Mystery

Mystery
Kesialan


__ADS_3

"Dasar pria kurang ajar," ketus wanita paruh baya itu.


"Dia hidung belang."


"Dasar tidak tahu diri sudah tua masih saja gatal."


"Dengan istri orang dia juga tertarik."


Cemohan para pejalan kaki yang sambil menatap tajam ke arah Almost yang ingin menghampiri Kimberly.


"Dia sudah datang, tolong... ada pencabul...."teriakan Kimberly dengan nada tinggi sehingga di dengar oleh semua pejalan kaki yang di sana.


Semua pejalan kaki wanita maupun pria menghampiri Almost dengan ingin menghajar pria itu habis-habisan.


"Kalian jangan salah paham! dia adalah putri bungsuku," jelas Almost yang berusaha ingin menghentikan langkah mereka yang semakin dekat.


"Dia bukan ayahku dia adalah Almost si pemilik perusahaan Almost, istrinya adalah Veronica dan putrinya bahkan lebih tua dariku namanya Yolanda..." teriak Kimberly dengan sengaja.


"Apa, kau adalah pemilik perusahaan Almost? kau sangat miang."


"Sangat memalukan sekali, ternyata si pemilik perusahaan Almost begitu gatal, terhadap istri orang dia juga mau."


"Mari kita hancurkan dia!"


"Mari!"


"Jangan! ini hanya salah paham saja!" teriak Almost yang di keroyok oleh mereka semua


"Hajar dia!"


BRUK...


"Aarghh...."


BRUK...


"Aarghh...."


BRUK...


"Aarghh...."


BRUK...


"Aarghh...."


BRUK...


"Aarghh...."


BRUK...

__ADS_1


Pukulan dan tendangan di lakukan oleh mereka semua yang menghajar Almost sehingga terkapar di jalan besar itu.


"Lolipop, tolong..." teriak Almost yang sambil menutup kepalanya dengan kedua tangannya.


"Rasakan! ingin membohongiku setelah meninggalkanku. ini masih tidak seberapa," gumam Kimberly.


"Hah...di sana ada polisi yang berada di lampu lalu lintas," ucap Kimberly.


"Paman, Bibi, dan Kakak-kakak, bagaimana kalau kita serahkan saja dia ke polisi yang di sana?"teriak Kimberly.


Mereka yang mendengar teriakan Kimberly langsung menghentikan aksinya. dan kemudian mereka menarik Almost yang sudah bengkak di wajah dan matanya serta jas dan kemeja telah robek akibat di tarik oleh mereka semua.


"Lolipop, jelaskan kepada mereka ini hanya salah paham!" teriak Almost yang di tarik oleh mereka.


"Kau mengejarku dari sana hingga ke sini mana mungkin adalah salah paham. dan keluarga mu itu semua tidak tahu malu dan juga menghinaku. kali ini terima saja hukumanmu," bentak Kimberly.


"Jangan banyak bicara lagi!" ketus salah satu pejalan kaki yang sedang menarik baju Almost berjalan ke arah polisi yang sedang menjaga lampu lalu lintas di sana.


"Rencanaku berhasil," batin Kimberly.


Kimberly kemudian berjalan ke arah lain dan di saat yang sama seseorang dengan tanpa sengaja menabraknya.


Brugh.


"Aargh..."


"Kenapa kamu berjalan tidak melihat jalan," gerutu Kimberly yang mengutip barang yang terlepas dari pegangannya.


"Maaf Nona, biarkan aku membantumu," ucap pria itu yang mengambilkan barang Kimberly yang terjatuh di jalan.


"Kamu adalah?" tanya Kimberly yang berusaha sedang mengingat pria tampan itu


"Aku adalah Vincent, apa kamu masih ingat saat dulu kita pernah di jodohkan oleh paman Sean, karena di saat itu tuan Raymond Martinez sedang berada di sana, oleh karena itu perjodohan kita di batalkan," jelas Vincent dengan senyum.


"Iya. .iya...aku sudah ingat, kamu adalah anak teman paman Sean,"jawab Kimberly.


"Kimberly, kamu ingin ke mana?"


"Aku hanya ingin belanja saja."


"Apakah tuan Raymond akan datang menjemputmu?"


"Dia sedang sibuk, lagi pula aku bisa pulang sendiri," jawab Kimberly.


