mana.
Berita gempar lagi-lagi melanda kota itu. semua masyarakat hanya bisa keluar di siang hari untuk belanja kebutuhan mereka, setelah menjelang sore hari mereka semua tidak berani lagi menampakan diri.
Tempat tinggal paman Sean.
Teddy dan Licon datang menjemput paman Sean dan Holdie untuk pindah tempat tinggal sementara. mereka akan tinggal di apartemen milik Demon yang tidak jauh dengan mansion miliknya.
Apartemen
"Paman, Anda bisa tinggal di sini untuk sementara, tempat ini akan di jaga dari luar oleh iblis api. jadi, tinggallah dengan tenang!" ujar Teddy.
"Apa sangat bahaya dan menakutkan sehingga kami harus pindah ke sini?" tanya paman Sean dengan penasaran.
"Paman, kami sudah pernah berhadapan dengan kelelawar itu, dia sangat kuat dan sering muncul di malam hari. demi keselamatan kalian berdua raja perintah untuk memindahkan kalian," jawab Licon.
"Muncul di malam hari, berarti di malam hari selagi kita tidak keluar maka kita tidak akan ada apa-apa," ujar Holdie.
"Sulit di tebak juga, kata raja ini hanya untuk berjaga-jaga. jika saja dia tidak bisa menyantap sesuatu, yang kita takut adalah dia bisa menyerang ke rumah orang karena merasa lapar. apartemen sini lebih aman dari rumah sana, jadi lebih baik kalian tinggal di sini saja dulu," jelas Licon.
"Maaf, sudah merepotkan kalian. dan sampaikan ucapan terima kasihku kepada Demon!" ucap paman Sean.
"Baik, Paman. kami permisi dulu!" ucap Teddy dan Licon dengan serentak.
Tidak lama kemudian mereka berdua pun menghilang.
"Pa, kota ini sudah tidak aman. sangat menakutkan," kata Holdie.
"Iya, lihat saja beritanya sangat heboh. semua orang hidup dalam ketakutan, yang menjadi korban juga tidak sedikit jumlahnya," ujar paman Sean.
"Pa, aku jadi takut mau keluar," kata Holdie
"Kita di rumah saja, dan untuk sementara lebih baik kau berhenti kerja, kita masih ada tabungan jadi masih cukup untuk biaya hidup. jangan membahayakan diri."
"Iya, Pa."
Malam hari.
Rumah sakit tempat Willy bekerja.
Willy sedang menonton berita yang sedang mengemparkan satu kota itu.
__ADS_1
ia duduk di kursi di ruangan kerjanya.
Berita gempar menyatakan bahwa banyak orang-orang yang melihat seorang pria yang membakar ribuan burung itu di atas salah satu gedung.
"Apa mungkin burung-burung itu di bakar oleh Demon? seharusnya Kimberly dan anak-anak aman-aman saja karena Demon akan melindungi mereka dengan baik," ucap Willy.
"Makhluk besar? kenapa zaman sekarang bisa ada kejadian seperti ini? iblis api dan kejadian aneh lainnya. ratusan orang di telan begitu saja dalam satu malam. bagaimana bagi mereka yang harus bekerja untuk biaya rumah tangga? tidak mungkin tidak keluar," gumam Willy.
Willy yang masih berada di rumah sakit tidak bisa untuk pulang ke rumahnya, karena cuaca sudah gelap dan dirinya sudah sadar tidak ada siapapun yang berani keluar.
Ia bangkit dari tempat duduknya dan mendekati jendela. ia berdiri di sana dan melihat ke arah hotel yang di seberang tempat dia bekerja.
Lalu Willy memandang ke arah bulan purnama. ia melihat sesuatu yang membuat dia terkejut. sesuatu yang dia lihat yang tak lain adalah makhluk besar yang sedang berdiri di atas hotel seberang sana.
"Apakah dia adalah makhluk itu? wajahnya sangat mengerikan," Batin Willy
Willy yang merasa cemas langsung menarik gorden menutupi jendelanya.
Ia kemudian meraih handphonenya yang dia letak di atas meja. kemudian ia menekan nomor tujuannya.
Tidak lama kemudian ada yang menjawab panggilannya itu.
"Hallo, Kimberly."
"Willy, ada apa?'' tanya Kimberly yang di seberang sana.
"Kimberly, makhluk itu ada di seberang. dia sudah melihatku tadi," jawab Willy.
"Willy, jangan keluar! cari tempat yang aman! aku akan memberitahu Demon," jawab Kimberly.
Tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya.
Lampu seluruh rumah sakit berkedip- kedip. arus listrik tiba-tiba saja tidak normal. dan tidak lama kemudian seluruh rumah sakit itu menjadi gelap gulita. Willy mengunakan senter melangkah keluar dari ruangan kerjanya. tidak lama kemudian terdengarlah suara teriakan dari salah salah satu kamar pasien.
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
Teriakan enam pasien dari kamar yang di ujung itu.
Willy merasa cemas dan khawatir dirinya ingin melangkah ke arah sana. akan tetapi ia menghentikan langkahnya karena tidak ada suara lagi dari kamar itu.
Ia mengambil keputusan melangkah dengan perlahan menuju ke arah kamar itu karena merasa khawatir dengan pasiennya.
"Apa makhluk itu di sini? seharusnya tidak mungkin bisa begitu cepat," batin Willy.
__ADS_1
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
Teriakan yang dari arah lain.
Situasi yang gelap gulita tidak bisa melihat apapun. semua orang mulai berlarian tidak tahu apa yang sudah terjadi. mereka ketakutan dan meninggalkan kamar mereka. mencari jalan keluar akan tetapi karena kondisi yang gelap membuat mereka sangat kesulitan untuk keluar dari rumah sakit.
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Ada makhluk yang menelan pasien di kamar itu," teriak seorang wanita yang adalah salah satu pasien di Willy.
"Sebentar! apa yang terjadi?" tanya Willy yang sedang mengunakan senter.
"Makhluk itu sangat menakutkan dia bisa hilang dan muncul tiba- tiba," jawab wanita itu yang sedang ketakutan.
"Mari ikut aku! aku tunjukan jalan keluarnya," ajak Willy yang melangkah dengan cepat. mereka hanya mengandalkan lampu dari senter untuk melihat jalan mereka. seluruh pasien dan dokter dari rumah sakit berlarian mencari jalan keluar.
Willy yang berusaha ingin menyelamatkan pasiennya ia memberanikan diri untuk membawa mereka pergi dari sana.
Di saat Willy sedang berlari tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya.
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
"Aarrghhh....."
Teriakan mereka yang sedang ketakutan karena kelelawar yang memiliki wajah yang menakutkan itu berada di hadapan mereka.
__ADS_1
Willy yang merasa cemas sehingga tidak bisa lagi bergerak. siapapun yang melihat makhluk itu akan merasa ketakutan