Mystery

Mystery
Kebakaran Komplek


__ADS_3

Malam hari.


"Aaarrghh...." teriakan warga yang tinggal di perumahan komplek. mereka meninggalkan rumah mereka yang terbakar itu.


Api yang mulai dari blok A dan langsung menjalar ke deretan lainnya. dengan begitu cepat api itu membakar puluhan rumah mewah. dan tidak lama kemudian apinya semakin membesar dan menjalar ke seberang rumah warga. sehingga membuat mereka ketakutan dan menangis sambil berlari tanpa membawa apapun dari rumah mereka


"Tolong....api....tolong kebakaran,"teriak warga yang sambil menangis dengan histeris.


"Tolong....api....tolong padamkan api....anakku masih di dalam," tangisan wanita itu yang sedang histeris.


Hanya dalam lima belas menit api yang besar telah melalap sebanyak dua puluhan rumah komplek.


Di malam itu semua warga di sana hanya bisa pasrah dan menangis melihat harta benda mereka telah terbakar habis.


Tidak lama kemudian mobil pemadam kebakaran berdatangan dan melakukan tugas mereka.


Puluhan petugas bergegas menyemprot air ke api yang semakin membesar.


Kebakaran sebelumnya menyebabkan listrik seluruh kota itu putus hingga kini belum menyala.


Mansion Demon.


"Papa, di sana kenapa ada merah?" tanya Debermon yang duduk di pangkuan Kimberly.


"Apa mungkin kebakaran lagi?" tanya Deberly yang memeluk Demon dengan erat.


"Kimberly bantu aku jaga mereka, aku akan pergi melihatnya!" ujar Demon pada istrinya.


"Pergilah! tapi berhati-hati ya!" jawab Kimberly yang menarik Deberly duduk di pangkuannya.


"Aku akan segera pulang!" jawab Demon dengan mengecup dahi istrinya.


"Papa, jangan pergi! sangat bahaya!" tangisan Deberly yang menarik kemeja Demon.


"Deberly, jangan begini! papa akan segera pulang!" bujuk Kimberly yang ingin melepaskan gengaman erat putrinya yang menarik kemeja suaminya itu.


"Putriku sayang, papa adalah iblis api. jadi, papa tidak akan ada apa-apa, jangan takut!" bujuk Demon yang berusaha menenangkan putrinya yang sedang menangis.


"Aku tidak mau papa pergi!" tangisan Deberly yang merasa takut.


"Sayang, papa kalau tidak pergi maka kebakaran itu tidak akan berhenti, dan lampu tidak akan menyala. biar papa pergi melihatnya!" bujuk Demon pada putrinya.

__ADS_1


"Papa, janji ya cepat pulang! aku masih mau tidur di pelukan papa!" pinta Deberly yang melepaskan tangan mungilnya.


"Baik sayang, papa berjanji padamu. akan segera pulang," ucap Demon dengan mencium pipi putrinya.


Tidak lama kemudian Demon menghilang dan menuju ke lokasi kebakaran.


Sementara warga di komplek telah mengalami kerugian.


"Barangku....semua habis hanya dalam beberapa menit," tangisan salah satu warga yang berada di sana


Petugas kebakaran tidak mampu memadamkan api yang semakin membesar, sementara mobil pemadam yang turun ke lokasi sekitar sepuluh mobil. selama dua jam kejadian api semakin merebak ke semua komplek perumahan di sana.


Tidak lama kemudian Demon muncul di lokasi kejadian, ia berada di udara dan melihat semua warga sana hanya bisa pasrah dan menangis. sepanjang jalan itu banjir akibat air semprotan dari petugas.


"Api yang tidak seharusnya di sini," ketus Demon yang berubah menjadi merah bola matanya.


Demon kemudian memghilang dan muncul kembali ke lautan besar yang jaraknya tidak jauh dari komplek itu. ia mengunakan kekuatannya untuk menarik air laut dan menyerang ke arah kebakaran itu. serangan air yang panjang dan kuat ke komplek itu mampu memadamkan apinya.


