
Demon menyuapi istrinya makan bubur udang yang dia beli tadi.
"Demon, kenapa kamu tidak makan?" tanya Kimberly.
"Aku telah menghabiskan beberapa botol anggur, sehingga aku tidak merasa lapar lagi," jawab Demon dengan senyum.
"Demon, buburnya terlalu banyak, sisihkan untuk anak-anak. aku tidak bisa menghabiskannya," ujar Kimberly.
"Baiklah, nanti aku sisihkan ya! kamu makan dulu!".
Saat Kimberly ingin menyantap bubur itu, ia lagi-lagi merasa mulal dan tidak bisa menelan makanannya lagi.
"Kimberly, apa kamu merasa mual lagi?" tanya Demon yang mengelus dada istrinya hampir ingin muntah.
"Minum air hangat dulu!" kata Demon yang memberikan air di gelas itu kepada Kimberly.
"Terima kasih," ucap Kimberly yang meneguk minumannya.
"Nanti saja baru makan lagi! jangan di paksakan."
"Iya."
"Papa, apakah adik sangat nakal? kenapa membuat mama menderita terus?" tanya Deberly yang duduk di samping Kimberly.
"Deberly, ini bukan karena adik yang nakal, memang mama yang harus mengalaminya, ini sudah wajar bagi wanita hamil," kata Kimberly yang mengelus kepala putrinya.
"Aku tidak sabar menunggu kelahiran adik, agar mama bisa tidur nyenyak lagi, makan yang rutin dan tidak sakit lagi,"ucap Debermon yang terlungkup di kaki Kimberly.
"Putraku yang pintar, mama akan baik-baik saja, sayang," ujar Kimberly dengan senyum.
__ADS_1
"Kimberly, selama ini kamu sudah menderita, dan juga tidak tidur dan makan dengan baik, setelah melahirkan yang ini, kita cukup memiliki empat orang anak saja," kata Demon.
"Apa maksudmu, Demon?"
"Maksudku adalah anak kita cukup empat saja."
"Kenapa, aku masih ingin melahirkan anak untukmu," kata Kimberly.
"Kimberly, kita sudah cukup bahagia sekarang, kehidupan kita sudah lengkap, kita sudah memiliki empat orang anak, ini sudah cukup bagiku," ujar Demon yang mengecup dahi istrinya.
"Demon, aku masih mau melahirkan lebih banyak anak untukmu!"
"Kimberly, aku tidak mau melihatmu begitu menderita, apa kamu tahu setiap aku melihatmu tidak bisa tidur dan tidak bisa makan, aku sangat merasa sangat sakit. kau harus mengalami rasa sakit, pegal, mual dan lainnya. aku tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan. tapi aku tahu kau sangat tersiksa. demi aku kau harus bertahan menanggung semua penderitaan sendiri," ucap Demon yang merasa sedih.
"Demon, nenek juga menyukai banyak cucu, aku tidak takut harus menderita, lagi pula aku sangat menyukai anak-anak."
"Kimberly, aku tahu maksudmu. kamu berharap aku bisa memiliki banyak keturunan karena aku adalah raja iblis. tapi kamu sudah melakukannya, Sayang. kamu sudah memberi dua pasang kembar dan ini sudah cukup," kata Demon dengan senyum.
"Kimberly, kamu tidak perlu berkorban untukku lagi! kamu sudah sering melakukannya untukku, sayang. aku tidak tega melihatmu harus menanggung beban seberat ini. ini membuat mu menderita selama sembilan bulan. tidak mudah bagimu menjalani masa kehamilan. aku hanya ingin istriku menjalani hidup sehat-sehat tanpa sakit ataupun menderita, dengarkanlah aku. kita sudah cukup bahagia dengan kehadiran si kembar, dan kini tidak lama lagi sepasang kembar akan hadir dalam rumah tangga kita. ini sudah lebih dari cukup!" ucap Demon yang mencium wajah istrinya.
"Tapi, Demon...." seru Kimberly yang terhenti karena di cium oleh suaminya.
"Kehadiran mu sudah membuatku bahagia, dan empat orang anak kita. dengarkan kataku, karena ini adalah permintaanku padamu. kau juga tidak ingin aku selalu khawatir denganmu, kan? yang ku inginkan adalah istriku hidup dengan bahagia dan sehat," ujar Demon yang berusaha membujuk istrinya.
