Mystery

Mystery
Kehilangan kuasa


__ADS_3

"Papa hanya berharap Raymond tidak akan bertindak untuk membalas dendam terhadap kita saja, kalau saja dia membalas dendam demi anak itu maka kita sudah tamat," ujar Almost dengan merasa khawatir.


"Pa, apa mungkin dia akan melakukan hal seperti itu?" tanya Yolanda dengan merasa cemas.


"Iya, siapa yang tidak kenal dengan sifatnya, dan bagaimana dengan dahimu itu?" tanya Almost yang melihat dahi putrinya yang memar akibat terkena lemparan Kimberly.


"Hanya luka ringan, ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan kondisi mama," jawab Yolanda.


"Kita sudah jatuh di timpa tangga lagi. benar kata Lolipop kita hanya ingin memperalatkan dia. dan selama ini kita berharap bisa menguras uangnya. tapi yang terjadi malah sebaliknya dia membalas kita dengan cara yang cepat. dari awal kita sudah salah. semua yang terjadi ini karena kita yang serakah. kita sudah memiliki mobil dan rumah. akan tetapi karena kita serakah sehingga habis semuanya dan hanya sisa perusahaan itu saja," jelas Almost dengan merasa menyesal.


"Pa, apa kita hanya bisa diam dan biarkan begitu saja? kita mengumpulkan semua itu dengan masa puluhan tahun dan bahkan dari aku masih kecil, dan sekarang kita kehilangan semua itu dalam sesaat. ini membuatku sangat tidak puas," kata Yolanda dengan merasa kesal


"Yolanda, kita tidak bisa melakukan apapun, karena kita tidak memiliki bukti untuk menuduhnya. semua surat sudah di pindahkan atas nama dia. jadi dia berhak melakukan apapun. kita tidak bisa menuntut."


"Kita kalah telak dari dia. ini sangat tidak pantas," ketus Yolanda.


Keesokan harinya


Almost yang berada di rumah sakit mendapat berita buruk dari perusahaannya


"Apaaa....?" tanya Almost sambil berteriak dengan nada keras.


"Tuan, cepat kembali ke perusahaan! sebentar lagi mereka mengadakan rapat dalam pemilihan presiden direktur utama," kata Asistennya yang berada di seberang sana.


"Siapa yang membuat keputusan itu?"


"Semua pemegang saham, sepertinya ada berita buruk. saya mendengar kabar akan ada yang mengambil ahli posisi Anda, Tuan," jelas asistennya.


"Tidak wajar, aku adalah pemegang saham utama. selain aku mana mungkin ada yang lebih berhak dariku," ketus Almost dengan penuh emosi.


"Setengah jam lagi rapat di mulai, mereka tidak akan menunggu Anda."

__ADS_1


"Aku akan sampai sebentar lagi," jawab Almost dengan kesal.


Sesaat kemudian Almost memutuskan panggilannya.


"Apa yang sudah terjadi, Pa?"


"Perusahaan ada masalah, tiba-tiba saja mengadakan rapat. semua pemegang saham ingin mengadakan rapat tanpa sepengetahuan ku," jawab Almost.


"Selama ini kondisi perusahaan kita baik-baik saja, tidak ada masalah apapun," ucap Yolanda.


"Asisten papa mengatakan akan ada ada yang ambil posisiku," kata Almost.


"Siapa yang begitu mudah ingin mengambil ahli perusahaan kita? ini pasti ada kesalahan," ujar Yolanda dengan kesal.


"Jaga mama mu dulu! papa ingin ke perusahaan," ucap Almost yang melangkah keluar dari kamar.


Perusahaan Almost.


"Ada apa sebenarnya yang terjadi? kenapa tiba-tiba mengadakan rapat tanpa menghubungiku?" tanya Almost dengan kesal.


"Almost, kami tidak perlu menunggu mu untuk rapat ini. karena tindakan mu dan keluarga mu sangat memalukan dan cukup kejam," bentak


salah satu pemegang saham.


"Apa maksudmu? apa yang sudah ku lakukan?" tanya Almost dengan heran.


