
"Apa, kenapa mereka main derek tanpa bertanya pada kita?" tanya Veronica dengan kesal.
"Aku juga tidak mengerti, seingatku kondisi ban baik-baik saja. akan tetapi mereka mengatakan dua ban kita bocor," jawab Almost.
"Pa, siapa yang mengatakan ban kita bocor? dan siapa yang menyuruh mereka membawa mobil kita pergi?"tanya Yolanda.
"Staf mengatakan pemilik mobil ini yang menghubungi mereka untuk menderek mobilnya," jawab Almost.
"Mana mungkin kita yang menghubungi mereka, lagi pula mobil kita tidak ada masalah sama sekali," jawab Yolanda.
"Lalu, ini semua kerja siapa, apakah ada yang mengerjain kita?" tanya Veronica.
Setelah berpikir sejenak mereka bertiga sama-sama tahu siapa yang melakukan panggilan itu.
"Kurang ajar," ketus Veronica yang ingin melangkah masuk akan tetapi di hadang oleh suaminya.
"Hentikan, Veronica!"
"Almost, dia sudah keterlaluan terhadap kita," katanya dengan merasa kesal.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa juga, kau juga tahu dia adalah istri Raymond Martinez, sebelumnya kita sudah menyinggungnya. untung saja dia tidak menghancurkan kita," jelas Almost.
"Kita di permalukan oleh dia dan sekarang kita juga harus mencari taksi di bawah terik matahari," kata Yolanda dengan kesal.
"Apa kamu tidak bisa pesan saja lewat online?" tanya Almost.
Tidak lama kemudian tiba-tiba sebuah taksi berhenti di depan perusahaan.
"Di sana ada taksi, cepat panggil!" teriak Veronica.
Almost dan Yolanda beserta Veronica berjalan menuju taksi tersebut.
Setelah itu mereka naik ke dalam taksi dan pergi menuju ke tempat tujuan mereka.
Sementara Raymond dan Kimberly sedang melihat mereka dari lantai atas di ruangan kantornya
"Hahahahaha...mereka pasti akan marah sekali dan merasa kesal," ujar Kimberly dengan tertawa.
"Apa yang kamu lakukan pada mobil mereka?" tanya Raymond yang memeluk pinggang istrinya.
"Tidak ada, hanya memindahkan ke timur sana," jawab Kimberly.
"Apa hanya semudah itu?" tanya Raymond dengan senyum
"Tidak semudah itu, mereka bertiga sudah menghinaku. tentu saja aku akan membalasnya. dan kali ini mereka akan kerepotan di tengah jalan," jawab Kimberly.
"Taksi itu suruhanmu juga,kan? di sini tidak ada taksi, tapi bisa tiba-tiba ada taksi yang muncul di sini dengan tanpa membawa tumpangan. jika bukan karena ulahmu, siapa lagi?" tanya Raymond dengan mencium wajah istrinya.
"Aku hanya ingin membalas atas semua perbuatan mereka, agar mereka sadar jangan terlalu suka menghina orang dengan mengunakan identitas mereka," jawab Kimberly.
__ADS_1
"Iya...kau melakukannya dengan baik. bagaimana dengan petugas cleaning service, apa dia terluka?"
"Tidak terluka! hanya sedikit benturan saja."
"Baguslah kalau begitu, apa kau sudah lapar? ini sudah waktu makan siang."
"Aku ingin makan saos udang," jawab Kimberly.
"Mari kita pergi! kita akan pesan apa saja yang kamu suka!" ajak Raymond dengan merangkul pinggang istrinya dan berjalan keluar dari ruangannya.
Keluarga Almost yang menuju ke arah bengkel tiba-tiba saja taksi yang mereka tumpangi berhenti di pinggir jalan sana.
"Ada apa, kenapa berhenti?" tanya Almost yang duduk di sampingnya.
"Maaf Tuan, mobil ku tidak bisa hidup lagi mesinnya, tidak tahu apa sebabnya. mungkin saja Anda harus mencari taksi lain!"
"Kita sudah di sini dan kau malah tidak bisa antar kami ke sana," bentak Yolanda.
"Tidak berguna, cepat hubungi temanmu yang lain agar mereka datang menjemput kami!" bentak Veronica.
"Mereka semua tidak bisa terhubung, di sini tidak ada jaringan," jawab Supir taksi itu.
"Gawat, kenapa kau membawa kami ke tempat ini?" tanya Yolanda dengan kesal.
"Ini jalan satu-satunya untuk menuju ke bengkel itu," jawab supirnya.