"Baiklah, aku mengerti," jawab Kimberly yang terpaksa menurut walau dirinya tidak setuju.
Demon mencium bibir istrinya selama beberapa menit. saat melihat orang tuanya sedang berciuman Debermon langsung mengajak adiknya keluar dari kamar itu.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Diana datang melihat keadaan cucu menantunya serta membawa vitamin khusus dari istana api, menjelang kelahiran Kimberly, Diana dan Demon menyediakan banyak barang keperluan yang akan di gunakan saat melahirkan nanti.
"Demon, tidak lama lagi Kimberly akan segera melahirkan, nenek sudah tidak sabar untuk melihat si kembar," kata Diana yang duduk di ruang tamu bersama Demon. sementara Kimberly sedang berbaring di kamar.
"Aku juga tidak sabar menunggu kelahiran si kembar, Kimberly sudah tidak tidur dengan baik sejak bulan ke tiga, terkadang dia hanya tidur selama beberapa menit dan kemudian dia terbangun," ujar Demon yang merasa khawatir.
"Di saat seorang istri mencintai suaminya dia tidak akan takut merasa sakit atau menderita, itulah sifat seorang istri dan cinta tulus darinya," ucap Diana dengan senyum.
"Aku tidak ingin dia berkorban demi aku lagi, ini sudah lebih dari cukup. setiap aku melihat dia kesakitan sehingga menangis hatiku sangat pilu. dia tidak bisa bergerak bebas dan lincah seperti dulu. kini dia hanya bisa duduk dan berbaring."
"Kimberly adalah gadis yang kuat dan tidak takut menderita demi mencintai mu, dia ingin melahirkan banyak anak untukmu karena identitasmu itu."
"Nenek, aku sangat menyukai anak-anak, tapi aku lebih memilih Kimberly. aku tidak mau karena ingin memiliki banyak keturunan istriku yang harus menderita berulang kali. memiliki dua pasang kembar ini sudah lebih dari cukup."
"Nenek mengerti maksudmu, setidaknya Kimberly masih lebih beruntung di bandingkan dengan istri-istri ayahmu, dulu saat mereka hamil ayahmu sudah tidak mencari mereka dan hanya di rawat oleh pelayan masing-masing. karena ayahmu itu hanya menginginkan anak dan kepuasan sendiri. kamu lain dari yang lain. nenek bangga padamu," ucap Diana dengan senyum.
"Kebahagiaan keluarga adalah hal yang utama bagiku, kebahagiaan istriku paling penting bagiku, karena jika dia tidak bahagia aku tidak bisa melakukan hal lain karena menganggu pikiranku, dan jika dia bahagia maka perasaan ku tenang dan bisa bekerja dengan lancar," kata Demon.
"Hahahaaha...ini adalah kekuatan cinta, kalian sudah lama bersama tapi seperti pengantin baru, sangat menakjubkan sekali," ujar Diana dengan tertawa senang.
"Raja iblis api memiliki empat orang anak yang akan menjadi penerus, dan nenek yakin anak-anakmu pasti akan hebat sepertimu," ucap Diana dengan senyum.
"Nenek moyang, Nenek moyang," teriakan Debelry dan Debermon yang berlari ke arah Diana.
"Hahahahaha...cicit kesayanganku, apa yang kalian sibukkan di kamar?" tanya Diana yang membuka ke dua tangannya sambil memeluk pasangan kembar itu.
"Kami sedang menemani mama yang baru ketiduran, semalaman mama tidak bisa tidur, karena adik menendang perut mama terus," jawab Debermon.
"Iya, sejak mama hamil lagi mama jarang tidur, dan walau pun tidur hanya lima belas menit sudah terbangun karena sakit pada bagian pinggangnya," ujar Deberly.
__ADS_1
"Kalian adalah anak yang berbakti, masih kecil sudah bisa merawat orang tua kalian,"ucap Diana yang mencubit pipi si kembar.
"Kami sudah dewasa dan ingin merawat mama, serta ingin membantu merawat adik kami,"ujar Deberly.