
"Apa kau tidak periksa saldo dari Black Card itu?" tanya Raymond dengan senyum
"Tidak!"
"Saldonya bisa kau gunakan untuk selama hidupmu"
"Jangan bercanda, memang dirimu tahu aku bisa hidup berapa tahun?"
"Akan lebih dari tiga ribu tahun" jawab Raymond dengan senyum
"Jawaban mu tidak lucu, aku serius"
" Aku serius, percayalah uang itu kau tidak akan bisa menghabisinya, percaya atau tidak aku akan menunjukkan padamu nanti" jelas Raymond dengan senyum
Di malam itu Raymond membawa Kimberly ke rumah sakit untuk memeriksa keseluruhan tubuhnya
Keesokan harinya
"Dokter, apa aku sudah bisa keluar?" tanya Kimberly yang sedang duduk di ranjang
"Nona sudah bisa keluar, karena lukanya tidak serius" jawab Dokter itu dengan sopan
"Dokter, apakah istriku sehat-sehat saja dan tidak terluka bagian dalam? semalam istri ku di tabrak mobil, pinggangnya juga merasa sakit?" tanya Raymond dengan merasa khawatir
"Hanya luka benturan saja, ini bisa di katakan keajaiban karena jika orang lain yang mendapatkan benturan kuat seperti ini, maka dia akan mengalami patah tulang" jelas Dokter itu
"Keajaiban? sudah di tabrak masih saja di anggap keajaiban" ujar Kimberly dengan tatapan tajam ke arah dokter itu
"Ah..bukan itu maksud saya, tubuh Nona termasuk luar biasa karena tidak terluka walau di tabrak, jadi ini sangat beruntung" jelas dokter lagi
"Dokter seperti apa kamu? sudah di tabrak dan sakit masih saja mengatakan aku beruntung" ketus Kimberly yang merasa kesal
"Apakah Anda yakin jika istriku tidak perlu tinggal di rumah sakit untuk pemeriksaan selanjutnya?" tanya Raymond yang berdiri di samping Kimberly
"Tidak perlu! karena hanya luka ringan jadi tidak menyebabkan luka bagian dalam, fisik nona bisa di katakan sangat kuat" jawab Dokter dengan sopan
"Aku mau keluar sekarang juga, aku sudah lapar" pinta Kimberly dengan memegang tangan Raymond
"Baiklah, kita akan pergi makan dulu" jawab Raymond dengan senyum sambil memegang kepala istrinya
Setelah keluar dari rumah sakit Raymond dan Kimberly makan di salah satu restoran mewah, Raymond memesan semua makanan kesukaan Kimberly, dari ayam bakar, udang saos, dan kepiting.
"Makan ini" kata Raymond yang menyuapi udang yang sudah di kopek kulitnya itu
"Masakan sini enak sekali, kalah restoran lain" ujar Kimberly yang sedang makan begitu lahap
"Apa kau menyukainya?" tanya Raymond dengan senyum
__ADS_1
"Iya" jawab Kimberly sambil menyantap makanannya
"Kita akan sering makan di sini" ucap Raymond dengan mengambilkan lauk dan menarohkan ke piring yang di gunakan Kimberly
"Aku akan ingat janjimu" jawab Kimberly sambil sibuk dengan makanannya
Setelah satu jam kemudian
Setelah selesai makan mereka kembali masuk ke mobil mereka
"Kita mau ke mana?" tanya Kimberly yang sedang duduk di samping Raymond
"Ke rumahku" jawab Raymond dengan memasangkan Safety belt Kimberly
"Aku bisa melakukannya sendiri" ucap Kimberly
"Sudah! jangan bergerak biar aku yang melakukannya untukmu" kata Raymond dengan senyum
"Apa keluarga mu sudah sampai?"
"Belum!" jawab Raymond yang mencium bibirnya Kimberly
"Jangan menciumku" ujar Kimberly dengan melepaskan ciumannya
"Kau tidak akan bisa melarikan diri jika aku ingin melakukannya" ujar Raymond dengan senyum
"Hahahaha...istriku sangat pemalu" ucap Raymond dengan tertawa
"Sudah, cepat jalan!" kata Kimberly dengan kesal
Mansion keluarga Martinez
Keluarga Raymond telah kembali dari luar negeri dan berkumpul di ruangan keluarga, Alex dan istrinya, Cecilia. sedang duduk bersama dua putranya Simon dan Jacky, selain mereka putri dari keluarga kaya raya Yoliders, Tina Yoliders juga sedang berkumpul bersama mereka. gadis cantik yang bertubuh langsing dan berambut panjang berwarna pirang adalah calon menantu pilihan Alex dan Cecilia untuk putra tertua mereka, Raymond.