"Tidak mungkin kau ingin kami berjalan kaki, di sini kami tidak bisa pulang dan pergi. jalan sini juga tidak ada rumah, kiri kanan hanya ada pohon-pohon," kata Almost.
"Bagaimana jika kalian berjalan dulu agak ke depan sana? biarkan aku memperbaiki dulu mobil ini. kalau masih bisa hidup aku akan menjemput kalian. dan jika kalian ada bertemu dengan taksi lain maka naik saja," ujar supir itu.
"Pa, Ma, mari kita cari taksi lain dulu! tidak mungkin kita hanya duduk di sini saja, dan menunggu hingga cuaca gelap!" ajak Yolanda yang turun dari mobil.
Almost dan keluarganya harus berjalan kaki sambil menunggu ada mobil yang lewat. daerah yang sepi tanpa rumah dan juga tanpa jaringan membuat mereka tidak bisa menghubungi siapapun.
Setelah mereka pergi supir taksi langsung membawa mobilnya meninggalkan daerah sana. dan berbicara dengan seseorang lewat handphonenya.
"Nona, mereka sudah di daerah sini, dan malam ini kalau mereka sudi maka mereka akan pulang dengan mobil truk teman ku yang membawa hewan."
"Terima kasih, rencana yang bagus," jawab seseorang yang dari seberang sana.
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya.
Sore hari
"Kita sudah berjalan selama dua jam dan tidak ada taksi di sini, apa lagi sudah mau malam. tidak mungkin malam ini kita harus tidur di sini," ketus Veronica yang sedang kesal.
"Apa kita sudah di bohongi ya? dia mengatakan akan menjemput kita, tapi dia masih belum datang juga!" ucap Yolanda.
"Mungkin saja mobilnya tidak bisa jalan lagi," kata Almost.
__ADS_1
"Setelah kembali aku ingin mencari cara untuk membalas wanita itu," ketus Veronica.
"Iya, aku juga ingin membalasnya. walau dia adalah istri Raymond itu justru lebih baik. karena aku ingin dia memalukan suaminya dan di saat itu dia pasti diceraikan oleh suaminya
Di saat mereka sedang berjalan sebuah truk berhenti di seberang. supir yang di dalam menurunkan kacanya dengan bertanya," tuan, kalian ingin ke mana?"
"Kami ingin ke bengkel, tapi tidak ada taksi di sini!" jawab Almost.
"Di daerah sini tidak ada taksi atau mobil lainnya yang lewat. terutama di malam hari, dan apakah kalian ada yang jemput?"
"Tidak ada sama sekali, tuan, apakah kami bisa menumpang mobil Anda?" tanya Almost.
"Bisa saja kalian naik mobilku. hanya saja kalian harus duduk di belakang. tidak tahu kalian mau atau tidak!" jawab supir truk yang turun dari mobil.
"Tuan, memang belakang muat barang apa?" tanya Almost yang ikuti langkah supir itu yang membuka pintu belakang mobilnya.
Saat di buka pintu belakang mobil Almost dan keluarganya terpaku diam dan saling memandang.
"Kalian bisa saja tidak ikut, tapi cuaca sudah mulai gelap, dulu di sini kalau malam banyak perampok oleh karena itu tidak ada mobil yang berani lalu lalang di sini lagi," ucap supir itu.
"Pa, aku tidak mau!".
"Aku juga tidak mau satu tempat dengan mereka," gerutu Veronica.
"Kalian bisa saja menolak, aku tidak masalah juga. tapi kalian harus menanggung resiko di sini. kalau ada apa-apa tidak ada yang bisa selamatkan kalian!"
Karena tidak ada pilihan lain Almost, Veronica, Yolanda hanya bisa ikut dengan truk itu.
"Menjijikan," ketus Yolanda yang sedang duduk di tengah bak mobil itu. dan di kelilingi kandang-kandang yang muat ayam.
"Kotor sekali dan busuk," ketus Veronica yang sedang menutup hidungnya.
"Mereka sangat berisik!" ketus Almost yang duduk dekat dengan kambing yang terikat.
Mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...
"Diam!" bentak Yolanda.
Kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...
"Apa kalian bisa diam?" teriak Veronica yang merasa risih.
Mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...
Kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...
"DIAM...."teriakan Veronica yang sambil menutup telinganya.
Mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...
__ADS_1
Di sepanjang jalan keluarga Almost harus menghabiskan waktu bersama ayam dan kambimg yang sedang katakutan dengan kehadiran mereka, sehingga berteriak sepanjang jalan.
Mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...kokokok...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...mbeek...