Mystery

Mystery
Muncul Tiba-tiba


__ADS_3

"Kami sedang berlatih, Kakek paman," jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Kalian sedang berlatih apa sehingga membakar semua tanamanku?" tanya paman Sean.


"Kami sedang berlatih kekuatan api, agar setelah bertemu dengan papa kami bisa membuktikan pada mereka bahwa kami anak yang hebat, Kakek paman,"jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Ternyata mereka sangat merindukan papa mereka. anak yang kasihan,"batin paman Sean.


"Sudahlah! kalian cepat turun dulu! jangan berada di atas sana lagi! kalian tidak perlu berlatih karena kalian memang sudah keturunan dari iblis api. kalian sudah hebat dan kalian adalah anak yang hebat," kata paman Sean.


"Kakek paman, kemarin saat di jepang aku bertemu dengan seorang paman tampan, dia sangat mirip dengan kakak dan aku sangat suka dengan paman itu," ujar Deberly.


"Deberly, siapapun dia kau harus jauhkan dirimu dari orang asing! kalian adalah anak yang istimewa. jadi harus bisa melindungi diri dan jangan dekat dengan orang asing!" ucap paman Sean.


"Tapi paman itu sangat baik, saat dia mengendongku aku merasa nyaman seperti papa yang sedang mengendongku," kata Deberly dengan mata berkaca-kaca.


"Adik, jangan di pikirkan lagi! dia bukan papa kita!"ujar Debermon.


"Tapi aku sangat merindukan dia, Kak. aku sangat ingin bertemu dengan paman itu," kata Deberly yang sedang menangis.


"Mirip dengan Debermon? apakah dia adalah Demon? Kimberly mengatakan bertemu Demon di jepang. Deberly anak yang sangat pintar dan selama ini dia selalu saja mencari papanya. bersama Willy dari kecil dia tidak pernah mengatakan nyaman, tapi di saat bersama dengan orang yang dia baru kenal dia bisa merasa nyaman. jika bukan Demon maka siapa lagi?" batin paman Sean.


"Deberly, turunlah dulu! di sana sangat bahaya, kakek paman akan memasak makanan kesukaanmu," bujuk paman Sean.


"Kakek paman, apa kami bisa bertemu lagi dengan papa kami? kenapa papa tidak pulang-pulang?"tanya Deberly yang sedang menangis sehingga wajahnya memerah.


"Tentu saja kalian akan bertemu kembali, jangan takut. papa kalian hanya pergi bekerja, karena suatu sebab makanya papa kalian masih belum bisa pulang," bujuk paman Sean yang berusaha menenangkan Deberly.


"Kakek paman, apa papa tidak menginginkan kami lagi? kami sudah empat tahun dan papa tidak pernah kembali melihat kami,"tanya Debermon dengan matanya yang berkaca-kaca


"Mana mungkin papa kalian tidak menginginkan kalian, kalian begitu pintar, manis dan tampan. siapapun tidak akan tega meninggalkan kalian. tempat kerja papa kalian cukup jauh sehingga tidak mudah untuk pulang ke rumah. setelah tiba saatnya maka dia akan pulang berkumpul bersama kalian lagi," lanjut paman Sean.


"Kakek paman, apa papa kami tampan? kami sangat ingin melihatnya, tapi mama tidak memiliki fotonya," tanya Debermon.


"Papa kalian sangat tampan. Debermon, kamu sangat mirip dengannya," jawab paman Sean.

__ADS_1


"Kakek paman, kapan papa akan pulang? kami sudah lama menunggu," tanya Deberly yang sedang menangis.


"Lyly, Monmon, kalian turunlah dulu! jika papa kalian tahu kalian tidak patuh, maka nanti papa kalian tidak mau pulang dan tidak sayang lagi sama kalian," bujuk paman Sean dengan penuh kesabaran.


"Kakek paman, apa papa akan tahu kalau kami patuh dan segera pulang?" tanya Deberly dengan polos.


"Tentu saja, kalian adalah buah hatinya mana mungkin papa kalian tidak merasakannya," jawab paman Sean dengan membujuk si kembar.


"Kakek paman, apakah papa akan segera pulang setelah kami patuh dan tidak nakal lagi?" tanya Debermon.