"Tina, selamat datang ke keluarga besar kami, sebentar lagi Raymond akan pulang dan kalian bisa saling berkenalan, bibi yakin dia pasti akan sangat menyukaimu" ucap Cecilia dengan senyum
"Terima kasih Paman, dan Bibi, aku sangat senang bisa bergabung dengan keluarga besar ini" kata Tina dengan sopan
"Calon kakak ipar, dua keluarga kita bisa bekerjasama dan kemudian bisa menjadi satu keluarga, ini adalah berita yang sangat mengembirakan" ucap Jacky dengan tertawa
"Hahahahah..aku tidak sabar melihat reaksi kakak kita di saat dia melihat kecantikan Tina, tidak ada pria yang tidak terpesona dengan kecantikan mu, papa dan mama ku telah memilih calon menantu yang tepat" sambung Simon dengan tertawa gembira
Tidak lama kemudian Raymond dan Kimberly tiba di depan rumah
Raymond bergandengan tangan dengan Kimberly dan melangkah masuk ke rumah keluarganya itu
Di saat itu mereka melangkah ke arah ruangan keluarga dan bertemu dengan orang tua dan adiknya Raymond
__ADS_1
"Pa, Bibi, kalian sudah pulang" sapa Raymond dengan pura-pura senyum
Mereka semua berfokus pada Raymond yang sedang mengandengan dengan seorang gadis yang masih asing bagi mereka, tentu saja kehadiran Kimberly membuat mereka tidak merasa senang dan menatap sinis ke arah gadis itu.
"Kakak, apa kabar sudah lama tidak melihat mu dan siapakah gadis cantik ini?" tanya Simon
"Aku lupa mengabari kalian jika aku sudah menikah dan ini adalah istriku, namanya Kimberly" ucap Raymond
"Menikah?" tanya serentak keluarganya itu dengan heran
"Kimberly, mereka adalah keluargaku" ucap Raymond dengan menatap ke arah Kimberly
"Papa, Bibi, nama ku adalah Kimberly" sapa Kimberly dengan sopan
"Raymond, kenapa masalah sebesar ini kau tidak memberitahu kami? kau jangan lupa kau adalah putra tertua di keluarga ini, jadi pernikahanmu harus di tentukan oleh kami" bentak Alex yang bangkit dari tempat duduknya
"Raymond, kau sudah salah besar, menikah dengan gadis ini juga tidak minta izin dari kami dulu, apa kamu tahu atas sikap mu ini sudah menyakiti kami semua" ketus Cecilia dengan sengaja
"Usiaku tidak muda lagi, lagi pula masalah pernikahan adalah urusan pribadiku, aku berhak memilih gadis idamanku sendiri. aku tidak mau pernikahanku di atur oleh siapapun" jawab Raymond dengan tegas dan kemudian duduk di sofa bersama Kimberly
"Kakak, papa dan mama masih hidup diri mu sudah mulai berani melawannya, ini sangat tidak hormat" ujar Jacky dengan sengaja
"Aneh sekali, selama ini jika aku sakit atau ada masalah di dalam keluarga ini tidak ada yang peduli padaku, kenapa di saat aku menikah dengan gadis pilihan ku sendiri kalian merasa tidak senang" jawab Raymond dengan menyindir
"Raymond, ini adalah pernikahanmu, dan kau menikah dengan gadis yang tidak tahu dari mana asalnya, ini sangat keterlaluan" ketus Alex dengan kesal
"Keterlaluan, kenapa? apakah karena Kimberly bukan dari keluarga kaya raya?" tanya Raymond
"Raymond, ini adalah nona Tina Yoliders, dia adalah calon istrimu, pernikahan kalian sudah di tentukan bulan depan, jadi kau harus segera ceraikan istrimu ini" ucap Cecilia dengan tegas
"Tuan muda besar, aku senang bisa berkenalan denganmu, aku berharap kita bisa berkomunikasi dengan baik" sapa Tina dengan ramah
Raymond hanya bersikap cuek dengan wanita itu dan tanpa melihat ke arahnya
"Apa namamu adalah Kimberly?" tanya Cecilia dengan menatap tajam ke arah Kimberly
"Iya" jawab Kimberly dengan cuek
"Kau sudah tahukan jika mereka akan menikah bulan depan? itu artinya kau harus bercerai dengannya" ketus Cecilia
"Oh...begitu ya, aku tidak akan bercerai dengannya, tapi aku sangat mendukung pernikahan ini, jika nona ini bisa menjadi istri dari Raymond maka tugasku sebagai istri akan lebih ringan" jawab Kimberly dengan santai
"Apa maksudmu? kau mendukung pernikahan mereka?" tanya Cecilia dengan heran
"Iya, Bi. lagi pula aku kewalahan juga" jawab Kimberly
"Kenapa kewalahan?" tanya Alex dengan penasaran
__ADS_1