"Bagaimana kita makan siang dulu!"


"Boleh juga! aku juga merasa lapar," jawab Kimberly.


"Mari ikut aku! mobilku ada di sana!" ajak Vincent yang membantu mengangkat belanjaan Kimberly.


"Kamu ingin makan apa? biar aku yang teraktir!" tanya Vincent.

__ADS_1


"Udang saos,"jawab Kimberly berjalan bersama Vincent.


Sementara Veronica dan Yolanda yang tiba di restoran tempat Almost pesan tadi merasa terkejut dengan nominal yang harus mereka bayar.


"Kenapa begitu banyak pesanannya?" tanya Veronica dengan menahan emosi sambil membaca nota pesanan Kimberly tadi.


"Semua ini di pesan oleh nona yang datang bersama dengan tuan Almost tadi," jawab pelayan restoran dengan kesal


"Lima ribu dollar ini sangat gila hanya untuk sehari, untuk makan kita saja bisa untuk sebulan lebih,"ketus Yolanda dengan kesal


"Aku akan meminta dia ganti rugi," ucap Veronica dengan kesal.


Setelah beberapa menit kemudian Veronica dan Yolanda melangkah keluar dari restoran dengan raut wajah yang tidak senang. bagaimana tidak, mereka harus menghabiskan lima ribu dollar hanya dalam sehari dan tanpa mencicipi makanan yang mereka bayar.


"Ma, aku merasa kita sudah di permainkan olehnya, dia bukan anakmu yang dulu lagi. ini ke dua kalinya kita harus mengeluarkan uang dari pesanan dia. sangat tidak seharusnya dan tidak wajar sekali," ketus Yolanda dengan kesal.


"Kita bersabar saja untuk kali ini. satu-satunya cara adalah mengambil hati gadis itu dan kemudian kita baru mengambil sedikit demi sedikit uangnya," jawab Veronica dengan menahan emosi.


Tidak lama kemudian nada panggilan masuk di handphone Veronica.


"Hallo," jawab Veronica yang menerima panggilan tersebut.


Setelah mendengar perkataan dari orang yang di seberang sana Veronica terdiam dan memutuskan panggilannya.


"Ma, panggilan dari siapa?"


"Kantor polisi," jawab Veronica sambil menahan emosi


"Kenapa mereka menghubungimu, Ma?"


"Papamu menjadi tersangka pencabulan dan sekarang dia di tahan di ruang interogasi," jawab Veronica.


"Kenapa bisa begini? mana mungkin papa melakukan hal seperti itu," kata Yolanda dengan tidak percaya.


"Mari kita ke sana!" ajak Veronica yang masuk ke dalam mobilnya.


Setelah dua jam kemudian Veronica menjamin Almost keluar dari tahanan polisi. Penampilan Almost yang berantakan membuat Yolanda merasa sangat malu dan langsung masuk ke mobilnya.


Mansion Almost


Setiba di rumah Almost bersama istri dan anaknya duduk terdiam sambil mengingat kesialan yang menimpa dirinya.


"Almost, hari ini kita sudah cukup sial, kira harus mengeluarkan uang sebanyak lima ribu dollar, dan kau juga harus di pukul sehingga cedera, dan paling parahnya adalah semua pejalan kaki sudah tahu siapa kau sebenarnya dan kau juga di tuduh adalah pencabul. lelucon seperti apa ini?" ketus Veronica.


"Dia yang menimbulkan masalah ini, kalau bukan karena dia mana mungkin papa harus menanggung semua ini. lain kali aku ingin bertemu dengannya dan menyuruh dia ganti semua uang yang kita bayar tadi," bentak Yolanda dengan kesal.


"Dia ingin membalas dendam karena kita meninggalkan dia dulu, oleh karena itu dia dengan tanpa ragu membalas kita dengan cara ini," kata Almost.


"Dia sangat tidak masuk akal sama sekali, dengan begitu mudahnya dia membuat kita rugi," jawab Yolanda.


"Apa dia ada mengungkit masa lalu?" tanya Veronica.

__ADS_1


"Tidak ada sama sekali, tapi kelihatannya dia sama sekali tidak percaya,"jawab Almost.


"Besok aku akan mencarinya untuk meminta uang darinya, enak saja ingin kami traktir jangan berharap," batin Yolanda.


__ADS_2