"Apa itu?" tanya salah satu warga yang di sana. mereka sedang melihat air yang menyembur ke arah api yang sangat membesar. bukan hanya sekali akan tetapi kejadiannya berulang kali.


Serangan demi serangan yang di lakukan oleh Demon mampu memadamkan kebakaran tersebut.


Hanya butuh beberapa menit saja Demon berhasil menjinakan api yang telah menghanguskan sebanyak tiga puluh rumah di komplek itu.


"Kejadian ke dua kali, sangat tidak wajar, iblis api dari mana berusaha ingin menghabiskan satu kota ini," batin Demon.


Sesaat kemudian Demon kembali ke rumahnya yang telah ditunggu oleh anak dan istrinya


"Demon, bagaimana?" tanya Kimberly yang sedang mengendong putrinya.


"Sudah ku padamkan, hanya saja tidak tahu ulah iblis mana yang ingin mencelakai mereka," jawab Demon.


"Papa, gendong aku!" pinta Deberly yang membuka ke dua tangannya.


Demon langsung mengendong putri kesayangannya itu dan mencium pipinya.


"Istirahatlah dulu! aku yakin kau pasti sudah mengeluarkan kekuatan untuk memadamkan api itu," ujar Kimberly pada suaminya


"Mari kita istirahat!"ajak Demon yang menidurkan putrinya di samping Debermon yang telah ketiduran.


Kejadian yang terjadi di malam itu telah menewaskan beberapa warga yang tinggal di sana. para warga yang menjadi korban di karenakan tidak sempat meninggalkan rumah mereka. api yang menyebar terlalu cepat sehingga membuat mereka tidak sempat membawa sehelai baju pun.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Istana Api.


"Kurang ajar! siapa yang berani menghancurkan harta benda manusia dengan kekuatan api? sama saja ingin merusakan nama baik iblis api," bentak Diana yang merasa emosi.


"Apa yang harus kita lakukan? jika saja sering terjadi lama-lama mereka pasti akan membenci iblis api bagi yang tahu keberadaan kita," kata salah satu iblis api.


"Apakah Demon bertindak malam ini?" tanya Diana.


"Benar, raja berhasil memadamkan api yang telah membakar tiga puluh rumah itu."


"Kekuatannya kini semakin meningkat dan mampu menarik air laut. hanya saja sayang sekali, dia tidak ingin kembali lagi," ucap Diana yang merasa menyesal.


Setelah beberapa hari kemudian.


Arus listrik kembali hidup dan masyarakat pun kembali beraktivitas dengan seperti biasa.


Demon kembali bekerja setelah kondisi sudah mulai tenang.


"Papa, cepat pulang ya!" ucap Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Iya, kalian menemani mama menunggu di rumah ya! dengar kata mama dan jangan melawan!" jawab Demon dengan senyum menatap sang buah hatinya


"Iya, Pa," jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


Demon mencium pipi putra putrinya.


"Cepat pulang ya! aku ingin memasak hari ini. kami menunggu mu pulang!" kata Kimberly dengan senyum.


"Aku akan cepat pulang, dan makan bersamamu dan anak-anak," jawab Demon yang mencium bibir istrinya.


Tidak lama kemudian Demon berangkat kerja dan seperti biasanya si kembar bermain di kamar mereka, sementara Kimberly memasak di dapur dan melakukan pekerja lain.


"Kakak, aku ingin sekolah!" ucap Deberly yang bermain boneka di tempat tidurnya.


"Aku juga ingin sekolah, di sekolah sangat banyak teman-teman, aku yakin pasti sangat seru," jawab Debermon.


"Nanti kita beritahu papa setelah papa pulang," ujar Deberly


"Iya, aku ingin seperti anak-anak lainnya yang memiliki banyak teman,"kata Debermon.

__ADS_1


"Mudah-mudahan papa akan mengabulkan keinginan kita," ucap Deberly dengan berharap.


Kimberly yang sedang melakukan pekerjaan rumah dari menyuci pakaian dan juga mengepel lantai, dan tanpa dia sadari suaminya sedang melihat lewat handphonenya.


__ADS_2