"Papa kalian akan segera pulang setelah tahu kalian begitu patuh dan baik," jawab paman Sean.


Tidak lama kemudian Deberly dan Debermon dengan begitu menurut mereka pun melompat ke bawah dan berlari ke pelukan paman Sean.


"Kakek paman, kami akan menurut dan tidak akan nakal lagi, kami akan patuh sama mama dan Kakek paman," kata Deberly.


"Kalian anak yang baik, Kakek paman sangat yakin, tidak lama lagi papa kalian akan segera pulang. kita akan menunggu bersama kepulangannya," ucap paman Sean.


"Kakek paman, biar kami menyusun ke posisi yang benar perabotnya ya!" kata Deberly.


"Kalian anak yang pintar, mari kita masuk ke dalam!" ajak paman Sean yang memegang tangan mungil si kembar.


Istana Api


"Demon hingga sekarang masih saja tidak mau mendekati wanita manapun, semua ini hanya karena manusia itu. kemarin dia masih berani muncul di depan cucuku. walaupun aku sudah menghapus ingatan Demon tapi kenapa perasaannya terhadap wanita itu tetap ada?" ketus Diana dengan merasa kesal. tidak lama kemudian Diana menghilang dari istana.


Sesaat kemudian Diana muncul di depan rumah paman Sean. saat itu Diana sedang berdiri di udara dan tidak lama kemudian si kembar bermain saling kejar-kejaran hingga keluar rumah.


"Kakak, cepat tangkap aku!" teriak Deberly yang sedang berlari.


"Kakak akan menangkapmu, lihat saja," ujar Debermon yang mengejar adiknya.


"Anak siapa mereka? kenapa sangat mirip dengan Demon? apakah wanita itu melahirkan anak Demon?" gumam Diana.


Deberly dan Debermon saling kejar-kejaran di halaman rumah itu dengan gembira.

__ADS_1


"Anak-anak, jangan lari-lari, istirahat dulu, setelah mamamu dan bibimu pulang kita akan makan bersama!" suara teriakan paman Sean yang dari dalam rumah.


"Iya, Kakek paman,'' jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


Di sisi lain Kimberly bersama Holdie sedang berbelanja.


"Sudah lama kita tidak belanja bersama, mulai hari ini kita akan belanja bersama, apapun yang kita lakukan tetap bersama," kata Holdie.


"Benar, kita akan tetap bersama," jawab Kimberly dengan senyum dan tidak lama kemudian ia tiba-tiba menghilang.


"Heh...Kimberly, Kimberly, kau pergi ke mana?" teriak Holdie dengan heran.


"Mungkin saja muncul lagi ke tempat lain, mutiara itu memang ajaib bisa saja membawanya pergi dengan tiba-tiba," gumam Holdie.


Demon yang telah kembali sedang mandi di bawah air shower. setelah lima belas menit kemudian ia mematikan shower dan menarik handuk untuk membalut tubuh bagian bawahnya. saat ia melangkah keluar dari kamar mandi tiba-tiba saja seseorang yang jatuh ke hadapannya.


"Aaarrghhh.....," teriakan seorang wanita yang jatuh dari atas dan tanpa sengaja wanita itu menarik handuk yang melilit tubuh bagian bawah Demon hingga terlepas.


Bruk...


Hentakan kuat tubuh wanita itu yang tak lain adalah Kimberly.


"Aauhkkk...."


"Kenapa aku berpindah tempat lagi? di mana ini?" ucap Kimberly yang posisinya terlungkup di depan Demon.


Tanpa ia sadari Demon sedang berdiri di hadapannya dengan kondisi tanpa sehelai benang.


"Handuk siapa ini?"ucap Kimberly yang kemudian melihat sepasang kaki yang di hadapannya. ia mengangkat kepalanya dan melihat suaminya yang berada di hadapannya.


"De-demon...?"ucap Kimberly yang langsung berdiri dan memberi handuk kepada suaminya itu.


"Maaf aku bukan sengaja muncul di sini," ucap Kimberly yang memalingkan wajahnya.


Demon mengambil handuk itu dan melangkah menghampiri wanita yang ada di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2