"Kita bertemu lagi, Tuan Almost," sapa Demon yang memutarkan kursi besar dan menghadap ke arah Almost.


"Kau...?" ucap Almost dengan merasa heran karena Demon mengunakan wajah aslinya sehingga Almost tidak mengenal menantunya itu.


"Mulai hari ini tuan Geffrey akan menjadi presiden direktur utama perusahaan ini," kata pemegang saham lainnya.

__ADS_1


"Tuan Geffrey? apa maksud dengan semua ini?" tanya Almost dengan kesal.


"Maksudnya adalah tuan Demon Geffrey sudah menjadi pemegang saham utama di sini karena kami sudah menjual saham kami untuk tuan Geffrey," jelas salah satu pemegang saham.


"Kenapa kalian bisa melakukan itu padaku? kita sudah berjuang bersama-sama selama ini. kenapa saham kalian harus jual ke orang luar?" tanya Almost dengan kesal.


"Kami mendapatkan bayaran yang tinggi dan selain itu kami masih bisa bekerja sampai kami pensiun. lagi pula tuan Geffrey adalah pengusaha yang sudah berpengalaman di dunia bisnis, jadi tidak salahnya kami ingin perusahaan ini menjadi lebih maju," jawab salah satu pemegang saham itu.


" Kalian lebih rela orang luar yang menjadi pemegang saham utama di sini dan tidak ingin aku yang menduduki posisi itu?" bentak Almost dengan sangking kecewanya.


"Tuan Almost, aku bertanya padamu, apakah kau sanggup membayar hutang mu yang nominalnya tidak sedikit itu? setiap bulan kau mengunakan uang perusahaan untuk membayar hutangmu tanpa sepengetahuan mereka, seharusnya kau sadar keuangan perusahaan bukan hak kamu seorang diri, walau dirimu adalah pemegang saham utama di sini," kata Demon dengan duduk bersandar.


"Almost, selama ini kami merasa tertipu oleh mu, kau mengunakan uang perusahaan untuk membayar hutang pribadimu. kau tidak berunding dengan kami dulu."


"Aku merasa kecewa dengan mu, Almost. kau tidak pantas untuk menjadi bos di sini. kami tidak mau saat pensiun nanti tidak mendapatkan apa-apa. yang ada malah perusahaan yang sudah kosong."


"Jangan salahkan kami karena kami melakukan ini padamu. karena kami sudah di bohongi oleh mu selama bertahun-tahun lamanya."


"Almost, ini semua berawal dari mu. perusahaan kita tidak pernah maju selama ini. walau seberapa banyak pun klien kita, keuangan tetap kau yang mengendalikannya selama ini. sehingga kami tidak mengetahui jika keuntungan perusahaan kau gunakan untuk membayar hutangmu ke lintah darat. cukup sampai di sini saja. kami tidak mau di bohongi oleh dirimu lagi."


"Demon Geffrey, berapa saham yang ada di tanganmu?" tanya Almost


"Enam puluh persen," jawab Demon dengan santai.


"Katakan harganya! aku akan membeli semua saham yang kau miliki itu," ujar Almost.


"Hahahaha...Tuan Almost, sedangkan untuk membayar hutang mu saja kau mengunakan uang perusahaan, apa mungkin kau sanggup membeli saham ku?" tanya Demon dengan mengejek.


" Katakan saja harganya! aku akan membelinya!" jawab Almost dengan tegas.


"Tuan Geffrey membeli dengan harga yang tinggi dengan kami, kau tidak akan sanggup membelinya," kata salah satu pemegang saham itu.

__ADS_1


" Aku akan berbaik hati untukmu dengan memberimu dua pilihan. pertama, kau bisa tetap di sini, akan tetapi kau tidak berhak lagi mencampuri urusan keuangan. dan kedua, kau bisa menjual saham mu dan kemudian pergi dari sini. aku memberimu dua pilihan ini dan kau bisa mempertimbangkan lagi yang mana yang akan kau pilih," kata Demon dengan sengaja.


__ADS_2